
Cady sangat malas untuk pergi ke sekolah karena tadi malam seluruh novelnya disita berserta handphonenya. Dia tidak bisa menjalankan hobinya yang sudah menjadi teman hidupnya itu. Bahkan tadi malam dia sulit untuk tidur karena cerita novel mengantarkannya ke dalam mimpi yang berisi para pria tampan.
Gedoran keras di pintu tidak membuatnya terganggu sama sekali. Setelah sholat subuh dia langsung tidur kembali seperti tidak ada kelas hari ini. Padahal karena dirinya masih mengantuk karena insomnianya kambuh parah.
"ADEK KAMU GAK SEKOLAH?" teriak Caledon yang sudah berdiri di depan pintu kamar adiknya lebih dari 15 menit. Padahal beberapa minggu ini adiknya hampir tidak pernah lagi bangun siang.
"Apakah dia habis patah hati hingga tidak bangun terus?" tanya Caledon pada dirinya.
Dia sangat ingat beberapa kali caledon melihat adiknya sedang mengintili seorang anak laki-laki di sekolah adiknya. Bahkan dia merasa sudah mengetuk pintu kamar adiknya dengan keras.
"Kakak kenapa gak pakai kunci cadangan ajah." teriak mamanya dari lantai satu.
"Oh ya, caledon lupa." ucap caledon.
Dia berjalan menuju sebuah lemari kecil yang berada diantara kamarnya dan Cady. Dia menemukan kunci cadang kamar adiknya. Seringaipun muncul saat dia memiliki kunci kamar adiknya.
"Aku bisa mencuri amunisimu adik nakal." ucap Caledon.
Caledon membuka pintu kamar adiknya. Dia melihat seorang gadis yang sedang asik berbaring di tempat tidur dengan bantal menutup kepalanya dan kedua tangannya menekan bantal itu agar menutup telinganya.
"HEI BANGUN, NIAT SEKOLAH GAK KAMU? BIASANYA JAM 5 SAJA KAMU SUDAH RAPIH DAN SUDAH NANGKRING DI DEPAN GERBANG SEKOLAH KAYA SATPAM AJAH." ucap Caledon yang sama sekali mendapat jawaban dari gadis itu.
"HEY BANGUN. NANTI KAMU TELAT"teriak caledon.
"ADUH BERISIK BANGET SIH KAKAK. GAK USAH TERIAK-TERIAK TAHU SAKIT TELINGA AKU TUH DENGERNYA." ucap Cady dengan nada yang tinggi.
"kamu ngaca dong. sendirinya ajah teriak-teriak kaya toa masjid." ucap Caledon sambil menarik selimut yang menutupi badan cady.
__ADS_1
"ngapain ngaca aku sudah cantik lah. kakak ajah yang kaya toa tukang tahu bulat." ucap Cady yang sama sekali berniat membuka mata walaupun selimut penghangat badannya sudah ditarik oleh kakak durhakanya satu ini.
"kamu bangun dek sudah siang ini. 15 menit lagi bel sekolah bunyi loh." ucap caledon.
"ya sudah bunyi ajah kok ribet kan gak ngaruh ke hidup cady." ucap Cady malah berbalik membelakangi caledon.
"Dek kamu kenapa sih kaya orang patah hati? siapa yang nyakitin hati kamu huh?" tanya caledon yang menarik tubuh adiknya untuk menghadapnya.
"emang aku lagi patah hati karena ketemu abang ganteng di mimpi ." ucap cady yang membuat caledon menatap aneh adik di depannya. Beruntung ibunya hanya memberikan adik satu saja. kalau dikasih dua macam adik jahanam ini pasti dia sudah masuk rumah sakit gila.
"kamu marah hanya karena dilarang baca novel selama seminggu." ucap caledon yang langsung mendapatkan tatapan tajam membara dari cady.
'apa maksud kakak durhaka ini? hanya ? novel adalah hidupnya.' gumam cady di dalam hati.
"hanya? kakak harus tahu novel adalah duniaku sebenarnya. Aku bisa menemukan pria tampan yang tidak bisa ditemukan di dunia ini." ucap cady yang malah mulai menghayal mengingat tokoh pria utama di novel terakhir yang dirinya baca.
"Apa kamu gak lihat pria di depanmu juga tampan?" ucap caledon yang langsung mendapatkan cibiran oleh cady.
"Sudah kamu mandi sana pak sutri sudah nunggu di bawah." ucap caledon menarik tubuh adiknya kedepan kamar mandi. Tapi Cady sama sekali berniat masuk ke dalam kamar mandi. Dia malah membalikkan badannya dan menghadap kakaknya saat ini.
"kakak, cady pergi sama kakak saja ya. Gak usah di atar pak sutri." ucap Cady dengan mengeluarkan jurus puppy eyesnya. Dia berharap kakaknya akan dapat mengabulkan permintaannya.
"maaf adikku satu satunya. kakak tidak bisa mengantar karena ada rapat. bye. mandi yang bersih ya." ucap Caledon yang langsung menghilang dari Cady.
Berlama-lama dengan cady akan membuatnya luruh. Bisa berbahaya kalau hal itu terjadi. Dia tidak ingin ayahnya malah marah padanya karena mengikuti permintaan Cady. Walaupun dia tahu alasan kenapa adiknya satu itu selalu tidak suka diantar dengan mobil. Cady lebih memilih diantarnya atau menggunakan motor kesayangan si blue.
" Apakah adikmu sudah bangun kakak." tanya mama setelah melihat anak sulungnya turun dari tangga.
__ADS_1
"Sudah ma. Cady sedih banget karena gak boleh baca novel." ucap Caledon.
Seluruh keluarga Cady sangat tahu kegilaan anak gadis itu dalam novel. Ketika anak seumurnya sedang mengidolakan artis korea atau barat. Dia malah lebih suka menghabiskan waktu membaca novel romantis dan berhalu tentang pria sempurna yang digambarkan oleh para penulis alay.
"Kenapa cady memiliki hobby yang sama sekali tidak bermanfaat sih." ucap mama saat mengingat ketiga hobby anak gadisnya itu
"Kamu benar ma. Dia kalau gak balapan, tawuran ujung-ujungnya baca novel romantis." ucap papa sambil sebelum menyeruput kopi hitam kesukaannya saat di pagi hari.
"Tapi mama juga suka baca novel. Kemarin malam pas baca buku punya Cady baperin banget loh papa. Mama jadi ngebayangin punya suami kaya di novel-novel itu."
"uhhhk." kedua pria berbeda usia itu menatap wanita yang sudah tidak muda itu . Mereka berdua bahkan tersedak di waktu bersamaan.
"Kenapa sih kalian kompak sekali. tersedak ajah barengan." ucap mama santai seakan tidak sadar apa yang diucapkannya sebelumnya.
"mama ingat sudah punya suami." ucap papa.
"ya terus kenapa papa? orang papa gak seromantis seperti suami-suami di novel Cady." ucap mama.
"sekarang aku tahu sikap menyebalkan anak gadisnya berasal dari istri tersayang. Bahkan sikap cueknya sama." gerutu dalam hati papa saat mendengar ucapan istrinya sendiri.
Caledon ternyata berpikir sama seperti ayahnya. Dia sekarang tahu sikap abslut adiknya berasal dari mamanya. Beruntung tingkat mamanya tidak separah adiknya. Atau pas dulu sama seperti cady. Kalau benar sunggu caledon salut dengan papanya yang bisa mencintai cewek macam cady. Dia saja sebagai kakak harus selalu mengelus dadanya terus menerus.
"Kalian kaya sangat bahaya diatas penderitaanku." ucap cady menatap keluarganya yang sedang sarapan.
"sayang ayo sarapan." ajak mama pada anak gadisnya yang berwajah jutek padanya.
"Sudah gak usah jutek gitu dong. Ini hp kamu. Kamu sudah boleh baca novel lagi kok. mama dukung sekalian kalau punya rekomendasi cerita kasih tahu mama ya." ucap mama dengan senyum lebar. Sedangkan kedua pria di tempat itu terkejut melihat tindakan wanita tua itu.
__ADS_1
"mama kok dikasih sih ." protes papa.
"Sudah diam ajah kamu pa. Cowok tuh gak tahu rasanya membaca novel romantis." ucap mama yang membuat Caledon dan papa saling melepar tatapan. Sedangkan Cady sangat bahagia walaupun masih ada hukuman lagi. Tapi itu tidak menjadi masalah.