Reinkarnasi Dewa : The Next Generation Of Deadly Art

Reinkarnasi Dewa : The Next Generation Of Deadly Art
Chapter 18 ( Desa Terkutuk )


__ADS_3

...Pusat Perbelanjaan Ibukota Kerajaan Naga...


Mereka datang ke pusat perbelanjaan ibu kota kerajaan yang bernama Midline Place yang bertempat di tengah ibu kota kerajaan, mereka disambut dengan hangat oleh semua pedagang karena jasa-jasa serta tittle kebangsawanannya.


Ro, Xu dan Rei berjalan-jalan membeli banyak barang suatu ketika, Rei mendapati tasnya dicuri oleh seseorang anak kecil ditengah perjalanannya.


"heii tunggu, itu tasku jangan lari....."


Anak kecil itu sungguh lihai memiliki bakat berlari dengan cepat serta dapat mengelabui Ro, Xu dan Rei


Namun Ro, Xu Dan Rei bukanlah orang biasa yang bisa di remehkan Ro membuka jalan dan mendeteksi kemana larinya anak kecil itu dan mereka berlari mengejar anak kecil itu dan akhirnya anak kecil itu terpojok ke jalan buntu.


"haha.. mau kemana kau anak kecil.." ucap Xu tertawa sambil mencabut dua pedangnya


"huahaha... kena kau bocah nakal lihatlah kau aku kuliti kau huahaha..." ucap Ro menakut-nakuti bocah tersebut


tiba-tiba angin berhembus dengan kencang anak kecil itu mengeluarkan skill serangan jarak jauh dan melemparkan pisau belati menyerang mereka bertiga untuk mengalihkan perhatian.


"wah bocah ini canggih juga, baiklah aku tertarik dengan anak kecil ini." Ucap Ro sambil melepas skill bayangan untuk menandai anak kecil tersebut


"ebujuk dah keren juga ini anak." sambil menghindar


"hehhh.. kemampuannya menakjubkan." sambil menunduk


mereka semua menghindari serangan pisau tersebut dan lengah karena memperhatikan pisau yang terlempar kearas mereka, anak kecil itu lari dengan cepat.


"wah.. aku mulai tertarik kepadanya ayo kita kejar anak itu sampai ke tempat persembunyiannya secara diam-diam, aku sudah menaruh bayanganku untuk melacaknya." ucap Ro


"baiklah kita pura-pura tidak melihatnya saja." ucap Xu


"yupppp." jawab Rei


"ahh tidakkk... kemana larinya anak kecil itu sial..." ucap Ro sambil berteriak


"sungguh aku tidak melihatnya kemana larinya anak kecil itu." ucap Xu sambil sedih


"tasku yang berharga... hua...." ucap Rei sambil berpura-pura menangis


Toko penjualan barang anak kecil itu mendengarkan mereka berbicara dan anak kecil itu sudah merasa aman dan pergi untuk menjual tas tersebut.


"lihatlah, dia menjualnya." ucap Ro sambil mengendap-endap

__ADS_1


"untuk apa dia menjualnya." ucap Xu


"hmm sepertinya untuk bersenang-senang seperti lelaki bajingan seperti kalian berdua." ucap Rei


mereka terus mengikuti anak kecil itu sampai di tempat perbekalan pangan dan melihat anak kecil itu membelikan semua uangnya untuk membeli banyak makanan.


"wah duitnya buat dibeliin makanan, lihatlah banyak sekali.. hei istriku seberapa mahal tas mu itu??"


ucap Ro


"hmmm mungkin 1juta sampai 10juta koin emas." jawab Rei


"hehhhhhhh.... mahal sekali seberapa banyak koin emas yang kau punya?????" ucap Xu kaget


"bukankah itu murah? sepatu ku saja mungkin seharga 50juta koin emas." jawab Rei


"ahh sungguh gila, bagaimana kerajaan ini begitu makmur sehingga tuan putrinya saja memiliki barang semahal itu.. aku saja hanya memiliki 10juta uang saja itu saja bagiku sudah sangat banyak sekali." ucap Xu


"heh.. padahal kau seorang hunter class nomor satu di tempatmu sungguh tidak bisa dipercaya..."ucap Rei


"10juta itu bisa membeli sebuah rumah besar tau kau saja yang kebanyakan uang.... sungguh aku dikalahkan oleh seorang wanita.." ucap Xu kecewa


"sssstt... lihatlah anak kecil itu mulai bergerak ayo kita ikuti mereka.." ucap Ro


keluar seorang wanita kecil yang cantik namun sangat lusuh.


"wahh, ternyata dia punya adik wanita aku paham sekarang untuk apa anak itu bersikeras untuk mendapatkan uang." ucap Rei


"apakah mereka tidak memiliki orang tua, mereka seperti aku dulu kalau di ingat-ingat sungguh menyedihkan.. ayo kita kesana tapi aku akan mengerjainya dulu bagaimanapun perbuatan dia itu sungguh tidak baik." ucap Ro


"baiklah terserah kau saja junior." jawab Xu


mereka bertiga tiba-tiba muncul dibelakang anak kecil itu dan menepuk pundaknya.


"hei pencuri, sepertinya ini adalah hari kematianmu ucapkan kata-kata perpisahan kepada adikmu."


"aa...a...aapppaa?? kenapa kalian bisa mengetahui keberadaanku."


"kau fikir siapa yang kau kelabui dasar anak kecil kurang ajar." ucap Ro sambil mengeluarkan Aura membunuh


"baiklah tuan.. bunuhlah aku tapi jangan sakiti adik ku ini." ucap anak kecil itu sambil mendorong adiknya agar menjauh dari mereka.

__ADS_1


"hei.. hei.. hei... apa kau fikir dengan kematianmu saja itu cukup untuk menebus kesalahanmu bocah." ucap Xu dengan memperlihatkan aura menakutkan


"sial mereka mengerikan, mereka monster iblis." ucap anak kecil itu dalam hati.


Anak kecil itu berkeringat dingin, ketakutan dan tidak ada lagi hal yang bisa dia lakukan sekujur tubuhnya kaku tak bisa bergerak.


"ahh.. sepertinya memang aku sudah di takdirkan untuk mati seperti ini maafkan aku ayah, ibu aku tidak menjaga adik kecil lagi." ucap anak kecil itu dalam hati pasrah


disaat yang pasrah adik dari anak kecil itu menangis memohon untuk tidak membunuh kakaknya dan mengembalikan semua roti yang dia bawa.


sampai disaat itu semuanya tertawa.


"hahaha... aku cuma bercanda aku tidak suka membunuh anak kecil yang bodoh sepertimu, siapa namamu?" tanya Ro sambil tertawa


"aku Lucky tuan, dan ini adikku sherrin." jawab anak kecil itu


"bagaimana kau ikutlah denganku sepertinya keahlian mu dalam bertarung lumayan juga." Ajak Ro


"apa boleh tuan, aku hanya orang miskin yang tidak punya uang." jawab Lucky


"haha santai saja, kau nanti akan masuk sekolah bersamaku nanti dan adikmu biarkan dia bekerja sebagai pelayan dikerajaanku nanti.. boleh kan istriku?" ucap Ro


"yuppp" jawab Rei


"heh sungguh, sungguh tuan sangat baik kepadaku suatu saat nanti aku akan membalas kebaikanmu." jawab Lucky


"balaskan saja kebaikanmu dengan berlatih sungguh-sungguh, oh yaa berapa umurmu?." tanya Ro


"aku berumur 12 tahun tuan, baiklah aku akan berlatih dengan sungguh-sungguh nanti." jawab Lucky


"anak yang berbakat... suatu saat nanti kau akan menjadi orang yang hebat, ayoo mari kita pergi ke kastil kerajaan." ucap Ro


"siapa mereka ini, sungguh membingungkan yang pasti mereka ini pasti bangsawan." ucap Lucky dalam hati


mereka semua berjalan kembali menuju kastil kerajaan naga.


...Kastil Kerajaan Naga Aula kerajaan....


Ada utusan dari Alliansi Hunter dibenua Barat, utusan dari Alliansi tersebut adalah Luke.


Luke datang ke benua ujung timur untuk mencari keberadaan Xu memberi kabar bahwa kantor pusat alliansi di serang oleh monster iblis tingkat atas, semua wilayah kerajaan serta kantor pusat Alliansi di hanguskan bahkan hunter kelas tinggi tidak sanggup untuk menahannya.

__ADS_1


Luke meminta bantuan kepada kerajaan yang ada di benua timur agar membantu benua barat mengalahkan monster yang menyerang kemudian mereka bertemu.


__ADS_2