
...Kelas atas, Akademi Hunter Kerajaan Lark...
Pagi hari dikelas atas, tidak seperti biasanya Ro tidak datang terlambat dan datang di pagi hari.
Semua murid-murid Ro kaget karena melihat Ro datang tepat waktu karena biasanya Ro selalu datang molor.
"Eh itu master.. Ini masih jam 7 biasanya kan dia datang jam 10." Ucap Ace.
"Iya ya.. Sepertinya ini pertanda buruk ayo beri hormat." Ucap Cao
"Hormat kepada Master Ro." Sapa mereka kepada Ro
"Baik murid-murid kalian semua sudah mendengarnya kemarin 1 bulan lagi akan ada ujian seleksi dan mulai hari ini kalian semua akan berlatih agar menjadi lebih kuat." Ucap Ro
"Baik Master!!!" Jawab Murid-murid Ro
"Baiklah, untuk minggu pertama kita akan latihan fisik pondasi tubuh."
"Minggu kedua kita akan latihan pelepasan Ki energi tenaga dalam."
"Minggu ketiga kita akan latihan pengendalian elemental murni yang kalian punya."
"Minggu terakhir aku akan mengajarkan kalian Teknik Seni Bela Diri." Ucap Ro menjelaskan.
"Baik Master!!!" Jawab Mereka.
"Untuk Ani, karena kamu seorang wanita akan kuberikan kelonggaran dalam pelatihan fisik jika kamu tidak kuat kamu diperbolehkan beristirahat."
"Terimakasih Master!!" Jawab Ani
"Untuk yang lainnya tidak ada kata istirahat jika kalian mengeluh akan ku hukum dan kusiksa jelas semuanya!!!"
"Jelas Master!!" Jawab Ace, Cao, Zen, Yan, Felt, Oddies dan Wein karena mereka lelaki tidak diperbolehkan mengeluh dan beristirahat.
"Asyuu.. Firasatku kok gaenak ya Dies." Ucap Wein berbisik dengan Oddies.
"Iya Akupun sependapat sama kamu Wein." Jawab Oddies.
"Untuk latihan pertama, lari dan kejar aku yang mendapatkan urutan terakhir akan mendapatkan hukuman kecuali Ani." Ucap Ro seketika berlari keluar kelas.
"Waaaa.... Dia lari begitu cepat ayo kejar tadi dia bilang urutan terakhir akan mendapatkan hukuman!!!!!..." Ucap Wein.
"Yeyyyy... Untung aku wanita jadi aman deh dari hukuman.." Ucap Ani meledek murid lainnya.
"Ahh.. Sial... Ayooo kejar dia.." Ucap Ace.
"Tunggu, kita harus berbarengan agar tidak ada yang kena hukuman.." Ucap Felt.
"Oh yaa itu ide bagus Felt." Jawab Wein.
__ADS_1
"Ayooo... Lari..." Ucap Felt.
Mereka semua berlari mengejar Ro dengan kecepatan tinggi dan akhirnya sampai ke perbukitan tempat dimana mereka semua biasa latihan.
"Bagus.. kalian bisa mengikuti kecepatanku dan sampai berbarengan." Ucap Ro.
"Yang kedua push up 1000x.. Aku ngantuk aku mau tidur dulu jika sudah selesai bangunkan aku yaa.. Luciel tolong awasi dia." Sambung Ro sambil merebahkan diri.
"Baik Master." Jawab Mereka.
Luciel terus mengawasi mereka melaksanakan perintah dari Ro dan mereka push up sebanyak 1000x.
Siang hari diperbukitan, mereka akhirnya menyelesaikan perintah Ro dengan push up 1000x kemudian Ace membangunkan Ro kemudian Ro pun Bangun.
"Hoammm.. Mantap.... Selanjutnya kalian keluarkan semua senjata kalian dan salurkan energi Ki tenaga dalam kalian." Ucap Ro.
"Baik Master!!!" Jawab Mereka.
Merekapun dengan sigap langsung menyalurkan energi Ki tenaga dalam mereka ke senjata mereka.
"Bagus.. Jika sudah buatlah serangan dengan senjata kalian sebanyak 100x gunakan akal fikiran kalian hematlah energi mana kalian sehingga dapat mencapai 100x serangan." Ucap Ro
"Aku akan mencontohkannya, karena pisauku sudah rusak saat melawan Raja Monster aku pinjam dulu sini pisaumu Ace." Ucap Ro sambil meminta kedua pisau Ace.
"Baik Master!!! Ini pisauku." Jawab Ace sambil memberikan pisaunya.
Ro akhirnya mencontohkan teknik serangannya dan cara menghemat energi mana nya.
Ro terus menghitung seluruh serangannya dengan mengayunkan pisaunya satu persatu kemudian disetiap perhitungan serangan Ro menjadi lebih kuat semakin banyak serangan semakin besar efek serangannya.
"Woahhhh.. Master Hebat.." Ucap Wein terpukau.
"Bagaimana dia bisa menghemat mana dengan kekuatan yang terus meningkat seperti itu." Tanya Oddies.
"Wah itu teknik.. Aku tau itu.. Itu Teknik orang yang mengajariku cara bertarung dengan dua pedang." Ucap Felt.
Ro mengakhiri serangan terakhir dengan serangan yang besar dengan mengeluarkan setengah dari mana yang dia punya dan menjadi ayunan pisau yang sangat mematikan kemudian Ro mendengar Felt berbicara.
"Bagus jika seperti itu, kau harus mengajarkan yang lainnya.. Ngomong-ngomong siapa yang mengajarkanmu teknik ini." Ucap Ro
"Aku tidak mengetahui namanya Master yang ku tau dia seseorang yang sangat kuat." Jawab Felt
"Huu.. Aku fikir kamu mengetahuinya.. Yasudah kalian mulailah sekarang.. Aku akan memantau kalian." Ucap Ro
"Baik Master!!" Jawab Felt.
Akhirnya Felt mengajarkan teknik tersebut dan mereka mulai memahami cara kerja dari teknik tersebut.
"Teknik ini adalah teknik yang diajarkan oleh leluhurku, apa mungkin salah satu dari leluhurku ada yang disini juga aku harus terus mencari taunya.." Ucap Ro dalam hati.
__ADS_1
Sementara itu karena penyakit pikun nya si Ro itu sudah akut dia baru mengingat bahwa dia memiliki naskah kuno sang Guillotine Generasi Pertama.
"Ahhh... Iya aku lupa aku masih memiliki Quest Jobclass bisa-bisanya aku lupa hal seperti itu."
"Aku harus melihat naskah kuno nya dulu." Ucap Ro sambil mengambil Naskah Kuno.
Ro membuka naskah kuno Guillotine Generasi Pertama kemudian kaget melihat tulisan dari naskah kuno tersebut berbentuk huruf latin dengan bahasa persatuan Nusantara yaitu bahasa Indonesia.
*I*SI NASKAH KUNO GUILLOTINE GENERASI PERTAMA.
"GENERASI PERTAMA SENI MEMBUNUH.
AKU ADALAH SALAH SATU PEJUANG BUMI NUSANTARA YANG TELAH MEMERANGI RIBUAN WILAYAH BENUA ASIA.
AKU MENGHILANG DARI PERTAPAANKU AKU MENINGGALKAN SELURUH KELUARGA SUKU BANGSAKU YANG KU CINTAI.
DAHULU SAAT AKU BERJUANG, BUMI NUSANTARA MASIH MENJADI SEBUAH DATARAN LUAS MENYATU SEAKAN TERLIHAT SEPERTI DATARAN HIJAU YANG BESAR NAMUN BENCANA DATANG.
MENENGGELAMKAN DAN MEMISAHKAN DATARAN BENUA YANG KU CINTAI AKU TIDAK BISA BERBUAT APA-APA MUNGKIN INI ADALAH RENCANA TUHAN.
SEMUA ILMU YANG TELAH AKU KUASAI MERUPAKAN SEBUAH SENI KEMATIAN YANG DAPAT MEMBUNUH JIWA SESEORANG HANYA DENGAN MENGAYUNKAN PEDANGKU.
CARILAH PUSAKAKU YANG BERADA DI UJUNG BENUA SELATAN DIANTARA DUA POHON BESAR ADA SEBUAH PISAU DENGAN GAGANG BERBENTUK HARIMAU BICARALAH DENGANNYA DENGAN BAHASA YANG SAMA SEPERTIKU PERCAYALAH DIA AKAN MEMBERIKANMU PETUNJUK." Isi dari Naskah Kuno Sang Guillotine Pertama yang merupakan orang yang berasal dari Bumi Nusantara Indonesia.
Ro sangat mengerti dan mengetahui jelas apa isi dari naskah kuno tersebut kemudian karena penasaran Ro memanggil Luciel untuk memastikan apakah orang lain bisa mengerti bacaan ini atau tidak.
"Luciel.. Kesinilah sebentar, tolong baca naskah ini apa kau mengerti tulisan ini?" Ucap Ro
"Baik Master.. Sungguh aku sudah membacanya tapi aku sama sekali tidak mengerti apa arti dari bacaan ini." Jawab Luciel sambil membaca Naskah Kuno.
"Hmm.. Sudah kuduga.. tulisan ini hanya aku yang mengerti, baiklah aku harus menyelesaikan Quest ini dulu." Ucap Ro dalam hati.
"Kalian semua berhenti sejenak aku akan berbicara sebentar." Ucap Ro memanggil Murid-muridnya.
"Baik Master!!" Jawab mereka berhenti dan menghampiri Ro.
"Baiklah semuanya.. aku akan menyalin materi pelatihan untuk kalian dan memerintahkan Luciel untuk membimbing kalian selama tiga minggu." Ucap Ro.
"Appppaaaaa????????!!" Mereka semua kaget.
"Memangnya master mau kemana jangan tinggalkan kami lagi..." Ucap Ani bersedih.
"Aku sedang memiliki tugas khusus dan aku harus berangkat sendiri, mungkin akan memakan waktu kurang lebih tiga minggu."
"Aku akan kembali sesegera mungkin setelah menyelesaikan urusanku.. Selama aku pergi berlatihlah dengan sungguh-sungguh aku akan membeli oleh-oleh untuk kalian." Ucap Ro menjelaskan.
"Memangnya master mau kemana apakah itu tempat yang jauh?" Tanya Ace
"Yak betul.. Tempat yang jauh aku akan pergi ke Ujung Benua Selatan untuk sekarang ayo kita kembali dan makan bersama sebelum aku berangkat.." Jawab Ro
__ADS_1
"Baik Master!!!" Jawab Murid-murid Ro dan Luciel.
Akhirnya mereka berangkat menuju Akademi dan makan bersama.