
...Dikamar Penginapan...
Siang hari di kamar penginapan, Ro terbangun dari tidurnya dan sadar matahari sudah sangat terik.
"Astaga... lagi-lagi aku terlambat...." Ro kaget dan langsung bergegas membawa perlengkapannya.
Tanpa mandi ataupun bersih-bersih Ro langsung berlari ke tempat Acara Pertandingan Pendekar Hunter dengan muka bantal yang masih beler Ro terus berlari.
...Arena pertandingan....
Ro sampai ke arena pertandingan dia melihat ada yang aneh dan tidak seperti pertandingan yang biasanya.
"sistem bisakah kau menganalisa apa yang sebenarnya terjadi dan apa lingkaran hitam pekat seperti ruang disana."
"LAPOR MASTER MENURUT ANALISA SISTEM, TELAH TERJADI KEKACAUAN DAN GANGGUAN DARI MONSTER IBLIS YANG BELUM DI KETAHUI.. LINGKARAN HITAM SEPERTI RUANGAN ITU DISEBUT ARRAY YANG MENYEGEL ORANG YANG ADA DIDALAMNYA." SISTEM.
"ADA MONSTER IBLIS TINGKAT TINGGI DI DALAMNYA DAN DUA ORANG DIDALAMNYA SEDANG BERTARUNG NAMUN KEDUA ORANG ITU SEDANG TERLUKA." SISTEM.
"ORANG-ORANG YANG ADA DISEKELILINGNYA SEDANG BERUSAHA MENGHANCURKAN ARRAY NAMUN TIDAK BISA." SISTEM.
"Waduh kenapa suasananya bisa jadi seperti ini, baiklah aku akan menyelamatkan mereka berdua yang ada di dalam array itu dulu lalu menghabisi monster iblis itu." Ro bergegas berlari mendekati Array.
Ro sampai didepan array mengaktifkan skill BLOOD PRESSURE AURA dan SOUL EATER BLADE dengan mengeluarkan seluruh kemampuannya kemudian menyerang Array tersebut.
"aduh, kenapa tidak hancur.." ucap Ro.
Ro berfikir kebingungan dan akhirnya mengingat bahwa ia telah mendapatkan skill baru dari jobclassnya.
"ohh iyaa, aku lupa akukan udah membuka 1 skill baru.. dasar bodoh ..." ucap Ro.
Ro mengumpulkan tenaga dalam mengalirkannya ke Dua pisaunya lalu menggunakan skill DEATH SLASH.
Array hancur terkena serangan dari skill DEATH SLASH, Ro tiba-tiba melihat semua orang terluka hanya tersisa satu orang yang bertahan melawan monster iblis itu, yaitu Cort.
Elias yang sebelumnya berusaha untuk menyembuhkam Cort tidak sanggup menyembuhkan luka dari Cort setelah itu Keajaiban terjadi Mata sebelah kanan Cort tiba-tiba berubah menjadi Merah Cort yang sebelumnya sekarat tiba-tiba pulih dan berhasil bangkit kembali itu terjadi karena kekuatan dari seorang yang memiliki Tittle Destiny yang merupakan Tittle sang penguasa Benua.
Cort dan Chysaor masih berselisih saling beradu kekuatan namun kekuatan dari Destiny memiliki waktu yang terbatas dan konsekuensi dari kekuatan Destiny merupakan Kehilangan kesadaran dan kelelahan yang sangat berat.
"Arraynya pecah, siapa yang bisa menghancurkan Array kelas tinggi seperti ini." Cort berfikir.
Namun tiba-tiba Cort mulai kehilangan kesadarannya dan lemas karena kelengahan tersebut akhirnya Cort terkena serangan dari Chysaor.
"hahaha.. jadi hanya segini saja kemampuan kalian? dasar Ras Rendahan." ucap Chysaor.
"siapa yang kau sebut Ras rendahan?" jawab Ro menghampiri Chysaor.
Semua orang melihat ke arah Ro semua orang bingung siapa anak muda itu, Rei sadar dan melihat Ro.
"Ro jangan kesini pergilah, monster itu sungguh kuat kau tidak akan sanggup melawannya aku tidak mau melihat suamiku mati didepan mataku." ucap Rei sambil menangis.
"hehhh.... bocah itu??? dengan Tuan Putri Rei??? sejak kapan??? dimana???" mereka semua kaget karena tidak mengetahui bahwa Tuan Putri Rei telah menikah.
"habis sudah... kesempatanku meminangnya.. huhuu... bidadariku..." ucap Oddies kecewa sambil menahan sakit dari luka.
"huhu... kita senasib kawann.." jawab Wein.
Sementara itu.
"jangan kawathir istriku, dia hanyalah kakek peot yang sudah berubuh apa yang kau takutkan dari seorang lelaki tua jelek seperti dia.." Ro menjawab Rei.
__ADS_1
"aduh.. dasar anak muda bodoh, aku saja tidak sanggup melawannya bisa-bisanya anak itu memprovokasi seseorang yang sangat kuat seperti itu tamatlah riwayat anak muda itu." ucap Brunch.
"heii bocah tengik berani sekali kau menghinaku akan ku tebas kepalamu dengan tombak ku ini."ucap Chysaor.
"Sebentar... pasti kamu temannya monster Iblis Api, dilihat dari tatto bunga yang ada di tanganmu itu aku menyadarinya kau memiliki tatto bunga yang sama seperti monster Iblis Api yang menyerang saat Ujian Alliansi Hunter sedang berlangsung 1 tahun yang lalu."
"bagaimana kau mengetahuinya? siapa kau sebenarnya."
"haha, aku bukan siapa-siapa aku hanyalah seseorang yang bermain-main dengannya disaat terjadinya kejadian itu." ucap Ro sambil mengeluarkan dua pisaunya.
Ro langsung mengaktifkan Skill BLOOD PRESSURE AURA seketika hawa di area sekitar Ro menjadi menyeramkan Ro mengeluarkan Aura seorang pembunuh yang sedang haus darah dan memberikan tekanan besar kepada Chysaor.
"Tekanan ini dan ciri-cirinya.. ini pasti dia.. dia yang membunuh Ignis.. sial ini berbahaya aku harus pergi." ucap Chysaor dalam hatinya dan berusaha melangkah untuk mundur.
Ro mengeluarkan Tenaga Dalamnya dengan Kekuatan maksimal sehingga Chysaor tak bisa bergerak seakan tertahan sesuatu benda yang sangat berat.
"hei-hei orang tua mau kemana kamu, katanya kamu ingin menebas kepalaku, ayolah kakek ayo tebas kepalaku." ucap Ro sambil menampilkan raut muka yang sangat seram.
"kakek tua, kau harus bertanggung jawab atas kekacauan yang kau perbuat hehe..."
Ro mengaktifkan skill DEATH SLASH.
"yang pertama, ini untuk membayar karena kau telah menghancurkan Acara dari mertuaku." ucap Ro sambil memotong kedua tangan Chysaor.
"yang kedua, ini untuk membayar karena kau telah melukai adik iparku." ucap Ro sambil memotong kedua kaki Chysaor.
"dan yang terakhir, ini untuk membayar karena kau telah melukai tubuh mulus dari istriku." ucap Ro sambil memenggal kepala Chysaor.
Ro mengaktifkan skill SOUL EATER BLADE kemudian menebas Roh jiwa yang keluar dari tubuh Chysaor dan akhirnya Chysaor mati.
...Di kastil kerajaan Monster....
"sial, jiwa kehidupan dari Chysaor sudah menghilang sepertinya Chysaor telah mati pasti dialah pembunuhnya." ucap Azazel kesal.
"siapa dia rajaku, apakah rajaku telah bertemu dengan orang itu."
"ya aku pernah melihatnya sesaat setelah menemui Lord Fyn di Ibukota Valley, Aku melihat seorang anak kecil yang memiliki Aura yang sama seperti aku bertemu dengan Dewa Kematian di dunia asal kita, Sang Dewa Kematian Guillotine Generasi Pertama."
"apakah kau mengerti mengapa aku di utus oleh Kaisar Iblis untuk menjadi seorang raja didunia ini? itu karena aku diperintahkan untuk menguasai dunia ini dan juga untuk mencari Anak dari Sang Dewa Kematian Guillotine Generasi pertama."
"berarti dia juga sama seperti kita seorang Ras monster Iblis?" tanya Astaroth.
"Bukan, Dia adalah Dewa dia memiliki kasta dan kekuatan yang lebih tinggi dari kita dia mungkin memiliki drajat yang sama seperti kaisar Iblis kita Yang Mulia Satan."
"terus apa yang harus kita lakukan terhadapnya Rajaku?"
"kita harus membuat rencana, kita tidak bisa mengalahkannya sekarang.. ohh iya bagaimana sekarang situasi diwilayah Alliansi Hunter apakah Chysaor berhasil memancing para Hunter Class tinggi untuk keluar?" ucap Azazel.
"Lapor rajaku, saya sudah mensurvey keadaan di wilayah Alliansi Hunter sepertinya Chysaor berhasil memancing para Hunter Class atas menjauh dari Markasnya, aku mendeteksi keberadaannya hanya sedikit hunter kelas atas yang masih ada dimarkas." jawab Lilith.
"baiklah ini kesempatan bagus, kalian bertiga bergegaslah ke sana hancurkan semua yang ada disana jangan sia-siakan kesempatan ini untuk membalaskan dendam."
"baik rajaku, perintah akan dilaksanakan."
Akhirnya Astaroth, Lilith dan Argus pergi menuju Ibukota Valley setelah itu kekacauan melanda seluruh Ibukota Valley karena serangan Dari Monster Iblis.
Sementara itu di Arena Pertandingan Hunter di ibukota kerajaan naga.
semua yang melihat kejadian ini kaget serta takut kepada Ro karena kekuatannya yang sangat mengerikan terutama dengan Aura membunuhnya yang seakan seperti Dewa Kematian.
__ADS_1
Melihat Ro telah membunuh Chysaor, Rei langsung berlari dan memeluk Ro.
"Terimakasih, kau telah menyelamatkan kerjaan ini dari kehancuran kamu tidak terluka kan?? kamu baik baik saja kan???." ucap Rei sambil memeluk Ro.
"yupss... ayo kita bawa semuanya kerumah sakit agar bisa mendapatkan perawatan." ucap Ro sambil menggandeng tangan Rei.
"Astagaaaa, adegan romantis apa itu sepertinya aku akan mati lebih cepat dari seharusnya.." teriak Oddies.
"argghhhh hatiku seperti tertusuk oleh pedang besar.. ohh bidadariku...." Wein juga berteriak.
"dasar kenapa mereka berteriak-teriak seperti itu, sepertinya kedua pangeran itu sudah gila.." Ucap Ro.
pertarungan pun berakhir, orang-orang masih sadar dan mendapatkan luka yang ringan bergegas memanggil tim penyembuh untuk merawat mereka yang mendapatkan luka berat.
Sementara itu Xu yang mengejar Monster Iblis Chysaor berhasil menemukan jejak Dari Chysaor sampai akhirnya Xu sampai ketempat Arena Pertandingan.
Xu kaget karena melihat banyak sekali orang yang terluka dan tiba-tiba melihat seseorang yang mirip sekali dengan teman nya Ro kemudian Xu menghunuskan dua pedangnya lalu melesat cepat menyerangnya untuk memastikan bahwa itu benar-benar Ro yang dia kenal atau bukan.
Ro mendorong Rei dan menangkis serangan dua pedang dari Xu.
"Siapa kau, sepertinya kau seperti orang yang aku kenal."
"kau yang siapa, kenapa kau terlihat mirip seperti temanku yang bernama Ro."
"hei kau, apakah kau senior Xu ini aku benar-benar Ro senior ini aku Ro" ucap Ro mengenali penampilan Xu dengan memperhatikan baju tertutup serta memakai topeng dengan keahlian dua pedangnya.
"tidak mungkin orang itu sudah menghilang di dungeon, aku sendiri telah mengeceknya sendiri dia menghilang dan hanya meninggalkan sarung tangannya."jawab Xu.
"heh, oh iyaya.. saat aku bertarung dengan Rei saat itu aku terdesak karena melindungi murid-muridku sarung tanganku terlepas aku juga baru sadar aku tidak menggunakan sarung tangan." Ro berfikir.
"ini benar-benar aku senior Xu ini sungguh aku, aku masih hidup lihatlah lisensi hunter ku ini." ucap Ro sambil menunjukkan Lisensi Hunternya.
"heh.. benar itu kamu, sungguh aku tidak menyangkanya kita bisa bertemu disaat ini.. ohh iya perempuan yang bersamamu itu siapa dia?" tanya Xu.
"ohh yaa.. Istriku sini-sini perkenalan dirimu, ini seniorku." ucap Ro memanggil Rei.
"halo, tuan aku Rei K. Light aku istri dari Ro." ucap Rei memperkenalkan diri.
"hehhh...... sejak kapan kau menikah???? haduh dasar bocah yang membingungkan sungguh tidak bisa percaya" ucap Xu kaget.
"ohh iya Ro apakah kau melihat monster iblis menyerupai lelaki tua dan membawa tombak emas lewat sini."
"hmmm, lelaki tua dengan tombak ohh... apa yang kau maksud itu monster yang disebelah sana?" jawab Ro sambil menunjuk monster iblis Chysaor yang sudah mati.
"iya itttuuuu.... hehh............ siapa yang membunuhnya... sungguh kejam dia memotong kaki tangan serta kepalanya.." tanya Xu.
"aku.. hehe..." jawab Ro dengan muka polosnya.
"hahh?? aduh aku pusing sepertinya aku butuh istirahat hidup ini sungguh membungungkan." ucap Xu menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Ohh iya, Bagaimana kita ke kastil kerajaan ku karena kamu adalah teman dari suamiku mari kita kesana sekaligus beristirahat dan menceritakan tentang semua hal yang sudah terjadi." ajak Rei.
"beh.. ide bagus kayanya pinteran istrimu dibandingkan dirimu Ro hahaha." ucap Xu tertawa.
"Ayah, boleh kan aku mengajak mereka ke kastil." tanya Rei sambil menatap tajam ayahnya.
"iy iya... boleh kok boleh.." jawab Brunch sambil ngangguk-ngangguk ketakutan karena sebelumnya Brunch tidak percayai perkataan Rei bahwa Ro itu seseorang yang mengerikan.
akhirnya Ro bertemu Xu di benua belahan timur mereka berjalan menuju kastil kerajaan naga untuk beristirahat.
__ADS_1