RAKA

RAKA
eps 9 Raka


__ADS_3

"gue mau Raka jadi milik gue! gue ga suka mereka tunangan!".


dara membanting vas bunga itu tepat didepan Rey. ternyata selama ini Rey bersekongkol dengan dara untuk menghancurkan hubungan Raka dan juga Caca.


1 month before Raka and Caca's engagement.


~" gue bakal bantu Lo buat dapetin Raka".~


~"lu? bantuin gua? heh bisa apa lu".~


~"lu tenang aja, apa yang lu mau pasti dapet" ~


~"hm, oke gue setuju. tapi awas aja klo lu boongin gue".~


Rey berusaha menenangkan dara yang semakin emosi karena pertunangan Raka dan juga Caca.


2 weeks later


terlihat Raka dan juga Caca sedang melihat Jeje yang murung dikamar.


"Jeje? ada apa?". tanya Raka.


"ha? aku hanya tidak ingin pulang ke rumah".


oiya, btw sekarang Jeje lagi diajarin bahasa Indonesia sama Raka dan juga Caca. Jeje masih sedikit-demi sedikit bisa. Jeje ingin tinggal dirumah bersama mereka berdua. tapi, papa Jeje tidak setuju karena Jeje harus kembali ke Australia.


"Jeje, aku bakal bantuin kamu buat ngomong sama papa kamu". jelas Caca.


"terima kasih Caca".


di luar, ada papanya dan juga papa Jeje. kemudian Caca meminta Jeje untuk bilang ke papanya kalau Jeje ingin tinggal disini lebih lama.


"Papa, I want to stay here longer. because I think, I will learn a lot here".


papanya pun menjawab jika Jeje tidak bisa tinggal disini, dia harus kembali ke Australia. Jeje pun merengek dan meminta papanya untuk menuruti kemauan dia.


"Ok, Jeje, Papa, will you allow me to stay here for only 5 months. And, don't bother the two of them or Mr. Rizal."


Jeje tersenyum sangat senang, lalu papanya akan memberi yang bulanan untuk Jeje berbelanja di Indonesia.


"thank you papa, i love you".


papanya Jeje pun berpamitan untuk kembali ke Australia, lalu Jeje berteriak karena senang bisa tinggal bersama mereka.


"I'm very pleased! because I can live here with you guys!! ha ha ha".


Jeje pun ingin pergi ke luar untuk jalan-jalan mengelilingi kota Jakarta. tapi, dia ketakutan jika sendirian.


"Jeje, kamu bener mau keluar?". tanya Caca.


"yeah, karena aku ingin melihat kota Jakarta". ucapnya mence-mence.


Raka pun memberitahu bagaimana jika Jeje pergi dengan pak supir. dengan begitu ada yang menjaga Jeje. Jeje pasti bisa memahami bahasa indonesia sekarang. karena sudah diajari selama 1 bulan oleh Caca.


"baiklah, aku pergi dulu". pamit Jeje.


Jeje melihat ke jendela luar, ada banyak sekali gedung-gedung mewah. dan juga restoran yang besar.

__ADS_1


"very amazing! I really like this city."


pandangan Jeje pun teralih oleh pedagang pinggir jalan yang bertuliskan nasi goreng. Jeje menyuruh pak sopir untuk berhenti. tapi, ketika sudah berhenti Jeje malah takut untuk keluar. dia pun meminta kepada pak supir untuk membelikannya makanan itu. sembari menunggu pak supir, Jeje melihat ke jendela mobil dan dia melihat cowok yang berusaha merusak resepsi acara Raka dan Caca kemarin. cowok itu juga bersama cewek yang berambut sebahu sambil mengenakan gaun hitam legam selutut.


"Isn't that the guy who tried to ruin Raka and Caca's reception yesterday? That's rude!".


Jeje pun ingin menghampiri cowok itu, tapi dia mengurungkan niatnya karena takut. dia lebih memilih menunggu dimobil saja. setelah 10 menit menunggu, pak sopir itu datang membawakan nasi goreng itu. Jeje lalu menyuruh pak supir untuk segera pulang, karena tiba-tiba saja perutnya sakit.


"aku pulang".


Jeje menaruh nasi goreng itu, lalu mengambil piring di dapur untuk memakannya. Caca langsung menghampiri Jeje yang sedang makan nasi goreng itu.


"je? kamu beli nasi goreng?". tanya Caca sambil duduk dikursi.


"iya, karena aku tertarik dengan tulisannya, yasudah aku beli saja".


Caca tersenyum lalu melanjutkan makannya. Jeje mengingat kembali cowok yang kemarin merusak resepsi mereka. dan kebetulan juga ada Raka, Jeje pun menceritakan kejadiannya.


"jadi cowok itu bertemu sama cewek yang make dress pendek hitam legam, terus dia juga make sepatu hak tinggi". jelas Jeje.


Raka langsung menimpali jika cewek itu adalah dara, karena hanya dara yang paling suka memakai hels.


"Raka, jangan nuduh dulu. siapa tau bukan dara".


Jeje juga menjelaskan jika cewek itu memakai polesan make up sangat tebal. sampai-sampai muka dan tangannya berbeda warna. disitu Jeje malah tertawa lalu mengejek apakah ada cowok yang suka polesan make up setebal itu.


"sayang, aku udah duga itu pasti dara".


lagi-lagi Caca bilang jangan menuduh dulu. kan masih belum ada buktinya. sementara ditempat dara, dia masih benci melihat Raka dan juga Caca bertunangan.


"gua bakal bikin si Caca buta!".


"gua ga peduli! gua bakalan bikin Caca buta!".


dari sini perasaan Rey tidak enak, dia tidak ingin berurusan dengan polisi untuk ke 3 kalinya. Rey berpura-pura menyetujui rencana dara untuk membuat Caca buta. tapi, Rey tidak sebodoh itu. dia akan memfitnah dara atas kesalahannya sendiri. Rey mengambil hp nya dari kantong lalu merekam pembicaraannya dengan dara.


"lu yakin? bakal bikin Caca buta?".


"kenapa ga? Caca pantes Nerima itu, haha".


"gua, gua bakal bantu Lo".


"thank you, Rey".


Rey pun menghentikan rekaman itu dan menyimpannya untuk berjaga-jaga ketika dara mengancamnya, dia akan memberitahu perbuatan jahatnya kepada Raka dan juga polisi.


tomorrow morning, at Raka's house


mereka bertiga pun bersiap-siap untuk pergi liburan karena mereka bosan berada dirumah. Jeje hanya mengambil tas kecilnya yang hanya berisi dompet dan hp nya saja.


"kalian sudah siap?". tanya Raka.


"udah". jawab mereka bebarengan.


Raka pun pergi ke bagasi dan menanyakan ke Jeje apakah Jeje bisa mengendarai motor matic.


"tentu saja aku bisa, aku selalu memakai motor itu waktu di Australia".

__ADS_1


Raka megambil motor matic yang sudah lama tidak dia gunakan. motor itu pun diperbaiki dulu dibagian mesinnya. lalu, setelah selesai diperbaiki. mereka segera berangkat. diperjalanan, Jeje sangat suka bernyanyi. jadi setiap dia ingin pergi liburan, dia selalu menyanyikan lagu favoritnya. perjalanan pun semakin seru karena juga Jeje yang bercerita sesuatu saat mereka naik kendaraan. sementara itu, terlihat dara dan juga Rey yang menaiki motornya dan akan menabrak mereka. akhirnya mereka melancarkan aksinya lalu Raka pun terkejut dan akhirnya mereka terjatuh.


"rakaaa!".


Raka terjatuh dari motornya lalu dia terhempas. punggungnya mengenai pohon kecil saja, namun berbeda dengan Caca. kepala Caca sekali lagi harus terbentur batu besar yang membuatnya seketika pingsan. Jeje yang melihat itu langsung panik dan segera meminta bantuan ke orang-orang. Jeje juga menelfon ambulans dan menyuruh ambulans itu bergerak cepat.


"Raka, Caca". teriak Jeje.


At the Hospital.


Jeje yang sedang menunggu dokter keluar sedang ditemani oleh ayah Caca.


"om, aku takut mereka kenapa-napa".


om Rizal berusaha menenangkan Jeje yang panik. tapi, dokter pun keluar sambil mengatakan jika kondisi Raka tidak terlalu parah. lalu Jeje juga menanyakan keadaan Caca. tapi, dokter itu hanya diam di tempat tanpa mengeluarkan suara.


"dokter, mengapa dokter diam? jawab dok anak saya kenapa".


dokter itu menghela nafas dan akhirnya jika Caca mengalami kebutaan permanen. papanya sama sekali tidak percaya begitu juga dengan Jeje. tapi dokter menjelaskan, jika benturan yang sangat keras itu, membuat saraf di otaknya mati dan membuatnya buta permanen. Jeje langsung menangis lalu dipeluk oleh om Rizal. mereka pun menuju ke ruangan Raka dan menanyakan keadaannya.


"aku baik kok om, Jeje".


Raka pun bertanya bagaimana keadaan Caca. Jeje melihat ke om Rizal, namun om Rizal pun menyuruh Jeje untuk memberitahu saja.


"Caca, Caca buta permanen".


Raka terkejut dan dan tidak percaya. tapi, Jeje menjelaskan apa yang dokter jelaskan tadi kalau Caca memang benar-benar buta permanen. dari situ Raka sangat sedih lalu menangis. mereka bertiga pun menuju ke ruangan Caca dan melihat Caca yang sedang bertanya ada apa dengan dirinya.


"baby?".


Caca mengenal suara itu, lalu dia bertanya kepada Raka mengapa semua gelap. Raka tidak bisa menahan air matanya lalu menangis didepan pacarnya sendiri.


"Raka? kamu kenapa nangis?".


Raka tidak bisa menjawab pertanyaan pacarnya karena dia sedang menangis sambil meminta maaf. Caca tidak mengerti kenapa Raka meminta maaf. papanya pun angkat bicara.


"nak, maafin papa. kamu, kamu udah buta nak. secara permanen".


DEG!


Caca seperti seakan tidak percaya jika dia buta. Raka pun meyakinkan Caca jika dirinya memang benar-benar buta. dan tidak akan bisa melihat lagi. Raka memeluk pacarnya dengan erat lalu meminta maaf. Jeje juga menangis sambil dipeluk oleh om Rizal. Jeje menjelaskan jika ini salahnya, namun Raka menepis itu. ini musibah!. Caca pun menyentuh matanya dan memang benar, dirinya buta dan tidak akan bisa melihat lagi. Caca histeris lalu berusaha beranjak dari tempat tidur untuk bergerak. dia berteriak kepada Raka, jika dia tidak mau buta.


"Raka! aku ga mau buta! ga mau raka!!".


tangisan Caca semakin histeris dan Raka akhirnya memanggil suster untuk menenangkan pacarnya. tapi pacarnya semakin memberontak. Caca tidak sengaja membuat suntikan itu terjatuh dan patah. suster pun segera pergi lalu Raka dan juga Jeje berusaha menenangkan Caca yang semakin histeris karena kebutaannya. lalu, Caca bilang sesuatu yang membuat Raka terkejut sekaligus heran.


"Raka, cari cewe yang lebih baik dari aku. kamu tau, aku ga sempurna lagi. aku udah buta".


"baby, aku ga mau ninggalin kamu! aku udah sayang banget sama kamu! aku ga bakal ninggalin kamu walau kamu buta. aku masih bisa yakin kalau kamu bisa sembuh".


Caca semakin histeris ketika tau bahwa Raka memandangnya dari hati, bukan dari fisiknya. Caca salah sangka, ternyata selama ini, Raka melihatnya dari Hati. bukan fisiknya.


"Raka, aku ga bisa liat lagi".


mereka bertiga pun memeluk Caca dengan lembut lalu megucapkan jika Caca pasti bisa sembuh.


"apa iya? Caca bakal sembuh?".

__ADS_1


hello? masih mau tau kelanjutannya? jangan lupa vote.


have a nice day^^


__ADS_2