Rama Sang Panglima : Perang Untuk Masa Depan

Rama Sang Panglima : Perang Untuk Masa Depan
Musuh Bersama


__ADS_3

Ratna kemudian mengirimkan satu drone mini untuk menuju ke lubang misterius di komplek Candi Penataran dan siap menghancurkan antena pengirim sinyal yang tertanam di dalamnya. Sementara itu, 30 drone juga dikirimkan dari satelit Ratna di luar angkasa menuju orbit dari senjata Heliobeam. Senjata Heliobeam tersebut ternyata masih aktif dan tetap menembakkan panas matahari ke koordinat lokasi sebelumnya (Kumarkhali, Bangladesh) walaupun kini kamar kontrolnya di permukaan bumi sudah hancur lebur.


Ketika 30 drone Ratna sudah mendekati orbit dari senjata Heliobeam, tiba - tiba Rama mendapatkan panggilan telpon dari nomor tidak dikenal, "Halo Rama, jangan coba - coba hancurkan senjata Heliobeam, atau rumah ini akan hancur juga! "


Telepon singkat itu langsung ditutup dan lalu Rama juga menerima kiriman video penampakan rumahnya yang sudah dikelilingi beberapa drone asing yang tidak dikenali oleh Rama. Drone - drone asing itu moncong senjatanya sudah siap menghancurkan rumah Rama.


Rama : "Ratna, coba cek suara telpon tadi! Itu suara siapa dan dari mana asal telponnya?"


Ratna : "Dari data base suara di memoriku, itu adalah suara Ki Sabrang, Rama. Lokasi asal telponnya belum bisa terlacak karena terlalu singkat durasi teleponnya."


Rupanya kini identitas lengkap Rama sudah dikenal oleh komplotan Ki Sabrang, sehingga sekarang mereka sudah bisa mengetahui dan siap menghancurkan properti pribadi milik Rama. Berita kebakaran dan kehancuran Toko Brûler di sekitaran lokasi candi Penataran telah disorot banyak media, sehingga sudah bukan menjadi rahasia umum.


Rama kini dihadapkan dua pilihan untuk menyelamatkan rumahnya atau menyelamatkan banyak orang yang menderita akibat gelombang panas karena senjata Heliobeam. Rama merasa kini sudah kepalang tanggung bahwa karena Ki Sabrang telah mengetahui identitas dirinya, maka Rama pun memilih untuk menghancurkan senjata Heliobeam.


Masalah rumah itu pun juga lambat laun akan menjadi incaran komplotan Ki Sabrang karena dari penjelasan hantu Kamamang sebelumnya sudah dapat ditarik kesimpulan bahwa komplotan Ki Sabrang sudah mengetahui tentang kematian hantu Lelepan oleh Rama.

__ADS_1


Rama pun menginstruksikan ke Ratna, "Ratna, segera hancurkan senjata Heliobeam di orbitnya, dan antena pengirim sinyal di lubang misterius komplek candi Penataran! "


Ratna : " Baik Rama! "


30 drone Ratna kemudian menembakkan senjata laser terhadap target senjata Heliobeam. Senjata itu pun akhirnya meledak di orbitnya, dan radiasi ledakannya ternyata bisa menghancurkan seluruh drone Ratna yang mengelilinginya, akibat besarnya kapasitas panas matahari yang tersimpan di dalamnya.


Suhu di kota Kumarkhali, Bangladesh, perlahan-lahan turun setelah tidak ada lagi senjata Heliobeam. Suhu semula yang mencapai 51.2 °C perlahan-lahan turun menjadi 29° - 34°C. Pemerintah kota mulai menurunkan status darurat panasnya menjadi status normal. Semua negara Asia kini sudah tidak memiliki ancaman cuaca dari kejahatan berteknologi tinggi, terkecuali memang dari fenomena alamiah seperti El Nino.


Sementara itu, satu drone mini yang diterbangkan khusus telah masuk ke lubang misterius komplek candi Penataran. Drone itu ditugaskan untuk meledakkan diri di dalam lubang misterius tersebut setelah menempelkan diri beberapa lama di tengah - tengah rangka antena pengirim sinyal. Waktu peledakan telah disetting dalam 10 detik dan kedua - duanya langsung meledak. Suara ledakan di dalam lubang misterius tidak terlalu keras Dan tidak menyebabkan kaca penutup lubang misterius pecah. Dan akhirnya seluruh persenjataan yang dikelola hantu Kamamang kini menjadi hancur semuanya.


Setelah terkonfirmasi bahwa senjata Heliobeam telah hancur, drone - drone milik Ki Sabrang yang sudah berada di rumah Rama lalu menembaki rumah Rama hingga hancur berantakan. Drone - drone itu akhirnya melemparkan beberapa granat ke dalam rumah dan rumah Rama kemudian menjadi meledak. Ledakan itu menyebabkan bangunan rumah Rama runtuh dan kini menjadi rata dengan tanah. Beberapa penduduk perumahan yang menjadi tetangga Rama sempat sangat kaget dengan suara bising dan dentuman dahsyat dari rumah Rama.


Namun mereka tidak bisa berbuat apa - apa selain membantu memadamkan api semampunya dan melaporkan ke pihak yang berwajib. Pak Ketua RT perumahan Rama juga sudah menelpon Rama, memberitahukan adanya kebakaran rumah Rama, dan Rama pura - pura kaget menerima menerima kabar dari Pak Ketua RT. Rama berjanji kepada Pak Ketua RT untuk segera pulang melihat kondisi rumahnya.


Rama : "Ratna, tolong pindai kondisi terakhir rumahku? Apakah masih ada barang yang masih tersisa? "

__ADS_1


Ratna : "Baik, Rama! Ini penampakan terkini rumahmu, Rama. Hancur lebur dan rata menjadi tanah. Tidak ada yang bisa diselamatkan lagi. " (sambil menampilkan video penampakan terkini terakhir rumah Rama)


Rama yang melihat video tersebut menjadi sedih karena rumah itu hasil kerja kerasnya di pabrik, dan kemudian bertanya kepada Ratna, "Ratna, sekarang Ki Sabrang sudah mengetahui identitasku dan sudah mengobarkan genderang perangnya kepadaku. Sekarang aku harus tinggal di mana yang aman? "


Ratna : "Tempat yang paling aman adalah tinggal di satelit luar angkasa kita, Rama! Komplotan Ki Sabrang tidak akan bisa mendeteksi keberadaan-mu karena tidak ada pergerakan administrasi atas namamu di permukaan bumi. Apalagi dari satelit luar angkasa kita juga rutin terpantau pergerakan benda atau orang asing dalam perimeter radius 2 km, serta di sekelilingnya sudah terpasang perisai deflektor, phaser, dan torpedo foton."


Rama : " Ok, Ratna, mari sekarang kita kembali ke satelit luar angkasa kita. Aku cukup lelah malam ini dan butuh istirahat. Oh ya, tolong amankan juga data kependudukan dan akses keuanganku supaya tidak diganggu oleh komplotan Ki Sabrang!"


Ratna : " Baik Rama! "


Rama pun terbang menuju orbit satelit Ratna yang berada di luar angkasa. Rama kemudian memasuki pintu masuk satelit. Ternyata satelit Ratna yang mengorbit di luar angkasa juga memiliki ruang fungsional yang nyaman untuk ditinggali oleh Rama. Ruang fungsional dimaksud seperti : ruang operasi, ruang mesin, ruang transporter, ruang senjata, ruang observasi, ruang konferensi, ruang tidur, dan lain sebagainya. Satelit Ratna di luar angkasa ini layaknya pesawat antariksa yang multifungsi.


Rama segera menuju ke ruang tidur untuk segera merebahkan badannya dan beristirahat. Dia tampak sangat kelelahan setelah menyelesaikan misi keduanya memusnahkan hantu Kamamang.


Kini Rama sudah tidak memiliki tempat tinggal lagi di permukaan bumi dan Ki Sabrang sudah memulai perang terbuka melawannya. Artinya Rama kini menjadi musuh bersama dari komplotan Ki Sabrang dengan Partai Kobranya.

__ADS_1


Kekuatan komplotan Ki Sabrang ini ternyata tidak bisa dipandang sepele, karena mereka juga memiliki drone penghancur, satelit luar angkasa, manusia jadi - jadian serta kekuatan finansial tidak terbatas. Rama tinggal meminta Ratna untuk cek lagi apakah komplotan Ki Sabrang ini memiliki kemampuan dalam jelajah dunia internet dan jelajah data digital, termasuk keuangan dan kependudukan karena Rama takut data - datanya diretas dan diganggu oleh mereka.


__ADS_2