RAKA

RAKA
15. Rumah Cady


__ADS_3

Bel pulang berbunyi, Cady langsung membereskan buku-bukunya kedalam tasnya. Lina melihat sahabatnya yang sangat buru-buru. Jadi sedikit penasaran.


"Kenapa kamu buru-buru Cady?" Lina yang sudah selesai memasukkan barang-barangnya ke dalam tasnya.


"Oh iya Lina kamu ikut aku ya." ucap Cady.


"Ikut kemana?" tanya Lina.


"Ke rumahku. Aku lagi dihukum jadi kamu main ke rumahku saja ya." ucap Cady.


"Ayo." ucap Lina.


Cady dan Lina berjalan menuju depan gerbang sekolah. Kelompok Raka sudah menunggu kedatangan mereka. Sebenarnya Lina tidak tahu kalau sahabatnya mengajak Raka dan kawan-kawan.


"Kamu gak bilang ajak mereka juga." ucap Lina.


Lina masih belum nyaman bergaul dengan kelompok Raka kecuali Etros. Pria itu cukup ramah sehingga Lina bisa sedikit  demi sedikit berbincang dengannya. Tapi berbeda dengan tiga orang lainnya.


"Kenapa? biasanya juga mereka ikut. Kalian ikutin mobil aku saja ya. " ucap Cady yang mengajak Lina ke mobil mewah.


Orang-orang melihat Cady. Mereka tidak menyangka kalau Cady dapat mempunyai mobil yang terkenal dengan harganya selangit. Sedangkan geng Raka sudah tidak kaget. Mengingat cady memiliki blackcard seperti yang dimiliki oleh Raka. Jadi bukan hal yang tak mungkin kalau gadis yang sangat sederhana itu mempunyainya.


Sebenarnya Sean dan Chiko sedikit terkejut saat Raka ikut bersama mereka. Biasanya temannya itu lebih memilih pergi ke kantornya untuk mengurus perusahaan dibandingkan bermain. Tapi sekarang Raka malah ikut main ke rumah Cady. Notabennya wanita yang membuat Raka kesal karena suka mengikutinya.


Sedangkan Etros yang sadar kalau sahabatnya itu sudah memulai memiliki perasaan pada sahabat wanitanya itu. Tidak aneh karena beberapa kali Raka terlihat kesal dengan kedekatan Cady dan Javier.


"Sepertinya bukan menjadi sahabat yang kamu pikirkan Cady. Kamu akan mendapatkannya sebagai kekasih. Aku menantinya." gumam Etros dalam hati.


Keempat motor sport itu melaju dengan kecepatan sedang mengikuti mobil yang berisi Cady dan Lina. Teman-teman Cady sedikit terkejut melihat rumah sederhana di depannya. Sepertinya keluarga Cady memang tidak suka menunjukkan kekayaan.


Walaupun rumahnya sederhana tapi terlihat sangat mewah dan elegan. Apalagi saat mereka bisa melihat deretan mobil dan motor mewah di dalam garasi. Mungkin orang lain mengira kalau Cady orang miskin karena sering pergi dengan motor matic. Sedangkan di rumahnya berbagai kendaraan mewah tersedia.


"Cady kamu sudah pulang." ucap seorang wanita yang terlihat masih cantik meskipun tidak muda lagi.


Wanita itu adalah ibu Cady. Ibu cady langsung berjalan mendekati Anaknya. Dia tidak menyangka kalau anaknya akan membawa teman-temannya ke rumah. Apalagi melihat kebanyakan teman anaknya pria. Rasa-rasanya anak gadisnya selalu memiliki banyak teman pria dibandingkan wanita.

__ADS_1


"Kenapa kamu tidak bilang mau bawa teman sayang." ucap ibu cady.


"biar suprise yey cady bawa teman." ucap Cady yang membuat sang mama kesal.


Cady memang sama menyebalkan seperti suaminya. Untungnya sayang jadi mau bagaimanapun sikap anaknya mama tidak pernah marah. Apalagi melihat tingkah nyeleneh yang dilakukan cady.


Sedangkan teman-teman Cady tidak habis pikir dengan kelakuan temannya pada orang tuany. Bagaimana wanita ayu dan kalem seperti mama cady bisa punya anak bagaikan jin kepanasan seperti Cady.


"Kalian masuk saja ke dalam rumah. Maaf yang kalau anak tante buat kalian kesal." ucap mama cady.


"Ya tante kita sudah kebal sama tingkah anak tante." ucap Sean yang langsung mendapatkan tatapan tajam.


"Heh kamu pikir aku bertingkah kaya apa?" ucap Cady yang tidak terima dijelek-jelekkan di depan mamanya.


"Tingkah kamu kaya jin kepanasan." ucap Chiko.


"Enak ajah lo sekate-kate  nih."


"Cielah pake lo, biasanya juga maneh." ucap Sean.


Akhirnya kelima teman Cady malah ketawa melihat wajah kesal dari Cady. Mereka masuk ke dalam rumahnya cady. Tidak begitu besar tapi terlihat nyawan dan hangat.  Cady meninggalkan teman-temannya begitu saja tanpa menyuruh temannya duduk.


"kalian duduk saja, mau minum apa?"


"bebas tante." ucap Lina.


"bi buatin minum ya." ucap mama cady pada pembantu.


"iya bu." teriak bi ninah.


"Wah kalian kok bisa jadi teman anak tante sih."


"Sebenarnya mah gak minat tante jadi teman cady. Tapi cady saja yang duluan deketin." ucap Sean yang memang ceplas ceplos tanpa ada saringa. Sean langsung mendapatkan tatapan tajam dari ketiga sahabatnya. Setidaknya dia harus lebih sopan pada mama cady walaupun anaknya menyebalkan.


"hahahhahaha anak tante memang sedikit beda dari yang lain. Tapi dia baik kok cuman cady tidak bisa berteman dengan cewek biasanya. Kalau boleh tahu nama kalian siapa."

__ADS_1


"Lina tante."


"Chiko."


"Sean tante."


"Etros yang paling manis." ucap Etros yang membuat ketiga temannya ingin muntah mendengarnya. sedangkan mama Cady tertawa melihat tingkah anak laki-laki yang tidak beda jauh dengan cady.


"Raka."


"oh kamu yang nama Raka ya. Makasih loh udah buat anak tante jadi rajin sekolah." ucap mama Cady.


Raka dan kawan-kawan bingung dengan maksud mama cady. Apalagi raka rasa-rasanya dia tidak pernah berbuat apapun untuk cady agar rajin sekolah.  Raka tidak paham dengan maksud ucapan mama cady.


"pasti kalian bingung ya. Mungkin kamu tidak banyak melakukan apapun. Tapi karena mau bertemu kamu di pagi hari sebelum masuk kelas. Anak tante jadi suka bangun pagi dan pergi pagi-pagi jadi tidak pernah telat. Kalau diingat lagi pas cady di sekolah yang dulu. Aduh cady hampir sering masuk ke ruang bk cuman karena ketahuan telat atau melewatkan kelas." jelas mama cady.


Sekarang mereka mengerti maksud ucapan mama cady. Memang cady rajin banget pergi pagi bahkan dia sering tidur di pos satpam sambil nungguin raka datang. Kadang Lina berpikir kenapa cady gak sekalian ajah nginap di pos satpam.


"ma sudah dong buka aibnya. Nanti mama stress sendiri mikirin sebanyak apa aku buat aib." ucap nyeleneh Cady yang baru saja datang dengan celana pendek dan kaos oblong kebesaran.


Raka yang melihat penampilan Cady yang memperlihatkan pahan putihnya sedikit kesal. Dia tidak suka Cady menunjukkan badannya pada pria lain. Tapi Raka mencoba menepis perasaannya.


"Eh kalian bisa main ps tuh. aku ke dapur dulu. Lin mau ikut?" tanya cady


"ya aku ikut kamu saja." ucap Lina.


"Kalian anggap rumah sendiri saja ya." ucap mama cady yang pergi ke taman.


mama cady melanjutkan kegiatannya untuk menghias taman di rumah dengan bunga-bunga yang indah. Hanya tersisa ke empat cowok di ruang tamu. Mereka sedikit canggum karena sang pemilik rumah marah meninggalkan mereka.


Beberapa saat kemudia kakak cady datang. Dia melihat banyak anak laki-laki dengan seragam SMA. Dia duduk di salah satu kursi. Keempat teman cady menatap bingung pada pria di depannya.


"Teman cady ya. Aku kakaknya panggil saja Caledon. BTW dari kalian siapa yang namanya Raka?" tanya Caledon.


Etros menunjuk raka. Caledon tersenyum pada Raka. Sedangkan Raka bingung kenapa satu keluarga cady sepertinya tahu dengannya. Apakah gadis itu sering menceritakannya.

__ADS_1


"Wah salam kenal thank you sudah buat adik aku pergi sekolah. Bahkan aku tidak menyangka dia pergi sangat pagi cuman buat ketemu kamu. Salut aku." ucap caledo yang diakhiri dengan tawa renyah.


"kalian santai saja. kami sekeluarga sudah biasa nerima temen-temen cady yang kebanyakan cowok pas di sekolah sebelumnya. Setidaknya kalian tidak mengajak adikku tawuran hehehheh." ucap caledon.


__ADS_2