Rama Sang Panglima : Perang Untuk Masa Depan

Rama Sang Panglima : Perang Untuk Masa Depan
Manusia Setengah Vampir


__ADS_3

Ratna yang memantau denyut jantung Rama, segera mengetahui bahwasanya Rama sedang tidak sadarkan diri. Ratna kemudian mengalirkan uap hangat yang berbau aromaterapi Peppermint supaya bisa dihisap Rama dan menyadarkan Rama. Ratna juga berinisiatif memindai kondisi kepala Rama yang terluka dan segera menghentikan pendarahan kecil di kepalanya.


Sementara itu Prof. dr. Rangdap yang berhasil membuat Rama Pingsan, terlihat kebingungan mencari tabung spesimen virus Kroppin yang cairannya berwarna merah dan biru. Prof. dr. Rangdap mencari - cari di tempat biasa dia simpan tetapi tidak berhasil melihatnya, kemudian mencurigai kalau sudah diambil oleh Rama. Prof dr. Rangdap segera menggeledah seluruh pakaian Rama, tapi tidak berhasil menemukannya. Prof. dr


Rangdap hanya menemukan sebuah kartu identitas atas nama Rudi. Prof. dr. Rangdap menjadi marah setelah tidak berhasil menemukan spesimen virus Kroppin di ruang observasinya.


Rupanya setelah Rama jatuh pingsan, Ratna segera menyembunyikan saku - saku rompi Ontokusumo sehingga tidak tampak adanya saku dan tidak bisa digeledah oleh Prof. dr. Rangdap. Sehingga spesimen virus Kroppin yang berada dalam dua tabung masih aman berada di dalam saku kanan rompi Ontokusumo yang dipakai oleh Rama.


Setelah 10 detik lamanya Ratna memberikan uap hangat aromaterapi Peppermint, Rama berangsur-angsur tersadar. Rama melihat sekelilingnya dan ternyata dia sendirian sedang berada di ruang observasi dan ruangan dalam keadaan terkunci. Rama pun segera menanyakan ke Ratna apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana kondisi situasi sekitarnya sekarang ini.


Rama : " Ratna, apa yang sudah terjadi? Sepertinya kita masih berada di ruangan observasi sama seperti yang terakhir "


Ratna : " Benar, Rama. Kita masih berada di ruang observasi Prof. dr. Rangdap. Kamu tadi pingsan setelah ditendang dari belakang oleh Prof.dr.Rangdap dan kepalamu terbentur tembok. Rupanya Prof.dr.Rangdap bersemayam di plafon ruangan observasinya seperti kelelawar sehingga drone kita tidak berhasil mendeteksinya. Oh ya, tadi ada sedikit pendarahan di kepalamu, tapi sudah berhasil aku hentikan dan bukan merupakan luka yang fatal. "

__ADS_1


Rama : " Terima kasih Ratna. Sekarang coba pindai situasi sekitarnya, dan tolong pantau gerak - gerik Prof. dr. Rangdap. Sepertinya kita sedang menghadapi manusia setengah vampir yang harus dipantau dengan kamera yang bisa berputar 360°."


Ratna : " Baik Rama !"


Kemudian Rama meraba - raba saku kanan rompi Ontokusumo, dan Ratna pun segera memperlihatkan kembali saku kanan dari rompi Ontokusumo buat Rama.


Rama: " Ratna, tolong bawa dua tabung spesimen virus Kroppin ini ke ruang observasi satelit kita di luar angkasa. Coba analisa cairan mana yang merupakan obat penawar virus Kroppin buat hewan. Setelah dapat tabung yang sesuai, coba simulasikan menggunakan data kombinasi DNA manusia yang ada di server Laboratorium Venin, supaya bisa didapatkan panjang fragmen DNA tertentu yang cocok dengan obat penawar virus Kroppin itu. Aku yakin Prof.dr.Rangdap menyimpan data - data dari pasien Laboratorium Venin yang melakukan tes PCR dan tes lainnya untuk dianalisa DNAnya. Kita hanya punya waktu 20 jam sekarang untuk bisa menyelamatkan Ratu Sari."


Ratna : " Baik Rama, akan aku perkecil ukuran tabung spesimen virus dan akan langsung dibawa drone ke satelit setelah meretas data dari server Laboratorium Venin. "


Untung saja komputer server Laboratorium tidak sedang dalam perawatan rutin sehingga tetap dibiarkan menyala selama 24 jam. Drone kemudian masuk ke dalam pusat data server dan meretas data - data pasien Laboratorium Venin yang diperlukan oleh Rama. Dibutuhkan waktu 5 menit untuk drone supaya bisa meretas data - data Laboratorium Venin, lalu drone segera terbang ke satelit Ratna di luar angkasa untuk melakukan apa yang diinstruksikan Rama kepada Ratna.


Ratna : "Rama, dari hasil analisa Laboratorium di satelit, tabung yang berisi cairan merah berisi virus aktif dari virus Kroppin. Jadi sebaiknya tabung itu dimusnahkan di luar angkasa supaya tidak disalahgunakan dan membahayakan masyarakat. Untuk tabung yang berisi cairan warna biru, sepertinya itu adalah obat penawar virus yang cocok dengan DNA hewan kelelawar. Sudah dicocokkan juga dengan data - data pasien Laboratorium Venin, ternyata ada beberapa pasien yang panjang fragmen DNA - nya mirip dengan DNA kelelawar dan bisa cocok dengan obat penawar virus Kroppin. Kita bisa meminta orang tersebut untuk melakukan transfusi antibodi, yakni melalui transfusi plasma. Plasma yang mengandung antibodi dari orang yang memiliki DNA yang unik dan cocok dengan obat penawar virus itu dapat diberikan kepada orang yang sedang sakit dengan penyakit yang sama atau serupa. Pemberian transfusi plasma dengan antibodi tertentu ini dapat membantu sistem kekebalan tubuh pasien yang sakit untuk melawan infeksi atau penyakit yang ditimbulkan virus Kroppin. Namun, perlu dicatat bahwa transfusi plasma tidak selalu efektif dan ada risiko efek samping, seperti reaksi alergi atau infeksi virus dari donor. Oleh karena itu, penggunaan transfusi plasma harus dilakukan dengan hati-hati dan hanya jika dianggap diperlukan."

__ADS_1


Rama : " Ok, Ratna, tolong sebutkan orang terdekat yang bisa didatangi untuk dimintakan transfusi plasma karena waktu kita tidak banyak! "


Ratna : " Ini dia Rama, orang tersebut ternyata bernama Rudi, orang yang sama identitasnya yang kita tiru untuk penyamaran mu di misi ketiga ini. Alamat rumahnya juga berada di kelurahan Pasir Putih Depok, berjarak 3 km dari Laboratorium Venin. "


Rama: " Baik Ratna, ayo segera kita datangi dia ! "


Rama kemudian mengecilkan ukuran tubuhnya untuk bisa terbang dan keluar dari ruang observasi Prof. dr. Rangdap. Rama masih sempat melihat Prof. dr. Rangdap yang berada di ruang isolasi sedang menginterogasi Ratu Sari. Rama segera terbang melalui jalan masuknya dia, yakni saluran air yang terhubung dengan Kali Pesanggrahan untuk menuju rumah Rudi.


Dalam waktu 5 menit, Rama berhasil menemukan rumah Rudi. Namun karena jam masih menunjukkan jam 3 dini hari, rumah Rudi terlihat sepi karena penghuninya sedang terlelap tidur. Rama memasuki rumah Rudi melalui lubang kunci pintu rumahnya. Rama segera menuju kamar satu - satunya yang ada di rumah itu, dan menemukan Rudi sedang tertidur di samping istrinya.


Rama yang tidak ingin mengganggu tidur istri Rudi, langsung menembakkan obat bius kepada Rudi dan istrinya supaya tetap terlelap tidur, lalu mengecilkan ukuran tubuh Rudi. Rama kemudian meminta Ratna supaya mengirimkan sebuah drone mini untuk mengangkut tubuh Rudi agar bisa dibawa ke ruang observasi satelit Ratna. Dalam 10 menit, drone Ratna sudah berada di samping tubuh Rudi, dan Rama pun bisa memasukkan tubuh Rudi dengan susah payah ke dalam tempat duduk pengendali drone.


Drone kemudian segera terbang ke ruang observasi satelit Ratna dengan membawa tubuh Rudi. Rama juga harus segera kembali ke ruang isolasi di ruang bawah tanah Laboratorium Venin, supaya bisa membawa Ratu Sari dan bisa melakukan transfusi plasma di satelit Rama. Rama sebelumnya sudah meminta Ratna untuk mengirimkan drone mini ke ruang isolasi buat memantau situasi terkini serta untuk mengangkut Ratu Sari. Menurut pindaian drone Ratna, Prof. dr. Rangdap sudah keluar dari ruang isolasi Ratu Sari, dan kini berada di ruang observasi sedang mencari - cari Rama yang tadinya pingsan.

__ADS_1


Rama yang sudah tidak memiliki banyak waktu untuk menyelamatkan Ratu Sari, segera menuju ruang isolasi dan segera menembakkan obat bius kepada Ratu Sari supaya bisa terlelap tidur. Rama kemudian memperkecil tubuh Ratu Sari dan memindahkan Ratu Sari yang sedang tidur ke kursi pengendali drone. Drone kemudian terbang menuju ruang observasi satelit Ratna di luar angkasa diikuti oleh Rama yang mengawal di belakangnya. Sekejap sempat terlihat Prof. dr. Rangdap yang masih kebingungan di ruang observasinya mencari - cari Rama yang tadinya masih pingsan di sana.


__ADS_2