
...'Tebasan Malam : Kegelapan Abadi '...
...'Teknik ke enam kitab Emas : Penghukuman langit '...
Sesudah keduanya meneriakkan nama teknik masing-masing, mereka berdua mengeluarkan serangan terkuat keduanya.
Kedua serangan itu kemudian bertabrakan untuk saling beradu Supremasi. Dengan Energi Qi hitam pekat milik Qinfeng dan Energi langit dan bumi milik harimau putih yang saling bertabrakan membuat dampak yang sangat besar disekitarnya. Dalam radius ratusan meter semuanya terhempas oleh angin kencang yang ditimbulkan pertarungan itu.
Para beast yang sebelumnya disekitar hutan itu berlarian karena takut. Sedangkan penonton pertarungan itu yang adalah Singa Emas, Burung Vermillion, Guru Qinfeng dan bahkan Naga berdecak kagum melihat pertarungan tingkat tinggi tersebut.
BOOOM.......
Kedua serangan itu meledak dan menimbulkan abu yang sangat pekat dilokasi pertarungannya. Semua yang menonton menunggu untuk melihat siapa yang menang diantara keduanya.
Dari balik abu hasil pertarungan itu tampak dua sosok yang masih berdiri tegak. Keduanya adalah harimau putih dan Qinfeng - yang kini sedang menopang tubuhnya dengan pedang. Walaupun mereka masih berdiri tegak tetapi seluruh tubuh mereka penuh akan luka, bahkan jubah yang dipakai Qinfeng telah banyak terkoyak.
"Uhgh... Kau sungguh hebat senior bisa menerima serangan terkuatku dan masih bisa tegak berdiri." Puji Qinfeng membuka percakapan diantara keduanya.
"Hey manusia, apakah kau mengejekku sekarang. Lihatlah seberapa parah luka yang telah kuterima dari seranganmu, bahkan serangan itu sampai menghancurkan tubuhku layaknya daging panggang. Sedangkan itu serangan ku hanya dapat mengoyak jubahmu saja, Kemenangan ini mutlak adalah milikmu." Kata Harimau Putih mengakui kekalahan nya dan hal itu otomatis adalah izin darinya membiarkan Qinfeng bertemu Naga Hutan ini.
Sesudah selesai berkata begitu, Harimau putih kemudian pingsan dan jatuh ketanah. Didepannya Burung Vermillion turun dari langit dan tanpa banyak kata langsung menyembuhkan luka yang diderita harimau putih seperti bagaimana ia menyembuhkan Singa Emas tadi.
Melihat bahwa Tidak ada lagi hal yang butuh perhatiannya, Qinfeng segera menjauh dari sana dan mencari pohon yang masih dapat digunakan untuk tempat berteduh. Ia kemudian duduk dibawah salah satu pohon yang letaknya agak jauh dari tempat pertarungan mereka tadi, kemudian ia segera bermeditasi. Qinfeng benar-benar habis-habisan bertarung tadi sehingga bahkan Qi didalam tubuhnya telah habis, maka dari itu ia perlu mengisi Qi miliknya sebanyak-banyaknya. Ia tidak tahu hal apa saja yang akan terjadi selanjutnya, jadi keamanan itu sangat penting.
Tetapi baru lima belas menit
Qinfeng bermeditasi, dari dalam pikirannya terdengar suara asing yang belum pernah didengar olehnya sebelumnya.
__ADS_1
'Bagus, ternyata kau lumayan juga Bocah. Cepatlah datang kesini dan bermain denganku! Aku sungguh menantikan pertemuan kita nanti.'
'Siapa kau?' Tanya Qinfeng bingung. Siapa orang waras yang tidak akan heran ketika tiba-tiba saja seseorang berbicara didalam otaknya dan menyuruhnya untuk secepatnya datang.
'Hahaha.... Kau masih belum menyadari siapa aku? Kau seharusnya sudah sadar ketika aku menyuruhmu untuk secepatnya datang padaku dan menjadi teman bermainku. Aku adalah Naga yang kau cari-cari, dan karena kau telah memenuhi syarat untuk bisa bertemu dan bertarung denganku membuatku sangat senang, Hahaha....' Kata Naga itu tertawa senang. Dari nada berbicaranya dapat disimpulkan bahwa ia sangat menyambut baik Qinfeng yang berani menantangnya, mungkin karena puluhan ribu tahun telah berlalu Naga itu tidak ada sekalipun bergerak.
'Ah, ternyata kau adalah naga penjaga Mata Air Suci. Baiklah aku akan datang secepat mungkin kesitu, tunggu saja kedatanganku, Hahaha....' Selesai Qinfeng berkata demikian, Naga itu akhirnya mengakhiri pembicaraan mereka dengan harapan Qinfeng datang secepatnya.
Tidak terasa lima jam telah berlalu sejak Qinfeng selesai berbicara pada sang Naga. Kini tubuhnya telah kembali segar juga Qi miliknya telah sepenuhnya pulih. Hal itu membuatnya ingin segera melanjutkan perjalanan tetapi niat itu segera ia urungkan ketika ia melihat disekitarnya sudah gelap. Karena ini sudah terlanjur malam, Qinfeng akhirnya tetap duduk didudukannya sebelumnya dan beristirahat. Ia ingin tidur dengan nyenyak malam ini karena rasanya ia telah lupa bagaimana tidur.
*****
-Keesokan Harinya.
Qinfeng terbangun dari tidur pulasnya dengan wajah yang segar, ia segera berdiri dan menggerakan badannya agar tidak kaku.
Qinfeng bergegas pergi kesungai itu dan membasuh dirinya yang sangat kotor, ia juga mengganti jubahnya yang telah terkoyak menjadi yang baru. Merasa semua urusan telah selesai dan dirinya merasa segar, Qinfeng akhirnya melanjutkan perjalanan.
Tidak seperti sebelum-sebelumnya yang dimana Qinfeng selalu dihadang oleh Beast yang ada dihutan ini, kini ia dapat dengan lancar melanjutkan perjalanan nya tanpa hambatan. Mungkin karena semua Beast yang ada dihutan ini telah melihat pertarungannya kemarin dan mengikuti insting buas mereka memilih untuk menjauhi Qinfeng. Bukannya Qinfeng mempermasalahkan hal itu, hanya saja entah kenapa ia merasa sedikit bosan, ia merasa tidak ada hiburannya diperjalanan ini.
Karena semakin lama Qinfeng merasa semakin bosan, ia memutuskan untuk mempercepat perjalanannya menuju mata air suci, Qinfeng akhirnya dengan cepat berlari dengan teknik meringankan tubuhnya dengan kecepatan yang luar biasa.
Qinfeng kini telah berlari selama lebih dari sepuluh menit dan ada hal aneh yang membuatnya merasa heran, ia kini berlari seperti telah memasuki padang gurun yang sangat panas akan tetapi Qinfeng tidak merasakan sedikitpun panas nya, malahan ia merasa sangat kedinginan sekarang. Hal ini membuat Qinfeng untuk berhenti berlari, Ia mengamati sekitarnya yang kini dilihatnya adalah Padang Gurun.
Hmm... Bagaimana pun situasiku kini sangat terasa aneh. Jelas aku tadi berlari dihutan yang banyak pohonnya juga masih kulihat sungai mengalir, tetapi mengapa aku tiba-tiba berada di Gurun. Apakah tanpa sadar aku pergi ke Dimensi lain? Hal itu jelas tidak mungkin.
Qinfeng bepikir dalam hati dimana dia saat ini dan bagaimana dia kesini.
__ADS_1
Ah... Mau bagaimana pun dipikirkan aku sungguh tidak tahu jawabannya, Dan lagi mengapa semakin aku berjalan lebih jauh semakin dingin disini? Aish, Apa sih in- Tunggu dulu, bukankah ini...?
ketika Qinfeng sedang mengeluh ia tanpa sadar melihat adanya jejak Qi disekitarnya. Ia kemudian merasakan Qi disekitar nya dengan deteksi Qi dan mengingat keanehan sejak ia masuk kesini, dan hal itu membawanya pada kesimpulan yang jelas.
"Ini ternyata Ilusi..." Gumam Qinfeng pelan. Aku sungguh masih kurang pengalaman, bahkan untuk melihat trik dibalik ini saja aku masih sangat lama, Haih...
Qinfeng kemudian mengingat kembali ajaran gurunya tentang bagaimana untuk membebaskan diri dari teknik ilusi. Hal pertama yang dilakukan harus lah tenang, kemudian lihat dan telusuri jejak Qi yang ada diudara untuk menemukan pusatnya. Pada saat itu, pembelajaran ini cukup susah untuk dipelajari Qinfeng, tetapi kini ia percaya diri dengan kemampuannya.
Qinfeng akhirnya menemukan pusat dari ilusi setelah menelusurinya melalui jejak Qi selama beberapa saat, Pusatnya berupa pusaran energi yang sangat kecil yang juga ditutupi oleh Ilusi yang lebih kecil lagi.
Qinfeng tanpa banyak kata langsung memukul hancur pusat ilusi itu dengan keras, Ilusi tingkat tinggi tidak bisa dihancurkan dengan mudah jadi pastikan kau harus menghancurkannya sekuat tenaga - begitulah pesan yang disampaikan guru pada Qinfeng.
Retakan-retakan mulai muncul diudara ketika pusat ilusi itu dihancurkan, dan menampakkan kebalikan dari pemandangan yang sebelumnya dilihat. Hamparan salju berwarna putih terlihat sepanjang mata memandang juga Qinfeng bisa melihat perbatasan antara hutan sebelumnya dengan salju ini hanya dibatasi oleh satu garis panjang.
"Apakah ini masih ilusi lagi?-" Tanya Qinfeng pada angin yang lewat. "Sepertinya ini bukan lagi ilusi, aku tidak melihat jejak Qi seperti sebelumnya dan juga perasaan dingin yang kurasakan waktu itu dan sekarang juga sama. Berarti ini memang nyata..."
Selagi Qinfeng sibuk berpikir, diujung tempatnya berdiri tiba-tiba muncul retakan dari bawah Es. Retakan itu perlahan semakin besar dan hancur, dari dalamnya Qinfeng dapat melihat keluar bongkahan Es - hanya dalam penglihatan Qinfeng - yang sangat besar dan hampir menyerupai gunung.
"Apa yang terjadi?" Tanya Qinfeng. Saat Qinfeng berpikir bahwa bongkahan es itu hanya tidak sengaja keluar, hal selanjutnya mematahkan opini dangkalnya. sesuatu yang dianggap bongkahan oleh Qinfeng ternyata mengeluarkan sayapnya dan terbang keatas langit, kepakan sayapnya bahkan menghancurkan es yang disekitarnya membuatnya mencair.
Melihat perubahan yang terjadi tiba-tiba itu membuat Qinfeng terdiam mematung, ia terpana melihat makhluk dalam legenda yang ia kira bongkahan batu terbang melayang diatas cakrawala.
"I-itu N-naga?" Qinfeng tercengang sampai hampir tidak dapat berkata-kata. Ia terpana dengan kemegahan makhluk hebat itu dan yang paling membuatnya kini bahagia adalah itu tepat didepan matanya.
"Aku tidak menyangka kau dapat menghancurkan ilusi yang kubuat dengan sangat mudah manusia. Mungkin aku masih terlalu meremehkan mu!" Itu adalah suara yang sama persis dengan suara yang didengar Qinfeng kemarin, tetapi dalam satu hal suara ini terdengar sangat berbeda. Suara yang kini didengarnya terdengar sangat berwibawa dan juga dari suaranya dapat diketahui sifat naga itu yaitu dengan rasa kebanggan yang tinggi.
Dan dengan demikian dimulailah pertarungan pertama Qinfeng dengan naga penjaga dunia.
__ADS_1
...*****...