
"Bukan begitu, kami sama-sama tau. Baik pekerjaan ataupun karakter pribadi masing-masing. Hanya sebatas itu saja. Tidak saling menganggu urusan masing-masing. Dan Daisy, mengenai kamu..."
Daisy menatap penuh minat dan rasa penasaran.
"Aku akan membebastugaskan kamu selama satu tahun."
Mata Daisy melebar sempurna. Kenapa bisa satu tahun? Jangka waktu yang sama dengan yang tertulis di perjanjian dengan Ethan.
Flash back dikit ya, readers.
"Wah, ada apa tuan Ethan sampai datang kemari?" Sapa Lily saat Ethan masuk ke ruangannya.
Ethan duduk tanpa dipersilahkan oleh Lily. Gadis cantik dengan garis ketegasan diwajahnya ikut duduk di sebrang Ethan.
"Apa yang membawamu kemari?"
"Tempat ini cukup bagus." Ethan melihat ke setiap sudut ruangan Lily.
"Tidak perlu berbasa basi denganku, Ethan."
"Oke, baiklah. Kamu pasti kehilangan salah satu orang mu."
Mata Lily menyipit curiga. Ia memang mencari jejak Daisy yang tiba-tiba menghilang. Walau masih belum sampai di Ethan.
"Orangmu ada bersamaku."
"Orangku yang mana?"
__ADS_1
"Jangan berpura-pura bodoh denganku. Orangmu yang hilang hanya satu."
Lily menghela nafasnya, dan memilih pasrah. Toh, sepertinya, Ethan tau tentang Daisy. Ia akan bertindak setelah melihat bagaimana situasinya. "Kenapa dia bisa ada bersamamu? Kau menyekapnya?"
"Jangan bertanya seolah aku pria yang kejam."
"Kau memang kejam Ethan. Seperti itulah cara kerjamu. Aku tidak ingin terlibat terlalu jauh denganmu. Termasuk orang-orangku." Tegas Lily,
"Tapi sepertinya, kamu terpaksa terlibat denganku. Daisy memiliki hutang 500juta dolar padaku."
Lily terperangah, "Apa?"
Ethan tersenyum puas, "aku sangat kenal Daisy. Dia tidak akan gegabah berhutang sebanyak itu. Apa kau mengurangi nya?" Selidik Lily dengan mata menyipit sebelah.
"Lupakan hal itu, aku kemari karena mengingat dia orangmu. Aku tidak akan meminta ganti rugi padamu. Tapi, aku punya sesuatu yang pasti kamu suka." Ucap Ethan menyodorkan sebuah amplop coklat pada Lily. Meski curiga, Lily menerima dan mengeluarkan isinya. Mencermati berkas yang ada di dalamnya. Mata gadis itu melebar sempurna dan menatap tak percaya pada Ethan.
Ethan mengulas senyum puas dan percaya diri."Aku tau kalian sedang memburunya. Karena itu, aku memberimu informasi yang sangat penting ini."
"Apa imbalannya?" Tanya Lily langsung ke intinya, ia sangat tau watak Ethan. Tidak akan memberi cuma-cuma. Pasti ada udang di balik batu.
Ethan hanya tersenyum yang membuat Lily bergidig.
"Aku menginginkan Daisy."
"Kenapa? Bukankah dia berhutang padamu? Dan kamu ingin menukarnya dengan informasi seperti ini? Apa untungnya buatmu?"
Ethan menyenderkan punggungnya malas. "Sudah kubilang aku menginginkan Daisy."
__ADS_1
"Hanya itu?" Lily tak percaya begitu saja.
"Sebenarnya, orang ini cukup menghalangi gerakku. Dia saingan bisnis yang menyebalkan, dan beruntungnya aku, kau juga sedang mengincarnya. Jadi, anggap saja kita saling menguntungkan." Jelas Ethan, "dan masalah Daisy, aku memintamu untuk tidak ikut campur. Dia milikku, dan aku ingin kamu membebastugaskan dia selama setahun. Aku butuh jasanya untuk beberapa urusan. Anggap saja kamu sedang memutasikan Daisy."
"Bagaimana kalau aku tidak setuju?" Tanya Lily. Senyum Ethan justru semakin lebar.
Kembali ke masa kini.
Lily menghela nafas kasarnya.
"Aku dengar kamu punya hutang 500juta dolar pada Ethan."
"I-iya." Jawab Daisy gagu.
"Nah, aku tak bisa membantumu dalam hal ini. Demi mempermudah, aku bebastugaskan kamu dari pekejaan sampai jangka waktu yang kalian sudah sepakati."
"Tapi..."
"Kau tau kan uang 500juta dolar itu tidak sedikit."
"Aku tau, tapi aku dijebak. Aku di culik dan..."
"Aku mengerti posisimu, tapi, surat perjanjian yang kamu tandatangani itu sangat memberatkan mu." Lily menggenggam tangan Daisy dan mengusap punggung tangannya. "Aku akan mencoba mencari cara untuk melepaskanmu dari Ethan. Tapi, selama itu, bersabarlah." Pinta Lily merasa prihatin.
Daisy merasa lemas, Lily mungkin satu-satunya yang bisa menolong. Tapi, nyatanya, Lily hanya memintanya bersabar selagi mencari cara. Tapi,itu lebih baik dari pada tanpa harapan.
Setelah berbincang cukup lama dengan Lily, Daisy keluar dari kantor.
__ADS_1
"Ini menyebalkan, kemana aku bisa mencari uang 500juta dolar. Sial! Kenapa banyak sekali?!" Gerutunya menghentakkan kaki. Daisy tak ingin menjadi budak Ethan.