Rama Sang Panglima : Perang Untuk Masa Depan

Rama Sang Panglima : Perang Untuk Masa Depan
Misi Keempat Rama - Papua


__ADS_3

Rama : "Ratna, tolong sebutkan lagi misi berikutnya supaya semuanya bisa tuntas lebih cepat dan lebih baik buat tahun 2065 ! "


Ratna : " Baik Rama, misi berikutnya yang lebih mudah adalah menghancurkan kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang dipimpin oleh Suangki. Suangki ini mengkoordinir dan menyuplai persenjataan dan logistik beberapa KKB yang menyebar dan melakukan teror di wilayah Kabupaten Puncak, Intan Jaya, dan Nduga.


Konon Suangki ini juga sudah diduga berafiliasi dengan Partai Kobra dan Ki Sabrang, supaya menciptakan teror di Papua dan memanaskan isu Papua di hubungan internasional. Jenis senjata yang biasa dipakai para KKB ini di antaranya: senapan serbu M-16 buatan Amerika Serikat, senapan serbu AK-47 dan AK-74 buatan Uni Soviet, senapan mesin PKM buatan Rusia, senapan Steyr AUG buatan Austria, senjata rampasan senapan serbu SS1 VI buatan Pindad Indonesia


Konon Suangki diduga bersembunyi di Lembah Baliem yang terletak di Pegunungan Jayawijaya, Papua, dan dikelilingi oleh hutan belantara yang lebat. Penampakan Suangki terakhir adalah di lembah tersebut dan pindaian satelit Ratna terhadap Lembah Baliem menunjukkan aktivitas manusia yang sangat padat padahal lokasi tersebut hanyalah hutan belantara yang lebat. Suangki di Lembah Baliem mengotaki kurang lebih sebanyak 500 anggota KKB yang tersebar di seluruh wilayah Papua."


Rama : "Ok Ratna, kita mulai bertindak besok pagi untuk menghancurkan kelompok Suangki di Lembah Baliem. Semoga dengan hancurnya kelompok Suangki di Lembah Baliem tersebut bisa memutus pasokan senjata dan logistik KKB di Papua serta membantu kondisi tahun 2065 menjadi lebih baik. "


Tiba - tiba di belakang Rama ternyata sudah berdiri Ratu Sari yang ikut pula mendengarkan apa yang dibicarakan oleh Rama dan Ratna. Rama menjadi terkejut dengan adanya Ratu Sari di belakangnya, karena terakhir Rama meninggalkan Ratu Sari sedang mandi di kamar mandi ruang pribadinya.


Ratu Sari : "Mohon maaf Rama, aku telah mengagetkan kamu. Tadi saat aku sudah selesai mandi, aku bingung mesti kemana karena tidak menemukan kamu. Aku keluar dan sempat berkeliling sebentar, ternyata terdengar sayup - sayup suara dari ruangan ini. Terus aku melihatmu sedang sibuk memantau sesuatu dan aku pun langsung masuk. Mohon maaf tadi aku tidak sengaja mendengar pembicaraanmu, tapi sumpah, aku tidak mengerti apa yang kamu bicarakan! "


Rama : " Oh, tidak apa Ratu Sari. Aku yang harusnya minta maaf meninggalkanmu sendirian di ruang pribadi. Ini adalah ruang kontrol satelit Ratna! "


Rama kemudian menjelaskan dengan detail mengenai satelit Ratna, dan apa yang dilakukan oleh Rama selama ini. Entah kenapa Rama merasa nyaman untuk menceritakan semua tentang dirinya kepada Ratu Sari. Apalagi saat Rama mencuri pandang kepada Ratu Sari yang benar-benar tampak cantik di hadapan nya.


Wajah Ratu Sari terlihat sangat cantik dan memesona walaupun menggunakan pakaian Rama. Dia kelihatan memiliki kulit yang lembut dan bercahaya, dengan fitur wajah yang proporsional. Kulitnya yang halus, bercahaya, dan berwarna putih atau cerah mencerminkan keanggunan dan kemurnian. Ekspresinya menggambarkan kelembutan dan keanggunan. Warna matanya yang mempesona, tampak biru kehijauan. Warna mata ini melambangkan kedamaian, kecerdasan, dan pesona yang memancarkan energi positif dan dapat menarik perhatian Rama. Terlihat tahi lalat kecil di bawah kelopak mata kiri menambah manisnya Ratu Sari.


Rambut Ratu Sari yang tidak seluruhnya kering, tampak terurai panjang dan mengalir indah. Rambutnya tampak terurai dan memiliki kilau yang menakjubkan, melambangkan keanggunan dan kemurnian hatinya. Ratu Sari seperti memiliki pesona dan karisma yang luar biasa. Dia mampu memancarkan aura kecantikan dan menarik perhatian Rama.


Ratu Sari dengan seksama mendengarkan penjelasan dan cerita Rama. Ratu Sari sangat antusias dengan cerita Rama. Ratu Sari juga menjelaskan kondisi terakhirnya yang sebatang kara dan bingung untuk menetap di mana lagi setelah diculik oleh Prof. dr. Rangdap. Rama kemudian menawarkan Ratu Sari untuk tinggal di satelit Ratna bersamanya dengan sehari - hari membantu Rama untuk menyelesaikan misi - misinya. Apalagi Ratu Sari juga memiliki keahlian di bidang medis dan bisa juga mengoperasikan komputer.


Ratu Sari merasa senang dan langsung menerima tawaran Rama. Namun Ratu Sari meminta ijin kepada Rama untuk terlebih dahulu melakukan ziarah ke makam kedua orang tuanya di Gunung Tidar. Rama pun mengabulkan permintaan Ratu Sari dan langsung mengajak Ratu Sari berangkat saat itu juga, sekaligus membelikan pakaian dan perlengkapan sehari - hari untuk Ratu Sari.

__ADS_1


Rama langsung meminta Ratna untuk mempersiapkan teleportasi Rama dan Ratu Sari menuju Gunung Tidar. Dan dalam waktu 5 detik setelah koordinat lokasi Gunung Tidar dimasukkan ke dalam komputer, Rama dan Ratu Sari lalu menghilang dan langsung berada di depan pintu masuk Gunung Tidar. Rama kemudian mengikuti Ratu Sari yang berjalan keluar ke tempat pemakaman umum di sekitar Gunung Tidar setelah membeli bunga - bunga dan minuman dalam kemasan sebanyak 2 botol besar ukuran 1.5L. Mereka masuk ke kompleks pemakaman, dan ternyata makam kedua orang tua Ratu Sari bersebelahan dan tertulis ke-dua-nya meninggal di bulan Maret 2023 ini.


Ratu Sari pun duduk bersimpuh di pusara nisan makam ibunya, lalu memejamkan mata sembari mengangkat kedua tangannya untuk berdoa. Setelah selesai, kemudian Ratu Sari menaburkan bunga dan menyirami tanah makam ibunya dengan air dalam kemasan yang dibelinya tadi. Ratu Sari pun kemudian berpindah ke pusara nisan bapaknya dan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukannya di pusara makam ibunya.


Setelah ziarah ke makam kedua orang tua Sari selesai, Rama kemudian mengajak Ratu Sari untuk naik ke Gunung Tidar. Karena Rama merasa penasaran serta baru pertama kali ke Gunung Tidar, dan ingin mengetahui ada apa saja di dalamnya sembari menghabiskan waktu bersama Ratu Sari. Ratu Sari pun menyetujui ajakan Rama, dan mereka kembali menuju pintu masuk Gunung Tidar.


Rama pun membayar Rp 6.000,- untuk tiket masuk keduanya, dan mulai menyusuri anak tangga menuju puncak Gunung Tidar. Mereka sambil berbincang dan bercanda layaknya sepasang kekasih yang dimabuk asmara. Informasi yang didapatkan Rama sebelumnya bahwa ada sekitar 1002 anak tangga yang harus dilalui sebelum mencapai puncak gunung dan kembali ke bawah. Sementara itu Kebun Raya Gunung Tidar ini seluas 70,1 hektare. Ketinggian Gunung Tidar hanya 503 meter di atas permukaan air laut.


Di beberapa titik, terdapat area beristirahat agar pengunjung dapat melepas lelah serta menikmati suasana teduh dan udara segar di sepanjang jalur pendakian. Di sana, wisatawan juga dapat berfoto dengan latar pepohonan yang rindang. Tersedia pula fasilitas umum, seperti toilet dan tempat duduk.


Gunung Tidar merupakan salah satu destinasi wisata religi. Berdasarkan penuturan Juru Kunci Gunung Tidar, di Gunung Tidar terdapat 2 buah makam yaitu Makam Kyai Sepanjang dan Makam Sang Hyang Ismoyo (atau yang lebih dikenal sebagai Kyai Semar). Sedangkan tempat yang selama ini dikenal sebagai Makam Syekh Subakir sebenarnya hanyalah petilasan beliau.


Di Gunung Tidar juga terdapat makam Cina. Salah satu yang menarik perhatian wisatawan adalah makam bos cerutu se-Asia. Namanya Kho Kwat Ie.  Dia pemilik pabrik cerutu bernama Ko Kwat Ie & Zonen Sigarenfabrieken yang memproduksi cerutu merek Panama-Ster, Deli-Havana, Missigit-Deli, dan Carnaval. Pada masa kejayaannya di tahun 1920-an, Kho Kwat Ie mengekspor cerutu-cerutu itu sampai ke Eropa.


Sementara itu di puncak Gunung Tidar, terdapat Tugu Sa, yang berarti tugu sopo salah seleh. Tugu ini sebagai tetenger atau pertanda bahwasanya orang yang salah pasti akan diselehkan atau diturunkan atau dilengserkan. Dengan makna tersebut, tak jarang sejumlah orang yang akan maju dalam kontestasi tertentu datang ke Gunung Tidar dan sampai ke Tugu Sa ini.


Titik tengah puncak Gunung Tidar adalah di Tugu Sa itu. Puncak Gunung Tidar kerap menjadi tempat upacara penghadapan taruna militer. Taruna militer yang baru diterima dan belum penjurusan ke angkatan tertentu akan dihadapkan ke Tugu Sa. Ketika selesai pendidikan, maka dihadapkan lagi ke Tugu Sa sebelum mendapatkan penempatan atau penugasan di berbagai daerah.


Kemudian di puncak Gunung Tidar juga terdapat Monumen Tanah Air Satu Bangsa. Ini adalah monumen persatuan yang dibangun saat memperingati Hari Olahraga Nasional pada 2017. Di monumen tersebut terdapat simbol pemersatu bangsa berupa kendi berisi tanah dan air yang diambil dari seluruh nusantara.


Dari ujung barat, diambil tanah dan air dari Sabang, di ujung timur diambil dari Papua yang berbatasan dengan Papua Nugini, dari ujung utara diambil dari Nunukan, dan dari ujung selatan diambil dari Ende. Proses pengambilannya melalui ritual adat kemudian dibawa ke Gunung Tidar. Air dan tanah tadi kemudian dicampur untuk disatukan dengan menggelar ritual adat berupa kesenian wayang.


Gardu Pandang Taman Elang Jawa terletak di sisi timur Gunung Tidar. Ini menjadi salah satu tempat favorit untuk menyaksikan matahari terbit karena wisatawan dapat melihat matahari muncul di celah antara Gunug Merapi dan Gunung Merbabu dalam posisi sejajar mata.


Gunung Tidar menjadi rumah bagi kawanan monyet ekor panjang. Ada tiga wilayah kekuasaan kelompok monyet ekor panjang di gunung ini. Pertama, wilayah di kaki gunung hingga area Terminal Tidar Magelang; kedua, wilayah tengah atau di lereng Gunung Tidar; dan ketiga, wilayah puncak Gunung Tidar.

__ADS_1


Monyet ekor panjang relatif bersahabat dengan pengunjung. Hanya saja, wisatawan diharapkan tidak membawa atau tidak mengeluarkan wadah minuman yang berwarna cerah. Musababnya, monyet-monyet itu menyukai minuman berperisa dan menduga kemasan atau botol minum yang berwarna-warni -baik minuman kemasan maupun botol atau tumbler, berisi minuman kesukaannya. Petugas rutin memberikan makanan kepada monyet ekor panjang satu hari sekali sekitar pukul 10.00 sampai 12.00 WIB.


Pemberian makanan berlangsung di lereng gunung, tak jauh dari tangga menunju pintu keluar. Di sini, pengunjung dapat menyaksikan langsung bagaimana kawanan monyet ekor panjang berduyun-duyung datang dan berebut makanan sesaat setelah petugas memanggil mereka dengan kode tepuk tangan.


Rama dan Ratu Sari menghabiskan waktu siangnya di Kebun Raya Gunung Tidar. Mereka menunaikan shalat dzuhur dan ashar di mushola dalam kawasan kebun raya Gunung Tidar. Setelah melalui 1002 anak tangga, Ratu Sari dan Rama menjadi kelaparan. Mereka kemudian menuju ke "Warung Nasi Sop Senerek Pak Parto".


Rama dan Ratu Sari segera memesan sop senerek menjadi andalan warung ini. nasi dengan kuah kaldu yang berisi wortel, kacang merah, bayam dan potongan daging. Potongan dagingnya menggunakan dendeng yang memberikan rasa asin gurih sehingga menambah selera makan.


Rasa kuah sopnya enak dan seperti rasa kuah sop pada umumnya apalagi ditambah dengan gorengan bakwan atau perkedel jagung dan sambal. Rama dan Ratu Sari memesan minumnya Es Teh Manis dan sebotol minuman Indo Saparella yang bisa dibilang unik, antara asam, manis, dengan sensasi soda.


Konon Saparella merupakan minuman legendaris dari Yogyakarta dan minuman soda pertama asli Indonesia. Minuman ini berasal dari tanaman Sarsaparilla yang dalam bahasa Latinnya dinamakan Smilax aristolochiaetolia dan termasuk jenis tanaman tropis yang termasuk dalam genus Smilax. Konon Saparella ini merupakan minuman para raja-raja pada masanya.


Sarsaparilla mengandung senyawa yang memilik efek antiradang dan antinyeri. Secara tradisional, tanaman ini telah dimanfaatkan sejak dahulu untuk mengobati peradangan dan nyeri sendi, misalnya akibat rheumatoid arthritis, asam urat, dan osteoarthritis.


Namun demikian sarsaparilla mengandung safrole, senyawa yang baru-baru ini dilarang oleh FDA karena efek karsinogeniknya. Safrole ditemukan berkontribusi terhadap kanker hati pada tikus ketika diberikan dalam dosis tinggi, dan dengan demikian produk yang mengandung sarsaparilla dilarang.


Setelah Rama dan Ratu Sari selesai makan, mereka beranjak memesan mobil online untuk mengantarkan mereka ke kawasan Pecinan guna belanja pakaian dan perlengkapan sehari - hari buat Ratu Sari. Di kawasan Pecinan ini, Rama dan Ratu Sari menyusuri trotoar yang lebar dan keluar masuk toko busana untuk mencari pakaian dan perlengkapan wanita sehari - hari buat Ratu Sari.


Setelah mendapatkan pakaian dan perlengkapan wanita sehari - hari untuk. Ratu Sari, Rama kemudian mengajak Ratu Sari untuk sekalian menunaikan shalat maghrib dan isya di masjid agung yang terletak di dekat alun - alun kota. Mereka juga mencari makan malam di daerah sekitar alun - alun yang terdapat pujasera dan rumah makan pinggir jalan. Suasana alun - alun yang tidak panas, dan terdapat pertunjukkan air mancur berirama, menambah romantisnya suasana Rama menghabiskan malam bersama Ratu Sari.


Kegiatan Rama dan Ratu Sari yang menggembirakan di permukaan bumi ternyata terdeteksi oleh penerawangan Ki Sabrang. Ki Sabrang sudah mendeteksi keberadaan Rama bersama Ratu Sari semenjak kemunculan mereka pertama kali di pintu masuk Gunung Tidar.


Ki Sabrang lalu mengirimkan drone mata - mata mengikuti Rama dan Ratu Sari sepanjang hari semenjak dari Gunung Tidar, Kawasan Pecinan dan Alun - Alun Kota. Drone itu merekam semua kegiatan Rama dan Ratu Sari serta Ki Sabrang mengamati secara langsung video rekaman drone di layar TV ruangan Ki Sabrang.


Hingga di jam 21.45, ketika kondisi alun - alun mulai sepi dan Rama serta Ratu Sari mulai kelelahan setelah seharian jalan - jalan, Rama meminta Ratna untuk melakukan teleportasi kembali mereka ke satelit Ratna di luar angkasa. Dalam hitungan sepuluh detik, teleportasi tersebut berjalan, dan Rama serta Ratu Sari sekarang sudah kembali lagi berada di ruang kontrol satelit Ratna.

__ADS_1


Drone Ki Sabrang yang mengikuti Rama dan Ratu Sari hanya bisa merekam keberadaan mereka yang tiba - tiba menghilang begitu saja. Penerawangan Ki Sabrang juga tiba - tiba terputus tidak bisa lagi mendeteksi keberadaan Rama dan Ratu Sari.


__ADS_2