
Rama pun berhasil keluar dari turbin dan kemudian dia meledakkan seluruh bom waktu yang telah dipasang di dalam terowongan. Terowongan pun menjadi hancur berkeping-keping dalam jarak 200 meter di bawah dasar Kali Progo. Ledakan dan hancurnya terowongan yang berada sangat jauh dari dasar kali, tidak menimbulkan gangguan yang berarti terhadap kondisi aliran air Kali Progo. Begitu pula dengan Bendungan Ancol yang terhubung dengan turbin air terowongan.
Rama berhasil menuntaskan misi pertamanya untuk mengeliminasi salah satu sekutu hantu Ki Sabrang, yakni Lelepan. Namun dari pelaksanaan misi pertama Rama tersebut, Rama merasa masih membutuhkan satu tambahan informasi dini yang lengkap dan persenjataan atau teknologi canggih yang bisa diminta sewaktu - waktu dan di mana pun lokasinya.
Oleh karena itulah Ratna menyarankan Rama untuk segera meluncurkan adanya satelit penginderaan jauh di luar angkasa. Hal ini supaya membantu Ratna dalam mengumpulkan data dari berbagai lokasi di seluruh dunia yang juga akan dibutuhkan oleh Rama. Satelit tersebut bisa dipakai sebagai:
1. Satelit Pengamat Bumi: Satelit pengamat Bumi sering digunakan untuk mengumpulkan data tentang kondisi atmosfer dan lingkungan. Teknologi ini dapat digunakan untuk memantau kebakaran hutan, polusi udara, dan perubahan iklim. Satelit pengamat Bumi juga dapat untuk memantau kondisi laut dan memberikan data tentang kondisi lingkungan laut secara real-time serta digunakan untuk mendapatkan bahan analisis lingkungan sekitar dan memprediksi resiko bencana alam. Hal ini dapat membantu Rama untuk melakukan tindakan pencegahan dan pengurangan resiko bencana alam.
2. Satelit Mata-Mata: Satelit mata-mata digunakan untuk memantau aktivitas musuh atau negara lain. Teknologi ini dapat digunakan untuk mendeteksi pergerakan militer, peluncuran nuklir, atau aktivitas *******. Satelit mata-mata juga dapat digunakan untuk membantu Ratna memberikan akses ke informasi dan kontrol ke berbagai sistem, termasuk akses ke jaringan drone yang dapat dikendalikan dari jarak jauh.
3. Satelit Komunikasi: Satelit komunikasi digunakan untuk mengirimkan sinyal suara, video, dan data dari satu tempat ke tempat lain di seluruh dunia. Teknologi ini dapat digunakan untuk menyediakan layanan telepon seluler, televisi satelit, atau internet. Satelit komunikasi juga dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan planet lain atau mengirimkan pesan ke seluruh dunia.
4. Satelit Pengintai: Satelit pengintai digunakan untuk mengambil gambar detail dari permukaan planet atau benda langit lainnya. Teknologi ini dapat digunakan untuk memetakan planet, mengidentifikasi struktur geologis, atau mengumpulkan data tentang asteroid atau komet. Satelit pengintai ini juga dapat digunakan untuk memetakan planet asing, seperti Mars, atau mengidentifikasi aktivitas alien.
5. Satelit Anti-asteroid: Satelit anti-asteroid digunakan untuk menghancurkan asteroid atau benda langit lain yang berbahaya untuk Bumi. Teknologi ini dapat digunakan untuk mencegah bencana alam yang disebabkan oleh benturan asteroid dengan Bumi. Satelit anti-asteroid ini juga dapat digunakan untuk menghancurkan pesawat alien atau meteor yang mengancam Bumi.
Satelit itu juga bisa dipakai sebagai gudang senjata Rama yang berada di luar angkasa, dan bisa diakses oleh Ratna kapanpun dan dimanapun dibutuhkan oleh Rama.
Sekembalinya Rama dari misi pertama, Rama langsung mengajak Ratna serius membangun sebuah satelit di luar angkasa secepatnya. Dengan dana yang sudah ada di Bank Niagara, Rama berpikir sudah cukup untuk membangun sebuah satelit. Cuma Rama masih awam dengan teknologi satelit dari awal pembuatannya hingga pengoperasiannya.
Rama : " Ratna, bolehkah aku tahu tentang tahapan pembuatan satelit hingga bisa beroperasi di luar angkasa? "
Ratna : " Baik Rama, akan aku jelaskan secara singkat supaya kamu bisa paham.
Pembuatan satelit adalah sebuah proses yang kompleks yang melibatkan banyak tahap dan persiapan sebelum akhirnya satelit bisa sukses diluncurkan ke orbit. Berikut adalah tahapan-tahapan peluncuran satelit secara umum:
Desain: Tahap pertama dalam pembuatan satelit adalah desain. Selama tahap ini, perencanaan dilakukan untuk menentukan bagaimana bentuk, ukuran, dan spesifikasi dari satelit.
Konstruksi: Setelah desain selesai, bahan-bahan dan komponen elektronik yang diperlukan dipilih dan dibeli.
Beberapa komponen penting yang diperlukan untuk membangun satelit, antara lain:
- Solar cell: digunakan untuk mengubah energi matahari menjadi listrik, yang diperlukan untuk mengoperasikan satelit.
- Baterai: digunakan untuk menyimpan energi yang dihasilkan oleh solar cell, dan memastikan satelit tetap beroperasi di tempat yang tidak terjangkau oleh sinar matahari.
__ADS_1
- Antena: berfungsi sebagai pengirim dan penerima sinyal, yang memungkinkan komunikasi dengan pusat pengendali di Bumi.
- Sensor: mengumpulkan data dan informasi tentang lingkungan sekitar satelit, seperti suhu, kelembaban, dan tekanan udara.
- Computer processor: berfungsi sebagai otak dari satelit, mengontrol semua operasi dan tugas yang diperlukan.
- Transceiver: memungkinkan satelit untuk berkomunikasi dengan pengguna di seluruh dunia.
- Gyroscope: membantu menjaga orientasi dan stabilitas satelit selama terbang di angkasa.
- Thermal insulation: digunakan untuk menjaga suhu satelit agar tetap stabil, terutama di lingkungan yang sangat dingin.
- Casing: melindungi semua komponen elektronik dari radiasi dan tekanan lingkungan selama terbang di angkasa.
Selain itu, untuk membangun satelit juga dibutuhkan berbagai jenis bahan, seperti: logam ringan dan tahan karat, kaca optik, komposit khusus, dan bahan isolasi termal. Semua bahan dan komponen elektronik tersebut harus diuji secara ketat untuk memastikan keandalan dan keamanan satelit sebelum diluncurkan ke angkasa.
Setelah semua komponen terkumpul, tim memulai proses perakitan / konstruksi fisik dari satelit dimulai. Ini termasuk perakitan sistem elektronik, sistem komunikasi, sistem kendali, dan sistem baterai.
3. Pengujian: Setelah selesai dibangun, satelit akan melalui serangkaian pengujian untuk memastikan bahwa semuanya berfungsi dengan baik. Tes ini termasuk pengujian termal, pengujian mekanik, pengujian vibrasi, dan banyak lagi.
Peluncuran: Setelah selesai diuji, satelit siap untuk diluncurkan. Satelit biasanya diluncurkan menggunakan roket pembawa, seperti roket Falcon dari SpaceX atau roket Atlas dari United Launch Alliance. Setelah roket mencapai orbit, satelit akan dilepaskan ke ruang angkasa.
6. Operasi: Setelah mencapai orbit, satelit harus dioperasikan dengan benar. Ini termasuk pengujian lebih lanjut untuk memastikan bahwa semuanya berfungsi dengan baik, dan pemantauan dari bumi untuk memastikan bahwa satelit terus bekerja dengan baik.
Pada umumnya, membangun satelit dapat memakan waktu antara 2 hingga 5 tahun, tergantung pada faktor-faktor tersebut. Hal ini disebabkan karena satelit harus dibuat dengan sangat hati-hati dan cermat, serta diuji dengan baik sebelum diluncurkan ke ruang angkasa. "
Rama: " Berarti kalau mau buat satelit paling cepat 2 tahun ya? Kalau demikian misi yang diminta Rama 2065 tidak akan tercapai! " (nada agak tinggi cenderung ngeyel)
Ratna: "Tenang Rama. Semuanya sudah disiapkan oleh Rama 2065. Sudah ada Satelit buatan tahun 2065 yang siap diluncurkan menunggu instruksimu! "
Rama: " Benarkah? Disimpan di manakah? "
Ratna: " Ada di dalam saku kanan rompi Ontokusumo Rama. "
Rama jadi bingung, apa benar yang dikatakan Ratna. Tiba-tiba rompi Ontokusumo kini memiliki saku dan didalamnya ada benda kecil seperti mainan yang kemudian diambil oleh Rama. Secara kasat mata, itu memang mainan satelit.
Rama: " Apakah benar ini satelit yang bisa diorbitkan, Ratna? "
Ratna: " Benar Rama, itu satelit. Kamu tinggal bawa ke luar angkasa, lalu diorbitkan di posisi 113° BT (Bujur Timur), yaitu di atas khatulistiwa dan berada pada ketinggian sekitar 35.786 km dari permukaan bumi, kemudian dinormalisasi ukurannya. "
Rama: " Kok bisa ukuran satelit sekecil ini ya Ratna? "
Ratna: " Iya Rama, karena itu terkait dengan efek kuantum dari partikel nano. Rompi Ontokusumo, senjata laser, penyemprot nitrogen cair, satelit dan persenjataan serta perlengkapan yang disiapkan oleh Rama 2065 sudah menggunakan teknologi partikel Nano, Rama."
__ADS_1
Partikel Nano adalah partikel subatomik yang memungkinkan penggunanya untuk mengontrol ukuran fisik mereka dengan cara membesar atau mengecilkan diri. Partikel tersebut bekerja dengan merubah jarak antara partikel-partikel di dalam sebuah benda, sehingga mengubah ukuran benda tersebut tanpa mengubah massa benda tersebut.
Ketika digunakan, partikel nano memungkinkan penggunanya untuk mengubah ukuran mereka dengan memperkecil atau memperbesar diri mereka. Selain itu, partikel ini juga memungkinkan penggunanya untuk mengubah ukuran objek lain, termasuk mengendalikan objek tersebut.
Konsep pembesaran dan pengecilan dalam ilmu fisika dan mekanika kuantum berkaitan dengan sifat partikel subatomik dan konsep gelombang partikel. Konsep ini dikenal sebagai efek kuantum.
Efek kuantum menjelaskan bahwa partikel subatomik, seperti elektron dan foton, dapat memiliki sifat gelombang dan partikel secara bersamaan. Dalam konteks pembesaran dan pengecilan, konsep ini menyatakan bahwa suatu benda dapat berubah ukuran karena sifat gelombang dan partikel dari partikel-partikel yang membentuknya.
Dalam mekanika kuantum, ada dua cara yang dapat dilakukan untuk mengubah ukuran suatu benda: melalui efek tunel dan superposisi. Efek tunel terjadi ketika suatu partikel subatomik menembus penghalang yang seharusnya tidak dapat ditembus menurut hukum klasik. Dalam hal pembesaran dan pengecilan, efek tunel dapat dimanfaatkan untuk mengubah ukuran benda.
Sedangkan superposisi adalah fenomena ketika suatu partikel subatomik dapat berada dalam dua atau lebih keadaan secara bersamaan. Dalam hal pembesaran dan pengecilan, superposisi dapat dimanfaatkan untuk membuat suatu benda menjadi lebih besar atau lebih kecil dengan menggabungkan sifat gelombang dari partikel-partikel penyusunnya.
Rama mulai paham dengan partikel nano yang ternyata bisa membuat efek kuantum terhadap perlengkapan dan persenjataan dirinya. Rama merasa kagum dengan kemajuan teknologi di tahun 2065.
Rama kemudian merencanakan untuk mengorbitkan satelit Ratna, " Ratna, kapan sebaiknya kita meluncurkan satelit ini ke luar angkasa? "
Ratna : " Waktu yang tepat untuk mengorbitkan satelit tergantung pada tujuan misi satelit dan orbit yang diinginkan. Ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan saat memilih waktu peluncuran satelit, seperti posisi Bumi, posisi matahari, serta arah dan kecepatan rotasi Bumi.
Pada umumnya, peluncuran satelit dilakukan saat Bumi berada pada posisi yang tepat dalam orbitnya, sehingga memudahkan roket untuk mencapai orbit yang diinginkan dengan menggunakan momentum gravitasi Bumi. Selain itu, saat peluncuran juga harus mempertimbangkan posisi dan jarak antara stasiun peluncuran dan lokasi tujuan orbit satelit.
Selain faktor-faktor tersebut, waktu peluncuran juga dipengaruhi oleh faktor cuaca dan kondisi atmosfer di sekitar stasiun peluncuran. Kondisi cuaca yang buruk, seperti angin kencang, hujan, atau badai, dapat mempengaruhi keselamatan peluncuran dan mengakibatkan penundaan peluncuran.
Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, aku sarankan waktunya nanti malam Rama jam 20.30. "
Rama : " Ok Ratna, persiapkan semua perlengkapan ya. Kita luncurkan satelit Ratna nanti malam jam 20.30."
Ratna : " Baik Rama. "
Rama pun menghabiskan siang itu dengan istirahat untuk mempersiapkan dirinya sebelum jam peluncuran satelit. Kebetulan cuaca siang yang mendung dan angin sepoi - sepoi, cukup mendukung bagi Rama untuk beristirahat.
Jam 20.30 ternyata bukan waktu yang lama saat dipakai Rama untuk beristirahat. Kini Rama sudah mempersiapkan dirinya untuk meluncurkan satelit ke luar angkasa. Kondisi cuaca mendung tadi siang, berubah menjadi cerah di malam harinya.
Rama : " Ratna, aktifkan moda terbang ke luar angkasa untuk ortbitkan satelit Ratna! "
Ratna: " Oke Rama, moda terbang diaktifkan. Posisi target orbit geostasioner satelit Ratna dikonfirmasi pada 113° BT (Bujur Timur), yaitu di atas khatulistiwa dan berada pada ketinggian sekitar 35.786 km dari permukaan bumi. "
Rama pun mulai terbang tinggi ke angkasa sesuai dengan target orbit geostasioner yang sudah ditetapkan oleh Ratna. Turbulensi udara menerpa tubuh Rama, dan penipisan oksigen serta pendinginan tubuh juga sudah mulai terjadi. Tapi Ratna sudah mengantisipasi hal tersebut dengan menyiapkan perlengkapan yang memadai bagi suplai oksigen di helm Rama serta pemanasan rompi Ontokusumo supaya tubuh Rama tidak mengalami hypothermia.
Dengan kecepatan 7.000 km / jam, akhirnya Rama bisa mencapai lokasi target orbit geostasioner yang ditetapkan. Rama lalu mengeluarkan satelit mini dan kemudian meminta Ratna untuk menormalisasi ukurannya. Dalam hitungan 5 detik, ukuran satelit miniatur yang dibawa Rama berubah dari sebelumnya berukuran 3 cm x 3 cm x 6 cm dengan berat 5 kg kini sudah menjadi berukuran 3 meter x 3 meter x 6 meter dengan berat 4.7 ton.
Rama : "Ratna, satelit sudah mengorbit, coba cek dengan sistem-mu, apakah satelit sudah beroperasi dengan baik? "
Ratna : " Baik Rama, satelit 100 % beroperasi dengan normal. "
Rama : " Ok, ayo kita kembali ke rumah. Kita cek pengoperasian satelit dari rumah. Aku ingin mencoba satelit untuk mengirimkan senjata drone ke rumah! "
Ratna : " Baik Rama! "
__ADS_1
Rama pun beranjak turun dari luar angkasa setelah menilai pengorbitan satelit Ratna sudah sukses. Kini Rama bermaksud mengecek operasional satelit dari permukaan bumi, yakni dari rumahnya.