
Fisik Ratu Sari menjadi tidak stabil setelah beberapa saat menjalani transfusi plasma untuk menyembuhkannya dari virus Kroppin. Terjadi perubahan - perubahan yang cepat dan tampak terlihat dari kondisi fisik Ratu Sari. Dari tiba - tiba tubuhnya yang mengejang hingga menyebabkan Ratu Sari berteriak merasa kesakitan seperti nyeri otot yang sangat hebat, hingga rambutnya tumbuh lebih cepat dan panjang dengan warnanya menjadi lebih terang seperti kristal, kulitnya menjadi sangat pucat seperti kehilangan pigmen melanin, mata yang sebelumnya berwarna normal coklat tiba - tiba berubah menjadi merah, gigi taringnya tumbuh lebih panjang dan yang sangat tajam serta suara teriakannya terdengar menjadi lebih dalam dan serak.
Perubahan - perubahan fisik tersebut juga disertai dengan melemahnya denyut jantung Ratu Sari, hingga sempat diagram di LCD tampak datar alias tidak ada denyut jantung saat terekam di Elektrokardiogram dalam waktu sekitar 25-an detik. Namun setelahnya, denyut jantungnya kembali terdeteksi disertai perubahan kembali kondisi fisiknya seperti : pertumbuhan rambutnya yang berhenti dan warnanya hitam natural seperti semula (tidak terang), kulitnya kembali berwarna merah kecoklatan dari semula sangat pucat, matanya kembali berwarna coklat dari sebelumnya berwarna merah, gigi taringnya kembali menyusut ke bentuk ukuran normalnya di dalam mulut serta suara nyaring teriakannya kembali terdengar dari sebelumnya yang serak dan lebih dalam.
Rupanya di dalam tubuh Ratu Sari terjadi "pertempuran sengit" antara antibodi yang baru terbangun melawan sisa - sisa virus Kroppin yang masih bercokol dalam tubuhnya. Proses perubahan fisik dari bentuk manusia menjadi mirip vampir, dan begitupun sebaliknya, berlangsung hingga sampai 6 kali dan menyebabkan Rama sangat kuatir terhadap hasil akhirnya.
Dan setelah berubah - ubah terus, Ratu Sari menjadi pingsan dan berangsur - angsur kondisi fisik tubuh dan denyut jantungnya berjalan normal seperti halnya manusia, bukan mirip vampir. Perubahan fisik dan denyut jantung menjadi normal seperti manusia akhirnya belangsung terus dan tidak tampak adanya perubahan lagi menjadi bentuk mirip vampir.
Rama menjadi lega melihat kondisi perubahan terakhir di fisik Ratu Sari, apalagi deteksi denyut jantung di elektrokardiogram menunjukan grafik denyut jantung yang stabil seperti manusia normalnya. Artinya Rama sudah berhasil menyembuhkan Ratu Sari dari virus Kroppin melalui transfusi plasma dan obat penawar virus Kroppin.
Rama menjadi tersenyum ketika melihat wajah Ratu Sari yang kembali "berwarna" dalam keadaan tidur nyenyak dan sepertinya sudah melewati fase kritis dari proses penyembuhan dari virus Kroppin. Dan dibalik senyuman Rama, dalam hati kecil Rama mulai muncul ketertarikan Rama terhadap Ratu Sari, akibat interaksinya dari awal hingga kepedulian Rama terhadap kondisi Ratu Sari.
Karena kondisi Ratu Sari yang sudah mulai stabil, maka Rama pun menjadi teringat kembali untuk menuntaskan misi ketiganya untuk mengalahkan Prof. dr. Rangdap. Rama segera terbang kembali ke ruang bawah tanah Laboratorium Venin untuk menghadapi Prof. dr. Rangdap. Dari deteksi Ratna melalui drone yang berada di ruang bawah tanah Laboratorium Venin, Prof
__ADS_1
dr. Rangdap masih berada di ruang observasi mencari - cari tubuh Rama.
Rama pun langsung menuju ruang observasi melalui jalan masuk saluran bawah tanah yang terhubung dengan Kali Pesanggrahan. Rama memberanikan diri langsung berdiri di hadapan Prof. dr. Rangdap yang menunggunya di ruang observasi tanpa menggunakan latex mask.
Rama : " Professor, aku berada di sini sekarang. Aku akan menghentikan mu dan Laboratorium Venin yang sudah menjadi kaki tangan Partai Kobra dan memiliki agenda jahat menyebarkan banyak penyakit bagi masyarakat. "
Prof. dr. Rangdap : " Hehehe, sepertinya aku mengenal wajahmu. Kamu adalah Rama seperti yang diceritakan Ki Sabrang, dan telah mengalahkan hantu Lelepan serta hantu Kamamang. Kebetulan kamu sudah kemari, akan kuberikan potongan kepalamu kepada Ki Sabrang" (sambil tertawa terkekeh). "
Rama mulai berhati - hati setelah Prof. dr. Rangdap selesai berbicara akan menangkap Rama. Karena Rama melihat tiba - tiba tubuh Prof. dr. Rangdap berubah menjadi sesosok hantu yang menyeramkan dengan rambut panjang yang acak-acakan dan wajah yang menyeramkan. Mata Prof. dr. Rangdap menjadi berwarna merah menyala dan terbelalak, gigi taringnya tumbuh keluar mulut dan sangat tajam, serta lidah yang menjulur keluar. Tangan dan kaki Prof. dr. Rangdap berubah menjadi melengkung seperti cakar, serta mengenakan pakaian putih Laboratorium yang dipakai menjadi kusut dan koyak.
Prof. dr. Rangdap kemudian melompat jarak jauh, lalu mengangkat lemari besi yang sangat berat untuk dijatuhkan kepada tubuh Rama yang sedang terjatuh. Untung saja Ratna sudah memberitahukan Rama lebih dini, sehingga Rama bisa menghalau kejatuhan lemari besi dengan pukulan kecubung wulung ungu. Lemari besi tadi menjadi peyok dan terlontar jauh dari Rama.
Rama kini bangkit dan menyadari bahwa kekuatan hantu Prof. dr. Rangdap ini mirip vampir, dan Rama harus cerdik untuk mengalahkannya sekaligus menghancurkan seluruh bangunan Laboratorium Venin. Jam sudah menunjukkan 6 pagi hari dan sebentar lagi fajar akan segera datang, oleh karena itulah Rama harus bisa memancing Prof. dr. Rangdap keluar dari ruang bawah tanah atau menghancurkan bangunan Laboratorium Venin supaya sinar matahari masuk ke ruang bawah tanah.
__ADS_1
Rama segera meminta Ratna untuk segera memerintahkan satu unit drone yang masih berada di ruang observasi untuk menanamkan bom waktu "Glaive"di seluruh lantai Laboratorium Venin. Bom waktu Glaive ini selain bisa menghancurkan bangunan, tetapi juga bisa mengeluarkan sinar ultraviolet (UV) yang sangat terang dan panas yang minimal mencapai suhu 60-70 °C, supaya juga bisa menghancurkan Prof.dr.Rangdap.
Rama menyadari bahwa Prof. dr. Rangdap memiliki kemampuan untuk meremajakan tubuh mereka dengan cepat, karena beberapa serangan laser balasan dari Rama hanya bisa membuat luka sementara di tubuh Prof.dr.Rangdap, karena luka - luka tersebut ternyata dapat sembuh dengan cepat. Prof.dr.Rangdap juga mempunyai daya tahan tubuh yang lebih kuat sehingga tanpa mengenal lelah dalam bertempur dan malah menghabiskan tenaga Rama dalam pertempuran ini.
Drone yang ditugaskan Rama sudah selesai menebar bom waktu Glaive di seluruh lantai Laboratorium Venin dengan setting waktu meledak dalam 15 detik. Dan dalam 15 detik itu juga Rama harus bisa memancing Prof. dr. Rangdap keluar dari ruang bawah tanah supaya terkena cahaya matahari atau menghancurkan Prof. dr. Rangdap sendiri di dalam ruang bawah tanah.
Rama : " Professor, aku sudah lelah menghadapimu dan ruangan ini terlalu sempit untuk kita saling bertempur. Mari kita keluar ruangan supaya lebih leluasa!" (berteriak sampil melayang terbang)
Prof. dr. Rangdap : " Hahahaha, aku belum kehabisan tenaga Rama. Kau pikir kamu bisa menipuku supaya aku terkena sinar matahari? " (taringnya menyeringai tajam dan langsung melayang pula menyerang Rama)
Rama pun menghindari serangan Prof. dr. Rangdap, dan 15 detik bom Glaive sudah masuk waktu meledaknya. Rama segera mengecilkan tubuhnya dan memasuki saluran air yang terhubung dengan Kali Pesanggrahan untuk keluar dari ruang bawah tanah meninggalkan Prof. dr. Rangdap. Sementara itu drone yang menebar bom waktu Glaive sengaja dikorbankan Rama untuk ikut hancur di ruang bawah tanah dan merekam kondisi Prof. dr. Rangdap saat detik - detik terakhir bom Glaive meledak.
" Duarrr... boomm......!!! "
__ADS_1
.