
Ruzel berjalan menuju hotel dan kembali menuju kamarnya dengan wajah yang sangat kusut. Ia membasuh kakinya kemudian merebahkan tubuhnya di atas kasur. Matanya menerawang ke langit-langit kamarnya, pikirannya teringat setiap kejadian manis bersama kedua sahabatnya. Ingatan yang tadinya selalu membawa seutas senyum setiap mengingatnya kini menjadi beban di hatinya yang tak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata.
“Kenapa gue ga bisa lupain dia sih?”
“Apa gue harus pergi jauh dan meninggalkan semuanya?”
“Apa gue harus sepengecut itu buat mengakui kalau gue sayang Delia?”
“Ambyar-ambyar dah ah …” gumam Ruzel sambil menggaruk-garuk kepalanya.
Untuk mengurangi kusutnya isi kepalanya, Ruzel bangkit dari rebahannya dan berjalan menuju balkon kamarnya untuk menghirup udara segar dan melihat pemandangan dari kamarnya. Ruzel pun membuka pintu balkon, namun tak disangka ia harus melihat pemandangan yang menyesakkan. Ruzel melihat Delia sedang duduk bercanda bersama Kenzo di taman.
“Gini amat sih nasib gue …” gerutu Ruzel dan menutup pintu balkonnya kembali.
“Huuufffttt … sesuatu yang pengen dihindari malah selalu muncul tanpa diduga. Apakah ini Ujian cinta yang namanya Baper ?” desah Ruzel.
Rasa penasaran Ruzel ternyata lebih besar dibanding dengan gregetnya akan kondisinya saat ini. Ruzel
mengintip Delia dan Kenzo dari balik tirai pintu balkonnya. Disitu ia melihat betapa bahagianya Delia, Kenzo yang selalu menatap dan memperlakukan Delia dengan lembut. Pasangan yang terlihat serasi dan membuat iri bagi mereka yang jomblo.
__ADS_1
“Oh Tuhan inikah yang namanya jiwa jomblo meronta-ronta” Pekik Ruzel gemasdengan mengusap-usap kepalanya.
Semakin lama dilihat makin bikin baper, Ruzel pun tiba-tiba penasaran apa yang akan dilakukan Ozwin bila ia saat ini berada disini. Ruzel pun mengambil gambar Delia dan Kenzo dengan zoom melalui smartphone nya kemudian mengirim foto itu ke Ozwin sahabatnya.
Tak lama kemudian ponsel Ruzel bordering.
“Tiriirrittt … Ttiiiriiriiitt …Ttiriiiriiit ….”
Ruzel yang usil dan jahil tidak segera mengangkat teleponnya yang bordering, ia hanya melihat nama Ozwin yang tertera pada layar dan membiarkan Ozwin untuk penasaran sejenak. Setelah berkali-kali telepon Ruzel bordering akhirnya ia mengangkatnya.
“Halo … Lu dimana sih sebenernya? ” Tanya Ozwin pada Ruzel tak sabar.
“Kok Lu bisa dapet foto Delia sih? ” Tanya Ozwin lagi.
“Ya gue ga sengaja lihat dia di Bali, sepertinya dia lagi perjalanan dinas.” Terang Ruzel.
“Lu yakin itu pacarnya? Bisa aja kan kenalannya yang sok deket.” Ucap Ozwin.
“Ya gue yakin, lagian gue lihat sendiri bro. lu tau sendiri, Delia bukan cewek yang bisa deket sama orang lain dengan gampang apalagi sama cowok.” Jelas Ruzel.
__ADS_1
“Gue ke Bali
sekarang deh … Lu share location dong.”
Kata Ozwin ga sabar karena penasaran.
“Wough … Anak sultan lu ya duit tinggal lu petik dari pohonnya.” Jawab Ruzel dengan diiringi tawa karena tingkah Ozwin yang serampangan dan tanpa pikir panjang.
“GGggrrrr … Buruan deh, gue serius tahu.” Sahut Ozwin dengan gemas.
“Halo … halo … halo …. “ Ruzel acting seolah dia kehilangan signal dan kemudian menutup teleponnya sambil cekikikan.
Ia lempar ponselnya di kasur dan kemudian merebahkan tubuhnya. Ia menghela nafas dalam-dalam.
“Haaahhh … ternyata Ozwin lebih bucin dari dugaan gue.” Gumam Ruzel yang tak menyangka Ozwin sangat reaktif.
****
Bersambung
__ADS_1