
Ethan mengangkat sebelah alisnya,"Pinjaman?"
Daisy bergeming,
"Dengan apa kau akan membayar pinjaman?" Tanya Ethan datar,"apa kamu merasa sangat yakin bisa mendapatkan pinjaman 500juta dolar dalam lima hari?"
Daisy tersenyum kecil mendengar ejekan Ethan,"aahh, keliru, 500juta plus 300ratus dolar." Sambung Ethan membuat tangan Daisy mengepal kuat memegangi garpunya. Membalas Ethan dengan umpatan bukanlah keputusan yang tepat. Daisy harus menjadi wanita yang lembut untuk melunakkan Ethan yang keras.
"Lima ratus juta, tiga ratus dolar. Apa seorang seperti anda tidak malu memintanya pada gadis miskin sepertiku? Apa tuan Ethan sangat kekurangan uang sampai harus memerasnya dariku?" Ujar Daisy dengan nada yang sangat lembut, tak lupa dengan senyum termanis di wajahnya.
Ethan tertawa terbahak mendengarnya. Lalu tiba-tiba berhenti begitu saja dan menatap tajam pada Daisy. "Gadis kecil, aku ini sangat kaya. Uang 500juta dolarmu itu tidak ada apa-apanya buatku." Ocehnya tertawa lagi sambil menggelengkan kepala.
"Jika memang kamu sekaya itu, lima ratus juta, tiga ratus dolar yang tidak ada apa-apanya buatmu itu. Seharusnya tidak menjadi alasan untuk menahanku di sini, kan?" Sindir Daisy yang diakhir dengan tawa kecil dan tatapan yang dibuat manja.
"Kau tetap harus membayar apa yang sudah kamu ambil. Juga, asetku yang mungkin menurun performa karena ulahmu." Ujar Ethan sambil menunjuk kebawah.
"Itu adalah pembelaan diri karena kamu sudah menjamah tubuhku. Harusnya kita impas."
__ADS_1
"Tidak impas. Aku merasakan ngilu dan kamu tidak." Tukas Ethan menyuap sepotong stik ke mulutnya. "Bisa jadi, kamu malah menikmatinya."
"Tidak ada seorangpun yang menikmati pelecehan, tuan Ethan." Sanggah Daisy."Jadi, untuk membayar hutang yang terpaksa aku lakukan. Aku harus mencari uang di luar."
"Silahkan, tapi, kamu harus menandatangani perjanjian terlebih dahulu."
"Tuan, kau yang menculikku." Tegas Daisy.
"Aku tidak menculikmu, nona kecil. Aku mengutus anak buahku untuk membawa kekasihku pulang, dan mereka yang melakukan kesalahan. Aku berusaha mendisiplinkan mereka. Menghukum mereka karena kesalahan vatal itu. Dan kamu? Apa yang sudah kamu lakukan, Princess?"
Daisy menghela nafasnya, "Berikan aku surat perjanjiannya."
Seorang pria berambut pirang dengan setelan jas hitam masuk ke ruang makan dan membungkuk.
"Berikan dia surat perjanjiannya."
"Baik." Miley mengeluarkan dua lembar surat perjanjian yang dimaksud dan menyodorkannya pada Daisy.
__ADS_1
Daisy mencermati setiap poin pada surat perjanjian itu. Itu hanyalah surat perjanjian biasa, tidak ada hal yang mencurigakan sama sekali. Hanya harus menyiapkan uang lima ratus juta, tiga ratus dalam waktu lima hari. Jika tidak, maka Daisy harus membayar dengan tubuhnya. Menjadi budak Ethan selama satu tahun. Dengan syarat-syarat dan ketentuan tentunya.
"Syarat dan ketentuan ini hanya tiga saja? Ini aneh, tapi tidak buruk juga." Gumam Daisy dalam hati sambil membalik kertas berjumlah dua lembar itu. Di halaman terakhir hanya pernyataan jika Daisy setuju dan kolom tanda tangan saja.
"Ehem, cepat tandatangani. Waktuku tidak banyak!" Suara Ethan tiba-tiba mengagetkan Daisy.
"Ck! Aku membacanya bahkan belum ada lima menit. Ck! Ck! Keterlaluan." Batin Daisy lagi, dan melirik Miley. Asisten Ethan itu sangat sigap dan dengan cepat menyodorkan pena pada Daisy. Seolah ia tau apa yang akan Daisy ucapkan.
Daisy segera menandatangani di halaman terakhir. Lalu menyerahkannya pada Miley.
"Salinannya akan kamu dapatkan nanti." Ujar Ethan berdiri setelah menguasap bibirnya dengan tisu. "Miley, ayo pergi." Titahnya sembari berjalan.
"Baik," ucap Miley setelah menyimpan berkas perjanjian itu dalam tas jinjingnya, lalu mengikuti langkah sang tuan.
"Jangan lupa untuk mengatakan pada orangmu jika aku harus keluar pagi ini!" Seru Daisy pada Ethan yang terus berjalan tanpa mengindahkan seruannya. Daisy hanya bisa berdecih kesal.
Setelah ia selesai dengan sarapannya, Daisy bergegas mengambil tas dan melangkah keluar. Namun, ia malah dihadang oleh tiga bodyguard Ethan yang berjaga di pintu utama.
__ADS_1
"Apa maksudnya ini?"
"Anda tidak bisa keluar, nona Daisy."