Reinkarnasi Dewa : The Next Generation Of Deadly Art

Reinkarnasi Dewa : The Next Generation Of Deadly Art
Chapter 12 ( Penelusuran )


__ADS_3

...Penelusuran Dungeon Sixity...


Seperti biasa Ro terlambat dan membiarkan murid-muridnya menunggu berjam-jam lamanya.


"sial kemana master kita sudah berjam-jam disini tapi master tidak dateng juga."


"iya ini sudah hampir siang."


...Ruangan Pribadi Ro...


matahari sudah berada tepat di atas kepala yang menunjukkan waktu sudah siang hari.


"woahhh... aku sepertinya kesiangan hahaha sepertinya kebiasaanku untuk terlambat tidak bisa terlepaskan." ucap Ro yang baru terbangun dari tidurnya.


Ro saat di sukunya saat masa Remaja, dia merupakan seorang pemuda yang sangat menyebalkan dan setiap hari telat dalam melaksanakan pelajaran maupun pelatihan.


Ro bergegas menuju kantor alliansi melihat murid-muridnya termenung dan lesu.


"hei apa yang kalian tunggu, ayo kita berangkat siapa yang terlambat mengikutiku akan mendapatkan hukuman." Ro berteriak dari kejauhan.


"heh itu master, ayo kita lari sebelum kita mendapatkan hukuman." ucap Ani.


"sial dia terlambat kesini, tapi seenaknya langsung memberikan perintah." ucap zen.


"astaga.. ayo cepat kita kejar aku tidak mau kena hukuman." ucap Ace.


"baik master." jawab mereka..


semuanya berlari mengejar Ro dan akhirnya sampai ke Dungeon Sixity.


...Pintu Dungeon Sixity Dungeon Kelas Atas....


Semua murid-murid kelelahan karena mengejar dan mengimbangi kecepatan Ro.


"padahal aku sudah memperlambat kecepatanku tapi kenapa mereka kelelahan." ucap Ro dalam hati.


"master iblis sungguh ini sangat melelahkan." ucap Ace dalam hati.


"baiklah karena kalian kelelahan mari kita istirahat sejenak." ucap Ro sambil membuka tas ruang penyimpanannya.


"ini adalah item sihir tipe Rare jadi bawalah item ini, item ini berguna untuk meningkatkan regenerasi kalian agar tidak mudah kelelahan." ucap Ro sambil membagikan Cincin Regenerasi of light yang ia ambil dari gudang penyimpanan Alliansi Hunter.


"terimakasih master." jawab mereka.


"baiklah cukup istirahatnya mari kita masuk kedalam dungeon ini, sebelum ini apakah kalian ada pertanyaan?." ucap Ro.


"hormat kepada master ijin kan aku bertanya, Dungeon apa ini master terlihat seperti goa yang dalam dan apa tingkatan dari dungeon ini master?" Ucap Ace yang penasaran karena tidak pernah melihat dungeon dengan aura monster yang sangat kuat.


Ace dulu sering menemani kakaknya sebagai hunter class C untuk menelusuri dungeon kelas rendah karena itu ia sering melihat dan yang ia lihat sangatlah berbeda dari dungeon kelas Rendah.

__ADS_1


"pertanyaan bagus, aku akan menjawabnya ini adalah Dungeon Kelas Atas ya bisa dibilang Dungeon Rank S atau SS yang bernama Dungeon Sixity kita akan melakukan penelusuran mencari hunter yang hilang saat memasuki Dungeon ini, dalam rumornya Dungeon ini ditinggali oleh Seekor Naga."


Semuanya kaget serta merinding mendengar penjelasan dari Ro karena mereka adalah pemula dan tidak menyangka bahwa Ro akan mengajaknya menelusuri Dungeon kelas atas.


"haha.. kita akan mati."


"tamatlah riwayat kita."


"sungguh master iblis, sungguh iblis orang ini akan mengajak kita ketempat kematian."


mereka menggerutu, berkeringat serta ketakutan.


"tenang saja, kita akan bermain-main saja disini."


"baik master." jawab mereka sambil menunduk ketakutan.


"Baiklah ayo kita masuk......!!!" Ro berjalan masuk dan diikuti oleh murid-muridnya.


didalam Dungeon setelah orang terakhir masuk tiba-tiba pintu keluar Dungeon tertutup dengan sendirinya.


monster-monster yang tinggal di dalam goa mulai bermunculan dan menghadang mereka.


"hahahahaa..... ada makanan yang lezat datang." ucap monster kelas atas Rank S Black Lizard monster kelas atas yang berbentuk seperti kadal berwarna hitam gelap dengan mata merah menyala.


Black Lizard menghadang dengan cepat menyerang Felt, dengan insting bertarung Felt dengan dua pedangnya menangkis serangan Black Lizard.


Black Lizard mundur dan berubah menjadi bayangan


"sial, hampir saja aku terkena serangan." ucap Felt.


"semuanya siaga dan perhatikanlah aku." ucap Ro.


Ro mengumpulkan Tenaga dalamnya dan focus merasakan aura membunuh disekelilingnya, mereka memperhatikan Ro dan mulai memahaminya.


Ro mengajarkan skill konsentrasi tenaga dalam dan cara mendeteksi musuh yang tidak terlihat.


"sungguh ini pelajaran yang berharga aku tidak menyia-nyiakannya." ucap Ace.


semua murid-muridnya menirukan Ro dan berhasil mengetahui keberadaan Monster Black Lizard.


Black Lizard menyerang Murid-murid Ro dan tanpa kesulitan mereka berhasil menangis serangan dari Black Lizard.


"huh kenapa mereka selalu menangis seranganku bagaimana mereka bisa mengetahui seranganku." Black Lizard kebingungan.


"bagus mereka belajar dengan cepat mereka akan menjadi hunter yang hebat." ucap Ro kagum.


"baiklah karena kalian sudah memahaminya aku akan membereskan monster itu dengan cepat." sambung Ro.


Monster Black Lizard akhirnya menunjukkan wujudnya

__ADS_1


mengeluarkan aura membunuhnya.


"Hahaha.. dasar manusia bodoh aku akan membunuh kalian semua dan memakan kalian semua." ucap Black Lizard sambil mengeluarkan kekuatan iblis sejatinya dan mengeluarkan aura yang sangat kuat berwarna hitam.


"itu monster kelas atas auranya sangat kuat tubuh ku tidak bisa bergerak."


"iya kita juga, bagaimana master kita melawan monster itu."


"hehe.. jangan takut murid-muridku itu hanyalah kadal biasa apa yang perlu ditakutkan dari kadal bulukan seperti itu." ucap Ro mengejek Black Lizard.


"berani sekali kau bocah mengejek ku akan baiklah akan kubunuh kau terlebih dahulu." Black Lizard Jengkel dan langsung menerjang Ke arah Ro mengeluarkan kekuatan kegelapan dengan cakarannya.


Ro mengeluarkan dua pisau legendarisnya dan langsung menebasnya dengan sekali tebasan yang membuat tubuh monster itu menjadi terbelah dua.


"yah, sudah selesaikan.. ayo kita lanjutkan perjalanan kita."


semuanya tercengang kaget dan kagum terhadap apa yang telah mereka lihat.


mereka tidak bisa bergerak disaat monster itu mengeluar kan kekuatannya sedangkan Ro hanya mengeluarkan sekali tebasan dan membuat tubuh monster itu menjadi terbelah dua.


"sungguh mengerikan kekuatan master Ro itu hanya sekali tebasan bagaimana jika dia mengeluarkan semua kekuatannya." ucap Ace.


"woahh... master hebat......." mereka bersorak sambil berjalan dibelakang Ro.


Ro tersenyum karena dapat merasakan kesenangan bersama murid-muridnya yang mengingatkannya tentang suasana tempat kelahirannya suasana dimana banyak anak kecil bermain dengan riang gembira serta berkumpul bersama teman-teman seperjuangannya.


Ro terus berjalan dan mendeteksi aura kekuatan yang sangat besar di ujung dari goa tersebut, sesampainya di ujung goa terdapat pintu yang dijaga oleh se-ekor naga berwarna perak dan langsung menyerang Ro dan murid-muridnya.


Ro terus menahan serangan Dari Naga Perak yang memiliki kekuatan yang sangat tinggi.


"hei kau penyusup pergilah, jangan pernah datang kembali kesini."ucap naga perak.


"siapa kamu berani sekali menyuruhku untuk pergi Dari Sini." jawab Ro.


Ro terus beradu kekuatan dengan naga perak hingga terdesak, Ro menahan kekuatannya karena takut murid-muridnya ikut terluka karena dampak dari kekuatan Ro.


seluruh murid-murid berlindung dibelakang Ro dan karena Ro paham situasinya sangat sulit untuk sekarang, Ro memerintahkan semua muridnya kembali ke kantor pusat Alliansi hunter dan memberikan informasi ke Ketua Alliansi bahwa telah ditemukannya kejanggalan didalam dungeon tersebut.


"kalian pergilah kembali ke Alliansi Hunter dan laporkan kejadian ini segera, aku akan menahannya agar kalian bisa meninggalkan tempat ini."


"ambil ini dan pelajarilah." ucap Ro sambil melempar sebuah buku teknik tenaga dalam kelas atas, teknik yang merupakan cara untuk memperkuat tenaga dalam seseorang hingga mencapai kekuatan sejatinya buku itu merupakan buku yang berasal dari menara perpustakaan lantai ke 5 yang merupakan lantai teratas dan untuk bisa mengakses hanya Hunter Class Rank SS yang sudah mencapai tahap Grand Master


"ta... tapi... master, apakah kau akan baik-baik saja." ucap Ace sambil mengambil bukunya.


"tenang saja jangan khawatirkan aku, ingatlah aku adalah seorang grand master aku tidak akan kalah melawan monster seperti ini, Ace Aku menunjukmu sebagai ketua bawa mereka keluar hidup dari sini."


"baik master.."


akhirnya mereka pergi meninggalkan Ro dan menahan kesedihan karena tidak bisa membantu masternya melawan monster tersebut.

__ADS_1


Semuanya bergegas pergi namun pintu keluarnya tertutup mereka menghancurkan dengan paksa mengeluarkan seluruh kemampuannya dan akhirnya pintu keluarnya hancur.


Mereka bergegas menuju ke Alliansi Hunter dan melaporkan kejadian tersebut.


__ADS_2