Ranjang Tuan Mafia

Ranjang Tuan Mafia
Chapter 12 - Sebuah rahasia


__ADS_3

"Apa lagi?" Hardik Daisy dengan mata yang melebar sempurna dan memerah pada kedua bodyguard yang menghadang langkahnya. "Kami sudah membuat perjanjian. Lihat!" Daisy menunjukkan surat perjanjian yang ia bawa pada para bodyguard yang mencegatnya. Ia tak mau hal yang sama terulang lagi.


"Kami tau, nona Daisy." Sahut Aron mengangguk patuh.


"Lalu? Kenapa kalian masih menghalangi jalanku?" Tanya Daisy masih sangat marah.


"Tuan Ethan meminta kami mengantar anda. Melayani anda dengan baik, dan tidak membiarkan tubuh anda lecet."


Mulut Daisy berganti membulat tak percaya,"jadi maksudmu, Ethan menyuruh kalian untuk mengantarku?"


"Iya nona. Tuan terus menekankan agar nona jangan sampai lecet." Terang Aron lagi.


"Sialan!" Gumam Daisy kesal. Ia hampir saja terlena karena Ethan sangat perhatian padanya sampai-sampai menyiapkan supir dan pelayan. Rupanya hanya agar tubuhnya tidak lecet. "Hampir saja aku terlena karenanya. Dia hanya menghawatirkan tubuh ini."


Daisy berjalan ke arah mobil yang terparkir di depan pintu utama mansion. Matanya melebar seketika melihat mobil mewah disana. Mulutnya pun ikut terbuka dan dengan cepat menoleh pada Aron.


"Apa Ethan menyiapkan mobil ini untukku?" Tanyanya dengan mata berbinar tak percaya melihat mobil mewah itu.


"Tidak, nona. Mobil untuk nona yang sebelah sana." Ucap Aron menunjuk mobil sedan di belakang mobil mewah. Daisy melihat ke arah yang Aron tunjuk, dan langsung tertawa hambar. 'Bedebah itu tak mungkin memberiku mobil mewah. Syukur-syukur sudah di kasih tumpangan mobil tua ini.' gumam Daisy dalam hati sambil berjalan ke arah mobil sedan tua yang Aron tunjuk tadi.


"Walau ini hanya mobil tua, tapi, mobil ini cukup nyaman." Ujar Daisy berkomentar saat dalam perjalanan ke kantornya.


"Mobil ini walau sudah keluaran lama, tapi mendapatkan perawatan terbaik. Hanya kelihatannya saja tua, tapi mobil ini sangat kuat." Ucap Aron yang duduk di kursi depan samping kemudi. Daisy memang mendapat satu supir dan satu bodyguard. Aron dan Eron. Mereka kembar, dan dipekerjakan untuk Daisy.

__ADS_1


"Kenapa tuanmu menyuruh kalian untuk mengawal dan menjadi supirku?" Tanya Daisy sedikit penasaran.


"Tuan tidak ingin anda kabur." sahut Aron menoleh ke belakang,"dan memastikan tidak lecet."


"Hahahah," Daisy tertawa hambar. 'aku terlalu menganggapnya tinggi sampai berpikir Ethan punya maksud lain. Tentu saja dia tak mau aku kabur.' batin Daisy kesal,'dan jangan sampai lecet? Cih, rasanya aku ingin jatuh saja dan lihat bagaimana dia bereaksi.'


Sesampainya di kantor.


"Kalian tunggu di sini saja." Ucap Daisy keluar dari mobil. Meski Daisy bilang begitu, tapi kedua bodyguard tetap mengikuti. Daisy hanya bisa tersenyum kecut dan memutar matanya malas.


"Apa kalian akan terus mengikutiku?"


"Itu perintah tuan Ethan."


"Tuan Ethan meminta begitu."


Daisy menggeleng tak habis pikir. "Bagaimana bisa aku berurusan dengan orang menyebalkan seperti Ethan." Gumam Daisy pada dirinya sendiri.


"Daisy!"


Gadis itu menoleh ke arah sumber suara. Lily berjalan mendekat dari pintu lobi.


"Siapa mereka? Kenapa semingguan ini kamu tak bisa dihubungi?" Tanya Lily berdiri di depan Daisy dan melihat sekilas pada dua bodyguard di belakang Daisy.

__ADS_1


"Ada banyak yang terjadi, aku tak bisa menjelaskannya di sini." Ungkap Daisy.


"Ayo ke ruanganku." Ajak Lily menarik tangan Daisy. Matanya melirik dua bodyguard dibelakang Daisy."Kalian tidak bisa ikut. Tunggu saja di lobi. Jika masih memaksa, aku akan menghubungi bos kalian."


Mata Aron berubah tajam,"siapa bos kami?" hanya untuk memastikan jikan Lily benar-benar tau siapa bosnya.


"Kode: 3742N."


Aron dan Eron menunduk hormat dan mundur. Daisy yang tak begitu paham menautkan alisnya. 'apa Lily dan Ethan saling mengenal? Kenapa reaksi Eron dan Aron patuh hanya karena mendengar kode yang Lily sebutkan?'


"Ayo!" Ajak Lily menarik tangan Daisy.


Di ruangan Lily.


"Apa kalian saling mengenal?"


Lily meletakkan dua cangkir teh di atas meja tersenyum mendengar pertanyaan dari Daisy yang kini duduk di seberangnya.


"Minumlah dulu."


Daisy mengambil tehnya dan minum, walau merasa janggal, tapi ia tak menaruh curiga sedikitpun pada Lily, karena Lily adalah bosnya.


"Kami memang mengenal, tapi tidak berteman."

__ADS_1


Mata Daisy menyipit, "maksudnya?" Lily hanya mengulas senyum. "Saling mengenal tapi tidak berteman, apa itu artinya kalian saling bermusuhan?"


__ADS_2