
Delia terdiam ketika Ruzel ingin membahas mengenai hubungan Delia dengan Kenzo. Delia masih bingung harus cerita darimana.
“Del ... Del ... Kok diem sih? “ Panggil Ruzel mengagetkan Delia yang sempat bengong.
“Iya aku bingung aja Zel, harus cerita dari mana.” Jawab Delia.
“Sekarang kamu kalau bingung pasang wajah bengong gitu yah? Kaya ayam dong .” Goda Ruzel.
Delia menanggapinya dengan bibir manyun.
“Jadi gimana kisahnya? “ Tanya Ruzel yang sebenarnya sudah penasaran dari semalem.
“Ya gitulah ... Mending bahas yang lain deh.” Jawab Delia yang tak ingin membahasnya meski ia tahu saat ini Ruzel sangat penasaran dengan kisah cintanya.
Tiba-tiba saja perut Delia berbunyi saat ditengah -tengah pembicaraan mereka.
' Kkrrrrrruuuuuukkk ... Kkrrruuukk ... '
“ Hahaha ... Kamu lapar yah? Ayoook kita sarapan dulu, mungkin saja kamu akan bertemu Kenzo di resto.” Ajak Ruzel.
“Aku ke sini bukan untuk bertemu dia kok, aku ada tugas aja dari kantor jadi aku rasa ga masalah juga kalau ga ketemu dia.” Jawab Delia.
“Kamu ini benar-benar... Ini adalah kesempatan kalian bisa lebih sering ngobrol. Cuek boleh tapi jangan kebangetan juga kali Del.” Ucap Ruzel .
__ADS_1
Delia hanya diam dan tidak memberikan tanggapan.
Dan mereka pun berjalan menuju Resto untuk sarapan.
Setibanya di Resto ...
Benar saja dari kejauhan Kenzo sudah melambaikan tangan ketika melihat Delia, hanya saja Kenzo merasa bingung karena Delia datang bersama seorang laki-laki.
Delia pun menghampiri Kenzo karena tak ingin Kenzo salah paham.
“Pagi sayang ... Apakah kamu tidur dengan nyenyak semalam? Tanya Kenzo sambil menyiapkan tempat duduk disampingnya untuk Delia.
“ Pagi ... Aku tidur dengan nyenyak kok.” Jawab Delia
Suasana menjadi sedikit canggung ketika mereka duduk bersama, hingga Delia memperkenalkan keduanya.
“Dan ini Kenzo.” Kata Delia memperkenalkan mereka.
Kenzo pribadi yang ramah dan baik sehingga ia sering memulai pembicaraan agar suasana tidak lagi canggung. Mereka membicarakan masa sekolah Delia, pekerjaan, hobi dan hal lainnya. Setelah itu Ruzel undur diri dan kemudian berjalan menuju pantai.
Sesampainya di Pantai
Ruzel menyusuri tepian pantai dan sesekali memainkan air yang menyapu kakinya. Ruzel merasa turut bahagia untuk Delia karena ia melihat Delia yang sepertinya tampak bahagia bersama Kenzo. Di sisi lain dadanya terasa sesak seakan seluruh udara yang ia hirup masih kurang saat itu.
__ADS_1
Ruzel pun duduk di atas pasir pantai dan memandangi ombak.
'Huuft ... Melelahkan. Sepertinya gue akan kehilangan dia selamanya. Perasaan ini akankah seperti ombak yang datang dan kemudian pergi tak tersisa. Aaaahhh udahlah yang penting dia bahagia sama pilihannya. Dan gue hanya bisa mendukung dia dalam doa aja. Semoga rasa ini hanya akan menjadi rasa yang pernah ada, yang hanya singgah sejenak.’ Gumam Ruzel.
Tiba -tiba hp nya berbunyi
Tttiirrrriiirriit ... Ttirririt ....
“Hai ... Lu dimana? Kita harus bicara.” Ajak Ozwin lewat telepon.
“ Sorry gue lagi di Bali ada kerjaan “ jawab Ruzel.
“ Tentang Delia, gue yakin gue ga salah paham. Gue yakin kalian ada hubungan lain di belakang gue.” Ucap Ozwin to the point.
“ Oz denger itu masalah udah lumayan lama, dan gue udah lupa. Gue ga ngerti apa yang lu omongin. Tapi kalau mau dibahas gue cuman bisa bilang gue ga ada hubungan spesial sama Delia. Lu juga tahu kan Delia udah bilang kalau dia lagi menjalin hubungan dengan orang lain. Stop mikir yang ga guna Oz.” Terang Ruzel setengah jengkel.
“Lu yakin ga ada hubungan spesial sama Delia?” tanya Ozwin memastikan.
“ Iya Oz. Kan dia udah bilang sendiri sedang menjalani hubungan dengan orang lain. Ada baiknya kita dukung dia aja Oz. Tapi itu pun kalau lu emang sayang sama Delia” ucap Ruzel mengakhiri teleponnya.
Telepon dari Ozwin merusak moodnya. Ruzel menelepon sekretarisnya untuk menggantikannya menghadiri rapat siang itu. Ia tak ingin bertemu dengan Delia saat suasana hatinya kurang baik. Ia takut tak bisa mengendalikan perasaannya dan membuat keadaan semakin runyam.
Ruzel kembali ke hotel dan menuju kamarnya.
__ADS_1
***
Bersambung ...