Reinkarnasi Dewa : The Next Generation Of Deadly Art

Reinkarnasi Dewa : The Next Generation Of Deadly Art
Chapter 30 ( Tempat Persembunyian Peri )


__ADS_3

...Tempat persembunyian peri...


Ro melesat turun menyusuri dasar jurang terdapat jejak bercak darah sampai ke dalam Goa yang sangat gelap.


"Sial, System tolong scanning wilayah ini dapatkan petunjuk."


"System tidak dapat mendeteksi, hanya dapat mengetahui ada DNA Luciel dari jejak yang tertinggal."


"Baiklah, aku harus mencarinya.. sangat menyusahkan memang hadeh.."


Ro memasuki goa yang gelap menyusuri dinding menggunakan Skill menyalakan penerangan.


Ro terus nyusuri goa dan akhirnya menemukan sebuah cahaya berujung pintu keluar dari goa.


"arghhh.. cahaya apa itu sepertinya itu pintu keluar, sangat mencurigakan aku akan mengeceknya."


Ro berjalan menuju sumber cahaya, kemudian keluar dan akhirnya Ro melihat pemandangan alam yang sangatlah indah.


Gunung-gunung bertebaran keindahan alam sangat indah seperti kampung halamannya dulu yang membuat Ro mengingat masa kecilnya.


"Dimana ini, sepertinya setauku pulau ini tidak seluas ini kenapa bisa ada tempat seindah ini disini."


"sangatlah indah, aku jadi mengingat kampung halamanku, di Pulau Kalimantan banyak sekali keindahan alam seperti ini dan udaranya sangat sejuk."


Ro sedang menikmati keindahan alam tiba-tiba, ada serangan muncul dari balik pohon.


"szltttttt...."


"wush....."

__ADS_1


Suara lemparan tombak dengan energi elemental angin yang sangat tepat mengarah ke arah kepala Ro.


Dengan refleks Ro langsung menghindarinya.


"Siapa disana? kalau berani tunjukanlah dirimu."


Ro berteriak dengan kencang.


Ro kebingungan karena baru kali ini dia tidak dapat menyadari kehadiran seseorang pendekar bela diri.


"Kau seorang manusia, kenapa kau bisa sampai ketempat ini." suara seseorang dari balik pohon.


Ro menyadarinya, suara tersebut berasal dari balik pohon kemudian Ro dengan skill nya melesatkan aura pedang menggunakan tangan kanannya dan berhasil momotong pohon tersebut.


"Hei jangan bersembunyi, Aku tau dimana kamu."


"wushh...." Suara terbelahnya pohon.


Seseorang manusia bertubuh seperti anak kecil bersayap tipis transparan keluar dari balik pohon yang terbelah.


"Kekuatanmu lumayan juga, sepertinya kau tidak boleh ku remehkan."


"Baiklah, karena kamu bisa menghindari lemparan tombak ku aku akan memperkenalkan diriku kepadamu."


"Namaku Jid, Jid Selannor.."


Seorang Manusia bertubuh seperti anak kecil dengan sayap transparan tersebut bernama Jid Selannor, Dia merupakan Salah satu Raja dari Kerajaan Peri Kuno.


Jid Selannor merupakan seorang Raja dari Generasi Kerajaan Peri Kuno, Kerajaan Peri Kuno tersebut

__ADS_1


"het bodo amat, siapa juga yang mau kenalan samalu.." ucap Ro jengkel didalam hatinya


"Akuuuuu bisa mendengarmu Dasar Manusia bodoh!!!!!"


"Akan ku tunjukan permainan keren dari tombakku!!!!"


"Vynnor serve!! Bentuk pertama Tombak Badai, Menarilah!!"


Dengan seketika Tombak yang dihindari oleh Ro melesat kembali dan berubah menjadi bentuk petir.


Suasana cuaca tiba-tiba menjadi gelap, awan hitam menyelimuti tempat itu disertai hujan deras dengan petir yang menyambar.


Ro yang saat itu sudah tidak memiliki senjata apapun kebingungan mencoba mencari cara agar bisa melawan.


Ro mengaktifkan Skill Bloodline Memancarkan Aura Hitam Pekat dari seluruh tubuhnya.


"HAHAHA!!.. Kau mengingatkanku kepada seorang yang ku kenal dulu."


"Siapa namamu? Aura itu tidak salah lagi apa kau seorang anak dari si manusia rakus itu?"


"Siapa si manusia rakus? Aku tidak mengenalnya, cukup omong kosongnya mari kita bertarung siapa yang menang!!"


Ro mengepalkan kedua tangannya dan memusatkan energi mana tenaga internalnya kemudian melesat ke arah Jid.


Jid tersenyum bersemangat, Jid terbang melesat menggunakan sayapnya.


Terjadi Ledakan besar saat bertemunya Pukulan keras Ro dengan Serangan Tombak Jid.


"DUARRRRRRRRR!!!!!!"

__ADS_1


......BERSAMBUNG.......


__ADS_2