
Entah sudah berapa jam Cady sudah menghormati sang berdera merah putih. Cady sudah merasakan panas yang berlebih, Haus dan anak-anaknya sudah memanggil. Dia sudah tidak kuat kalau harus menghormat terus hingga jam istirahat yang masih lama itu.
Cady melihat keadaan sekitarnya. Dirinya memikirkan rute kabur sebelum itu cady berniat mengunjungi kantin untuk mengisi energi sebelum pergi ke roottop untuk berlindung dari amukan guru killernya.
Ketika keadaan sudah aman segera cady meninggalkan tempat hukamannya dengan kepala yang selalu mengawasi keadaan. Tanpa cady sadari seorang cowok tertawa melihat tingkah cady yang seperti pencuri.
"bu neneng." panggil cady pelan tubuhnya disembunyikan di balik lemari es. Sedangkan bu neneng yang melihat tingkah gila dari pelangannya yang sangat tidak pelit dalam membayar tagihan makanan.
"Ada apa cady?" tanya bu neneng dengan suara biasa.
"ssssssttttttt." terunjuk cady berada di bibirnya.
Bu neneng mengerti dengan maksud cady. bu neneng kembali bersuara dengan suara yang pelan dan badannya sedikit menunduk. Sedangkan murid yang sedang ada di kantin karena jamkos hanya menggelengkan tingkah Cady yang selalu saja aneh-aneh tiap harinya.
"bu cady pesan nasi goreng, mie goreng, kwitewaw goreng sama jus mangga pake gula ya ." ucap cady.
Bu neneng membalas dengan menunjukkan jari jempolnya. Cady menganggukan kepalanya untuk membalas kode bu neneng. Cady kembali mengamati situasi sekitar. Saking fokusnya cady tidak sadar kalau sedang dilihati oleh Ester dan kawan-kawan. Tentu saja raka tidak mempedulikan tingkah cady.
" Eh si cady aneh banget gak sih. Dia kaya lagi jadi buronan ajah sampai sembunyi begitu." ucap Ester yang tidak habis pikir dengan tingkah cady saat ini.
"Dia dihukum sama bu Lika karena datang telambat." ucap Chiko.
"Anjay kok kamu tahu sih Chik, suka ya sama si cady." goda Ester yang membuat chiko menatap tajam sahabatnya. Otak Ester memang gak ada bedanya sama cewek aneh itu.
"Apaan sih ajir suka sama cewek aneh gitu mah bisa-bisa aku masuk rumah sakit jiwa. Tadi aku lihat dia lagi dihukum di lapangan disuruh berdiri di depan tiang bendera." ucap Chiko yang kembali fokus dengan gamenya.
"Lah kalau begitu tuh anak kabur ceritanya." ucap Sean.
"Ya paling juga, inikan baru satu jam sebelum bel istirahat. Berarti cady kabur dari hukumannya." ucap Chiko.
__ADS_1
"Anjir tuh anak beli makannya banyak banget kaya bukan orang kabur dari hukuman ajir." ucap Sean.
"Paling juga dia pergi ke root top." ucap Chiko.
Tiba-tiba raka berdiri dari posisi duduknya. Dia berjalan meninggalkan ketiga sahabatnya yang langsung menatap aneh pada Raka. Sangat jarang raka begitu saja.
Cady sampai ke root top. Dia mencari tempat yang enak buat sembunyi jadi ibu Lika gak akan tahu keberadaannya. Setelah menemukan tempat yang menyembunyikan tubunya kalau di lihat dari bawah.
Cady langsung membuka bungkusan makanan yang sudah dibeli. Tiba-tiba ada tangan yang tanpa malunya mengambil makanan Cady. Langsung saja dia merebut makanan yang diambil oleh orang itu. Pas Cady lihat orangnya adalah Javier.
"Lah kamu kok disini." ucap cady.
"aku yang harus nanya kenapa kamu ada di sini. Bagi dong." ucap javier.
"Aku kabur dari hukuman ibu Lika. Beli sana sendiri. Aku lapar habis nontonin bendera merah putih yang sedang menari karena tiupan angin." ucap Cady.
"Ya ela pelit. Kamu belinyakan tiga tuh, satu ajah gak akan rugi." ucap javier yang dengan santainya merebut satu bungkus makanan cady. Akibatnya javier dihadiahkan tatapan tajam dari cady karena sudah merebut makannya.
"gak , gantinya jadi 5." ucap cady yang membuat cowok itu kaget. Dia bahkan memperhatikan tubuh cady di sampingnya. Padahal tubuhnya mungil tapi nafsu makanannya mengalahkan tukang kuli bangunan.
"Kamu gak makan berapa hari sampai 5 porsi mintanya." ucap Javier.
Sebenarnya javier tidak masalah jika gadis di sampingnya meminta makanan sebanyak itu. Dia bukan orang miskin yang sulit mengeluarkan uang hanya untuk membelikan 5 porsi makanan.
"Aku gak makan tadi pagi teruskan tadi pagi habis olahraga menatap bendera yang malah asik bergoyang dengan angin." ucap Cady dengan wajah kesal. Tidak lupa mulutnya sudah terisi dengan makanan. Hal itu membuat javier gemas sendiri dengan tingkah gadis di depannya.
"Makan dulu baru ngomong." ucap Javier.
"maaf lapar masalahnya sih." ucap cady yang dengan lahapnya makan. Bahkan dengan hanya butuh beberapa menit saja cady sudah menghabiskan satu porsi nasi goreng. Tentu saja nasi goreng porsi bu neneng tidak sedikit kalau untuk cady.
__ADS_1
Javier yang mellihatnya saja langsung terdiam. Dia baru menyuapkan satu sendok kwetiaw tapi rasanya sudah kenyang saat melihat cara makan cady. Sangat cepat untuk seorang cewek.
"Kamu sepertinya benar-benar lapar ya." ucap javier yang malah menyodorkan makanannya pada cady. Dia jadi kasihan melihat wajah lapar cady.
"Buat apa dikasihin ke aku lagi sih. Nanti kamu gak jadi teraktir 5 porsi." ucap Cady yang membuat javier terdiam sambil menatap bingkisannya.
Kalau biasanya gadis seumuran cady akan mengatur makannya karena takut gendut. Berbeda dengan cady yang sangat tidak peduli dengan hal seperti itu. Terlihat dari makannya yang banyak. Kalau dilihat-lihat lagi badan cady memang tidak begitu tinggi tapi dia memiliki tubuh lebih beresi.
Tanpa meraka sadari seorang murid laki-laki sedang melihati keduanya. Ada rasa tidak rela melihat pria lain disebelah cady. Bahkan beberapa kali cady dengan santai bercanda guraw dengan Javier.
Dia ingin berjalan menuju Cady tapi segera dia urungkan niatnya. pemuda itu kembali kedalam gedung dan meninggalkan cady dan Javier.
"Jadi pada akhirnya kamu ketahuan telat dan di hukum." ucap javier.
"ya padahal aku sudah ngendap-ngendap kaya mata-mata FBI cuman kurang kaca mata hitam." ucap cady yang mmebuat Javier tidak bisa tidak tertawa mendengernya. Cewek di sampingnya memang berbeda.
"Kenapa ini mulut lemes banget ngomongnya ya. Ada ajah topik yang diomonginnya." ucap Javier.
"hahhahahaha, sabar ya sudah spek dari lahir." ucap Cady yang membuat javier tertawa.
Keduanya saling melemparkan bencadaan hingga tidak sadar waktu berlalu begitu cepat. Bunyi bel menandakan waktu istrihat. Segera saja cady berdiri posisi duduknya.
"Mau kemana cady?" tanya javier.
"Ngasih makan anak-anakku." ucap cady sambil mengerus perut. Bersamaan perut cady berbunyi. Kedua pipi cady langsung merah karena javier mendengar suara perut yang tidak sopan ini.
"hahahhaha suara perutnya keras banget bisa bangunin orang tidur itu mah." canda javier yang membuat wajah cady semakin memerah. Cady langsung meninggalkan javier karena merasa malu. Bagaimanapun perutnya tadi berbunyi sangat keras.
"Jadi diteraktir gak nih kasihan anak-anak aku nungguin." ucap cady dari depan pintu.
__ADS_1
"Ayo." jawab javier dengan senyum yang merekah di wajahnya.