Rama Sang Panglima : Perang Untuk Masa Depan

Rama Sang Panglima : Perang Untuk Masa Depan
Terbakar Api


__ADS_3

Rama begitu nyenyak dalam tidurnya di atas lantai penjara yang sedemikian dingin, sehingga tidak menyadari bahwa kedua tangan dan kakinya sudah diborgol oleh penjaga penjara. Rama menjadi terbangun sekitar jam 20an malam karena pipinya yang ditendang dengan keras oleh penjaga penjara. Rama terjerembab kaget dan hampir jatuh ketika berusaha berdiri sebelum menyadari kalau kedua kakinya diborgol.


Rama akhirnya bisa berdiri dengan seimbang dan sedikit menguap dulu mulutnya akibat terlalu lamanya dia tertidur dari subuh. Rama kemudian ditarik oleh penjaga penjara supaya bisa berjalan menghadap ke atasannya, yakni hantu Kamamang yang berada di di kamar kontrol.


Hantu Kamamang : "Penjaga, bawa cepat penyusup itu kesini sekarang juga!"


Penjaga Penjara : "Ini dia, Tuanku!" (sambil menendang tengkuk lutut Rama dari belakang sehingga Rama menjadi berlutut tersimpuh di depan hantu Kamamang)


Hantu Kamamang : "Halo Rama, akhirnya kamu sampai juga di lantai Under Ground (UG) untuk menemuiku. Apakah si hantu Lelepan memang benar - benar bukan tandinganmu sehingga akhirnya kamu harus melawanku, huh? " (sambil tersenyum licik dan agak tertawa)


Rama : " Wow, luar biasa kamu hantu Kamamang. Kamu tahu dari mana bahwasanya aku adalah Rama yang sudah berhasil mengalahkan hantu Lelepan? " (menampakkan wajah bertanya-tanya)


Hantu Kamamang : " Hahaha, lihat..apakah ini SIM kamu, Rama? Coba lihat di layar, KTP kamu masih tertinggal di reruntuhan puing - puing terowongan di bawah kali Progo. Apakah wajah - wajah di fotonya sama denganmu? " (menyeringai tajam terlihat giginya yang hitam dan tajam)


Rama : "Jadi kamu sudah mengetahui kehancuran terowongan di bawah kali Progo. Dan aku yakin, bukan cuma kamu saja yang tahu, tapi pasti Ki Sabrang dan komplotan Partai Kobra sudah mengetahui-nya juga! Kalian adalah komplotan jahat, berusaha memberikan penderitaan kepada banyak orang hanya untuk keuntungan dan kepentingan jahat kalian saja! (dengan suaranya agak meninggi)

__ADS_1


Hantu Kamamang : "Jangan sok tahu dan berlaku tidak sopan kepadaku, Rama! Kau belum tahu siapa aku.. "


Wajah hantu Kamamang langsung menjadi memerah karena marah dan seketika itu juga kepalanya berubah menjadi bola api, dan tangannya yang seperti tengkorak itu langsung mengepal erat dan melemparkan bola api ke tubuh Rama. Rama yang belum siap menerima serangan dadakan itu, hanya bisa terkena lemparan bola api dari hantu Kamamang dan menyebabkan Rama terjengkang ke belakang.


Untung saja bola api tersebut hanya mengenai lapisan muka rompi Ontokusumo, sehingga tidak menimbulkan luka yang berarti bagi Rama. Ini artinya hantu Kamamang sudah memulai pertempuran melawan Rama. Rama kemudian meminta Ratna untuk cepat - cepat menormalisasi ukuran drone yang sudah standby di kamar kontrol hantu Kamamang. Drone yang ukuran normal tersebut lalu segera diminta memutuskan borgol yang mengikat kedua tangan dan kedua kaki Rama. Dengan empat kali tembakan laser, ikatan borgol tangan dan kaki Rama pun lepas dan Rama bisa dengan leluasa melawan hantu Kamamang.


Rama mencoba selalu menghindari bola - bola api yang dilemparkan oleh hantu Kamamang, dan baru dibantu oleh satu drone untuk bertempur melawan hantu Kamamang. Karena kelincahan Rama dalam menghindar, bola - bola api tersebut hanya mengenai peralatan dalam kamar kontrol. Bola - bola api tersebut bersifat membakar sehingga memberangus barang apa saja yang terkena dan menaikkan suhu dalam kamar kontrol. Suara sirine kebakaran meraung - raung di seluruh Toko Brûler, dan semua sprinkler yang terpasang di plafon atas lantai UG segera menyemprotkan air ke bawah sehingga menyebabkan lantai kamar kontrol sedikit licin dan berlistrik.


Hantu Kamamang yang 100% unsurnya adalah api, ternyata bukan sembarang api, melainkan api abadi yang tidak bisa dipadamkan dengan air dari sprinkler. Rama sudah berusaha menyemprotkan foam pemadam api ke arah hantu Kamamang, namun foam ternyebut hanya menyelimuti keseluruhan tubuh hantu Kamamang sementara saja. Padahal jenis foam pemadam api yang disemprotkan Rama untuk api kelas A, yang dihasilkan dari campuran air, surfaktan, dan garam-garam tertentu yang membantu membentuk busa yang stabil dan tahan lama.


Hingga akhirnya, keseluruhan ruangan di lantai UG menjadi membara dan suhunya sangat panas. Rama mengambil taktik terbang ke atas langit untuk memancing hantu Kamamang keluar dan menjebol plafon serta ketebalan beton lantai 1 dan 2 serta atap lantai Toko Brûler. Hantu Kamamang yang melihat Rama terbang melarikan diri ke atas akhirnya terpancing mengikuti Rama supaya segera mengalahkan Rama. Rama yang sudah berpengalaman menghadapi hantu Lelepan, lalu memerintahkan Ratna untuk mengaktifkan bom waktu mini berdaya ledak tinggi, yang sudah disebarkan satu drone dari kamar kontrol tadi dan ke seluruh ke penjuru ruangan di lantai UG, lantai 1, 2 dan 3 saat mengikuti Rama yang terbang naik ke langit.


Dan ketika Rama sudah berada di ketinggian 2 km dari puncak atap Toko Brûler, bom pun meledak, "Boommmmm!! "


Lidah kobaran api langsung keluar dari bangunan Toko Brûler dan hampir menjangkau kaki kanan Rama. Namun Rama segera terbang naik kembali ke langit untuk menghindari jilatan lidah kobaran api. Bangunan Toko Brûler seketika langsung ambruk, terbakar dan rata dengan tanah saat api sudah mulai padam.

__ADS_1


Namun di balik keruntuhan bangunan Toko Brûler, ternyata masih ada sosok hantu Kamamang yang masih selamat dari ledakan bom, dan membuat nyala apinya semakin membara terbang mengejar Rama. Hantu Kamamang ternyata juga memiliki kecepatan lumayan, sehingga Rama sempat tidak siap menerima pukulan api dari hantu Kamamang yang tiba-tiba muncul dari kepulan asap bangunan Toko Brûler, "Bukkk!!! "


Walaupun rompi Ontokusumo masih mampu menahan api dari hantu Kamamang, namun kekuatan pukulan hantu Kamamang cukup keras dirasakan sehingga Rama sempat terpelanting dan melayang di udara akibat pukulan itu. Hantu Kamamang yang melihat Rama seperti sedang kesakitan akibat pukulannya, tidak membuang waktu lagi segera cepat terbang kembali ke lokasi Rama untuk meninjunya kembali.


Hantu Kamamang langsung meninju punggung Rama yang sedang dalam posisi melayang di udara, namun kali ini Rama lebih cerdik mengantisipasi serangan dari hantu Kamamang. Rama sempat berkelit menghindari pukulan hantu Kamamang, kemudian Rama memegang tangan hantu Kamamang yang hendak memukulnya tadi, lalu melemparkan tubuh hantu Kamamang ke langit dengan sekuat-kuatnya.


Tubuh hantu Kamamang pun terbang ke langit tinggi akibat tolakan dari Rama. Rupanya ini strategi cerdik Rama yang berpura - pura lengah, namun berhasil membalikkan serangan hantu Kamamang. Hantu Kamamang pun terperangah tidak percaya dengan taktik Rama ini sehingga akhirnya bisa dihempaskan ke langit.


Rama yang melihat hantu Kamamang terhempas ke langit segera mengejar untuk mendapatkan tubuh hantu Kamamang supaya bisa tetap didorong terus terhempas hingga ke luar angkasa. Karena Rama yakin bahwa unsur api hantu Kamamang yang abadi akan bisa mati di luar angkasa tanpa oksigen. Rama terus mendorong tubuh hantu Kamamang hingga lapisan eksosfer dengan ketinggian 10.000 km di atas permukaan Bumi.


Dan setelah melewati atmosfer bumi, perlahan - lahan api hantu Kamamang pun menjadi padam karena suhu pada lokasi itu turun menjadi sekitar -150 derajat Celsius. Hantu Kamamang menjadi beku, dan wajahnya tampak tidak sadarkan diri. Rama pun melepaskan tubuh hantu Kamamang yang beku tersebut melayang di luar angkasa tanpa gravitasi sama sekali.


Rama : "Ratna, sekarang waktunya kita hancurkan senjata Heliobeam yang sedang aktif beroperasi serta antena pengirim sinyal di Lubang Misterius.Tolong kirim drone - drone kita dari satelit Ratna untuk segera menghancurkannya supaya gelombang panas Asia bisa segera berhenti dan semua negara bisa merekayasa cuaca untuk mendatangkan hujan. "


Ratna : " Baik Rama! "

__ADS_1


__ADS_2