
Disalah satu rumah makan nampak seorang pemuda berkisaran umur dua puluhan termenung sembari mengaduk-aduk minuman yang ada dihadapannya. Tidak ada hasrat yang terlihat dari mata sang pemuda, yang ada hanya kebosanan yang tak berujung.
Memang demikianlah kenyataannya, Ia telah Lulus dua tahun dari sekolah tingkat akhir tapi sampai sekarang ia masih belum mendapat pekerjaan. Semua lamaran yang ia ajukan semuanya berakhir penolakan karena memang ia selalu gagal jika sudah diwawancarai.
Hal itu membuatnya mulai merasa kebosanan. Tiap hari Ia hanya berdiam diri dirumah tidur-tiduran, tidak jarang juga ia akan bermain PS (Play station) bila merasa kebosanan. Tetapi yang paling sering dilakukannya adalah membaca Novel atau komik online sesekali juga menonton anime.
Karena kegiatannya itu ia banyak mengetahui tentang cerita-cerita. Dan yang paling menarik baginya adalah cerita fantasi bergenre Isekai. Ia sering membayangkan jika saja Tuhan juga mau mengabulkan permintaannya yang ingin ia pindah kedunia isekai seperti dalam beberapa novel yang ia baca.
Tetapi Ia tahu bahwa khayalannya tersebut terlalu tinggi, maka dari itu ia mencoba untuk menuangkan khayalannya kedalam sebuah tulisan agar menjadi novel. Waktu telah berlalu tetapi sampai sekarang Satu chapter saja tidak ada yang siap ia buat membuatnya menyerah.
Suatu hari ketika ia sedang pulang dari perjalanannya ke toko buku untuk membeli Novel baru ia melihat seorang gadis tengah menyebrang jalan tanpa memperhatikan sekitarnya. Pemuda itu melihat dari arah berlawanan dengannya kendaraan melaju menuju kearah gadis itu. Pemuda itu mencoba untuk memanggil sang gadis agar ia menghindar, sialnya sang gadis tidak mendengarnya sebab ia memakai Earphone ditelinganya.
Pemuda itu kalang kabut sekaligus panik dibuatnya, tidak berpikir panjang sang pemuda langsung menjatuhkan barang yang dibawanya kemudian berlari kearah sang gadis untuk menolongnya.
Ia langsung medorong sang gadis kedepan dan seketika........
BUGGGHH.....
***********
Diruangan serba putih seorang pemuda terbangun dari tidurnya yang kelihatan telah lama. Pemuda itu adalah pemuda yang sama yang diceritakan diatas. Ia mengucek matanya sebentar, ketika ia selesai mengucek mata pemuda itu memandang sekitarnya. Ia heran dimana ia berada saat ini.
"Dimana ini...?" Gumamnya pada dirinya sendiri. Ia memandang sekeliling sekali lagi tetapi sejauh mata memandang tidak ada apa-apa.
"Ahh.... Apakah ini alam kematian? Yang berarti aku sudah mati...??" Tanya pemuda itu pada diri sendiri. Sedikit sedih ia rasakan ketika tahu ia sudah mati.
"Benar sekali bocah, kau sudah mati..."
Tiba-tiba suara menggelagar terdengar diruangan itu membuat sang pemuda yang semula terdiam karena merasa sedih menjadi terkejut setengah mati. Ia juga sedikit mengumpat pada suara yang mengagetkannya, pasalnya suara itu begitu besar dan menggelegar.
__ADS_1
"Siapa itu?..." Kata sang pemuda mencari tahu asal suara.
"Hahahahahahah........" Tidak ada balasan, hanya suara tawa yang membuat telinga kesal saja yang terdengar.
Pemuda itu menatap kesal ke segala arah, ia merasa dipermainkan oleh suara yang mirip kakek-kakek tersebut. Tapi kekesalan itu mulai menghilang diganti dengan kebingungan, pasalnya ia tiba-tiba telah berada diruangan yang sama sekali berbeda.
Diruangan kali ini berlawanan dengan ruangan sebelumnya, ruangan ini berwarna hitam. Hanya ada satu meja dan dua kursi kayu yang disalah satu kursi terlihat seorang pria usia lanjut tengah duduk sambil memegang tongkat.
"Selamat datang bocah di alam kematian..." Kata pria tua itu kepada pemuda.
"Jadi kau pak tua yang sedari tadi bicara itu..." Kata pemuda kepada pak tua yang berada dihadapannya.
Oh ya, mulai sedari tadi kita hanya menyebutnya pemuda. Nama pemuda tersebut adalah Qin Feng.
"Hahahahaha....." Pak tua itu kembali tertawa, dari suara tawa itu dapat dirasakan kewibawaan yang sangat besar. "Berani juga kau bocah menyebutku pak tua, hahaha..... menarik...." Kata pak tua itu.
"Perkenalkan bocah, aku adalah aku, penguasa alam semesta, pencipta jagad raya dan sekaligus pencipta yang kalian para manusia sebut DEWA." Kata pak tua itu sekaligus.
"Hahahahaha.... Bersyukurlah kau bocah karena hanya kau yang kuperlakukan berbeda. Mereka yang sudah mati biasanya hanya para malaikat yang mengurusnya. Khusus untukmu, aku yang menyambutmu karena aku ingin memberikan misi padamu." Kata pak tua itu kemudian mulai serius.
"Misi apa itu?" Tanya Qin Feng yang mulai penasaran. Ia penasaran karena ini misi yang Tuhan sendiri yang memberinya membuatnya tidak bisa untuk tidak penasaran.
"Misi yang akan kuberikan pada mu adalah misi yang sangat sulit sekaligus berbahaya yang memaksamu harus mengerahkan seluruh jiwa dan ragamu. Tingkat misinya sendiri mungkin SSSSS+" Kata pak tua memberi penjelasan. Qin Feng yang mendengar penjelasan awalnya sangat tertarik, tetapi ketika pak tua tersebut memberitahu tingkat misinya membuat Qin Feng pucat pasi. kira-kira misi seperti apa itu? batinnya mencoba untuk bersikap tenang.
"Jadi, apakah kau tertarik menjalankan Misi dari ku bocah…" Tanya pak tua itu kembali ketika ia melihat Qin feng terlihat melamun, hal itu juga yang membuat Qinfeng kembali sadar dari lamunannya.
"Misi seperi apa itu pak tua. Bisa kau jelaskan padaku rincian misinya…?" Walau Qinfeng merasa takut, tapi tidak ada salahnya juga kalau hanya mendengar rinciannya.
"Ahh... Benar juga ya... Misi yang akan kuberi ini adalah menyelamatkan dunia dari tangan orang-orang yang menyebut diri mereka Dewa. Orang-orang selalu mengagungkan dan menyanjung mereka padahal sebenarnya mereka tidak tahu apa-apa tentang dewa yang sesungguhnya. Kau akan kukirim ke dunia kultivator dimana semua yang lemah hanya akan menjadi orang lemah dan yang kuat terus menjadi kuat. Disana kau akan kuberi misi untuk menapaki puncak kehidupan." Kata pak tua tersebut. Dari sorot matanya nampak kengerian membuat Qin Feng menelan ludah. Tubuhnya bergetar hebat, dihadapkan dengan pilihan yang sulit.
__ADS_1
Ia memejamkan mata untuk mencari keteguhan hati dalam dirinya, ia mengingat-ingat kehidupannya dibumi yang membosankan, seharusnya ia senang ketika salah satu khayalannya hampir menjadi nyata. Tetapi nyatanya Qin Feng tidak senang sedikitpun, alasannya adalah beban yang dipikul sangat berat, yaitu satu dunia.
Qin Feng terus berpikir matang-matang hingga akhirnya ia membuat keputusan yang akan mengubah masa depannya. "Baiklah, kuterima misimu pak tua…" Kata Qinfeng, kini tidak ada lagi keraguan dihatinya, terengar dari suaranya yang tegas.
"Bagus, seharusnya memang begitu..." Kata pak tua itu. Ia tersenyum sumringah mengetahui bahwa Qinfeng mau menerima misi darinya.
"Nah, karena kau sudah mau menerima misi dari ku, tidak mungkin kau langsung kukirim kedunia tersebut tanpa persiapan, yang ada kau hanya akan balik lagi kesini. Oleh karena itu, mulai sekarang aku akan melatihmu terlebih dahulu agar setidaknya kau sudah ada pondasi didunia sana. Dan mulai sekarang panggil aku guru bocah, jangan kau panggil aku pak tua lagi, bagaimana jika ada malaikat yang mendengar mu memanggilku pak tua, bisa-bisa hancur reputasiku." Kata pak tua tersebut yang diakhiri dengan gumaman.
Pada akhirnya begitulah Qinfeng berlatih dibawah ajaran gurunya yang juga seorang DEWA, Jika saja ada manusia yang mendengar hal tersebut bisa dipastikan ia akan dicap sebagai tukang khayal tingkat tinggi...
"Oh iya, Guru Bagaimana keadaan gadis yang baru saja kutolong…?" Tanya Qinfeng penasaran, pasalnya Gurunya tidak ada menyinggung kejadian ia bisa meninggal.
Gurunya yang mendengar hal tersebut terdiam sebelum sesaat kemudian ia tertawa kencang membuatnya sampai meneteskan air mata. "Hahahaha...... Kau tahu Bocah bagaimana kau mati? Jika saja kau tahu mungkin kau lebih memilih menenggelamkan dirimu didalam tanah agar tidak ada yang melihat mu..." Ucap guru pada Qinfeng.
Karena rasa penasaran dan bingung apa hubungan keadaan gadis yang ditanyanya dengan kematiannya ia pun bertanya kembali "Sebenarnya apa yang mau guru bicarakan? Dan bagaimana pertanyaanku sebelumnya guru…?"
Gurunya pun kembali tertawa lagi lalu ia mulai menjelaskan kejadian sebelum Qinfeng mati.
Flashback On
Qinfeng menjatuhkan barang yang dipegangnya lalu tanpa pikir panjang ia berlari kearah sang gadis dan kemudian mendorongnya menjauh.
BUGGHH...
Tepat setelah Qinfeng mendorong gadis itu ia terkejut ketika melihat kendaraan yang akan menabraknya adalah mesin pembajak sawah yang di kendarai seseorang. Hal itu membuatnya terjatuh karena syook, Jantungnya berdetak lebih kencang dan semakin kencang hingga akhirnya tiba-tiba jantungnya berhenti karena serangan jantung.
Flashback Of
"Hahahahahaha….. Apa kau tidak tahu bagaimana ekspresi mu waktu itu, orang tua mu bahkan tertawa pertama kali mendengarnya saking lucunya nasib mu..." Ucap Guru sambil ia tertawa keras, ia sudah melihat banyak hal yang lucu tapi menurutnya tidak ada yang selucu nasib yang dialami Qinfeng.
__ADS_1
Sementara itu Qinfeng menutup wajahnya dengan tangannya, Wajahnya memerah akibat malu, Ia sekarang ingat kejadian sebelumnya.
.........