Ranjang Tuan Mafia

Ranjang Tuan Mafia
chapter 6 - menelusuri


__ADS_3

"Bi Martha, tolong hubungi Ethan. Aku harus bicara dengannya."


"Maaf, nona, saya tidak berani."


"Kenapa tidak berani."


"Dari kejadian kemarin kami sudah mendapatkan peringatan dan hukuman."


Daisy bangkit dari duduknya di ruang santai dan mendekat ke arah bibi Marta. Di pipi wanita tua itu tampak lebam.


"A-apa ini? Kenapa wajah bibi sampai lebam begini?"


"Ini salah kami. Ini hukuman untuk kami."


Mulut Daisy terbuka lebar, tak percaya dengan yang ia dengar."Maksud bibi, dia memukuli bibi?"


Daisy mengusap rambutnya kebelakang, tak ada jawaban atas pertanyaannya itu. Ia merasa kesal sendiri, kenapa ia harus berurusan dengan pria seperti Ethan.


"Lalu bagaimana caranya agar aku bisa terhubung dengan Ethan hari ini." Tanya Daisy.


"Tidak ada, nona Daisy. Anda hanya bisa menunggu sampai tuan Ethan kembali."


Dada Daisy terasa bergemuruh kesal. Ia hanya punya waktu lima hari, dan hari ini harus berakhir dengan sia-sia. Ia marah karena sudah dimanipulasi oleh Ethan.


"Di mansion ini, apa ada ruang khusus untuk berlatih para bodyguard?"


Bibi Marta mengangkat kepalanya menatap Daisy aneh.

__ADS_1


"Ada tidak?" Tanya Daisy karena tak kunjung mendapat jawaban.


"Ada, nona." Jawab bibi Marta ragu. Daisy tersenyum senang walau dirinya merasa sangat kesal, setidaknya, ia punya pelampiasan.


Di kantor Ethan. Selama seharian ini ia terus bekerja.


"Apa kau sudah mencari tau kenapa mereka bisa sampai keliru?" Ethan duduk di balik meja kerjanya.


"Sudah." Sahut Miley menyerahkan sebuah iPad pada tuannya.


Ethan mencermati apa yang tertulis dan tampak disana, sambil mendengarkan bagaimana Miley bertutur. "Saat itu, nona Amber memang ada di sana, begitupun dengan nona Daisy. Saya rasa mereka tidak saling kenal. Bahkan saat itu mereka berpapasan, tapi tidak saling menyapa."


"Mereka juga masuk ke sebuah salon yang sama meski berbeda jamnya."


Ethan mencermati lagi,"hanya selisih lima belas menit."


"Tidak mungkin hanya karena jaket. Apa mereka sesembrono itu?" Ethan menatap tanya pada asisten pribadinya itu.


"Nona Amber keluar dari salon itu dengan penampilan yang berbeda." Jelas Miley,"anda bisa melihatnya di sana. Sebelum dan sesudah dia keluar dari salon itu, baik penampilan dan juga pakaiannya sudah berubah."


Benar saja, Ethan mengecek pada iPad di tangannya. Terlihat pada salah satu cctv yang mengarah ke pintu salon. Amber yang sebelumnya, berambut coklat panjang yang di gerai, masuk dengan jaket berwarna hijau tua itu keluar dengan gaun berwarna pastel dan rambut merah sebahu. Ia juga tampak mengenakan kaca mata hitam dan masker. Beberapa saat kemudian, Daisy tampak keluar dengan mengenakan jaket hijau Amber. Perawakan keduanya hampir sama, ditambah sejak awal warna serta panjang rambut Daisy juga cenderung sama.


"Saya rasa ini yang membuat mereka terkecoh dan salah sasaran."


Ethan terdiam dan berpikir. "Kamu yakin mereka tidak memiliki hubungan apapun?"


"Tidak ada. Saya bahkan udah menelusuri silsilah dan pekerjaan nona Daisy."

__ADS_1


Ethan mendongak lagi melihat pada asistennya yang masih berdiri di depan mejanya. "Nona Daisy bekerja pada Lily."


"Lily?"


"Lilyana Hamilton."


Ethan terperangah, "jika memang Daisy bekerja pada Lily, apa mungkin ini hanya kebetulan. Lily bukan orang sembarangan, orang-orang yang berada dibawahnya juga. Bagaimana Daisy bisa dibawa oleh mereka dengan mudah?"


Miley diam tanpa bantahan, memang sangat mencurigakan jika seorang wanita yang bekerja dibawah sebuah organisasi besar bisa dengan mudah ditangkap. Jika itu bukan perangkap.


"Selidiki lebih jauh tentang Daisy dan Amber. Aku tau Amber hanyalah wanita biasa. Tapi, terlalu mencurigakan kedua wanita itu sampai berada di lokasi yang sama dan terlibat denganku."


"Baik."


"Aah, mengenai Amber, apa kau sudah tau dimana dia?"


"Kami kehilangan jejak sejak ia keluar dari salon."


"Kau sudah punya petunjuknya, harusnya, mudah menelusuri dengan cctv saja."


"Kami masih mengusahakannya, tuan."


Ethan tak mengatakan apapun lagi, otaknya masih berpikir tentang dua wanita yang saling terkait itu. "Pergilah." Titahnya kemudian karena Miley masih berdiri di depannya. Miley mengangguk hormat dan pergi.


Di dalam ruangannya, Ethan masih terus berpikir tentang keterkaitan antara Amber dan Daisy. Masalah hatinya, Ethan sudah tidak terlalu memikirkan. Jika Amber memang ingin pergi menjauh dari hidupnya, Ethan tak akan menahan. Ia hanya tak bisa menerima dengan cara Amber pergi.


Ethan memejamkan matanya. Sekelebat bayangan Daisy tiba-tiba mengganggu pikiran. "Apa yang dilakukan bocah itu di pikiranku? Hanya tubuhnya saja yang bagus."

__ADS_1


Ethan membuka matanya,"apa karena aku masih belum menikmati tubuh itu sampai aku terbayang seperti ini?" Ethan tersenyum miring."Apapun yang aku inginkan, pasti aku dapatkan." Gumamnya.


__ADS_2