Rasa Yang Pernah Ada

Rasa Yang Pernah Ada
Ungkapan Hati


__ADS_3

Keduanya makan dengan keheningan dan tenggelam dalam lamunan masing-masing.


Ruzel masih ga percaya Echa bisa segila itu dan kini Ruzel mengkhawatirkan Delia, hal itu membuatnya kehilangan selera makan.


”Gimana kalau si Echa nyamperin Delia dan bertindak nekat .”


” Apa yang harus gue lakuin? Sedang gue ga mau balikan sama nenek sihir itu.”


”Apa iya, gue sementara harus jaga jarak dulu sama Delia?” Pikir Ruzel, mulai campur aduk di dalam kepalanya.


Sedang Delia pun juga tenggelam dalam pemikiran dan lamunannya sendiri. Tentu saja kejadian yang baru saja dia alami membuatnya berpikir.


”Kenapa juga tuh cewek semarah itu sama aku yang jelas-jelas kita ga saling kenal sebelumnya?”


”Apa yang dipikirin si Ruzel sampai mau pacaran sama cewek gila itu?”


”Apa hubungan putusnya mereka sama aku” batin Delia yang ga bisa menyembunyikan kekesalannya.


Lain halnya dengan Ruzel yang ga selera makan, Delia justru ingin makan banyak saking kesalnya.


Ia makan dengan sangat lahap meski banyak pertanyaan dalam kepalanya.


” Bang…. 1 porsi lagi dong siomay nya nambah telur ya bang” pesan Delia pada penjual siomay.


Ruzel dan penjual siomay itu sontak kaget, karena sebenarnya porsi siomay yang dijual Abang pengkolan terbilang cukup banyak.


” Siap non, luar biasa si non. Kecil-kecil makannya banyak juga ya non” ucap Abang tukang siomay bercanda sambil menyerahkan sepiring siomay.


” Kalau lagi emosi gini bang, bawaannya makan mulu.” Jawab Delia sambil melahap siomay.


” Mas, itu siomay kenapa cuman diaduk aduk mas?” tanya abang tukang siomay pada Ruzel.


Ruzel diam sambil mengaduk aduk siomay nya dan terlihat ga napsu makan.


” Si Mas lagi patah hati mas? Kok bengong kaya ayam mau dipotong.” goda abang tukang siomay.


Delia sudah mulai senyum-senyum mendengar celotehan si abang sambil menyantap siomay.


” Patah hati sih ga bang.” jawab Ruzel


” Kenapa mukanya dilipat mas? Padahal ceweknya cakep bener” ucap Abang siomay sambil melirik Delia.


”Yaaa.. maunya juga gitu bang. Cuman belum jodoh bang ” sahut Ruzel setengah berbisik.

__ADS_1


”Anak muda mah kudu sedikit agresif mas. Cinta itu ibarat kayak kemerdekaan mas, kudu diperjuangkan.” Ucap Abang tukang siomay sok menggurui.


” Yang ini lain bang, dia kagak berasa diperjuangin ” kata Ruzel setengah berbisik sambil melirik Delia yang lagi asyik dengan siomay nya.


” Si Mas pake ilmu kebatinan kali, jadi si non kagak ngerti isi hatinya situ. ” kata Abang tukang siomay tepat sasaran dan membuat Ruzel hanya membalasnya dengan senyum.


Abang tukang siomay mulai membereskan piring kotor yang ditinggalkan pelanggannya.


Delia pun bangkit berdiri setelah menyelesaikan makannya.


” Zel, ayok …” ajak Delia, dan ia pun menghampiri Abang siomay .


” Bang udah bang, kembaliannya ambil aja bang ” kata Delia sambil memberikan uang 50 ribuan.


” Makasih non, hati-hati di jalan non.” sahut si abang.


Ruzel dan Delia pun menuju mobilnya dan bersiap untuk kembali ke kantor Delia.


Ketika di perjalanan …


Delia yang sudah mulai lebih tenang dari sebelumnya mulai bertanya pada Ruzel dan berharap bisa mendapatkan jawaban yang ga ngegantung.


”Zel, jadi kamu udah siap belum untuk jelasin ke aku tentang sebenernya apa yang terjadi?” tanya Delia.


”Zel, kok diem sih? Jangan bilang kamu ga tau juga mau jelasin apa ke aku.” tanya Delia lagi.


” Del, seperti yang ku bilang tadi, Echa mau balikan lagi tapi aku ga bisa Del. Aku ga mau balikan lagi sama dia.” Jawab Ruzel.


” Jadi kamu kenal dia dimana? Kok ga pernah cerita? ” tanya Delia


”Aku dikenalin sama teman Del, dan ga ada yang bisa aku ceritakan” jawab Ruzel lagi dan masih fokus dengan menyetir mobilnya.


” Terus kenapa dia begitu membenci aku? Dan beranggapan aku adalah alasan kamu ga mau balikan lagi.” tanya Delia lagi dengan penasaran.


” Dia hanya cemburu kalau menurutku. Udahlah Del, dia memang udah posesif dari sananya dan cemburuan banget. Entahlah apakah semua wanita emang gitu ?” Jawab Ruzel.


”Hhmmmm baiklah” sahut Delia.


” Kenapa Del, masih bete yah? Aku boleh juga dong nanya sesuatu ke kamu ?” Tanya Ruzel.


”Bete sih ga Zel, tapi ga enak aja rasanya. Tanya aja Zel ” kata Delia.


” Kamu lagi dekat sama cowok ga? Aku kok udah lama juga ga denger ceritanya. Atau udah mulai ada hati sama Ozwin? ” Tanya Ruzel

__ADS_1


” Ozwin? Kamu bercanda ah, kalau lagi dekat sama cowok sih ga Zel. Hanya kalau lagi jalan sama cowok …iya Zel..” kata Delia mengejutkan Ruzel dan membuatnya langsung memberhentikan mobilnya secara mendadak saking kagetnya.


” Aduuuuhhh Zel..pelan-pelan dong.” kata Delia, kaget karena mobil tiba-tiba berhenti.


” Sorry Del. Ada kucing lewat, aku kaget.” sahut Ruzel mencari alasan, dan kini mulai melajukan mobilnya dengan lebih pelan.


”Kirain apaan Zel. Jadi lanjut ga ceritanya ”kata Delia


” Hhhmmm … jadi gimana kalian ketemu?” tanya Ruzel masih berusaha menerima kenyataan bahwa Delia sudah milik orang lain.


” Aku ketemu dia di pesawat, waktu aku lagi perjalanan dinas ke luar kota. Kisah aku sama dia mirip sama kisah-kisah drama di tv gitu.” cerita Delia


Ruzel pun menanggapinya dengan senyum tipis sebagai arti bahwa ia memperhatikan cerita Delia.


” Terus sekarang dia dimana?” tanya Ruzel setengah penasaran karena selama ini Ruzel tak pernah mendengar cerita kisah cinta Delia.


”Dia…saat ini ditugasin di Bali. Jadi kami LDR an kurang lebih 1 tahun ini sih, hanya bunda belum tahu karena aku masih enggan buat cerita tentang hal-hal kayak gitu.” jawab Delia.


” Kalau Ozwin? Dia tahu? ” tanya Ruzel lagi


” Ga.. Dia ga tahu, aku waktu itu mau cerita tapi karena dia menanggapi tentang perjodohan aku dan dia kayak gitu jadi aku males aja buat cerita.” jelas Delia.


” Aku kira kamu ada hati juga sama Ozwin? ” tanya Ruzel


” Mungkin juga … tapi mungkin lebih ke berteman kali yah.” ucap Delia tapi kini sambil mengalihkan pandangannya ke luar jendela.


” Kalau sama aku? ” tanya Ruzel.


Pertanyaan Ruzel membuat Delia kaget dan ga menyangka Ruzel akan menanyakan hal itu.


” Gila kenapa nanya gitu sih ke aku.” Batin Delia


” Del, kok diem? ” tanya Ruzel masih berusaha fokus menyetir mobilnya dan diam-diam mengatur nafasnya karena gugup.


” Hmmm.. Entahlah ga bisa diungkapkan dengan kata-kata.” jawab Delia gugup dan mulai memainkan jari-jarinya.


” Syukurlah… ” kata Ruzel ambigu.


” Kok syukurlah? Syukurlah kenapa emangnya?” kata Delia.


” Yaaaa syukurlah aja…” Jawab Ruzel.


Mereka berdua kembali diam dan suasana menjadi canggung, hanya suara dari lagu-lagu dari radio yang terdengar. Keduanya pun mulai tenggelam dalam lamunannya masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2