
Daisy melongo tidak percaya,"Ap-apa Ethan tidak mengatakan pada kalian jika aku harus pergi keluar hari ini?"
Para bodyguard itu bergeming. Daisy kesal dibuatnya.
"Dengar, hari ini kami. Aku dan Ethan sudah bersepakat. Bahkan kami sudah membuat perjanjian. Aku harus keluar untuk mendapatkan uang itu." Terang Daisy,"apa kalian mengerti." Daisy mencoba melangkah melewati celah, tapi para bodyguard itu menghalau Daisy lagi, dan membuat gadis itu makin kesal.
"Biarkan aku lewat!"
"Maaf, nona Daisy, ini perintah tuan Ethan. Anda tidak bisa keluar." Tegas Salah satu bodyguard yang berkulit hitam.
"Perintah itu sudah diperbaharui, pagi ini. Aku bahkan sudah menandatangani perjanjiannya." Kesal Daisy karena para bodyguard itu masih saja tidak mau menyingkir dan membiarkannya keluar.
"Maaf, nona Daisy, dalam perjanjian itu. Anda tidak bisa keluar dari mansion ini."
"Haahh, tidak ada pasal seperti itu!" Sergah Daisy makin kesal dibuatnya. Karna jelas dalam perjanjian itu hanya ada tiga pasal. Pertama, melunasi dalam jangka waktu lima hari, jika tidak lunas harus membayar dengan tubuhnya. Kedua, selalu ada di meja makan saat sarapan. Ketiga, patuh selama berada di dalam mansion.
__ADS_1
"Ada nona."
"Tidak ada!" Sangkal Daisy.
"Ada, nona. Kami sudah mempelajarinya."
Karena kesal, Daisy mendorong bodyguard itu hingga jatuh dan menendang kaki bodyguard yang satu lagi. Lalu ia berlari ke arah pagar yang besar. Kedua bodyguard itu tidak mengejar, saat Daisy sempat menoleh sambil berlari.
"Untung saja mereka tidak mengejar. Dasar, Ethan sialan! Aku sudah mengatakan padanya untuk memberitahu mereka agar tidak mencegahku pergi." Gerutu Daisy sambil terus berlari. Karena memang jarak dari pintu utama ke pagar mansion sangatlah jauh.
Setelah sampai di depan pagar.
"Bagaimana ini? Bagaimana membuka benda ini!?"
Daisy memandangi pagar yang kokoh dan menjulang itu.
__ADS_1
"Nona, sebaiknya anda kembali!" Seru seseorang lewat interkom di atas pagar."Pintu itu dengan kendali otomatis kami. Anda tidak akan bisa membukanya."
"Ck! Aku sudah sampai sini! Mana Sudi aku kembali!" Gumam Daisy yang tak kehabisan akal. Ia bersiap untuk meloncati pagar. Setelah mengambil ancang-ancang, Daisy melompat dan menyentuh pegangan pagar. Namun, ia malah terpental dan jatuh.
"Sialan! Pagar ini dipasangi strum!!"
Dengan langkah gontai dan rambut yang berantakan, Daisy akhirnya kembali ke dalam. Ia melirik tak suka pada para bodyguard yang berjaga di depan pintu. Dan asal masuk ke ruang utama. Daisy langsung menjatuhkan bobotnya di sofa yang empuk dan nyaman. Kedua bodyguard itu masih mengikutinya, karena cemas jika Daisy sampai jatuh pingsan efek dari kena strum pagar tadi.
"Kalian bilang, sudah mempelajari perjanjian itu, kan?"
Kedua bodyguard itu mengangguk, "itu artinya kalian punya salinannya." Mereka mengangguk lagi. "Berikan padaku."
Kedua bodyguard itu saling berbisik, lalu salah satunya pamit pergi. Tak lama ia kembali dan menyerahkan beberapa lembar berkas salinan perjanjian. Daisy merebutnya dengan raut tidak percaya, karena memang tadi hanya menerima dua lembar. Ia cermati, dan melihat halaman terakhirnya. Ada tandatangannya disana, itu tak mungkin bohong. Daisy tertawa hambar. Merasa telah dimanipulasi oleh Ethan.
"Ethaaaaannn!!!!" Teriaknya penuh amarah.
__ADS_1
Sementara itu, di dalam mobil Ethan yang melaju. Pria tampan berambut pirang itu terkikik lalu tertawa sendiri di jog belakang. Sampai-sampai membuat supirnya bergidig kengerian. Namun tidak dengan Miley, ia sangat mengenal tuannya, dan ini mungkin pertama kalinya Ethan tertawa lepas.