Rama Sang Panglima : Perang Untuk Masa Depan

Rama Sang Panglima : Perang Untuk Masa Depan
Heliobeam


__ADS_3

Satu unit drone telah diluncurkan Ratna untuk menyusuri jalur dari Lubang Misterius tersebut. Sementara 1 unit CCTV khusus untuk memindai lokasi Candi Penataran hingga ke kedalaman 200 meter di bawah tanah.


Ratna : "Rama, Drone telah 100% selesai menyusuri Lubang Misterius, dan CCTV sudah memindai lokasi candi Penataran secara keseluruhan. Hasilnya adalah di dalam Lubang Misterius tertanam sebuah unit Antena Pengirim Sinyal Radio Frekuensi Tinggi dengan terdiri dari sekitar 180 buah radiator mini. Konstruksi antena ini terdiri dari rangka baja berat yang diikat bersama dengan baut dan dinding baja tipis yang membentuk seluruh struktur.


Dan yang mengejutkan dari antena tersebut adalah antena itu terhubung dengan sejumlah sistem generator daya, sistem pendingin, dan sistem pengendali untuk mengatur arus listrik yang dihasilkan, yang kesemuanya berada di dalam ruangan dengan label toko "Kios Cindera Mata Barang Antik Khas Candi Penataran", sekitar 750 meter di belakang Komplek Candi Penataran. Antena tersebut sepertinya dalam status aktif dan tidak lama sebelumnya baru digunakan, sekitar 12 jam yang lalu.


Rama : "Apakah kamu tahu Ratna tujuan dari antena tersebut? "


Ratna : " Belum tahu Rama kalau kita tidak melihatnya langsung aktif beroperasi. "


Rama : " Okelah Ratna, kita akan kunjungi "Kios Cindera Mata Barang Antik Khas Candi Penataran" setelah shalat dzuhur ya. Kita akan nantikan beroperasinya antena tersebut digunakan untuk apa pula. "


Rama pun segera beranjak berjalan menuju mushola di komplek candi Penataran. Kebetulan Rama menunaikan shalat dzuhurnya agak antri, karena berbenturan dengan jam istirahat karyawan. Setelah menjalankan shalat Dzuhur, Rama pun bergegas keluar komplek candi Penataran untuk menuju Toko Cindera Mata Barang Antik yang dimaksud Ratna.


Toko yang dimaksud Ratna ternyata adalah Toko Brûler, sesuai plang nama di depan toko. Rama kemudian memasuki toko tersebut yang di dalamnya ada 3 lantai. Total ada 14 area dalam 3 lantai tersebut dan toko ini menawarkan berbagai macam barang antik, barang seni, barang vintage, pakaian dan aksesori, perhiasan, dan berbagai jenis barang bekas lainnya. Secara kasat mata tidak ada yang aneh dari penampilan fisik toko ini, kecuali di dalam lift yang digunakan untuk naik atau turun ke lantai 1, 2 atau 3, ternyata ada tombol UG yang Rama telah coba pencet tapi malah minta pindai kartu otorisasi.


Rama : "Ratna, aku menduga lantai UG toko ini adalah ruangan tempat koneksi sistem dengan antena di Lubang Misterius Candi Penataran. Apakah benar?


Ratna : "Benar Rama, dan untuk menuju ke sana melalui lift dibutuhkan kartu otorisasi. "


Rama : "Coba pindai lagi ruangan UG ini apakah ada jalan masuk atau keluar selain lift, atau apakah kita harus mengecil untuk masuk dan keluar mengikuti jalur kabel dengan Antena dari Lubang Misterius? "


Ratna : "Benar Rama, ternyata selain lift, tidak ada jalan keluar masuk ke lantai UG selain jalan kabel ke Antena di Lubang Misterius. "


Rama : "Ok Ratna, kita akan masuk lewat jalan kabel itu. Kita akan masuk sekitar jam 20an malam setelah shalat Isya."


Rama pun berjalan keluar dari toko tanpa membeli apapun. Namun tanpa sepengetahuan Rama, ada kamera CCTV dalam toko yang sedari tadi mengamati gerak - gerik Rama, apalagi saat Rama memencet tombol UG di lift. Gerak gerik Rama tersebut telah diamati langsung oleh pimpinan tertinggi toko.


Rama segera mengambil tujuan baru untuk menghabiskan sisa waktu di siang - sore ini sebelum jam 20an malam. Rama menuju ke Museum Bung Karno yang berada sekitar 2,5 km dari Candi Penataran. Museum ini berisi koleksi benda-benda sejarah yang berkaitan dengan Bung Karno, seperti foto, peralatan, dan surat-surat.

__ADS_1


Kemudian Rama menuju Taman Rekreasi Sumber Udel yang berjarak sekitar 14 km dari Candi Penataran. Taman Rekreasi Sumber Udel adalah sebuah tempat rekreasi yang populer di Blitar. Taman ini menawarkan pemandian air panas, kolam renang, dan fasilitas rekreasi lainnya. Rama pun menghabiskan sorenya di sini sambil bermain air.


Menjelang Maghrib, Rama segera bergerak menuju Masjid Ar-Rahman yang berjarak sekitar 11 km dari komplek Candi Penataran. Masjid ini terkenal Dengan arsitektur Utsmaniyah Mamluk, ibadah di masjid ini atmosfernya serasa seperti di Masjid Nabawi Madinah. Ciri khas kontemporer klasik Utsmaniyah Mamluk langsung bisa dilihat dari bentuk pilar melengkung dengan motif hitam putih. Desain pilar seperti ini ada di semua bagian masjid.


Apalagi terdapat kajian kitab kuning usai salat Subuh dan Magrib, di mana usai kajian, jemaah diajak makan bersama. Dan takmir masjid selalu menyiapkan 1.000 porsi makanan tiap pagi dan petang. Rama pun tidak melewatkan kesempatan sekali berada di kota Blitar untuk sekaligus berwisata religi sebelum bisa menyelesaikan misi keduanya.


Malam pun menjelang dan tidak berasa sudah menjelang jam 19.45. Segera saja Rama mempersiapkan diri untuk memasuki komplek candi Penataran secara diam - diam, khususnya menuju Lubang Misterius. Rama memasuki komplek candi Penataran lewat atas, dan mendarat tepat di dekat Lubang Misterius.Rama segera mengecilkan ukuran tubuhnya sebesar semut hitam, dan mulai memasuki Lubang Misterius dan berjalan sesuai jalur kabel yang diinformasikan oleh Ratna.


Jalur kabel ini sepertinya memang sudah dirancang dengan baik sehingga kabel intinya tidak bersentuhan langsung dengan tanah karena masih ada selongsong pelindungnya. Padahal panjang kabelnya tidaklah pendek, namun semuanya bisa ditata dengan rapi.


Dalam waktu satu jam-an Rama pun berhasil memasuki ruang UG di Toko Brûler. Rama tidak segera menormalkan ukuran tubuhnya, karena takut di ruang UG ini terdapat CCTV yang bisa langsung mencurigai orang asing.


Dengan bantuan Ratna, Rama melihat sendiri visual dari sistem generator daya, sistem pendingin, dan sistem pengendali untuk mengatur arus listrik serta kamar kontrol yang berisi seperangkat peta dan cuaca dunia global dan beberapa chanel TV yang menyiarkan berita - berita terkini.


Rama melihat di dalam kamar kontrol tersebut seseorang yang sangat serius dalam memonitor pergerakan cuaca seantero dunia. Tubuh orang itu besar dan tinggi namun wajahnya menyeramkan tanpa senyum, seperti hantu di siang hari. Kemudian Rama terus bergerak di kamar sebelah nya yang terdapat sebuah kamar "isolasi" namun seperti penjara, dan terlihat seorang penjaga dengan seekor anjing yang menjaganya.


Rama yang berusaha kabur dari kejaran anjing ternyata kecepatan larinya tidak terlalu cepat saat berukuran kecil, sehingga dengan terpaksa Rama menormalkan ukuran tubuhnya supaya bisa menghadapi anjing tersebut. Ukuran tubuh Rama kemudian menjadi normal, dan ketika hendak melihat anjing yang mengejarnya, tiba - tiba sebuah tembakan mengenai lehernya dan menyebabkan Rama menjadi pingsan.


Ratna kemudian menyalurkan uap yang berisi aromatherapy peppermint dari rompi Ontokusumo yang dipakai oleh Rama. Setelah beberapa lama menghirup uapnya, Rama beranjak sadar dan mulai bangkit untuk duduk di atas lantai. Rama melihat di sekeliling dan ternyata Rama berada dalam ruang isolasi yang mirip dengan penjara karena ada jeruji besinya. Rama pun bertanya kepada Ratna: "Ratna, tolong jelaskan apa yang terjadi sebelum aku bangun! "


Ratna : " Kamu tadi pingsan Rama, terkena tembakan bius di lehermu. Kamu kemudian diseret penjaga ruang isolasi untuk di sini ! "


Rama : " Ok Ratna, sekarang coba kamu kirim drone super kecil untuk mengamati gerak - gerik orang yang berada di kamar kontrol tadi. Aku yakin akan ada peristiwa besar malam ini yang berasal dari lokasi ini. "


Ratna : " Baik Rama! "


Ratna kemudian meluncurkan satu drone yang ukurannya sudah diperkecil seukuran semut hitam menuju lokasi kamar kontrol. Drone itu masuk mengikuti jalur yang dimasuki oleh Rama, namun tidak sampai bertemu dengan anjing penjaga. Drone itu langsung masuk ke kamar kontrol dan menyiarkan secara langsung kepada Rama apa yang dilakukan oleh "orang yang menyeramkan tadi".


Rama yang diperlihatkan langsung apa yang dilakukan oleh "orang yang menyeramkan tadi " di kamar kontrol, lalu segera meminta kepada Ratna supaya melacak aktivitas telekomunikasi apa saja yang terjadi malam ini. Dari percakapan "orang yang menyeramkan tadi" terdengar kata - kata yang mempertanyakan hantu Lelepan dan menyebut - nyebut nama Ki Sabrang. Rupanya "orang yang menyeramkan tadi" ada hubungannya dengan hantu Lelepan dan Ki Sabrang. Dugaan Rama bahwa "Orang Yang Menyeramkan tadi" adalah hantu Kamamang yang menjadi target dari misinya.

__ADS_1


Juga terdengar kata - kata dari "Orang Yang Menyeramkan tadi" yang menyebutkan nama - nama kota di Asia Selatan dan Asia Timur yang selama ini di berita - berita terakhir sedang dilanda cuaca panas. Kemudian tampak "Orang Yang Menyeramkan tadi" memasukkan koordinat lokasi suatu kota dari negara di Asia Selatan, yakni Kumarkhali di Bangladesh. Setelah memasukkan koordinatnya dan menekan tombol enter di keyboard nya, di layar monitor muncul gambar alur transmisi sinyal dari sebuah antena di permukaan bumi menuju satelit di luar angkasa, dan disampingnya tampak terdapat ilustrasi gambar matahari. Dari ilustrasi gambar matahari tersebut, satelit yang selalu menerima pancaran kemudian memantulkan pancarannya ke arah permukaan bumi.


Setelah di layar besar kamar kontrol sudah menunjukkan satelit ruang angkasa memancarkan sesuatu ke permukaan bumi, "orang yang menyeramkan tadi" keluar ruangan dan berjalan menuju lift. Drone super kecil pun mengikuti "orang yang menyeramkan tadi" tanpa diketahuinya. Ternyata orang yang menyeramkan tadi naik ke lantai 1 Toko Brûler dan keluar toko di waktu dini hari saat suasana gelap gulita.


Sekeluarnya dari toko, "orang yang menyeramkan tadi" tiba-tiba langsung mengubah dirinya menjadi sesosok hantu berkepala api dan bertangan tengkorak. Benar dugaan Rama, ternyata orang yang menyeramkan tadi adalah hantu Kamamang yang menjadi target misinya. Hantu Kamamang terbang menuju kawasan komplek candi Penataran, dan langsung menuju lokasi Lubang Misterius.


Setelah mengamati lokasi Lubang Misterius yang sedemikian sepi, hantu Kamamang itu kemudian terbang rendah berkeliling radius 500 meter di sekitar-an Candi Penataran dan Toko Brûler. Dari penampakan kepala api tersebut dan bertepatan dengan malam jumat Kliwon, para penduduk sekitarnya yang sedang ronda maupun sedang melewati jalan sekitar Candi Penataran menjadi ketakutan. Itulah sebabnya malam ini kondisi Candi Penataran dan Toko Brûler aman dari gangguan orang - orang, karena ada proses penting yang sedang terjadi saat ini.


Setelah dinilai kondisi aman, dan sudah menjalani subuh, hantu Kamamang pun kembali ke Toko Brûler. Hantu Kamamang mengubah wujudnya menjadi manusia normal sebelum memasuki toko, kemudian langsung mengarahkan lift ke tombol UG. Kali ini lift tidak. meminta kartu otorisasi, karena ternyata dari bekas sidik jari hantu Kamamang di tombol UG sudah bisa menjadi akses masuk lantai UG.


Hantu Kamamang kemudian berjalan menuju kamar kontrol dan mengamati layar besar monitor yang tetap menampilkan ilustrasi gambar transmisi dari antena - satelit - matahari - permukaan bumi. Drone super kecil yang mengikuti hantu Kamamang berhasil tidak dideteksi sehingga Rama bisa menyaksikan kejadian semuanya dengan baik.


Rama : " Ratna, sebenarnya apa yang dilakukan oleh hantu Kamamang? "


Ratna : " Sepertinya hantu Kamamang sedang mengoperasikan Senjata Matahari, Rama, yang konon disebut sebagai Heliobeam. Heliobeam dirancang untuk menghasilkan energi matahari yang sangat kuat dan difokuskan ke satu titik di permukaan Bumi untuk membakar apapun yang berada di bawahnya. Konsep senjata tersebut biasanya didasarkan pada teori bahwa sinar matahari dapat diarahkan menjadi sebuah senjata dengan memanfaatkan satelit dan teknologi laser.


Namun, dalam kenyataannya, tidak mungkin untuk mengumpulkan energi yang cukup dari sinar matahari untuk menghasilkan senjata yang berbahaya seperti itu. Selain itu, memanipulasi sinar matahari juga dapat memiliki efek yang merugikan pada ekosistem bumi dan lingkungan secara keseluruhan. "


Rama : "Berarti benar dugaanku, ada benang merah antara penampakan hantu Kamamang pada beberapa kejadian kebakaran hutan, dan sepertinya juga dengan cuaca panas yang melanda negara - negara Asia."


Ratna : "Benar, Rama. Tampaknya ada kaitannya."


Rama : " Kalau benar Hantu Kamamang adalah manusia jadi - jadian, pastinya sekarang dia akan kelelahan dan tertidur. Aku juga sudah mengantuk melihat pergerakan hantu Kamamang. Setelah hantu Kamamang bangun, kita pasti akan diseret menghadapnya. Jadi tolong persiapkan kekuatan drone kita, baik yang berada di lantai UG ini, dan yang berada di satelit luar angkasa. Kita harus menghancurkan senjata Heliobeam tersebut supaya bisa menyelamatkan banyak negara. "


Ratna : " Baik, Rama"


Rama kemudian meluruskan kakinya di tanah, dan berusaha mencari posisi yang nyaman buat memejamkan matanya. Rama sudah mengantuk karena malam ini sudah mengikuti hantu Kamamang menjalankan aksinya.


Sementara itu, di ruang kontrol, hantu Kamamang juga sedikit merebahkan tubuhnya di kursi duduknya dan kemudian terlelap tidur.

__ADS_1


__ADS_2