
Karena DEWA telah resmi mengangkat Qinfeng sebagai muridnya, ia memiliki tanggung jawab untuk mengajari muridnya menjadi layak sebagai seorang kultivator. Karena alasan itulah ia membawa Qinfeng kesebuah tempat bernama Lembah Dewa.
Sesuai dengan namanya, Lembah Dewa adalah tempat yang sangat indah sekaligus menyeramkan. Banyak bunga yang indah dan tumbuhan yang belum pernah sekalipun dilihat Qinfeng dibumi sebelumnya. Bunga-bunga itu membentuk jalan setapak yang mengarahkan ke jembatan yang akan menghantarkan pada sebidang tanah yang melayang ditengah Lembah.
Mereka berdua bergegas melewati jembatan untuk sampai pada tanah terapung itu. Ketika mereka sampai, Qinfeng kembali terkejut, pasalnya disini juga tidak kalah indah pemandangannya dibandingkan sisi lembah yang sebelumnya.
Tanah terapung ini luasnya kira-kira lima ribu meter persegi. Wilayah ini dibagi menjadi empat wilayah sesuai arah mata angin dengan bagian tengahnya terdapat Altar melingkar. Diujung paling selatan ------- yang juga adalah jalan masuk ketempat ini------- terdapat pepohonan yang tingginya rata-rata tiga puluh meter. Semua pohon yang disana memiliki buah dengan macam-macam warna, buah itu juga kelihatan sangat marum. Disana juga terdapat hewan kecil yang berkeliaran seperti kelinci liar.
Berjalan sedikit kedepan mengikuti jalan, kita akan dapat melihat dari arah barat terdapat gundukan tanah yang diatasnya terdapat tanaman-tanaman kecil, yang Qinfeng tidak tahu tanaman apa itu. Menurutnya itu kemungkinan besar adalah semacam tanaman herbal. Sesuai yang pernah Qinfeng baca di Novel atau komik, kemungkinan besar itu adalah tanaman herbal yang sudah berusia ratusan tahun atau mungkin ribuan tahun.
Melihat kearah Timur, kita akan dapat melihat reruntuhan bangunan yang telah lama, terlihat dari banyaknya rumput yang menempati reruntuhan itu. Melihat hal itu Qinfeng menjadi heran, semua yang ada disini semuanya telah diatur dan dirawat sedemikian rupa sehingga menghasilkan pemandangan yang menakjubkan, mengapa reruntuhan yang merusak pemandangan itu dibiarkan begitu saja? Apakah reruntuhan itu adalah situs sejarah yang sangat bernilai?
"Guru, mengapa reruntuhan yang merusak pemandangan itu dibiarkan begitu saja? Apakah itu sangat berharga?" Tanya Qinfeng pada gurunya yang berjalan didepan.
"Oh kau memperhatikan itu ya…" Tanya guru pada Qinfeng sembari menoleh menatap reruntuhan yang kini juga ditatap oleh Qinfeng.
Tentu saja aku memperhatikannya, mana mungkin aku melewatkan sesuatu yang mencolok seperti itu. Haih dasar guru...
"Hmmm, apakah kau baru saja mengkritik gurumu ini?" Tanya Sang Guru pada Qinfeng dengan tatapan tajam.
Ah... Apakah aku menyerukannya tadi?
"Tidak, kau tidak menyerukannya. Aku hanya mendengar semua isi pikiranmu..."
Ah... Benar juga. Walaupun ia adalah guruku, sejatinya ia adalah DEWA. Hal kecil seperti ini bahkan tidak masuk hitungannya.
"Benar, karena aku adalah DEWA hal kecil seperti membaca pikiran orang lain bahkan bukan hal yang patut kubanggakan Hahahaha...." Kata guru tertawa bangga.
"Ah… Maaf Guru." Kata Qinfeng.
"Hahaha.... Kau kumaafkan karena telah menyadari keagungan gurumu ini."
__ADS_1
"Ah... Aku hampir lupa. Kau tadi menanyakan soal reruntuhan kan?"
"Benar guru…"
"Hmm, memang benar bahwa reruntuhan itu merusak pemandangan. Tetapi nilai sebenarnya bukanlah reruntuhan itu melainkan sesuatu yang ada didalamnya."
"Sesuatu…?" Qinfeng mengernyitkan keningnya. Apakah ada yang sangat bernilai didalam bahkan sampai rela membiarkan reruntuhan itu merusak pemandangan.
"Benar. Didalam reruntuhan itu terdapat tambang logam mulia. Logam itu adalah logam terkuat didunia, bahan mentah yang sangat cocok untuk membuat persenjataan terkuat didunia. Setahuku, itu bahkan tidak ada didunia Mortal."
"Wahh... Bukankah itu sangat berharga guru?"
"Benar, Makanya itu sangat berharga. Sayangnya tambang itu terhubung dengan reruntuhan yang ada diatasnya. Membuatku takut itu akan membuat tambangnya ikut hancur jika aku menghancurkan reruntuhan itu."
"Oh begitu. Yah walaupun sangat disayangkan reruntuhan itu disitu tatpi menilai berharganya logam mulia ini mungkin itu adalah pilihan yang bijak."
"Benarkan..."
Kini mereka telah sampai di altar yang ada dipusat tanah terapung ini. Sebenarnya menyebut ini arena pertempuran lebih cocok dari pada altar. Altar ini berbentuk melingkar dengan diagonal seratus meter. Disisi altar berdiri empat pilar batu yang fungsinya tidak diketahui oleh Qinfeng.
"Guru, apa kegunaan dari pilar batu yang disana?" Tanya Qinfeng.
"Oh, pilar batu yang disana itu kegunaannya untuk membentuk kubah Aura."
"Apa itu kubah Aura guru?"
"Kubah Aura adalah sejenis energi khusus yang kubuat untuk menyaring Qi yang ada disekitar. Maka dari itu ketika seseorang berkultivasi didalam kubah Aura, kemurnian Qi yang diserap akan meningkat. Walaupun kuyakin tanpa memakai kubah aura, disini Qi nya juga sudah sangat murni."
Mendengar itu Qinfeng hanya bisa mengangguk. Ia kemudian mengikuti gurunya naik keatas altar. Ditengah altar terdapat tempat duduk dari batu yang tidak biasa. Batu itu berwarna hijau mengkilat.
"Guru, batu apa itu?" Tunjuk Qinfeng kearah tempat duduk batu itu.
__ADS_1
"Hmm... Apa kau tidak tahu batu apa itu?"
Mendengar gurunya balik bertanya pada membuatnya bingung. Apakah batu itu memang hanya batu biasa yang bisa dilihat orang dimana saja sehingga semua orang tahu itu batu apa. Qinfeng menggeleng dengan jujur menjawab pertanyaan gurunya.
"Kok aneh ya. Biasanya manusia dapat mengetahuinya hanya dengan melihat warnanya saja. Batu ini namanya adalah batu giok, dapat membantu dalam berkultivasi."
"Ohh.... Apakah ini sungguh batu giok yang asli? Aku hanya tahu ini dari novel yang kubaca, siapa sangka aku dapat melihat ini langsung dikehidupan ku ini."
"Hadeh... Kau akan banyak menjumpai yang seperti itu didunia sana."
Mendengar itu dari gurunya membuat mata Qinfeng bercahaya. Ia semakin tidak sabar untuk cepat-cepat datang kedunia itu. Ia kemudian menoleh kesekitar altar. Jauh ke utara ia melihat sungai yang tenang mengalir. Ia juga telah melihat sungai disepanjang perjalanan tadi menuju kesini, ternyata sumbernya itu dari wilayah paling ujung tanah terapung ini.
"Disana itu adalah sumber mata air suci…" Kata guru yang tiba-tiba telah berada disamping Qinfeng. Melihat arah pandangan Qinfeng, Gurunya langsung memberitahu apa yang ada disana.
"Mata air suci? Apa itu guru?"
"Mata air suci adalah semacam keajaiban. Tidak ada penyakit yang tidak dapat disembuhkan oleh air itu, bahkan kematian sekalipun dapat dibangkitkan."
"Apa?? Apakah itu artinya sungai yang kita lewati sedari tadi adalah air suci."
"Walaupun itu memang benar, tetapi khasiatnya telah berkurang. Untuk menyembuhakan luka atau penyakit yang sangat parah atau membangkitkan orang mati, air itu tidak akan cukup. Harus air yang langsung berasal dari mata air itu sendiri." Kata gurunya menjelaskan. Qinfeng mengangguk mendengarnya. Merasa hampir tidak percaya air itu bahkan dapat membangkitkan orang mati. Walaupun itu terasa tidak masuk akal terasa seperti dongeng, tetapi fakta bahwa ia sekarang dapat berbicara santai dengan DEWA itu sendiri membuatnya berpikir tidak ada lagi yang lebih tidak masuk akal dari pada dirinya sendiri.
"Tetapi kuperingatkan kau, jangan coba sekali-kali berpikir kesana tanpa sepengetahuan ku. Mengerti!!" Kata gurunya berbicara dengan nada serius.
"Kenapa guru? Apakah disana sangat berbahaya?" Tanya Qinfeng, melihat wajah serius gurunya membuat jantung berdetak kencang - tetapi bukan cinta.
"Benar, Untuk bisa pergi kesana kau harus menghadapi banyak binatang iblis yang kuat-kuat. Jangan berpikir bahwa binatang iblis disana lemah-lemah. Jika binatang iblis ini diukur menurut standard dunia kultivator, maka tingkatan binatng iblis ini tidak kurang dari tingkat menengah keatas. Walaupun kau bisa melewati para binatang iblis itu, Itu tidak akan menyelamatkanmu dalam bahaya karena bahaya sesungguhnya adalah penjaga Mata air suci itu sendiri yaitu Naga."
"N-naga??" Qinfeng menelan ludahnya. Ketika mendengar binatang iblis disebutkan oleh gurunya itu sudah membuatnya berkeringatan, kini kakinya tidak bisa berhenti bergetar mendengar NAGA dari gurunya.
"Benar. Naga ini adalah naga Es, Salah satu dari empat naga penjaga dunia yang kuciptakan pada awal penciptaan."
__ADS_1
Mendengar hal itu entah kenapa membuat bulu kuduk Qinfeng berdiri. Tidak ada perasaan takut, melainkan rasa semangat yang tak tertahankan. Mendengar gurunya mengatakan bahwa naga penjaga Mata Air Suci adalah naga yang diciptakan langsung oleh Dewa itu sendiri, apalagi diciptakannya dahulu kala sekali. Ia sungguh semakin tidak sabar mengenal dunia baru yang sebentar lagi ia juga akan ambil bagian didalamnya.