
Delia dan Kenzo berjalan menyusuri lorong hotel, malam itu Kenzo mengantar Delia tepat di depan pintu kamarnya.
”Hari udah malam, masuk dan istirahatlah supaya besok kamu merasa lebih segar.” kata Kenzo
”Makasih ya udah mengantar sampai sini.” kata Delia.
”Sampai jumpa sayang, aku pulang dulu yah. Mimpi indah manis.” kata Kenzo sambil mengusap kepala Delia.
”Makasih sayang.” ucap Delia, kemudian menutup pintu kamarnya.
Delia segera mengganti pakaiannya dan menghapus make up nya. Ia merasa sangat lelah dan ingin segera merebahkan tubuhnya ke atas kasur yang cukup luas untuk dirinya sendiri.
Delia menatap langit-langit kamar dan berpikir tentang pembicaraannya dengan Marvel dan tentang rasa bersalahnya pada Kenzo.
Entahlah apa yang membuat Delia mengambil keputusan untuk menerima cinta Kenzo saat itu. Bahkan sesungguhnya Delia tak pernah mengerti apa itu cinta. Alhasil ketika menjalin hubungan dengan Kenzo, hampir Delia tak pernah menganggapnya ada.
Delia terus memikirkannya malam itu hingga tak terasa ia tertidur.
Keesokan harinya…
Delia berjalan menyusuri taman, ia menikmati keindahan bunga yang berwarna warni dan aromanya yang semerbak. Pagi itu bahkan ada suara kicau burung yang jarang sekali ia dengar di hiruk pikuk kota Jakarta. Delia duduk di bangku yang ada di tengah-tengah taman. Ia menghirup udara segar dan menikmati sinar matahari pagi. Sesekali ia menengadah ke arah mentari namun dengan mata terpejam.
’Kalau aja di Jakarta bisa rileks gini.’ Batin Delia.
Saat Delia sedang rileks tiba-tiba hp nya berbunyi.
Piiipp … piiiippp …
__ADS_1
Delia membuka pesan WeChat dari nomer tak dikenal.
Wechat 1
Apa tidurmu nyenyak semalam? Hari ini kamu terlihat lebih cerah.
_Ruzel_
'OMG, tumben banget si Ruzel kirim pesan ginian. Lagian apa maksudnya ini pesan. Ga mungkin kan dia kebetulan ada di tempat ini juga.’ Gumam Delia sambil menoleh kanan kiri mencari sosok Ruzel.
Namun ia dikagetkan oleh seseorang yang tiba-tiba menutup matanya dari belakang, dan ternyata benar itu adalah Ruzel.
”Kok ada kamu disini?” Tanya Delia kebingungan.
”Aku jalan-jalan aja dan aku lihat kamu lagi asyik duduk disini, jadi aku samperin deh.” Ucap Ruzel.
”Haaaah… bisa kebetulan banget yah.” Kata Delia.
Mereka berdua berbincang dan seperti telah melupakan kejadian terakhir mereka bertemu.
Tiba-tiba seorang gadis manis dengan kulit kuning langsat menghampiri mereka, dan gadis itu tampak tidak asing lagi buat Delia.
”Maaf pak, siang ini bapak akan ada rapat dengan pihak PT. Optimus. Terima kasih pak, saya undur diri.” Terang gadis itu yang tidak lain adalah sekretaris pribadi di kantor Ruzel.
Ruzel terbelalak kaget, ia tak menyangka akan terbongkar secepat itu. Delia pun terkejut dan kini ia terbengong -bengong memandang Ruzel.
”Hah … maksudnya apa nih?” Tanya Delia.
__ADS_1
Ruzel hanya terdiam dan mencoba mengalihkan pembicaraan.
”Apa kamu udah sarapan?” kata Ruzel.
”Zel … maksudnya apa Zel. Kamu terlalu misterius Zel ternyata. Ku kira aku udah sangat mengenalmu.” ucap Delia yang sadar bahwa Ruzel sedang mengalihkan pembicaraan.
”Ga pa pa Del, hanya suatu kebetulan aja.” Jawab ruzel.
”Jadi semua ini udah kamu rencanakan ya.” Desak Delia.
”Aku … Ruzel Marvelino … dan aku orang misterius yang sering digunjingkan oleh orang-orang.” Ucap Ruzel.
”Kok aku baru tahu, kalau kamu …” kata Delia tak meneruskan ucapannya.
”Hmmmm … ”
”Aku merasa itu bukanlah hal yang bisa dan harus aku banggakan Del” jawab Ruzel.
”Dan aku rasa itu bukanlah hal yg perlu kamu sembunyikan dari kami, kita bahkan sudah berteman bertahun-tahun.” Sahut Delia mulai gemas dengan sikap Ruzel.
”Udahlah Del, jangan ngambek lagi. Mending kamu ceritain tentang hubungan kamu sama Kenzo” kata Ruzel berusaha mengalihkan pembicaraan.
***
Bersambung
Terima kasih sudah mau menunggu up nya novel "Rasa Yang Pernah Ada".
__ADS_1