
Ruzel masuk bersamaan dengan seorang perawat yang hendak mengecek kondisi Delia, tampaknya Delia masih tidur dengan pulas.
Perawat itu mulai mengecek suhu badan dan tekanan darah Delia, sepertinya semuanya normal karena selanjutnya perawat itu mohon pamit dan pergi keluar tanpa menyampaikan hal yang terlihat penting.
“Permisi mas.” Kata perawat itu setelah memeriksa tubuh Delia.
“ Makasih suster .” Jawab Ruzel yang sedang duduk di sofa yang ada di sudut ruangaan.
Ruzel bangkit berdiri dan mendekat ke arah tempat tidur Delia. Ia mulai duduk di kursi yang ada di samping tempat tidur.
Tampaknya Ruzel mulai bingung karena tidak tahu harus ngapain. Ruzel mau menyalakan televisi tapi ia mengurungkan niatnya takut kalau ia akan membangunkan Delia, akhirnya Ruzel hanya memandangi Delia yang masih tertidur pulas. Sesekali ia mengecek hp nya barang kali ada pesan masuk. Benar saja , ada beberapa pesan dari Ozwin.
Weechat 1
“ Lu udah sampai kan? “
Weechat 2
“ Buruan.” Isi pesan Ozwin.
Ruzel pun segera membalas pesan Ozwin.
“ Gue baru nyampe, gue tadi bingung cari parkiran buat pesawat gue. Hahaha “ balas Ruzel dengan candaan .
Setelah membalas pesan Ozwin, Ruzel memasukkan hp nya ke dalam saku celananya. Ruzel mulai mendekatkan wajahnya pada Delia memastikan Delia masih tidur, kini ia mulai membelai rambut Delia yang ia sendiri lupa kapan terakhir ia melakukan hal itu.
“ Apa kamu baik-baik aja Del ? “ bisik Ruzel lirih.
Tiba-tiba Ruzel dikagetkan dengan Delia yang membuka mata dan membuatnya salah tingkah.
“ Eeeh sorry kebangun yah, tadi aku lihat ada kotoran di rambutmu. “ kata Ruzel reflek.
“ Ooh kamu Zel...” Kata Delia dengan suara lirih karena masih merasa ngantuk.
“ Iya aku Del... Kamu kecewa yah? “ Tanya Ruzel dengan nada setengah menggoda.
“ Kecewa??? Kecewa kenapa emang? “ tanya Delia diiringi senyum tipis, ia tahu bahwa Ruzel sedang menggodanya.
“ Ya sapa tahu dikiranya sapa gitu.” Ucap Ruzel masih berniat menggoda Delia.
“ Ga lah... Kamu sih semalem pulang, aku jadi ga bisa tidur Zel.” Jawab Delia.
“ Lhaaahh kenapa?? Apa hubungannya aku semalem pulang sama kamu yang ga bisa tidur? Tanya Ruzel memasang tampang bingung.
__ADS_1
“ Aku baru bisa tidur jam 2 kali Zel, gimana aku bisa tidur nyenyak kalau ada Ozwin. Udah gitu hubunganku sama dia kan ga kayak dulu, rasanya tuh canggung banget terus ga nyaman gitulah.”Terang Delia
“ Yaaah sebenernya aku juga maunya nemenin, kita bertiga kan udah lama ga ketemu jadi kangen ngobrol-ngobrol, tapi kamu kan harus istirahat Del.” Ucap Ruzel.
“ Terus kamu kok pagi-pagi udah disini ? “ Tanya Delia ingin tahu.
“ Hmmmm... Ozwin Weechat aku, dia minta aku buat nemenin kamu.” Terang Ruzel
“ oooowwwhhh” jawab Delia dengan nada sedikit kecewa.
“Kenapa? Ozwin tuh perhatian sama kamu, dia juga kelihatannya sayang sama kamu. Ini terdengar baik buat perjodohan kalian.” Kata Ruzel yang membuat Delia mengerti kemana arah pembicaraan Ruzel kali ini.
“ Hmmmm... Aku rasa kamu juga perhatian sama aku.” Ucap Delia yang membuat Ruzel terdiam sejenak karena was was Delia akan segera menyadari perasaan Ruzel.
Tentu saja Ruzel tak ingin Delia menyadarinya, bila Delia mengetahui perasaan Ruzel mungkin itu akan memperkeruh suasana persahabatan mereka. Meski mungkin ini adalah saat yang tepat untuk mengungkapkan isi hatinya tapi Ruzel memilih untuk membiarkan rasa itu hanya pernah ada dan singgah di hatinya.
“Zel...kok ngalamun sih ? “ tanya Delia membuyarkan apa yang ada dalam pikiran Ruzel.
“ Mikirin apaan sih serius amat ? “ tanya Delia lagi.
“ oooowwwhh... Itu tiba-tiba keinget si Bety, kapan yah terakhir aku mandiin dia.” Jawab Ruzel sambil cengar cengir.
“ Iiiihhh ngeselin.. lagi serius ngobrol juga..” ucap Delia sambil memberikan pukulan kecil untuk Ruzel.
***
Seorang perawat mengetuk pintu untuk mengantarkan sarapan untuk Delia.
“ Permisi , silahkan sarapannya “ kata perawat itu
“ Makasih suster “ jawab Ruzel dan Delia bersamaan.
***
“ Kamu mau aku bantu Del? “ Tanya Ruzel, menawarkan bantuan untuk menyiapkan sarapan Delia yang baru saja datang.
“ Ntar aja ah nunggu bunda, lagian aku belum begitu lapar” ucap Delia
“ Yakin nih ? “ tanya Ruzel
“ Iyaaah Zel..” jawab Delia menegaskan.
“ Zel... Kemarin katanya mau cerita, mau cerita apaan sih ?” tanya Delia penasaran.
__ADS_1
“ Oooowwwhhh ....bukan apa -apa sih , aku udah lupa mau cerita apa “ ucap Ruzel.
“ Kok gitu sih, pasti emang ga niat pengen cerita kan ? “ ucap Delia.
“ Eeeeehhhh Zel itu jam tangan masih awet aja? Itu jam yang aku kasih bukan yah? “ tanya Delia.
“ Hmmmm ga tau deh dari sapa , aku juga lupa sapa yang kasih” jawab Ruzel sambil mengingat ingat.
“ Coba sini deh aku lihat bentar! “ pinta Delia masih penasaran.
“ Emang cukup dengan lihat kamu bakal tahu ini dari sapa?” tanya Ruzel heran
“ Iyalah... Aku kan cuman mau mastiin aja itu dari aku atau bukan,” terang nya
Ruzel pun melepaskan jam tangannya dan Ia memberikannya pada Delia.
“ Niiiih ...”
Delia mengamati jam tangan itu dengan seksama, dan ternyata jam tangan itu adalah pemberian Delia waktu SMA ketika Ruzel ulang tahun. Ada ukiran nama di balik jam tangan itu, saat itu Delia sengaja memesannya agar terlihat beda dari jam yang lain.
“ Gimana? Beneran itu dari kamu? “ tanya Ruzel.
“ Hahaha.. kurang tau juga.. mungkin juga bukan.” Kata Delia yang sengaja tak ingin mengatakannya.
“ Omong – omong, kata dokter kapan kamu boleh pulang? “ tanya Ruzel mencari bahan pembicaraan.
“ Kurang tau juga sih, tapi aku harap nanti sore atau besok udah boleh pulang.” Ucap Delia penuh harap.
Kedatangan Bunda
“ Waaah bunda kira Delia sendirian, jadi tadi bunda buru-buru kemari.” Ucap bunda
“ Ehh bunda..ga kok bun, subuh tadi Ozwin Weechat supaya Ruzel bisa gantiin buat nemenin Delia” kata Ruzel.
“ Bunda kira nak Ruzel juga bermalam di rumah sakit semalam .” kata bunda.
“ Hhhaahhahah... Ga Bun, takut saya. “ jawab Ruzel diiringi dengan tawa yang membuat Delia segera melayangkan tinjunya .
“ Takut apa nak Ruzel ? “ tanya bunda
“ Takut saya ga bisa tidur nyenyak bunda hahahaha” canda Ruzel.
***
__ADS_1
Bersambung ....