
...Kastil Kerajaan Naga...
Ro, Xu dan Rei sampai di kastil kerajaan naga kemudian bertemu dengan Luke.
"heiii lukes apa yang kau lakukan di tempat ini?" sapa Xu
"hormat senior Xu, ada berita buruk pusat alliansi di serang oleh monster kelas atas disana hanya ada sedikit yang bertahan." sapa Luke
"Fyn dan hunter lainnya masih menahannya sementara ini aku ditugaskan untuk mencarimu hingga sampai kesini." jawab Luke
"heh sebentar sepertinya aku mengenalimu tuan muda dan siapa mereka ini?" sambung Luke kebingungan
"haha... kepo banget si kamu..." ucap Ro sambil tertawa jahat
Luke samar-samar mengenali Ro karena Ro telah di nobatkan sebagai Destiny ke XII Ro memiliki penampilan yang sedikit berbeda karena Ro sekarang memakai pakaian seorang Destiny XII.
"dasar bodoh, ini si Ro masa kamu tidak mengenalinya dan wanita ini istrinya." jawab Xu
"hehhh et bujukdah... bagaimana ceritanya kau bisa disini bukannya kau telah menghilang di dungeon dan kenapa wanita cantik ini bisa mau kepada bocah mengerikan sepertimu.. sungguh membingungkan...." Luke kaget..
"sudahi obrolannya disini, mari kita masuk kedalam dan bicarakan didalam daripada ngomong terus diluar emangnya gak pada aus apa ya.." ucap Rei menyanggah pembicaraan mereka
"kalian berdua ganti pakaian kalian aku akan memerintahkan pelayan kerajaan untuk mengurus kalian." sambung rei berbicara ke dua anak kecil
Mereka akhirnya masuk kedalam kastil Luke menceritakan semua keadaan di wilayah pusat alliansi hunter serta kerajaan-kerajaan di benua barat kemudian mereka memutuskan untuk segera berangkat menuju ke Benua Barat tanpa disadari ada orang yang menguping pembicaraan mereka.
"mereka sedang ngomongin apa ya kayanya seru deh." ucap Oddies
"ssstt, dengarkan saja jangan berisik." jawab Wein
"iya-iya... cuma aku ingin belajar sama tuan Destiny yang baru itu dia benar-benar sangat kuat aku sangat mengaguminya, walaupun hatiku tersakiti karena tidak mendapatkan tuan putri.." ucap Oddies
"iya juga sih, bagaimana kita menjadikannya guru kita saja sapatau aja kita nanti akan menjadi yang terhebat." jawab Wein
tiba-tiba saat mereka menguping Ro menyadari kehadiran mereka dan membuat bayangan untuk membuat mereka kaget.
"sstt diem-diem bentar ada yang nguping pembicaraan kita akan ku kagetkan mereka dengan bayanganku akan ku ubah bayanganku menjadi monster.." ucap Ro sambil melirik ke belakang dinding
serentak mereka terdiam dan Ro membuat bayangannya menjadi monster yang sangat menyeramkan seperti manusia setengah kadal.
"sebentar, perasaanku kok gaenak ya kaya ada orang dibelakang kita." ucap Wein
"mana gaada, ah perasaanmu doang kali" jawab Oddies sambil menengok ke belakang
tiba-tiba suasana hening menjadi runyam hawa merinding meningkat dan munculah monster manusia setengah kadal.
"waaaaaa..... ada monster.... jingan ngagetin aja sue bener...."
"bodoh ngapain kamu teriak-teriak... entar ketauan bodoh......."
"ayo hajar keburu ketauan jangan ngomong mulu."
mereka mencoba menyerang bayangan Ro tiba-tiba Ro bertukar tempat dengan bayangannya
__ADS_1
"bak.. bug... bakk... bugh...." Ro memukul mereka hingga babak belur
"ampun tuan.... kami tidak bermaksud jahat..."
"iya tuan suwer tekewer kewer deh.. peace yaa damai kita damai.."
"ah udah ayo ikut kedalem dasar tukang nguping."
akhirnya Ro menyeret Oddies dan Wein masuk ke dalam ruangan.
"nah ini nih yang nguping..." ucap Ro
"heh jangan seperti itu dengan mereka, itu dia berdua seorang pangeran atuh jangan kasar kamumah.." ucap Rei
"sapa suruh nguping-nguping, hahhaahhaha.."
"hehehe.. ampun." ucap Oddies
"lepaskan aku... aku belum menikah jangan siksa aku.." ucap Wein berteriak
"udah diem kamu berisik bener etdah..." ucap Ro berteriak
Akhirnya Oddies dan Wein masuk kedalam ruangan tersebut kemudian ikut serta dalam pembicaraan tersebut
"masterku apakah benar kejadiannya seperti itu di benua barat, tolong ajak aku.. aku gabakalan ngerepotin kok.. aku juga kuat jadi gabakalan nyusahin master..." ucap Oddies
"iya masterku.. tolong ajak aku juga aku ingin bertualang bersama masterku." ucap Wein
"heh apa-apaan itu, aku belum pernah menyebut kalian menjadi muridku..."
"asik, aku punya senior dong nanti yuhuuu...."
"ah pasti bakalan seru nih ketemu senior-senior nanti."
ucap Oddies dan Wein sambil memegang erat kaki Ro
"ah menyebalkan kalian lepaskan kakiku.. berhentilah ngoceh-ngoceh gajelas." ucap Ro
"tuan putri, tolong kami.... suamimu jahat sekali kepada kami hua......" ucap Oddies berteriak
"astagaaa...." jawab Ro
"udah suamiku... terima aja toh mereka berdua ini berbakat dan memiliki latar belakang yang tinggi sapatau ada mereka nanti bisa membantu kita." ucap Rei
"iyaudah iya terserahlah kalian berdua, tapi aku memiliki 1 syarat untuk kalian." ucap Ro
"apa itu master?.. kami akan melakakukan apa saja asal master menerima kami.." tanya mereka
"hmm... baiklah... kalau begitu... cobalah serang orang yang memakai topeng disebelah sana jika kalian berhasil menyentuhnya aku akan menerima kalian." ucap Ro
"hah?? hanya itu, itu sangat mudah.." jawab Oddies
"baik master itu hal mudah bagi ku." jawab Wein
__ADS_1
"haha... dasar bodoh senior Xu itukan maniak senjata menyeramkan tidak mungkin kalian bisa menyentuhnya dengan skill kalian sekarang hahahahhaa..." ucap Ro dalam hati
"Senior Xu... awas kedua orang ini akan menyerangmu." Ro berteriak ke arah Xu
"heh??.. ah sialan kamu pasti ingin mengerjaiku." ucap Xu
"yeahhh... bersiaplah manusia topeng." ucap Oddies
"ayooo kira serang...." ucap Wein
Oddies dan Wein melesat bergerak cepat langsung menyerang Xu namun Xu memiliki ke ahlian yang sangat tinggi jika di ukur ya kekuatannya gak beda jauh sama Ro.
sebelum Oddies dan Wein melemparkan serangan ke arah Xu namun Xu langsung menghilang.
"heh kemana manusia topeng itu?" ucap Oddies
"lah ko ilang sih." ucap Wein
"aku disini." ucap Xu tiba-tiba ada di belakang mereka berdua
"bug... bug... bug...." Oddies dan Wein di jitak oleh Xu hingga tersungkur ke lantai
"kalian masih terlalu lemah untuk menyerangku... besok-besok pilihlah pilihan yang bijak, hahahahaha..." ucap Xu tertawa
"ah sial... sakit sekali kekuatanku tidak berfungsi sama sekali sial ternyata ada dua monster disini terus gimana dong masa kita gabisa jadi muridnya." ucap Oddies
"huhu... sakit banget asli aku gabisa mikir udahlah pulang bae dah daripada bonyok. udah pupus sudah harapan kita.." ucap Wein merintih
"hahahha... Senior Xu jangan galak-galak sama anak muda.." ucap Ro
"dasar bocah iblis kau mengerjai seniormu akan kubalas nanti, baru saja aku ingin menikmati kue ku..." ucap Xu teriak jengkel
"haha.. maaf senior Xu." jawab Ro
"hahahhaa..... baiklah kalian sungguh lucu... baiklah kalian aku terima menjadi muridku.. kembalilah segera ambil semua perlengkapan kalian yang terbaik hari ini juga kita akan berangkat untuk bertempur." ucap Ro
"baik master....." jawab mereka dan langsung pergi mengambil perlengkapan mereka
"baiklah mari tunggu mereka, ohh yaa istriku kamu disini aja ya jangan kemana-mana.." ucap Ro
"hih.. ogah amat.. nanti kamu disana selingkuh bermain-main dibelakangku aku akan ikut pokoknya titik.... aku udh ijin sama ayah udah di bolehin.. wlee.." jawab Rei
"hehe, iyaudah iya.." Ucap Ro
"bujugdah napa sue bener si, padahal aku ingin ketemu elf-elf cantik disana hua....." sambung Ro ngedumel didalam hati
"hahahhahaha... suami-suami takut istri lihatlah Luke Bocah iblis takut sama istri dasar cemen." ucap Xu berteriak tertawa terbahak-bahak
"astaga seorang grand master bisa bucin juga ya sungguh mengherankan." jawab Luke
"emm.. emm..." ucap Ro
"apa kamu emm.. em.." sanggah Rei
__ADS_1
"hehe engga istriku tersayang.." jawab Ro
akhirnya mereka mempersiapkan peralatan dan perlengkapan tempur mereka, Oddies dan Wein pun kembali kemudian mereka berangkat menuju Benua Barat menggunakan kendaraan kerajaan naga dengan sihir teleport dari penyihir kerajan naga lalu pertarungan melawan monster iblis akan dimulai.