Reinkarnasi Mengemban Misi Dewa

Reinkarnasi Mengemban Misi Dewa
Ch.14 Latih Tanding


__ADS_3

"Jadi, bagaimana aku memanggilmu?" tanya Yue Shan ketika kesepakatan diantara keduanya telah tercapai.


"Ah... Maafkan atas ketidak sopanan saya karena tidak memperkenalkan diri terlebih dulu. Nama saya adalah Qinfeng, seorang pengembara yang datang dari jauh." Kata Qinfeng sembari memperagakkan perkenalan ala bangsawan.


"Aku Yue Shan. Kau bisa memanggilku terserahmu!" balas Yue Shan.


"Jika itu yang diinginkan Nona Yue Shan maka aku tidak akan sungkan." Ucap Qinfeng kemudian.


Kini hanya mereka berdua saja yang tertinggal didalam tenda, bawahan yang tadi telah disuruh keluar oleh Yue Shan, membuat suasana tampak canggung. Tetapi kecanggungan itu tidak bertahan lama sebelum kemudian Qinfeng berbicara.


"Jika saya boleh tahu kemanakah tujuan karavan ini?"


"Apa aku belum memberitahumu? Tujuan kami adalah Seberang hutan Amares ini yaitu Kerajaan Matahari Baru. Seminggu lagi akan diadakan kompetisi para jenius dari seluruh benua bintang dan tempat diadakannya kompetisi ini tepat dikerajaan Matahari Baru. Semua jenius dari seluruh penjuru benua akan berdatangan untuk mengikuti kompetisi itu dan Sekte Lembah Pedang kami kebetulan diundang. Jadi aku ditunjuk oleh sekte untuk menjadi perwakilan bersama dengan tiga orang lagi." Jelas Yue Shan panjang lebar. Qinfeng kagum oleh penjelasan itu padahal ia hanya bertanya tujuan saja tetapi semua informasi penting bisa langsung didapatnya.


Informasi pertama yang didapatnya adalah bahwa ia tinggal di tempat bernama Benua Bintang yang adalah tempat tinggal manusia atau yang disebut disini adalah alam Mortal. Juga informasi selanjutnya yang bisa didapat adalah bahwa dibenua ini sepertinya terdapat banyak kerajaan, Ia bisa mengetahui lebih banyak lagi nanti diperjalanannya.


"Jadi, Apakah hanya itu saja yang ingin kau tanyakan??" Tanya Yue Shan ketika melihat Qinfeng tidak lagi terlihat ingin bertanya.


"Hmm... Nanti jika ada pertanyaan lainnya akan menyusul saja..." Jawab Qinfeng dengan santai.


Keheningan tercipta kembali ketika keduanya tidak ada yang berbicara. Yang membuka percakapan sekaligus memecahkan kecanggungan adalah Yue Shan dengan kata-kata tidak terduganya.


"Hey, bukannya aku ingin mengujimu atau meremehkanmu, aku hanya penasaran saja. Bagaimana jika kita bertarung, anggap saja seperti mengisi waktu luang menunggu malam tiba. Bagaimana?"


"Hmmm... Aku tidak keberatan. Lagipula sepertinya itu menarik."


"Baiklah kalau begitu kau tunggu diluar"


"Oke..."


*****

__ADS_1


Lima belas Menit kemudian, Disalah satu area terbuka diperkemahan. Terdapat banyak sekali Orang yang berkumpul untuk menyaksikan pertarungan antara Qinfeng dan Yue Shan. Ketika Qinfeng tiba disana, Ia dapat mendengar orang berbisik-bisik tentang betapa hebatnya nona mereka dan betapa bodohnya Qinfeng karena sudah berani menantang Yue Shan.


"Hey, Katanya lawan Nona kali ini adalah seorang pengembara yang ingin menjadi tentara bayaran dikaravan kita. Betapa sombongnya dia berani menantang Nona kita!"


"Benar, tingkat praktik nona sudah tinggi, sebentar lagi dapat menerobos ke ranah Martial King. Masih berani ditantang!"


"Aku merasa seperti dia tidak mempunyai Otak. Beraninya menantang langit!" Dan begitulah bisikan yang didengar oleh Qinfeng yang ada disana.


Suasana mulai riuh ketika Yue Shan tiba ditempat itu, ia mengenakan baju santai dan membawa pedang yang digunakannya tadi untuk menghunuskan Qinfeng.


Melihat Yue Shan telah datang, Qinfeng yang sejak tadi berada dikerumunan penonton segera berjalan menuju area terbuka tempat pertarungannya dimulai.


Ketika Qinfeng melewati kerumunan, banyak orang yang mencelanya tetapi walau begitu ada juga sebagian para wanita muda yang memuji betapa tampannya Qinfeng. Walau begitu Qinfeng tidak sedikitpun mempedulikannya, ia tetap tenang berjalan ketujuan awalnya.


Kini Qinfeng telah berhadap-hadapan dengan Yue Shan, dan ada juga tetua Yan yang menjadi wasitnya.


"Apakah kau tidak menggunakan senjata atau kau memang berspesialisasi tangan kosong?" Tanya Yue Shan pada Qinfeng yang tidak membawa apapun ditangannya.


Qinfeng mengeluarkan pedang yang diberikan gurunya sekaligus pedang yang telah membelah Shen Long menjadi dua, tetapi karena ia tidak ingin terlalu mencolok maka ia menyegel pedang itu dan membuatnya hanya seperti pedang kayu biasa.


Jadi yang sekarang digunakan Qinfeng dipertarungan ini adalah pedang kayu, tetapi ia tidak tahu bahwa tindakannya itu menyinggung perasaan Yue Shan karena merasa diremehkan.


"Apa kau ingin menggunakan itu untuk bertarung denganku. Apa kau tahu, Pedang yang kugunakan ini adalah tingkatan Xuan (Hitam), Pedangku bahkan dapat memotong pedang kayu mu itu seperti memotong jelly. Jika kau tidak memiliki pedang lain, akan kusiapkan untukmu pedang."


"Sebaiknya Nona jangan terlalu meremehkan pedang saya ini! Bagaimana pun pedang inilah yang telah menemani perjalanan saya selama ini. Jadi saya percaya padanya." Jawab Qinfeng dengan tegas dan lugas.


"Hah, baiklah jika itu mau mu. Jadi, apakah kau akan bertarung dengan terus membawa hewan peliharaan mu itu?" Hewan peliharaan yang dimaksud Yue Shan disini adalah Shen Long yang masih dengan setia bertengger dibahu Qinfeng.


"Tidak apa-apa. Dia suka takut dengan orang lain, jadi biarkan saja dia disini bersama ku!" Kata Qinfeng sembari mengelus kepala Shen Long yang tampak terlihat kesal.


'Hei, apa maksudmu takut dengan orang lain? jika aku mau bahkan mereka semua bisa kuratakan dengan sekali jentikan!' Kata Shen Long.

__ADS_1


'Haha... Sudahlah, kau terlalu gampang marahnya...' Kata Qinfeng yang dibalas dengan dengusan oleh Shen Long.


"Baiklah, tapi anggap saja ini sebagai latih tanding. Jadi jikalau pun kamu kalah nanti tidak perlu merasa berkecil hati!" Kata Yue Shan sembari memasang kuda-kudanya.


"Tentu saja itu tidak bisa. Jika nanti aku kalah bukankah aku akan terlalu sombong untuk menawarkan bantuan yang tidak diperlukan? Jadi aku tidak akan kalah! Maka dari itu keluarkan semua kemampuan milikmu!" Balas Qinfeng dengan percaya diri. Ia juga mulai dengan kuda-kudanya.


"Hmph... Kita lihat saja nanti!"


Dan dengan itu pembicaraan mereka berakhir. Kini Tetua Yan yang bergerak menuju ketengah antara Yue Shan dan Qinfeng, dan memulai pertandingannya ketika dilihat kedua belah pihak sudah siap diposisi masing-masing.


Orang yang pertama kali bergerak adalah Yue Shan, ia dengan cepat menyerang Qinfeng. Gerakannya cepat dan juga rapi, tidak ada pergerakan yang sia-sia.


Tetapi walau begitu, hal itu tidak lantas membuat Qinfeng panik dan tersudutkan. Ia hanya dengan gerakan seminimal mungkin berhasil menghindar setiap serangan tajam dari Yue Shan, dan sekali-kali akan menyerang balik.


Yue Shan yang melihat Qinfeng bahkan tidak kesulitan sama sekali meningkatkan tempo serangan nya, ia memakai teknik dari sektenya yang mengandalkan kecepatan dan ketajaman serangan, teknik itu memilki dua belas jurus dan teknik yang dipakai Yue Shan kini adalah teknik pertama, kedua dan kini bahkan Yue Shan telah memakai teknik ke tujuh. Tetapi walau begitu ekspresi Qinfeng bahkan tidak berubah sedikitpun dan itu membuat Yue Shan tertekan.


Qinfeng yang menyadari bahwa Yue Shan sudah mulai tertekan menghela nafas kemudian berbicara padanya. "Hei, Nona. Bukannya aku ingin menggurui atau apa, tetapi jika kamu ingin memenangkan pertarungan, kamu seharusnya bisa memiliki ketenangan. Tidak semua pertarungan bisa dimenangkan hanya dengan adu kekuatan dan teknik, tetapi bahkan musuhmu dapat membuat dan memanfaatkan keadaan psikologi mu yang memburuk, seperti saat ini. Aku bahkan belum mengeluarkan satupun teknik milikku dan kamu telah kewalahan karenanya." Ditengah pertarungan yang kini tambah cepat itu, Qinfeng memberikan wejangan pada Yue Shan agar tidak terlalu terbebani dan kehilangan ketenangannya.


"Aku bahkan dapat melihat aliran Qi yang kamu keluarkan tidak teratur, dan itu menjadi bukti akan kekalahanmu nanti." Tambah Qinfeng kemudian.


"Berisik!! Apakah kau tidak bisa diam dan hanya fokus saja pada pertarungan ini? Juga keluarkan saja teknikmu sekarang dan coba kalahkan aku kalau kau bisa!" Jengkel dengan setiap omongan Qinfeng yang sayangnya benar, Yue Shan menyela langsung. Ia mencoba memprovokasi Qinfeng agar segera mengeluarkan tekniknya.


"Baiklah, jika nona berkata demikian maka aku tidak akan sungkan!" Dan selesai berkata demikian, Qinfeng mengubah kuda-kudanya secara spontan dan langsung mengeksekusi gerakan pertama Tarian Wallet.


Yue Shan dapat melihat Qinfeng bertukar kuda-kuda dan ia yakin bahwa Qinfeng akan menggunakan teknik miliknya dan hal itu membuat Yue Shan menambah kewaspadaannya. Tetapi bahkan walau ia sudah sangat waspada, gerakan yang dipakai Qinfeng membuat Yue Shan dalam situasi sulit. Semua gerakannya diarahkan ke titik vital ditubuh Yue Shan.


Yue Shan yakin jika basis serangannya hanya pada titik vital seharusnya itu memiliki pola dan lama-kelamaan ia akan tahu pola gerakan nya, tetapi semakin lama kini Yue Shan semakin terpojok, ia baru sadar bahwa serangan Qinfeng tidak berpola dan hanya serangan acak yang mengarah ketitik vital.


Yue Shan tidak dapat bertahan lama dibawah tekanan itu, ia kemudian dengan cepat mengaku kalah dan pertarungan berkahir ketika serangan Qinfeng hampir mengenai leher Yue Shan.


Semua yang menonton disana terdiam tanpa kata ketika nona yang mereka banggakan kalah telak didepan mereka. Mereka tidak sedikitpun menyalahkan Yue Shan yang kalah karena semuanya tahu seberapa kuatnya dia, hanya saja mereka menyayangkan bahwa lawan yang dihadapi nona mereka terlalu kuat. Jadi itu tidak dalam kesalahan nona mereka.

__ADS_1


...*****...


__ADS_2