Ranjang Tuan Mafia

Ranjang Tuan Mafia
chapter 8 - Pesona


__ADS_3

Hari berikutnya, Daisy memandang dua orang bodyguard suruhan Ethan untuk menjemputnya. Ini masih setengah hari. Ia bahkan baru saja selesai makan siang. Tapi, sudah ada orang yang menjemputnya untuk persiapan makan malam nanti.


"Apa? Sekarang?" Daisy terkejut mendengar penuturan salah satu orang Ethan, sebut saja Aron. Bodyguard yang dulu pernah menahan dan merasakan tendangannya.


"Iya, nona Daisy. Tuan Ethan ingin anda ikut dengan kami."


"Baiklah, lagipula, aku sedang bosan di rumah." Ungkap Daisy,"biar ku ambil tas dulu." Daisy menaiki tangga ke kamarnya, di sana, ia berpapasan dengan bibi Marta. Bibi Marta tersenyum ramah padanya dan menunduk. Daisy merasa heran karena sudah tidak ada bekas lebam di wajah bibi Marta seperti hari kemari. Sangat aneh jika lebam itu tiba-tiba hilang.


"Bibi?"


"Iya, nona?"


"Apa yang terjadi dengan lebam bibi? Kenapa sekarang sudah tidak ada?" Tanya Daisy heran sambil menunjuk bagian yang seharusnya ada lebamnya. Bibi Marta tampak kaget dan sedikit salah tingkah.


"Saya menutupinya dengan conselor, nona." Jawab bibi Marta setelah sempat menguasai emosinya.


"Ooh,"


"Nona mau kemana?"


"Mengambil tas, Ethan meminta bodyguard nya untuk menjemputku."

__ADS_1


"Oohh, kalau begitu, hati-hati, nona." Ucap Bibi Marta, Daisy hanya mengangguk dan berlalu. Bibi Marta menghela nafasnya lega. Sudut bibirnya terangkat ke atas.


Tentu saja ia hanya berbohong tentang lebam itu. Dan hari ini ia lupa membuatnya. Lebam adalah bagian dari rencana Ethan. Karena Ethan tau, Daisy tak akan tega jika sampai orang lain terluka karena dirinya. Dan Ethan memanfaatkan itu.


Daisy melihat salah satu tempat salon yang merangkap butik di depannya. Hanya orang-orang tertentu di Haverlyhills yang bisa masuk ke sana. Dan ia kini termasuk dalam orang-orang tertentu itu. Daisy tak dapat menyembunyikan rasa senangnya. Ia mendapat pelayanan dan perawatan terbaik dari tempat itu.


Daisy di poles sedemikian rupa cantik dan anggun nya oleh mereka. Make up nude menjadi pilihan sang MUA. Karena memang Daisy Udah cantik dari sananya hingga sang MUA tak perlu menambah banyak dempul di wajah Daisy.


Sang MUA juga memakaikan gaun berwarna pink dengan V neck tanpa lengan dan kalung mutiara berbandul Ruby. Di bagian belakang gaun itu juga terbuka, menampakkan punggung indah nan mulus milik Daisy. Bagian belakangnya juga membentuk v neck hingga sebatas atas pinggang Daisy.


"Nona Daisy, anda cantik sekali, elegan dan bersinar." Puji sang MUA melihat penampilan Daisy.


"Tentu saja tidak, nona. Ini adalah gaun pilihan tuan Ethan sendiri. Bisa saya lihat selera fashionnya sangat tinggi." Sahut sang MUA berbinar.


"Dari sudut pandangku, dia mesum karna memilih gaun ini."


Tak lama terdengar suara deheman dari belakang tirai yang tertutup.


" Nona, sepertinya, tuan Ethan sudah datang." Ucap sang MUA membuka tirai. Daisy yang masih melihat pantulan dirinya menghela nafas dan berbalik. Tepat di hadapannya, Ethan berdiri dengan setelan tuxedo yang menyempurnakan penampilannya.


"Tampan." Batin Daisy memuji.

__ADS_1


Ethan diam terkesima. Kedua bola matanya tak lepas dari memandang Daisy yang bagai seorang bidadari yang baru turun dari kahyangan.


"Ehem!" Dehem sang MUA, yang seketika membuat Ethan tersadar dan menatapnya."Bagaimana, tuan Ethan? Apa anda puas."


"Tidak buruk."


"Ck, bergaya sekali dia bilang tidak buruk. Padahal tadi sempat kulihat ia bahkan tak mau berkedip." Tentu saja ini hanyalah batin sang MUA.


"Cepat! Aku tak mau mereka menunggu." Ujar Ethan mengulurkan tangannya ke arah Daisy.


Daisy menyambut tangan itu langsung menariknya hingga Daisy kehilangan keseimbangan dan jatuh dalam pelukan Ethan. Keduanya berpandangan, bibir mungil Daisy sedikit terbuka membuatnya terlihat sangat seksi dan membuat jakun Ethan turun naik menelan ludah sangat susah. Rasa kenyal dan empuk di bagian dada Daisy yang menempel di tubuhnya, seketika membangkitkan kejantanan Ethan. Ingin sekali Ethan memakan Daisy saat itu juga, tapi, ia harus menahan diri. Ada pertemuan penting dengan kliennya.


"Clien kali ini sangat penting untuk projek kerja sama kedepannya. Namanya Samuel Standler, istrinya seorang dari cina. Jadi kamu bisa mengambil hati istrinya, dan makan malam ini harus berjalan lancar. Dan besok kamu bisa keluar dari mansion serta potongan 50juta dolar." Jelas Ethan dalam perjalanan ke tempat makan malam dengan cliennya.


"Baiklah, aku mengerti."


"Ingat, kita adalah pasangan. Jadi, bersikaplah selayaknya pasangan."


"Hemm."


Melihat reaksi Daisy yang tampak acuh dan tidak antusias itu membuat Ethan sedikit kesal. Ia menarik lengan Daisy sesaat mobil berhenti dan meraih tengkuk wanita itu. Memberi Daisy ******* pada bibir yang sejak tadi membuat Ethan gemas. Mata Daisy membulat lebar dengan serangan mendadak dari Ethan di bibirnya, dan mengobrak-abrik seisi rongga mulutnya.

__ADS_1


__ADS_2