Reinkarnasi Dewa : The Next Generation Of Deadly Art

Reinkarnasi Dewa : The Next Generation Of Deadly Art
Chapter 21 ( Munculnya Raja Monster )


__ADS_3

...Ditengah Hutan Sebelah Utara Kantor Alliansi Hunter...


Fyn Ace Cao Zen dan Felt tidak sadarkan diri karena terluka parah saat melawan monster.


"sepertinya ini tempat yang aman." ucap Wein


"iya.. mari kita bersembunyi dulu di tempat ini sambil mengobati mereka." ucap Rei


"baik tuan puteri.." jawab Oddies


"panggil saja aku Rei, jangan terlalu formal disini." ucap Rei


"baiklah tuan... e..e..e... baik nona Rei.." jawab Oddies


mereka berhenti di tengah hutan yang berada di sebelah utara kantor Alliansi Hunter dan mencoba untuk mengobati mereka.


"pas sekali, ini saatnya aku mencoba skill sihir penyembuhan yang diajarkan oleh ibuku." ucap Wein


"apa itu sihir penyembuh bagaimana bisa kamu kan penyihir badai berelemental air dan angin bagaimana bisa?" jawab Oddies


"hehe... kau pikir aku ini apa, aku ini si jenius sihir aku bisa menggunakan 4 elemental sekaligus tapi itu menguras banyak sekali mana, dan juga aku diajarkan oleh ibuku jangan langsung mempelajari semua elemental terlebih dahulu."


"elemen pertama yang aku kuasai adalah angin, aku mengasah terus hingga tingkat expert lalu menggabungkan dengan elemen air dan semenjak itu aku dipanggil badai kematian.. keren kan??" Wein bercerita


"heh dasar penyihir sombong." ucap Oddies


"yeu dasar peri bau." jawab Wein


"apa kamu bilang???" ucap Oddies sambil berteriak


"dasar peri bauuuuuuuu...." jawab Wein mengeraskan suaranya


"kau penyihir gilaaaa...." ucap Oddies sambil Berteriak


"sudah jangan bertengkar kalian berdua mau aku pukuli hah... udah ngobrolnya nanti saja cepat sembuhkan mereka semua." ucap Rei berteriak


"baik nona Rei kami minta maaf." jawab Oddies dan Wein menunduk ketakutan


"hadeh, mereka ini sungguh aneh... zzzzzzz.." ucap Luke kebingungan


Wein mengulurkan tangannya dan melepaskan skill Heal of Raphael yang merupakan skill penyembuhan tingkat atas Skill Heal atas hanya bisa dipelajari oleh seorang Arch Bishop kemudian cahaya terang keluar dari telapak tangannya.


"itu sungguhan, aku baru melihatnya itu adalah skill penyembuh kelas atas siapa sebenarnya ibu dari orang ini.. pasti dia seorang Arch Bishop atau Warlock kelas atas.." ucap Luke dalam hatinya dengan raut muka yang sangat kagum karena melihat skill dari Wein


5 menit kemudian semua luka dalam yang di alami oleh ke mereka sembuh dan merekapun perlahan sadar.


"uhukk.. uhuk... dimana aku ini." Ucap Ace


"waaa... wanita.. didepanku ada bidadari dan ini di tengah hutan ohh tidak sepertinya aku sudah disurga aku melihat bidadari yang sangat cantik sekali." ucap Felt


"ughh.. Luke, ada apa ini kenapa kami bisa disini."


ucap Fyn


"iya benar, bagaimana monsternya..." ucap Cao


"duh sial... andai saja aku sedikit lebih kuat aku tak akan kalah dari tiga monster itu." ucap Zen


"kami melihat kalian tergeletak tak sadarkan diri saat melawan monster tadi jadi kami membawa kalian untuk bersembunyi... monster-monster itu sedang berhadapan dengan Tuan Xu dan Tuan Ro saat ini."


"ohh iya perkenalkan ini Tuan Putri Rei seorang Putri dari Kerajaan Naga di Benua Timur dan juga merupakan istri dari Tuan Ro."


"apaaaaaaaa...........??????" mereka semua kaget karena mendengarkan penjelasan dari Luke

__ADS_1


"hah... apa kau bilang??? istri sejak kapan master... oh tidak kenapa bidadari bisa... hua.... master kau jahat sekali.." jawab Felt


"haduh bocah itu memang sangatlah mengejutkan." jawab Fyn


"apa benar master masih hidup." tanya Ace


"yaa benar Tuan Ro masih hidup." jawab Luke


"oiya sebelumnya izinkan kami memberi hormat kepada istri dari master kami." Ace


"Hormat kepada Nona Rei." Ace Cao Zen dan Felt memberikan penghormatan kepada Rei


"aduh ngapain sih kalian... udah jangan gitu napa aku jadi tidak enak." jawab Rei


"untuk orang yang menyembuhkan kalian saat terluka tadi adalah Tuan Wein seorang pangeran dari kerajaan sihir Dortland yang satu lagi adalah Oddies seorang pangeran dari Ras Peri." ucap Luke menyambung perkataannya tadi


"hormat kepada senior...." ucap Oddies dan Wein


"aduh senior darimana senior apa jangan-jangan.... hmm..." ucap Ace


"kami telah diangkat oleh master Ro sebagai muridnya... dengan ini kami telah menjadi junior kalian..." jawab Wein


"astaga.... pasti sangat menyakitkan ya kalian di ajarkan oleh Master Ro." ucap Felt


"uh eh.." Oddies dan Wein tolah-toleh saling melirik ragu mengungkapkan kata-kata


"sudah tidak apa-apa jujur saja kami semua sudah merasakannya hahaha...." ucap Cao sambil merangkul mereka berdua


"hahhahahaha...." mereka semua tertawa


"akhirnya kita dapat teman baru yakan." ucap Ace


"ohya kami berterimakasih atas bantuan kalian karena telah menyelamatkan kami, sepertinya kita harus bergegas membantu Xu dan Ro melawan monster itu." ucap Fyn


"Boooooommm!!!" suara ledakan besar serta guncangan yang dahsyat


"lihat itu spirit pedang yang sangat besar." ucap Rei


"gawat ayo semuanya bergegas lari menjauh dari sini, itu sangatlah berbahaya jika kita terkena spirit itu kita pasti akan lenyap." jawab Fyn


mereka semua bergegas lari menjauh dari spirit pedang besar berwarna emas.


"Tuan Fyn, itu tadi apaan? kenapa kita harus lari." tanya Oddies


"bodoh, itu skill dari Xu itu Skill legendaris sebuah Skill kuno dengan daya penghancur yang sangat luas jika kita tidak lari kita akan ikut hancur bersama dengan datarannya." jawab Fyn


"astaga.... pantes aja kita kalah telak bahkan aku sendiri tidak sanggup menyentuhnya." ucap Oddies


"iya beneran dah bujuk ora sanggup pisan." sambung Wein sambil ngedumel kesal


akhirnya mereka terhindar dari skill dari Xu dan mereka melihat daya hancur yang sangatlah besar.


Pertempuran Berakhir.


Ro dan Xu telah berhasil memenangkan pertarungan dengan tiga monster iblis kelas atas akan tetapi ada sesuatu yang janggal terjadi.


"heh ini sistem kenapa kok gak dapet exp ya.. padahal kan aku ikut berkontribusi melawan monster itu." ucap Ro dalam hati kebingungan


"QUEST TERSEMBUNYI KALAHKAN IBLIS LUCIEL HASIL KESELURUHAN EXP AKAN DIBERIKAN JIKA MENYELESAIKAN QUEST INI CATATAN : MENDAPATKAN INFORMASI PETUNJUK TENTANG SANG GENERASI PERTAMA GUILLOTINE." SISTEM


"apa ini Luciel? berarti ini belum berakhir." ucap Ro dalam hati


"bersiaplah ada yang datang Ro." ucap Xu menyadari ada tekanan yang datang menuju ke tempat mereka.

__ADS_1


"sssssssssssst.... Booooommmm!!!!!!!" ledakan besar terjadi kemudian Azazel menampakkan dirinya


Azazel berbentuk seperti manusia pada umumnya namun memiliki dua tanduk di dahinya.


"itukan bentar-bentar ada yang aneh, pesan dari sistem mengatakan bahwa ada iblis luciel nah ini memang monster tapi seingetku Lord Fyn pernah memberitahuku, bahwa Raja Monster itu bernama Azazel bukan Luciel sungguh aneh..." ucap Ro dalam hati sambil kebingungan


"hei bodoh jangan lengah ada monster yang berbeda datang." ucap Xu sambil siaga bersiap untuk menyerang


tanpa berkata Raja monster Azazel langsung memukul Ro hingga terpental jauh dari tempatnya


Xu langsung menyerang Azazel dengan kedua pedangnya namun Azazel tidak terluka samasekali.


Xu dan Azazel bertukar pukulan dengan tebasan tapi tidak ada satupun dari mereka yang terkena serangan


tak berlangsung lama tiba-tiba Azazel menghilang.


"sial kemana perginya monster itu."


tiba-tiba muncul pedang besar berwarna hitam melesat tajam mengarah ke arah Xu


Xu menangis pedang hitam tersebut namun dia gagal dan terkena sayatan dimukanya sehingga topengnya terbelah.


"arghhh... sial aku kecolongan..." ucap Xu


"hahaha.. hanya segitu saja kemampuan mu anak muda" ucap Azazel sambil menyerang Xu dengan pedang hitamnya


"sial gara-gara bingung aku jadi terkena serangan." Ro bangkit kembali


Ro mengaktifkan skill BLOOD PRESSURE AURA dan mengeluarkan tenaga dalamnya untuk melesat dengan cepat menuju ke arah Azazel


"tringg... tring... crackkk.." suara adu pedang Xu dan Azazel


Ro datang menyerang Azazel dan membantu Xu.


"duarrrrr.........." Azazel terpental hingga terdengar suara ledakan yang besar


sementara itu


"gawat ayo segera bergegas menuju ke tempat Xu dan Ro firasatku tidak enak aku merasakan kekuatan dari Raja monster." ucap Fyn menyadari kekuatan dari Azazel yang datang dari kejauhan.


mereka bergegas menuju ke tempat Xu dan Ro


tiba-tiba mereka melihat Xu dan Ro sedang bertarung melawan Azazel.


"ayo kita bantu mereka.." ucap Rei beranjak ingin pergi


"jangan kita hanya bisa melihat untuk saat ini, jika kita ikut campur kita akan menjadi beban mereka." jawab Fyn mencegah Rei


"itu suamiku aku tidak ingin melihatnya terluka." jawab Rei


"jangan.. aku percaya kepada mereka.. mereka pasti akan menang." ucap Fyn


"ahh baiklah aku akan duduk dan menonton saja." jawab Rei


mereka pun akhirnya melihat betapa hebatnya pertarungan antar grand master dengan Raja Iblis.


"hahaha... lumayan juga kau anak muda sungguh aku meremehkan kalian dan kali ini aku akan mengerahkan semua kekuatan ku hingga akhir..." ucap Azazel tertawa dan bangkit kembali


Azazel mengeluarkan Kekuatan sejatinya berubah menjadi sebuah Monster Iblis hitam pekat dengan Aura merah berwarna darah disekelilingnya dengan ini kekuatan Azazel meningkat pesat dan melesat menerjang menyerang Xu dan Ro kemudian menyebabkan Xu dan Ro terluka...


Setelah itu Xu dan Ro terpojok kemudian mereka mengerahkan semua kekuatan mereka dan pertarungan sesungguhnya baru dimulai.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2