
...Benua Belahan Timur...
Pertarungan berakhir semua kekacauan yang terjadi karena serangan monster iblis telah usai kemudian Ro bertemu dengan Xu.
Ro di nobatkan sebagai Destiny ke-XII dan diberikan hadiah atas kemenangannya, Ro menjalani upacara adat kenaikan tahta sebagai seorang destiny dan mendapatkan sebuah gelang kekuatan tanda sebagai seorang yang terkuat di benua.
"QUEST SELESAI, SELAMAT MASTER MENDAPATKAN ITEM KHUSUS LEGENDARIS SECRET BELT GUILLOTINE +AGI 10000 +STR 5000 -HP 10000.
DARAH DARI SEORANG PEWARIS SANG GENERASI PERTAMA PENGORBANAN DARAH UNTUK MENJADI YANG TERKUAT : LEGENDARY SKILL PASIF BLOOD INSTINCT +AGI 10% +STR 10% PERSENTASI AKAN TERUS BERTAMBAH DARI JUMLAH STUCK KETIKA MASTER TERLUKA SEMAKIN BANYAK POIN HP BERKURANG SEMAKIN BERTAMBAH PERSENTASE."
"SELAMAT MASTER MENDAPATKAN TITTLE DESTINY XII SESEORANG YANG TERKUAT DISEBUAH BENUA MENDAPATKAN SKILL PASIF DESTINY : GENERAL OF THE CONTINENT +STR 50% -MP 50% MENGORBANKAN 50% MAGIC POINT UNTUK MENINGKATKAN KEKUATAN." SISTEM
"ahh, akhirnya quest ku selesai dan dapet juga bonus-bonus nya."ucap Ro
...Kastil Kerajaan Naga...
Acara perayaan kemenangan dan pernikahan Ro dengan Rei berlangsung meriah, semua pejabat kerajaan besar serta semua ketua-ketua sekte perguruan beladiri hadir dalam acara tersebut.
Xu dan Ro berbincang tentang bagaimana keadaan setelah Ro meninggalkan Alliansi Hunter.
"Hei senior Xu, kenapa kau selalu memakai jubah dan topeng seperti itu inikan acara besar tolonglah jangan memakai pakaian serta topeng mengerikan seperti itu."
"hadeh ya gimana ya junior Ro, aku takut ini akan ada kekacauan setelah membuka topeng ku ini."
"tidak akan ada kekacauan senior, ini kan bukan wilayah asal kita bahkan mereka pun tidak mengetahuimu dan latar belakangmu percayalah padaku."
"huhh, baiklah kalau begitu."
Akhirnya Xu membuka topeng serta jubahnya ternyata Xu adalah seseorang yang sangat tampan memiliki tubuh yang kekar dan memiliki Tatto tanda yang mirip seperti Ro namun memiliki tanda gambar yang berbentuk Pedang berwarna Emas.
Dibalik jubah Xu ternyata banyak senjata dari berbagai jenis senjata seperti kapak, palu, tombak, pisau dan panah.
"Astaga, aku tak mengira kau itu orang yang tampan aku fikir kau buruk rupa seperti setan dan tatto itu apa itu darimana kau dapatkan itu."
"dasar junior tidak tau sopan santun, kalo tatto ini ada sejak aku lahir aku tidak tau percis ini tatto apa yang aku tau pasti ini keren kan.."
"sebentar, aku fikir senior itu hanya pengguna dua pedang tapi ternyata banyak sekali senjata yang kau bawa sungguh aku tidak mengerti bagaimana kau menggunakan semua senjata sekaligus."
"yah aku memang pengguna dua pedang, namun hampir semua senjata telah aku kuasai sebenarnya aku ini bisa menggunakan semua senjata apapun itu benda yang aku pegang bisa menjadi sebuah senjata."
"sungguh senior Xu sangatlah keren."
"ah kau junior bisa ae..."
seketika semua gadis melirik Xu terpikat oleh ketampanan Xu.
"wah.... sungguh tampan, permisi tuan bisakah aku berkenalan dengan anda tuan."
"iya tuan bisakah beritahu nama anda?"
"ih aku dulu...."
__ADS_1
kekacauan pun terjadi semua wanita berbondong-bondong ingin berkenalan dengan Xu.
"nah kan bener kan apa yang aku bilang, ini sungguh merepotkanku junior Ro aku akan kembali kepenyamaranku sebentar lalu kesini lagi."
Xu tiba-tiba menghilang dan membuah semua wanita yang ingin berkenalan dengan Xu kecewa.
"yahh, kemana sang pangeran tampan itu menghilang."
"aku sungguh sedih, kemana ya perginya." ucap semua wanita kecewa karena Xu tiba-tiba menghilang
Xu kembali duduk dengan penyamarannya dan kembali berbincang-bincang dengan Ro.
"benarkan akan ada kekacauan, kan aku sudah bilang kepadamu junior..."
"hehe sungguh aku tidak mengetahuinya senior maafkan aku."
"ini tuan silahkan nikmati tehnya."
"terimakasih Tuan Puteri, sungguh kau sangat baik Ro beruntung mendapatkan istri yang sangat baik sepertimu." jawab Xu
"hehehehe... terimakasih sanjunganmu senior tapi wanita ini sebenarnya berbahaya berhati-hatilah." ucap Ro
"aku mendengarnya suamiku...." jawab Rei sambil memukul kepala Ro
"Arrghhh... sakit tau dasar wanita iblis" ucap Ro sambil memegang
"apa aku tidak mendengarnya apa perlu aku reka adegan supaya kau tersadar.." jawab Rei
"jadi Ro ngomong-ngomong bagaimana bisa kau sampai ketempat ini, sungguh ini adalah tempat yang sangat jauh aku mengejar monster iblis itu saja membutuhkan waktu satu bulan lamanya." tanya Xu
"hmm jadi gini, pas aku bertarung melawan naga perak aku memerintahkan murid-muridku untuk mencari bantuan ke Alliansi Hunter dan aku melawan si Naga Perak itu kemudian Naga Perak itu kalah." jawab xu
"siapa naga perak itu dan kemana dia pergi sekarang sungguh aku tidak menemukan tanda-tanda kehidupan sama sekali disana." tanya Xu
"ini dia, istriku.. dia terkena kutukan jadinya gitu deh." jawab Ro
"ohh gitu ya aku paham jadinya." ucap Xu
"kemudian setelah aku mengalahkannya tiba-tiba ada sebuah pintu terbuka dan aku memasukinya eh ternyata eh ternyata pintu itu adalah pintu portal teleportasi ehhh tiba-tiba aku nyasar deh ketempat ini."
"ohh ternyata seperti itu kejadiannya."
"iya seperti itu ohh iya... apa benar sejauh satu bulan untuk menuju kesini?." tanya Xu
"ya benar aku sebulan mengejarnya karena monster itu telah membuat kekacauan terpaksa aku harus ikut andil dan melakukan pengejaran sampai kesini." jawab Ro
"apakau hanya sendirian mengejarnya kesini?." tanya Ro
"tadinya aku bersama Luke dan Fyn namun aku putuskan di tengah pengejaran agar mereka menjaga kerajaan serta Alliansi Hunter agar mencegah monster-monster menyerang lagi." jawab Ro
"hoo jadi begitu ya, bagaimana ya keadaan murid-muridku sepertinya mereka sangat sedih mengetahui aku sudah mati saat itu?." tanya ro
__ADS_1
"mereka sangat bersedih sepeninggalanmu, namun setelah itu mereka fokus melakukan pelatihan skill yang kau berikan kekuatan mereka setara dengan Hunter Class A dan mungkin setelah lulus nanti satu dari mereka akan menjadi Hunter Class SS aku sudah memperhatikan mereka kekuatan mereka sangatlah kuat mereka adalah pemuda-pemudi yang sangat jenius." jawab Xu
"haha... sudah kuduga mereka akan berkembang." ucap ro
"suamiku, apakah memang kau ditempat asalmu seorang guru." tanya Rei
"iya istriku, aku seorang guru memangnya kau tidak ingat apapun setelah kau bertarung denganku..." jawab Ro
"yaa gimana ya aku sedang terkena kutukan aku tidak terkendali makanya aku seperti terasuki iblis." ucap Rei
"hmm benar jugasih tapi jika kau mengingatnya, setelah aku memasuki goa dan bertarung denganmu aku disaat itu datang bersama murid-muridku." jawab Ro
"suamiku ajaklah aku bertemu mereka sepertinya aku harus meminta maaf atas kesalahanku melukai mereka." ucap Rei sambil membujuk Ro
"baiklah setelah ini aku akan mengajakmu jadi tidak usah difikirkan nanti saja untuk sekarang mari kita rayakan dulu pencapaian kita." ucap Ro
"yeyyy akhirnya aku bisa jalan-jalan." ucap Rei bahagia karena bisa berjalan-jalan
"oh iya senior aku ingin mengetahui darimana kau berasal senior Xu, sungguh aku sama sekali tidak mengetahui identitasmu aku sangat penasaran sekali." ucap Ro
"hmm kalo itu, aku berasal dari Benua Utara sebuah dataran yang ditutupi es yang ditutupi salju sebuah peraian yang beku serta terdapat banyak monster-monster Iblis tingkat atas." Xu
"aku lahir dari keluarga yang sederhana dari desa terpencil karena itu aku berusaha keras untuk menjadi yang terbaik untuk membahagiakan orang tuaku." jawab Xu
"hoo begitu, aku mengerti." jawab Ro
"ohh iya bagaimana jika kita berjalan-jalan keluar dsn memberi barang-barang serta persediaan makanan."
Ucap Ro
"huh aku tidak punya banyak uang, gara-gara mengejar monster iblis sialan itu aku jadi kehabisan banyak uang." jawab Xu
"hehe tidak usah sungkan, istriku kan banyak uang benarkan sayangku??" ucap Ro
"huh dasar mata duitan, iyaiya ntr aku kasih uang." Ucap Rei
"hehe gitu dong sayang, sini-sini cium dulu." ucap Ro
"apa kamu, jangan sentuh aku." jawab Rei sambil ngambek
"hehe tidak usah, jangan itu sungguh merepotkan." ucap senior Xu tidak enak
"tidak kok tuan, uang bagiku bukanlah segalanya jika kau perlu satu gudang koin emas akan kuberikan sungguh digudangku saja sudah penuh tuh." ucap Rei
"benarkan senior Xu, sudahlah ayo kita belanja." Ro berlari sambil menarik Xu untuk pergi ke pusat perbelanjaan
"tunggu aku ikut, kalau tidak nanti pasti kau menggoda wanita lain dibelakangku." ucap Rei mengejar Ro dan Xu
"huhuu, sungguh masa-masa muda yang indah ya sayang." ucap Brunch melihat Ro dan Rei
"iya sayang." jawab istri Brunch, Ratu Elle Brunch K. Light
__ADS_1
Akhirnya mereka bertiga pergi ke pusat perbelanjaan ibu kota kerajaan.