
Tampaknya pengendara mobil itu udah sangat kelewatan sampai harus memotong jalan mobil yang Ruzel kendarai, dan untunglah kejadian yang sangat mendadak dan berbahaya itu tidak memakan korban.
Tampaklah seorang gadis cantik dengan body gitar spanyol turun dari mobil itu, matanya penuh amarah yang tak dapat diungkapkan. Gadis itu menghampiri mobil Ruzel dan mengetuk -ngetuk kaca mobil Ruzelm
“ Buka pintunya...” Katanya..
“ Waduuuuhhhh Zel, cakep-cakep gila tuh cewek” Kata Delia.
“ Buka pintunya... “ Teriak gadis itu lagi.
“Haaaahhhh ngapain sih dia “ ucap Ruzel.
“ Lhaaahh kamu kenal Zel ?” tanya Delia
“ Hmmmm “ jawab Ruzel..
Gadis itu masih terus berteriak, bahkan kini berusaha mengetuk kaca mobil Ruzel dengan batu yang cukup besar yang entah dari mana ia ambil.
“ Zel... Sapa sih dia? Ngeri amat. Mending buruan kamu temuin deh” Kata Delia.
“ Dia bagian dari masa lalu, yang bangkit dari kubur.” Jawab Ruzel dan kemudian membuka pintu mobilnya.
Delia masih bengong dengan kejadian yang baru aja terjadi, sedang Ruzel ga menyangka bahwa Echa bisa senekat dan segila itu.
“ Mau kamu apaan sih Cha?? “ Tanya Ruzel dengan geram.
“Kalau cowok udah gue sikat juga ni orang.” Batin Ruzel.
“Aku mau kamu jelasin apa yang aku lihat! “ kata Echa dengan emosi yang meledak ledak.
“ Emang apa yang kamu lihat? “ Tanya Ruzel berusaha lebih tenang meski sebenarnya ia pun emosi.
“ Kenapa kamu bisa bersama dia? “ ucap Echa dengan geram dipenuhi rasa cemburu sambil menunjuk Delia yang masih duduk di kursi depan.
“ Denger Cha, dengan sapa aku pergi itu bukan urusan kamu.” Ucap Ruzel menegaskan.
“ Tapi aku butuh penjelasanmu Zel ! “ Kata Echa memaksa.
“ Penjelasan apalagi Cha? Kita udah selesai dan itu udah lama banget. Kamu sampai ngikutin aku? Itu gila sih Cha.” Kata Ruzel yang sudah mulai ga bisa nahan emosinya.
__ADS_1
“ Yaaaa.... Aku gila Zel... Aku gila karena kamu...” ucap Echa mulai menggila dan mulai melempari mobil Ruzel dengan batu yang dari tadi dia genggam.
“ Sumpah... Kamu bikin aku jijik tahu ga?, cakep-cakep gila..” kata Ruzel meninggalkan Echa dan hendak memasuki mobil.
Echa mengejar dan menarik tangan Ruzel.
"Lepasin ga! " kata Ruzel dan menghempaskan tangannya.
Ruzel masuk ke dalam mobil dan tak ingin ambil pusing dengan tingkah laku Echa yang mulai menggila.
Ruzel hendak melajukan mobilnya namun Echa menghadang mobil, Echa masih marah dan terus teriak-teriak di jalan, kali ini Echa mengetuk kaca mobil dan meminta Delia untuk keluar.
“ Keluar lu..!!! “ teriak Echa
“ Ga usah diladeni Del... Kita cabut aja. Buang-buang energi ngomong sama dia.” Kata Ruzel pada Delia.
“ Keluar lu... Ga usah jadi pengecut. Bangga lu jadi simpenan cowok gue..” Teriak Echa lagi dengan penuh amarah dan makian.
“ Sumpah Zel, nemu yang kaya gitu dimana sih kamu? Mulutnya ga pernah disekolahin tu orang.” Kata Delia kesal.
Sejujurnya Delia merasa risih dengan tingkah Echa yang keterlaluan itu. Ia mulai tergelitik untuk meladeni gadis itu.
“ Del, jangan kepancing Del... Dia gila, aku ga mau kamu kenapa napa karena dia. Kamu belum sembuh betul Del.” Kata Ruzel terus menahan Delia.
“ Zel, kalau dia ga dikasih pelajaran, dia ga akan sadar kalau dia salah udah mengusik aku.” Ucap Delia yang udah mulai kesal.
Ruzel pun tak bisa menahan Delia yang udah mulai emosi. Ruzel membiarkan Delia keluar dari mobilnya dan mengikutinya kalau-kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
“ Sini lu...Gue peringatkan elu buat jauh-jauh dari Ruzel.” Kata Echa Sambil menunjuk-nunjuk Delia.
“ Sorry ya mbak, gue mau jalan sama sapa itu bukan urusan elu. Satu lagi, kalau si Ruzel emang cowok lu, lu jaga dong dia baik-baik biar ga kabur. “ kata Delia naik pitam.
“ Del.... Udah Del.. kita pergi aja. “ kata Ruzel berusaha menenangkan Delia.
“ Njiiiirrrrr.... Jadi elu yang namanya Delia.” Kata Echa
“ emang kenapa? Penting buat elu nama gue sapa?.” Kata Delia
“ Gara-gara elu gue diputusin Ruzel...gara-gara elu Ruzel ga mau sama gue lagi.” Kata Echa masih dengan emosi.
__ADS_1
Delia masih ga ngerti kenapa karena dia.. kenapa Echa terus menyalahkan dia atas kandasnya hubungan mereka.
“ Kalau emang Ruzel cinta sama elu,dia ga akan pernah pergi dari elu, gue tau dia kayak apa. Dan kalau hubungan kalian kandas ga perlu salahin orang lain. Lu bisa ngaca deh, saat ini aja lu udah kayak orang gila yang lepas dari rumah sakit jiwa. “ kata Delia penuh amarah.
“ Zel... Aku ga tau musti ngomong apa, tapi beneran aku heran kamu bisa nemu ginian “ kata Delia
“ Cha... Aku beneran muak sama tingkah kamu yang kayak gini” Kata Ruzel sambil menarik tangan Delia.
Ruzel membawa Delia masuk ke dalam mobil dan meninggalkan Echa yang masih kesal di pinggir jalan seorang diri.
Delia hanya terdiam dan terlihat tidak ingin membahas kejadian yang baru saja terjadi. Delia kesal tapi ia tak tahu haruskah ia marah atau tidak.
Ruzel sesekali mencuri pandang dan sesekali melihat ada kekesalan pada wajah Delia. Ruzel, memberanikan diri untuk mengawali pembicaraan di tengah suasana canggung antara mereka.
“Del...aku minta maaf atas kelakuan Echa yah.” Kata Ruzel.
“Jadi... Apa ada hal lain yang bisa kamu jelasin ke aku? Kenapa dia sampai semarah itu sama aku? Padahal kita tuh baru pertama kali ketemu.” Tanya Delia.
“ Hmmmm... Aku akan jelasin nanti yah.. aku akan tunggu kamu tenang dulu” kata Ruzel.
"Menurutmu aku bisa tenang setelah diperlakukan kayak gitu?" kata Delia masih kesal.
"Iya ... Sorry." Tutur Ruzel
Sejujurnya Ruzel pun bingung dari mana ia akan menjelaskannya. Ruzel mulai memilih kalimat yang tepat untuk menyampaikan hal yang sebenarnya.
“Aku pacaran sama Echa dan kami udah putus tiga tahun lalu alasannya karena dia ga bisa LDR. “ cerita Ruzel singkat
“ Terus ?” tanya Delia berharap masih ada kelanjutannya.
“Terus dia tahu aku udah balik Indonesia, dan minta balikan tapi aku ga mau “ kata Ruzel berharap Delia tidak menanyakan hal lain.
“ Terus...?” Tanya Delia lagi
“ Terus ... Kita makan dulu yah... Tuh abang siomay udah nunggu “ jawab Ruzel sambil mengalihkan penbicaraan.
“Oke ... Kamu menang, tapi habis makan kita akan bahas lagi.” Ucap Delia
Ruzel pun menepikan mobilnya.
__ADS_1