Reinkarnasi Mengemban Misi Dewa

Reinkarnasi Mengemban Misi Dewa
CH-2. Ranah Kultivasi


__ADS_3

Qinfeng memandang jauh kearah Utara, memandang pepohonan yang rimbun. Terlihat kawanan kelinci liar melompat didaerah pinggiran.


"Guru, apakah ketika aku telah menjadi kuat aku diperbolehkan pergi kehutan itu."


"Hmm… Mungkin itu akan menjadi ujian akhirmu sebelum pergi kedunia Mortal." Kata guru sambil mengelus jenggot putihnya.


"Apakah mengalahkan naga itu guru?"


"Apa kau pikir kau punya kemampuan?" Sambil menoleh pada Qinfeng.


"E-ehh... Jadi tidak mengalahkan naga?"


"Tidak, itu terlalu berat untukmu. Kau hanya harus membuatnya paling tidak terluka!"


"Ehh... bukankah itu terlalu mudah guru?"


"Kau akan menyesali perkataanmu jika kau sudah didepannya. Nama Penjaga Dunia itu bukan hanya bualan saja loh..."


"Ehh... Apakah ia memang sekuat itu guru?"


"Benar. Bahkan orang terkuat dialam Mortal belum tentu menang melawannya. Sudahlah, suatu saat nanti kau juga akan tahu sendiri. Kau duduklah dulu! Sekarang aku akan memberimu pengetahuan umum dulu tentang dunia barumu nanti." Guru kemudian duduk bersila dilantai altar diikuti oleh Qinfeng.


"Baik guru..."


"Baiklah, Sekarang harus dari mana kumulai ya~" Kata guru sambil mengelus jenggot nya.


"Baiklah, dimulai dulu dari pengetahuan umum. Nama dunia itu adalah-"


Menurut penjelasan guru, nama dunia itu adalah dunia kultivator. Dunia itu terbagi menjadi dua benua, benua manusia yang juga dikenal dengan Alam Mortal dan benua Dewa yaitu Alam Atas.


Didunia itu, ranah kultivasi dibagi menjadi sebelas yaitu, Martial Practicioner, Martial Master, Martial Grand Master, Martial Spirit, Martial King, Martial Emperor, Martial Ancestor, Martial Venerate, Martial Half-Saint, Martial Saint, To God. Masing-masing ranah memiliki sembilan tahapan, kecuali untuk Half-Saint yang memiliki tiga tahapan yaitu tahapan Awal, Menengah, dan akhir. Teknik, Senjata dan Obat alkemis juga memiliki tingkatannya sendiri yaitu tingkat Kuning, Hitam, Bumi, dan Surga. Pada dasarnya didunia itu semua ditentukan oleh tingkatan seseorang.


"Guru berada diranah berapa?" Tanya Qinfeng bertanya pada gurunya.


"Hmm... Aku? Aku saja tidak tahu. Tapi kalau aku mau, aku bahkan dapat melenyapkan dunia mereka dengan satu gerakan." Kata guru dengan bangganya.


"Wah... Bukankah itu sudah melewati ranah tertinggi guru?" Tanya Qinfeng dengan mata berbinar.


TOKK.....


Guru menjentik kepala Qinfeng membuatnya meringis. "Aduhh... Kenapa guru?"


"Dengar, jangan kau bandingkan kekuatan gurumu ini dengan tingkatan didunia mortal. Tingkatan itu ada untuk mengukur standard normal dunia mortal, jangan kira kekuatanku dapat diukur dengan cara standard begitu. Paham?"


"B-baik guru?"


"Ok sekarang kita lanjut. Sudah sampai mana kita tadi?"


"Mengenai tingkatan Kultivasi guru."


"Oh benar. Apakah kau sudah ingat tingkat kultivasi tadi?" Tanya guru pada Qinfeng.


"Sudah guru."


"Bagus, Minimal kau harus sudah mencapai ranah Saint baru kamu boleh pergi untuk menantang Naga penjaga Mata Air Suci."


"Guru, bukankah itu terlalu lama?? Bukankah aku nanti sudah jadi kakek-kakek baru sampai pada ranah itu?" Kata Qinfeng terkejut. Memang, Bahkan Jenius beladiri dapat mencapai Saint paling cepat Lima puluh tahun. Kini ia telah berusia dua puluh tahun lebih, walupun ia jenius ia haruslah perlu waktu sekiranya lima puluh tahun lebih untuk mencapai ranah tersebut. Jika ia telah menjadi kakek-kakek, ia tidak akan menarik lagi nanti. Haih... Qinfeng rasanya ingin menangis.

__ADS_1


"Itu tergantung seberapa jenius dirimu serta seberapa keras kerja kerasmu. Walaupun begitu kau tidak perlu khawatir. Kepadatan Qi diwilayah ini puluhan kali lipat dari yang ada dimanapun. Jadi kau akan cepat untuk menerobos."


"Baik guru..."


"Oke sekarang kau akan belajar tentang pelajaran mendasar yaitu ilmu sastra, arkeologi dan yang lainnya."


Lalu guru mengeluarkan Banyak buku dari spatial ring yang dipakainya.


"Wah... guru apakah itu yang namanya Cincin penyimpanan?" Tanya Qinfeng. Ia sungguh takjub ketika melihat gurunya mengeluarkan buku yang begitu banyak itu dari dalam cincin. Hal itu seperti sihir saja.


"Benar, ini adalah Cincin Dimensi tingkat Surga. Ini dapat menyimpan apapun bahkan makhluk hidup juga bisa disimpan disini. Oke, Kau akan mempelajari ini semua disini, Jika ada pertanyaan yang tidak kau mengerti kau boleh bertanya padaku."


Lalu Guru menyerah kan buku yang banyak itu pada Qinfeng. Setelahnya ia kemudian mulai menyentuh kening Qinfeng-


Seketika semua pengetahuan mendasar tentang dunia Kultivator ada dikepalanya, mulai dari cara membaca tulisan disana, bahasanya dan budayanya.


"Aku memberimu sebagian ingatanku tentang ilmu mendasar agar kau dapat memahami buku-buku itu dengan cepat."


"Terimakasih Guru..."


"Ok, Kau boleh mulai belajar sekarang."


Tetapi Qinfeng bukannya membuka buku, ia malah berdiri.


"Hmm… Mengapa kau berdiri?" Melihat Qinfeng berdiri gurunya menjadi heran.


"Ugh... I-itu, Karena kakiku pegal guru kelamaan duduk bersila. Hehehe, maaf guru."


"HAA.................." Mendengar jawaban tidak terduga dari Qinfeng membuat gurunya Syok muntah darah, ia memasang wajah bodoh membuat Qinfeng hampir tidak bisa menahan tawa.


*******


Begitulah keseharian Qinfeng dimulai, dan begitulah kini telah terlewati dua bulan lebih. Selama dua bulan ini Qinfeng terus belajar dengan tekun sehingga ia mendapat pemahaman yang menakjubkan dari semua yang telah ia pelajari. Ilmu sastra, hukum, arkeologi, alkemis dasar dan banyak lagi pengetahuan lainnya. Pada hari itu juga ketika insiden Qinfeng berdiri tanpa izin gurunya, ia mendapat hukuman dari gurunya untuk duduk bersila selama enam jam dalam satu hari tanpa bergerak. Pada hari pertama Qinfeng sangat tersiksa kaki pegal, ia tidak bisa untuk terbiasa dengan hukuman itu. Itu adalah hukuman terburuk dalam hidupnya walaupun itu hanya sekedar duduk saja.


Kini Qinfeng sedang membolak-balik buku yang ada ditangannya ketika gurunya datang dan memanggilnya.


"Feng'er, kemarilah dulu." Kata gurunya. Tidak perlu heran dengan cara guru memanggil Qinfeng dengan nama kecil Feng'er, hal itu sudah tidak lagi asing ditelinga Qinfeng selama dua bulan ini, tidak ada lagi sebutan bocah yang disematkan pada Qinfeng.


"Kau, duduklah dulu dikursi batu giok itu!"


"Baik guru."


"Karena kau telah mempelajari semua hal dasar, bisa ku anggap kau sudah lulus. Sekarang kau akan mulai belajar kultivasi yang sesungguhnya dari bimbingan langsung gurumu ini."


"Baik guru, Murid ini mengerti."


"Bagus, sekarang langkah pertamamu untuk jalan berkultivasi adalah merekonstruksi ulang tubuhmu. Walaupun selama prosesnya nanti akan sedikit sakit tetapi bertahanlah sebentar."


"Baik guru."


"Bagus, pertama makan dulu buah ini." Kata guru sambil menyerahkan Buah yang berbentuk seperti buah Delima berwarna merah kehitaman.


"Ini? Bukankah ini buah dari pohon yang ada dihutan selatan jalan masuk?"


"Benar, Buah ini adalah buah roh berusia ribuan tahun. Buah ini memiliki sejumlah energi yang dapat merombak susunan tubuh dan mengganti tulangmu menjadi lebih baik agar cocok untuk mempelajari seni beladiri, Cepatlah dan makan."


"Baik guru, Murid ini tidak akan sungkan." Qinfeng mengambil buah roh yang menyerupai bauh delima itu dari tangan gurunya.

__ADS_1


Ia kemudian mulai menggitnya, pertama yang dirasakan adalah rasa asam yang memekatkan lidah. Gigitan kedua, ketiga, hingga gigitan keempat baru ia mulai merasakan sesuatu yang tidak nyaman ditubuhnya. Perlahan-lahan rasa sakit itu muncul, rasa sakit yang luar biasa itu serasa meremukkan tubuh Qinfeng seremuk-remuknya. Tangannya mulai menggapai-gapai sekitar untuk melampiaskan rasa sakit yang menyiksa itu, mulutnya tidak berhenti berteriak. Ini sungguh rasa sakit yang terburuk dalam hidupnya membuatnya serasa lebih baik mati daripada menahan ini.


"Tenanglah, tahan sebentar lagi. Aku akan mengurangi rasa sakitnya." Kata gurunya mencoba menenangkan Qinfeng yang kini meraung-raung menangis menahankan rasa sakit ini. Guru kemudian menaruh tangannya dipunggung Qinfeng, mengiriminya energi Qi, hal itu mampu untuk mengurangi rasa sakit walau hanya sedikit.


Dalam lima menit terakhir adalah pengalaman terburuk yang pernah dirasakan oleh Qinfeng dan juga lima menit terakhir adalah perasaan terlega dalam sejarah hidup Qinfeng, bahwa ia telah melewati pengalaman terburuknya dan berharap bahwa itu adalah yang pertama dan terakhir kalinya ia akan merasakan perasaan yang sama.


Ketika lima menit yang penuh dengan teriakan itu berakhir, Qinfeng jatuh tidak sadarkan diri dipangkuan gurunya.


Hadeh.... Sungguh bocah yang berisik. Walaupun begitu ia juga bocah yang menarik. Sepertinya kau harus bertahan untuk sementara waktu Feng'er.


............


Tinkatan Ranah Kultivasi:



Martial Practicioner 1-9


Martial Master 1-9


Martial GrandmMaster 1-9


Martial Spirit 1-9


Martial King 1-9


Martial Emperor 1-9


Martial Ancestor 1-9


Martial Venerate 1-9


Martial Half-Saint - Awal


- Menengah


-Akhir


Martial Saint 1-9


Martial To God 1-9



Tingkatan Teknik, Senjata/artifak, dan pill.



Kuning (Huang)


Hitam (Xuan)


Bumi (Di)


Surga (Tian)


__ADS_1


__ADS_2