
Laboratorium BSL-4 di Depok ini sebenarnya secara ijin hanyalah sebuah laboratorium klinik atau laboratorium medis yang terdiri dari bangunan 2 lantai dan digunakan untuk melakukan pemeriksaan laboratorium terkait dengan kesehatan manusia. Beberapa jenis tes laboratorium klinik yang umum dilakukan termasuk pemeriksaan darah rutin, pemeriksaan gula darah, tes kolesterol, tes fungsi hati, dan tes fungsi ginjal. Selain itu, laboratorium klinik juga dapat melakukan tes penyakit menular seperti HIV, hepatitis, dan COVID-19.
Laboratorium klinik merupakan bagian penting dari sistem pelayanan kesehatan dan dapat membantu dalam diagnosis, pengobatan, dan pencegahan berbagai macam penyakit. Laboratorium klinik ini dilengkapi dengan peralatan dan teknologi canggih untuk melakukan berbagai jenis tes, termasuk tes darah, urin, tinja, dan tes lainnya untuk mengetahui keadaan kesehatan pasien. Tes ini mencakup pemeriksaan kimia, mikrobiologi, imunologi, hematologi, dan urinalisis.
Laboratorium klinik ini memiliki tim ahli yang terdiri dari ahli mikrobiologi, ahli patologi, ahli kimia klinis, dan teknisi laboratorium medis yang terlatih. Tim ini bertanggung jawab untuk mengambil sampel dari pasien, melakukan tes, dan menafsirkan hasil tes dengan akurat.
Hasil tes laboratorium klinik ini dapat membantu dokter dalam mendiagnosis penyakit dan menentukan jenis pengobatan yang tepat untuk pasien. Selain itu, laboratorium klinik ini juga berperan dalam memantau kemajuan pasien selama pengobatan dan memastikan bahwa pengobatan yang diberikan efektif.
Dalam praktiknya sehari - hari, laboratorium klinik ini bekerja sama dengan dokter dan tenaga medis lainnya dalam sistem pelayanan kesehatan untuk memberikan perawatan terbaik bagi pasien. Pemeriksaan laboratorium yang akurat dan tepat waktu dapat membantu meningkatkan kualitas hidup pasien dan mempercepat pemulihan mereka dari penyakit.
Namun di balik praktik sehari - hari yang terlihat di permukaan, laboratorium ini juga melakukan penelitian yang dirancang untuk menangani patogen (mikroorganisme penyebab penyakit) yang sangat berbahaya dan potensial mematikan bagi manusia. Laboratorium yang khusus melakukan penelitian ini berada di 2 lantai bawah tanah dan dipimpin oleh seorang biokimiawan jenius dan eksentrik, yakni Prof. dr Rangdap. Prof dr. Rangdap ini lulusan dari Johns Hopkins School of Medicine dan simpatisan dari Partai Kobra.
__ADS_1
Sebagai simpatisan dari Partai Kobra, Prof dr. Rangdap merupakan rekan dari Ki Sabrang yang berusaha untuk menciptakan teror (bio-terorism) sekaligus memberikan keuntungan bagi Partai Kobra. Beberapa aksi teror yang pernah dilakukan komplotan dari Prof dr. Rangdap:
Serangan anthrax pada tahun 2001: Dalam serangan ini, konon surat-surat berisi spora anthrax dikirim ke beberapa media dan pejabat publik di Amerika Serikat. Serangan ini menyebabkan lima orang meninggal dunia dan puluhan lainnya terinfeksi,
2.Serangan bom sarin di Tokyo: Pada tahun 1995, konon komplotan Prof. dr Rangdap telah menyuplai kelompok ******* Aum Shinrikyo yang menyerang stasiun kereta api bawah tanah di Tokyo dengan gas sarin yang mematikan. Serangan tersebut menyebabkan lebih dari 12 orang meninggal dan lebih dari 5.000 lainnya terluka,
__ADS_1
Serangan virus Ebola di Uganda: Pada tahun 2000, kelompok ******* menyebar virus Ebola di wilayah Kibaale, Uganda, dengan menyuntikkan darah yang terinfeksi virus ke beberapa orang di wilayah tersebut. Serangan ini menyebabkan empat orang meninggal.
__ADS_1
Dalam proyek terakhir ini, Prof dr. Rangdap berusaha menciptakan sub varian dari Covid 19 yang cepat menular dan mematikan, namun juga bisa disembuhkan melalui obat penawar yang disediakan oleh pabrik obat miliknya. Dan kali ini, sub varian Covid 19 yang sedang populer adalah Arcturus, dengan tambahan gejala berupa mata merah dan belekan di samping gejala umum Covid 19 umumnya, seperti : demam tinggi, batuk dan pilek, tenggorokan gatal dan radang.
Virus ini sedang disebarkan salah satunya melalui aliran Kali Pesanggrahan bermuara ke Kali Angke hingga sampai ke Teluk Jakarta dan melintasi beberapa wilayah dari Kabupaten Bogor, Kota Depok Jakarta Selatan hingga akhirnya ke Tangerang Banten. Sedangkan penyebaran virus melalui udara yang telah dilakukan adalah melalui beberapa sukarelawan Partai Kobra yang terinfeksi virus namun bebas berkeliaran di tempat umum tanpa masker. Apalagi semenjak periode peralihan dari pandemi ke endemi ini, protokol kesehatan sudah mulai dilonggarkan di masyarakat.