
rasanya kaki ini sangat sakit sekali. aku sangat jarang menggunakan sepatu sandal cewek seperti itu soalnya. aku membuka sepatu saat tiba di tempat makan dan ternyata benar bagian tumit kaki ku lecet.
Rena: kamu kenapa El?
Elta: ini kaki ku lecet karna mungkin gk terbisa pake sepatu sandal seperti ini
contoh sepatu yang aku gunakan
Rena: aku juga pernah seperti itu kok, kalau pakai sepatu belakangnya di kasih tisu atau kapas aja biar gak lecet
__ADS_1
Vivin: ini kaki ku sepertinya juga lecet soalnya rasanya kaya perih - perih tapi belum parah si
Mikael: udah di copot aja sepatunya Vi dari pada tambah sakit nanti
Eka: iya sini di lepas aja nanti aku bawanya
makanan datang...
Rena: ya udah makan yuk
Setelah itu aku dan yang lain bergantiian untuk cuci tangan. Setelah itu kita pun pergi dan memutuskan untuk di rumah Mikael aja soalnya hati udah mulai malam dan udah mau hujan juga. Kita semua berjalan ke rumah Mikael. Dalam perjalanan aku melepas sepatu yang udah cukup lama menyiksa kaki ku. Di dalam perjalanan kita sambil bercanda-canda dan lebih sebelnya pada ngejek aku karna keliatan banget kalau suka sama Mikael.
__ADS_1
Eka: itu lo Mik temenin Elta nanti dia kabur lagi hahahaha
Vivin: iya tuh lo kasian kakinya sakit
Elta: apaan sih kalian ini aku tuh gak papa kaki juga cuma lecet dikit, terus tadi aku juga gak kabur kok
Mikael: iya kalian ni lo ngejekin kita mulu
Rena: Mik di deket rumah mu ada warung gk?
Mikael: ada kok, nanti beli obat aja disana biar gk sakit lagi kalo pake sepatu
__ADS_1
Vivin: iya bener tuh, nanti kaki ku malah tambah lecet
kita semua berjalan menuju warung yang tidak begitu jauh dari rumah Mikael. Baru setengah jalan tiba-tiba hujan deras. Kita semua langsung lari untuk meneduh. Semua badan kita basah semua, dari mulai ujung rambut sampai kaki. Malam itu cuaca makin lama makin dingin, kita putuskan kalau tetap berjalan ke warung, terus ke rumah Mikael agar bisa mengeringkan rambut. Hati ku semakin gak karuan saat mendengar bahwa nanti mau ketemu dengan orang tua Mikael. Aku bingung harus berkata apa kalau ketemu orang tuanya, pasti bakal canggung banget. Saat sampai di warung, aku melihat wajah Mikael yang begitu keren walau badannya semua basah. Aku juga memperhatikan kalau dia begitu perhatian pada Vivin. Aku tau kalau Mikael suka dengan Vivin tapi dia menyembunyikannya karna Vivin itu pacar sahabatnya sendiri. Perhatian Mikael ke Vivin lebih keliatan di bandingan dengan Eka. Ya aku tau mereka adalah pribadi yang sangat berbeda, Eka yang sangat cuek dan sangat kurang perhatian sedangkan Mikael yang begitu peduli. Beruntungnya Vivin bisa di sayang sama kedua orang yang banyak di kagumi di sekolah. Rena sebenarnya sebal ngelihat Vivin yang bisa dekat sama orang-orang yang ia sayangi. Dengan gaya centilnya dan penampilan yang sangat cantiknya, Vivin bisa memikat hati banyak lelaki. Akan tetapi aku juga sadar kalau aku gak cantik jadi wajar lah aku gak ada yang suka.