RAKA

RAKA
16. Bidadari


__ADS_3

Ternyata keluarga Cady sangatlah ramah dan hangat. Bahkan Raka merasakan kenyaman yang tidak pernah lagi bisa dirinya rasakan. Sejak kedua orang tuanya memilih berpisah dan ayahnya meninggalkannya. Dia harus hidup sendiri bersama para pelayan. Kehidupannya jauh dari kehangatan keluarga.


Dia sangat iri dengan gadis yang selama ini mendekatinya. Ada rasa amarah yang tiba-tiba muncul tapi semua itu menghilangs saat Cady datang.


“Kue tiba.” Ucap Cady yang langsung membuat Etros dan Caledon senang.


Caledon sangat menyukai kue buatan adiknya. Sayangnya adiknya itu sangat pelit padanya. Bahkan dia iri dengan teman-teman adiknya teruma raka yang selalu dibuatkan kue Cady.


“Kakak ini kue bukan kakak.” Ucap Cady yang membuat Caledon cemberut. Sedangkan Etros tersenyum senang.


“Maaf kak Kue ini untukku.” Ucap Etros yang sudah lebih akrab dengan kakak Cady. Bukan pertama kali Etros datang ke rumah Cady. Tapi tidak ada orang yang tahu itu.


“Kamu kok jahat dengan kakak.” Ucap Caledon yang tidak terima diperlakukan oleh adiknya. Padahal dia adalah kakaknya dan mereka memiliki hubungan darah.


“makanya kakak cari pacar terus minta saja sama pacar kakak.” Ucap Cady dengan santai pada kakaknya yang membuat Sedan, chiko dan Raka tidak habis pikir dengan kekejaman adik pada kakaknya.


“Dasar Adik durhaka.”


“kakak yang durhaka kali.” Ucap Cady yang sedang fokus memotong kue. Dia memindahkan kue ke pisin dan menyodorkannya pada temannya. Sedangkan Caledon tidak sama sekali diberikan.


“Cady kamu jahat sama kakak.”


“kakak ingat sudah tua jangan merajuk malu sama adik kakak.” Ucap Cady yang membuat Caledon tidak habis pikir dengan perkataan anehnya. Apa hubungan umurnya dengan adiknya.


“Sudah kakak, Cady cuman becanda. Ini kue buat kakak.” Ucap cady yang hanya memberikan satu sendok kue bekasnya.

__ADS_1


“heh adik durhaka kamu mau kakak kutuk jadi batu kaya maling kundang.” Ucap Caledon yang membuat Cady tidak kalah emosi.


“kakak mau cady kutuk jadi banci.” Ucap Cady yang membuat Caledon diam. Enak ajah dirinya dikutuk jadi banci. Dia masih suka dengan gadis cantik yang sexy aduhai.


“Enak ajah aku masih suka sama cewek sexy yang tidak kaya kamu. Kamu tuh kaya papan triplek.”


“enak ajah kakak ejek aku. Emang adik kakak segede apa. Paling juga segede jempol.” Ucap Cady yang membuat harga diri kakaknya itu hancur di depan teman adiknya.


Sedangkan keempat pria yang duduk di kursi tidak habis pikir dengan Cady. Dia bisa-bisa mengatakan seperti itu. Otaknya memang harus dirukhiyah.


“kalian berdua.” Ucap mama Cady yang muncul dari taman. Wanita tua itu tidak habis pikir dengan tingkah kanak-kanakan keduanya. Masalahnya keduanya berantem saat ada teman cady.


Apakah mereka tidak bisa melihat tempat dan waktu. Rasanya mama Cady tidak habis pikir dengan anak gadisnya. Sebenarny dia itu anaknya benar atau bukan. Rasanya tidak ada yang seaneh Cady. Mama lupa kalau otak suaminya hampir sama dengan Cady.


“Kak, ini kuenya tapi cady minta saya buat simpen dulu.” Ucap Lina sambil menyodorkan kue pada Caledon. Saat itu Caledon terpesona dengan teman adiknya. Wajahnya yang sangat imut dan cantik. Apalagi dia masih menggunakan celemek dan rambutnya digulung.


“Dek kok kamu gak bilang punya teman kaya bidadari begini.” Ucap Caledon yang masih menatap Lina. Sedangkan Lina tersipu malu.


“kenapa kita kaya jadi hantu ya disini.” Cuap Sean pada Chiko.


“sudahlah nikmati saja kuenya. Kamu juga sukakan sama kuenya.” Ucap Chiko yang sedang menikmati kue buatan Cady. Memang gadis aneh itu hanya waras saat memasak saja sepertinya. Sedangkan Ester sudah beberapa kali menambah kuenya.


Raka juga cuman menikmati kue dan sesekali memikirkan perasaan yang beberapa hari ini menghinggapinya. Dia tidak tahu perasaan apa tadi Raka mulai bisa menerima keberadaan Cady. Walaupun wanita itu selalu membuat keributan. Tapi raka seperti menemukan warna dalam hidupnya yang pernah redup.


“Kakak ajah yang gak nanya.” Ucap Cady yang berjalan menuju kursi di sebelah Raka. Gadis itu memilih menikmati kue buatannya. Tidak alasan untuk tidak duduk di samping raka. Karena hanya di situ saja tempat yang kosong.

__ADS_1


Sedangkan Caledon masih menatap Lina yang membuat temannya Cady itu tersipu malu. Bagaimana tidak dia dipuji oleh pria tampan di depannya. Walaupun sikapnya tidak jauh dari sahabatnya tapi Lina iklas kalau dapat cowok tampan kaya gini mah.


“Kamu sudah punya pacar belum?” tanya Caledon yang langsung pada intinya. Hal itu membuat Cady terkejut. Bahkan Cady sampai tersedak untungnya Raka langsung memberikannya minum dan menepuk punggung gadis di sebelanya.


Perlakuan Raka membuat ketiga sahabatnya terkejut bukan main. Sejak kapan Raka sangat peduli dengan orang lain. Bahkan dengan Etros,Chiko, dan Sean saja Raka sangat cuek. Dia baru turun tangan jika kondisi sahabatnya sanga mengkhawatirkan.


Tapi lihatlah adegan didepan mereka ini. Seorang Raka berinisiatif sendiri untuk membantu gadis yang selalu mengikutiny. Bahkan Chiko tahu kalau Raka merasa tidak nyaman dengan keberadaan Cady.


“Aku tidak salah lihatkan?” tanya Sean pada Chiko.


“Sean kamu sama sekali tidak salah lihat Sepertinya Raka punya rasa pada Cady deh.” Ucap Etros pada Sean.


Sean tahu itu karena dia memang memperhatikan Raka dan Cady sejak lama. Walaupun sikapnya seperti anak kecil dan kesukaannya adalah makan. Tapi dia orang yang paling memahami Raka secara diam-diam.


Etros juga thau kalau Cady mendekati Raka bukan untuk menjalin hubungan antara pria dan wanita. Dia hanya ingin menjadi sahabat seperti Etros dengan raka. Sayangnya Raka malah yang jatuh cinta pada gadis itu. Mungkin wajar karena Raka yang hidupnya sangat datar tiba-tiba menemukan sebuah warna seperti Cady.


“Kamu gila.”


“Etros benar Sean, Raka tidak mungkin seperti meski dengan sahabatnya.” Ucap Chiko.


Raka menatap tajam pada ketiga sahabatnya. Dia masih bisa mendengar pembicaraan ketiga orang itu. Walaupun mereka berbisik-bisik. Sedangkan Cady menatap tajam kakaknya.


“kakak gila.”


“ya kakak gila karena teman kamu.” Ucap Caledon yang membuat Cady memukul dahinya dengan keras. Kenapa dia mempunyai kakak yang aneh seperti ini. Dia tidak sadar kalau dirinya lebih aneh dan ajaib.

__ADS_1


“Kakak berhenti ganggu teman aku. Sanah pergi.” Ucap Cady yang sudah berada di depan kakaknya. Tapi Caledon sama sekali tidak berniat mengikuti ucapan adiknya.


Cady menarik badan kakaknya. Caledon langsung berdiri karena tarikan adiknya yang keras. Memang tenanga adiknya seperti bison. Badannya saja kecil tapi tenanga sama seperti pria yang berbadan kekar.


__ADS_2