Reinkarnasi Dewa : The Next Generation Of Deadly Art

Reinkarnasi Dewa : The Next Generation Of Deadly Art
Chapter 10 ( Akademi Hunter )


__ADS_3

...Akademi Hunter...


Sejak terjadinya peristiwa penyerangan ujian hunter 1 tahun yang lalu serta kesepakatan pertemuan hunter kelas atas tentang pelatihan dan perekrutan maka berdirilah Akademi Alliansi Hunter dan yang menjadi kepala akademi pertama adalah Xu Hunter Class SS peringkat pertama.


Akademi hunter adalah sebuah akademi yang mendidik serta melatih bakat seseorang hunter menjadi lebih kuat dari sebelumnya tempat menempuh pendidikan, wawasan serta menjadi hunter yang berkemampuan tinggi dan mendapatkan bimbingan langsung dari masternya jika seseorang siswa lulus dari akademi akan mendapatkan lisensi hunter dengan tingkat kekuatannya.


jadi untuk sekarang ujian lisensi telah di hapuskan jika ingin menjadi hunter mereka harus mengikuti akademi agar mereka dapat mengukur serta menjadi lebih kuat.


Ujian Akademi Hunter dibagi menjadi 2 tahap yaitu :


Tahap pertama.


yaitu ujian penilaian bakat kemampuan kekuatan.


Tahap kedua.


yaitu ujian penilaian keahlian dan penentuan Job Class yang cocok untuk pesertanya.


Ujian akademi hunter dimulai.


hanya ada 200 orang yang lulus terpilih menjadi siswa akademi hunter dan akan menempuh pelajaran selama 1 tahun dan peserta ujian yang lulus akan masuk ke tiga kelas berdasarkan penilaian point yang didapatkan.


...Tingkat Dasar....


Rock menjadi instruktur kelas dasar dan membimbing siswa siswanya mengenali bakat serta meningkatkan kekuatan dan memiliki 150 siswa.


...Tingkat Menengah....


Assy menjadi istruktur kelas menengah dan memberikan arahan bagaimana cara memilih jobclass menurut kemampuan serta mengembangkan ke ahliannya masing-masing dan memiliki 44 siswa.


...Tingkat atas atau Kelas Lanjutan....


Ro berumur 16 tahun terpilih menjadi salah satu instruktur pelatih kelas atas di akademi hunter dan memiliki 6 siswa.


"huh sungguh menyebalkan tahun kemarin aku menjadi instruktur pelatih assasin dan sekarsng kenapa aku malah disuruh menjadi guru akademi harusnya aku ini bersantai-santai bukan malah jadi seorang instruktur pelatih begini adehh.... dan kenapa hanya aku yang memiliki murid sedikit..." ucap Ro kesal.


kelas yang dia ajar berisi orang-orang yang jenius serta memiliki point penuh dalam semua aspek penilaian merupakan dari berbagai kalangan dan berbagai macam latar belakang.


"Baiklah, semuanya perkenalkan nama dan sebutkan keahlian kalian." ucap Ro.


"hormat kepada grand master.. namaku Ace usiaku 19 tahun dan keahlianku adalah pisau."


"hormat kepada grand master.. namaku Felt usiaku 20 tahun dan keahlianku adalah dua pedang ."


"hormat kepada grand master.. namaku Ani usiaku 21 tahun dan keahlianku adalah sihir penyembuhan."


"hormat kepada grand master.. namaku yan usiaku 18


tahun dan keahlianku adalah sihir elemen."


"hormat kepada grand master.. namaku zen usiaku 18 tahun dan keahlianku adalah memanah."


"hormat kepada grand master.. namaku cao usiaku 17


tahun dan keahlianku adalah kapak."

__ADS_1


"baiklah, kurasa kalian sudah tau aku itu siapa dan aku tidak akan menjelaskannya langsung ke intinya saja hari ini kalian ikut kelapangan pelatihan aku sudah menyiapkan pelatihan pertama untuk kalian semua." ucap Ro sambil berjalan.


"Baik grand master."


semuanya mengikuti Ro menuju ke Lapangan pelatihan sesampainya disana mereka melihat banyak sekali siswa akademi sedang berlatih bahkan ada juga Hunter Rank Class E dan D.


"apa yang kalian lihat, kalian kesini untuk latihan bukan untuk menonton pertunjukkan."


mereka kaget dan langsung berbaris dihadapan Ro.


Ro melihat ke sekelilingnya, semua siswa maupun hunter kelas E dan D yang sedang berlatih tiba-tiba merinding saat ditatapi oleh Ro.


"ehh berhenti sebentar.. itu Grand Master Ro."


ucap Tri seorang hunter assasin Rank Class D.


hunter class D dan E yang sedang berlatih disana adalah Assasin ketika melihat Ro seketika mengingat kekejaman Ro saat menjadi instruktur penggunaan Pisau. Ro menyiksa Seluruh assasin class C hingga E dengan pelatihan yang sangat berat jika ada yang melawan mereka akan terkena hukuman cambukan setiap harinya.


"hehe.. ayo kita semuanya kabur.. itu benar-benar dia."


"kaborr.............."


seketika semua hunter yang sedang berlatih disana kabur dan menghilang.


"heh.. kenapa mereka kabur semua saat grand master melihatnya.." ucap Felt kebingungan.


"baiklah, mulai sekarang cukup panggil aku master saja jangan panggil aku grand karena aku masih muda untuk pelatihan pertama cara penggunaan tenaga dalam dan pengaplikasian."


"pertama-tama relax kan tubuh kalian dan rasakan energi yang mengalir dalam tubuh kalian lalu fokuskan dan kumpulkan seluruh energi murni dari tubuh kalian kemudian lontarkan ke arah batu yang sudah ku siapkan ini jika kalian tidak menghancurkannya kalian tidak akan mendapatkan makan sampai besok pagi.. mengerti semuanya?.." ucap Ro menjelaskan.


"ok kalau begitu aku akan tidur dulu." ucap Ro sambil rebahan.


"oh sial pelajaran macam apa ini, jelas - jelas master ini sangat sombong padahal umurnya dibawah dari kita dia hanya menjelaskan tanpa mempraktekkannya gimana sih ini hah tp mau gimana lagi mari kita coba teman-teman." ucap Ace.


langit mulai meredup mentari mulai terbenam belum ada satupun dari murid-murid dari Ro yang bisa menghancurkan batu tersebut, mereka hanya bisa membuat goresan kecil.


Cao kesal dan membangunkan Ro dengan marah.


"master bangunlah master, bagaimana kamu master kami telah melakukan semampu kami namun kami hanya bisa membuat sayatan kecil."


akhirnya Ro terbangun dan sangat kesal mendengar ocehan dari muridnya.


"apakah kamu benar-benar seorang master, bahkan umurmu masih jauh lebih muda dari kami." Felt.


"ayo tunjukkan kekami kalau kau benar-benar seorang master jangan hanya bisa mengoceh saja." Zen.


"adeh, kalian mengganggu tidurku saja baiklah aku akan menunjukkan sedikit saja." jawab Ro.


Ro menyalurkan tenaga dalam nya ke jarinya dan membuat sentilan keras ke arah 6 batu yang dia taruh sebagai sasaran ke 6 muridnya, batunya seketika hancur karena sentilan angin dari Ro.


semua muridnya tercengang dan kagum karena melihat kemampuan Ro.


"yah sudah hancur kan, kalian bertiga laksanakan push up 1000 kali itu adalah hukuman karena kalian berani mengganggu tidurku aku tinggalkan bayanganku disini untuk memantau kalian jika sudah selesai kalian baru boleh makan."Ro sambil membuat bayangan hitam berbentuk seperti manusia yang mirip seperti Ro.


"untuk kalian ani , yan dan ace ikuti aku akan membelikan kalian makanan." sambung Ro.

__ADS_1


"baik master." jawab Cao Felt dan Zen.


"ohh, sial.. harusnya aku tidak membangunkannya tadi... sungguh sial." ucap Cao.


"hei ini gara-garamu kita jadi kena hukuman." Felt.


"aduh... dia itu sungguh master yang mengerikan kita saja tidak bisa berbuat apa-apa tadi dia cuma pake satu jari untuk menghancurkan batunya ini sungguh gila harusnya aku tidak usah berbicara tadi." Zen.


"ayo push up dengan cepat jangan mengoceh terus..." ucap bayangan Ro.


"hah... bahkan bayangannya bisa berbicara.. astaga mimpi apa aku semalam sungguh aku tidak tau lagi harus apa sungguh sial..." ucap Cao.


Shadow clone atau skill bayangan dari Ro menggetok kepala Cao karena ngoceh terus.


"baik master.. maafkan aku." ucap Cao.


Ro bersama 3 muridnya sedang makan malam dikantin.


"kalian harus menunggu 3 teman kalian ya jika mereka sudah menyelesaikan hukumannya barulah kita mulai makan malamnya ini merupakan bentuk dari solidaritas." ucap Ro.


"baik master." jawab mereka sambil menganggukkan kepala karena takut.


"hormat kepada master Ro." mereka datang dan memberikan hormat kepada Ro.


Cao Felt dan Zen terlihat kelelahan dan tangannya gemetar..


"bagaimana hukumannya sangat ringan kan, berbahagialah kalian karena memiliki master baik sepertiku." ucap Ro.


"baik darimana itu sama saja membunuh kami." ucap Cao dalam hati.


"heits.. janngan menggerutu dalam hati aku bisa mendengarnya loh.. apa belum cukup kali ya hukumannya." ucap Ro.


"sudah cukup master kami meminta maaf atas kesalahan kami." jawab mereka ketakutan.


akhirnya mereka makan bersama dan pulang ke kamar mereka dan Ro mengatakan besok akan memberikan pelatihan seperti tadi hingga mereka bisa menghancurkan batunya tanpa bantuan senjata ataupun sihir.


"woah... akhirnya aku bisa istirahat dari master iblis itu sungguh tangan ku ingin putus."


"ah sial.. sungguh tanganku masih gemetar."


"aduh tidak habis pikir kenapa anak berumur 16 tahun bisa menjadi grand master bahkan tadi kalian lihat sendiri bagaimana caranya menghancurkan batu dengan satu jari gimana coba??? pikirkan aku sungguh sudah gila karena memikirkan hal itu."


"dasar kalian bodoh, apa kalian tidak menyadari sesaat kita sampai di lapangan pelatihan akademi ada banyak hunter class E dan D berjob class Assasin tiba-tiba kabur setelah mengetahui kita bersama master Ro datang."


"Master Ro itu sebelun menjadi salah satu instruktur disini, dia telah menjadi seorang instruktur di Alliansi Hunter menjadi pelatih penggunaan pisau yang melatih Assasin Class Rank C sampai E."


"kakak tertuaku yang merupakan Hunter Class C ber job class Assasin bercerita jika kepadaku dan bilang, jika kamu bertemu dengan Master Ro nanti di akademi berhati-hatilah jangan pernah membuat kesalahan didepannya karena jika melakukan itu ia akan menyiksanya."


"kakak tertuaku pernah mengalami pelatihan untuk mendalami jalan assasin agar bisa naik ke tingkat master dalam menggunakan pisau dan mendapat pelatihan langsung dari Instruktur Ro."


"mereka melaksanakan pelatihan neraka, jika ada sedikit kesalahan Instruktur Ro akan menggantungnya dan menyiksanya hingga kencing dicelana." Ace menceritakan rumor dan fakta dari Ro.


"wah gila, sungguh menakutkan aku tidak akan melakukan kesalahan seperti tadi lagi jika dia marah sepertinya nyawaku akan terancam nanti." jawab cao.


merekapun akhirnya beristirahat.

__ADS_1


__ADS_2