Ranjang Tuan Mafia

Ranjang Tuan Mafia
Chapter 3 - Sepakat


__ADS_3

Ethan berguling menjauh dan dengan cepat Daisy memanfaatkan kesempatan itu untuk menutupi tubuhnya.


Ethan tidak mengerang kesakitan, tetapi, matanya semakin tajam menyorot Daisy yang dengan berani menendang asetnya. Cukup lama pria itu mencoba menetralkan rasa sakit. Mata itu tak sedikitpun lepas dari pengawasan terhadap Daisy. Gadis yang mungkin bisa menyerangnya lebih dari ini.


Daisy baru saja berhasil menutupi tubuhnya dengan selimut. Ia juga lantas berdiri dengan cepat dan menjauh dari ranjang, juga Ethan. Tatapan tajam dari pria itu cukup membuatnya bergidig. Setelah Daisy memastikan selimut itu terikat kencang di tubuhnya. Ia mencoba memeta kamar beserta mansion Ethan di dalam kepalanya untuk kabur. Tanpa sedikitpun melepas pengawasannya dari Ethan yang kini juga masih menyorot tajam padanya.


Ethan bergerak dengan cepat mendekat, begitupun dengan Daisy. Ia juga secepat kilat menjauh meski selimut yang membungkus tubuh membatasi gerak lincahnya. Gerakan Ethan jauh lebih cepat dari perkiraan, pria itu sudah berhasil menangkapnya dan menjatuhkan tubuh Daisy sekali lagi di atas lantai marmer yang dingin. Pria itu mencekik leher Daisy, dan menangkap kedua tangan gadis di bawah tubuhnya.


"Kau harus membayar mahal untuk rasa sakit ini."


"Aku hanya membela diri!" Elak Daisy memberontak.


"Kau tetap harus membayar mahal. Atas apa yang sudah kau ambil."


"Aku tidak mengambilnya, kalian yang memaksa." Sanggah Daisy.


"Kau menikmatinya, bukan? Jika dipaksa harusnya, kau tidak menikmatinya. Dan rasa sakit ini, bagaimana kau akan membayarnya? Haruskah aku melakukan di bagian yang sama?"


"Baiklah, baiklah! Katakan berapa yang harus ku bayar!?" Daisy, akhirnya menyerah, berpikir mungkin pria kejam yang menindih tubuhnya bisa saja merobek bagian vitalnya.

__ADS_1


"500juta dolar."


"Pemerasan! Apa kau pikir masuk akal dengan nominal sebesar itu? Aku dipaksa tinggal di sini, dan aku hanya membela diri! Bagaimana bisa kau meminta pengembalian sebesar itu?" Protes Daisy sangat keberatan dengan nominal tidak masuk akal yang Ethan sebutkan.


Ethan melepas cengkraman, "silahkan mengajukan tuntutan." Ujar Ethan berdiri.


"Tentu saja akan aku lakukan!" Sergah Daisy ikut berdiri dengan cepat, menatap Ethan benci.


"Itu jika kamu bisa keluar dari sini dengan selamat." Oceh Ethan tersenyum miring.


"Kau...!!" Geram Daisy mengepalkan tangan di sisi tubuhnya.


"Apa kau gila? Bagaimana aku bisa mendapat uang sebanyak itu dalam waktu sesingkat itu?" Protes Daisy berteriak lantang.


"Terserah! Jika tidak, gunakan saja tubuhmu untuk membayar!"


Ethan keluar dari kamar Daisy begitu saja tanpa menutup pintunya. Daisy berteriak dan mengumpati dirinya, Ethan kembali hanya diambang pintu.


"100 ribu dolar untuk satu umpatan padaku."

__ADS_1


Daisy tak dapat berkata lagi. Mulut gadis itu melongo dengan ultimatum dari Ethan. Sementara Ethan tersenyum menang meninggalkan Daisy.


"Sial!"


"Seratus!" Suara Ethan menyahut di kejauhan.


"Sial! Sial!"


"Tiga ratus!"


"Arrgghhh!!" Sadar ia telah mengumpat, Daisy segera menutup mulutnya dan berbisik pada dirinya sendiri."Ethan, sialan!"


Keesokan paginya di meja makan.


"Hari ini aku akan keluar untuk mencari uang. Jadi instruksikan pada orangmu untuk tidak menghalangi." Ujar Daisy sambil memakan bistiknya.


"Kau memberi perintah pada siapa?"


Gerakan tangan Daisy terhenti dari aktivitas makannya. Ia menoleh pelan pada Ethan sambil mengulas senyum yang dibuat semanis mungkin.

__ADS_1


"Tuan Ethan, saya mohon, ijinkan saya untuk keluar mencari pinjaman uang." Pinta Daisy dengan sangat lembut.


__ADS_2