
Dalam waktu sejam, Ratu Sari dan Rudi sudah berhasil dibawa ke ruang observasi di satelit Ratna. Mereka masih terlelap tidur karena pengaruh obat bius yang ditembakkan sebelum perjalanan.
Rama pun agak sulit memindahkan tubuh Ratu Sari dan Rudi dari kursi pengendali drone ke tempat tidur ruang observasi karena ukuran tubuhnya yang belum dinormalkan. Setelah masing - masing tubuh Ratu Sari dan Rudi sudah bisa dipindahkan dari drone, Rama lalu mulai menormalkan ukuran bentuk tubuh mereka.
Dalam waktu 5 detik, efek kuantum dari tembakan partikel nano Rama berhasil menormalkan ukuran tubuh Ratu Sari dan Rudi. Karena Ratu Sari adalah ex. pegawai dari Laboratorium Klinik Venin, Rama kemudian segera membangunkan Ratu Sari supaya bisa membantunya dalam proses transfusi plasma.
Transfusi plasma adalah proses penggunaan komponen darah yaitu plasma yang berasal dari darah seseorang dan diberikan kepada orang lain yang membutuhkan. Plasma sendiri adalah bagian cair dari darah yang terdiri dari sekitar 55% dari volume darah total dan terdiri dari air, garam, protein, hormon, dan nutrisi lainnya. Plasma digunakan untuk membantu mengobati berbagai kondisi, termasuk gangguan perdarahan, kekurangan protein, dan infeksi
Ketika seorang pasien membutuhkan transfusi plasma, mereka akan menerima produk darah dari bank darah atau fasilitas kesehatan yang terdaftar. Sebelum transfusi, pasien akan diuji untuk memastikan bahwa darah mereka sesuai dengan jenis plasma yang akan mereka terima.
Prosedur transfusi plasma harus dilakukan dengan hati-hati dan steril untuk menghindari risiko infeksi atau reaksi transfusi. Efek dari transfusi plasma bergantung pada kondisi kesehatan individu penerima, dosis plasma yang diberikan, dan tujuan transfusi. Beberapa efek positif, seperti peningkatan kesehatan, bisa terasa secara langsung setelah transfusi. Namun, beberapa efek yang lebih kompleks, seperti efek pada sistem imun, mungkin membutuhkan waktu untuk terlihat.
Dalam beberapa kasus, efek transfusi plasma juga bisa terlihat dalam waktu yang sangat singkat, misalnya dalam beberapa jam atau hari setelah transfusi. Namun, pada kasus lain, efek transfusi plasma mungkin membutuhkan waktu yang lebih lama, misalnya beberapa minggu atau bahkan bulan.
Oleh karena itu, penting bagi penerima transfusi plasma untuk memperhatikan tanda-tanda dan gejala yang muncul setelah transfusi, serta melakukan tindakan medis yang dianjurkan oleh dokter.
__ADS_1
Ratu Sari : (sambil menguap) "D.. di manakah aku, Rama? "
Rama : " Kamu berada di tempatku, Ratu Sari. Kamu sudah berhasil dijauhkan dari Prof. dr. Rangdap. Tapi kamu hanya punya waktu 15 jam lagi sebelum virus Kroppin mengubahmu menjadi makhluk vampir seperti Prof. dr. Rangdap " (sambil menyodorkan segelas air putih untuk diminum oleh Ratu Sari)
Ratu Sari lalu beranjak duduk dan menghabiskan air minum yang diberikan oleh Rama. Ratu Sari lalu kemudian mencoba berdiri dari tempat tidurnya walaupun agak lemas, lalu berjalan mengelilingi ruang observasi satelit Ratna.
Ratu Sari : "Ruang observasi ini sepertinya lebih lengkap peralatannya dibandingkan dengan Laboratorium Venin. Lalu dia siapa Rama? " (sambil menunjuk tubuh Rudi yang masih pingsan di bangsal tempat tidurnya)
Rama : " Oh ya, dia adalah Rudi, calon pendonor plasma darah untukmu, Ratu Sari. Kamu harus menjalani transfusi plasma dari dia, Ratu Sari, supaya bisa dikombinasikan dengan cairan obat penawar virus Kroppin. Aku sudah cek komposisi obat penawar virus untuk hewan dan memeriksa data - data DNA yang cocok dari pasien - pasien Laboratorium Venin, didapatkan pendonor Rudi yang kemungkinan 95 % cocok untuk menghasilkan obat penawar virus untuk manusia. Tapi kamu harus bantu aku untuk mengambil darah dari tubuh Rudi dan membantuku selama proses transfusi plasma, apakah bisa? "
Ratu Sari : " Bisa Rama, itu biasa aku lakukan di Laboratorium.Tapi apakah semua peralatan tersedia? "
Ratu Sari kemudian melihat isi rak samping kanannya, dan menilai segala peralatan yang dibutuhkannya sangat lengkap. Dengan sisa - sisa kekuatannya, Ratu Sari lalu berusaha memenuhi permintaan Rama untuk mengambil darah Rudi.
Proses transfusi plasma dimulai dengan mengambil darah dari pendonor, Rudi. Dalam proses transfusi plasma, darah dari pendonor dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam kantong khusus yang biasa disebut kantong darah. Kemudian, kantong darah tersebut dimasukkan ke dalam centrifuge untuk dipisahkan menjadi komponen plasma dan komponen sel darah merah.
__ADS_1
Centrifuge atau sentrifugasi adalah mesin yang digunakan untuk memisahkan plasma darah. Dalam kasus transfusi plasma, pasien (Ratu Sari) akan menerima bagian cair dari darah yang berasal dari donor manusia yang telah diuji untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya, yang kemudian dipisahkan menjadi beberapa komponen, termasuk plasma.
Centrifuge bekerja dengan memutar sampel darah pada kecepatan tinggi sehingga menghasilkan gaya sentrifugal yang membuat partikel dalam darah terpisah berdasarkan berat molekulnya. Setelah plasma berhasil dipisahkan, maka komponen sel darah merah akan dikembalikan ke pendonor sedangkan plasma yang terpisah akan disimpan dalam wadah khusus dan diuji terlebih dahulu sebelum digunakan pada pasien yang membutuhkan.
Setelah dipisahkan, plasma didinginkan dan disimpan dalam lemari es untuk menjaga keutuhannya. Plasma dari pendonor kemudian diuji untuk memastikan bahwa tidak ada penyakit menular yang ditularkan melalui darah, seperti HIV atau hepatitis.
Kemudian, plasma yang telah didinginkan diambil dari penyimpanan dan dipanaskan sebelum diberikan ke pasien melalui infus. Proses transfusi plasma juga dilakukan bersamaan dengan injeksi obat penawar virus Kroppin, sehingga diharapkan di dalam tubuh Ratu Sari akan terbentuk antibodi penyembuh.
Rama dan Ratu Sari melakukan prosedur transfusi plasma ini dengan sangat hati - hati, dibantu oleh Ratna yang memonitor kondisi kesehatan Rudi dan Ratu Sari secara real time. Proses transfusi plasma memakan waktu sekitar 5 jam, dan belum terjadi reaksi penolakan atau alergi dari Ratu Sari maupun Rudi yang tetap dikondisikan dalam kondisi tidur selama proses transfusi. Kini masih ada sisa waktu 10 jam untuk memantau efek dari transfusi plasma terhadap Ratu Sari.
Kondisi kesehatan Rudi dipantau masih tetap stabil walaupun sudah diambil darahnya sebanyak 2 kantong @ 180 mL. Karena proses transfusi plasma sudah selesai, Rama kemudian mengembalikan Rudi ke rumahnya di Kelurahan Pasir Putih Depok.
Jam sudah menunjukkan waktu 9 pagi ketika drone pembawa tubuh Rudi sudah berada di kamar Rudi melalui jalan masuk yang sama dengan sebelumnya. Tampak istri Rudi masih terlelap tidur dalam pengaruh obat bius yang sebentar lagi akan habis. Tubuh Rudi segera diturunkan dari kursi pengendali drone sehingga bisa langsung bersanding dengan tubuh istrinya. Keduanya masih dalam pengaruh obat bius yang diperkirakan dalam waktu 15 menit lagi akan terbangun. Tidak lupa Rama juga meninggalkan beberapa paket dan ikan, sembako dan beberapa paket multi vitamin bagi keluarga Rudi yang diletakkan di meja samping tempat tidur Rudi, sebagai bentuk ucapan terima kasih karena sudah menjadi pendonor.
Rama kemudian meninggalkan rumah Rudi untuk kembali ke ruang observasi satelit Ratna guna memantau efek transfusi plasma terhadap kondisi Ratu Sari. Ratu Sari tampak masih berbaring di tempat tidurnya sambil memejamkan mata. Rama berada di samping tempat tidur mengamati kondisi Ratu Sari selama pasca transfusi.
__ADS_1
Tiba-tiba tubuh Ratu Sari mengejang, dan frekuensi denyut jantung Ratu Sari melemah. Sesaat kemudian tubuh Ratu Sari menjadi terdiam, dan denyut jantung bergerak cepat. Rama panik dan bingung apa yang harus dilakukan. Namun Ratna tetap menyarankan Rama agar tetap tenang dan terus menjaga agar tubuh Ratu Sari tidak terjatuh dari atas tempat tidurnya. Wajah Ratu Sari yang tadinya pucat, kemudian menjadi merah lalu pucat lagi.
Kondisi Ratu Sari yang berubah dengan cepat sepertinya menunjukkan adanya reaksi dari antibodi dalam tubuhnya.