Reinkarnasi Mengemban Misi Dewa

Reinkarnasi Mengemban Misi Dewa
Ch.10 Pertarungan Terakhir Sang Naga


__ADS_3

Waktu demi waktu berlalu, kini lima belas tahun berlalu sejak pertemuan pertama Qinfeng dengan naga, dan sejak saat itu mereka terus bertarung.


Waktu pertama kali Qinfeng bertarung dengan naga bahkan tidak sampai beberapa menit dan ia sudah kalah telak. Karena kekalahannya itu memotivasi dirinya untuk menjadi lebih kuat, ia juga sadar seberapa besar jurang perbedaan kekuatan antara dirinya dan naga.


Mulai dari hari itu Qinfeng terus berlatih tanpa henti, ia juga akan bertarung kembali melawan naga jika dirasa dirinya sudah ada peningkatan dan juga dari pertarungan itu Qinfeng terus melihat teknik dibalik serangan naga dan menganalisisnya. Walaupun hal itu tidak lantas membuat sang naga akan mudah diserang begitu saja.


Qinfeng pertama kali dapat melukai naga ketika dirinya telah berda diranah To God tujuh tahun setelah pertarungan mereka dan saat itu adalah pertarungan ke tiga ribu dua ratus kalinya antara mereka. Walaupun syarat yang diberikan gurunya adalah Qinfeng hanya harus bisa melukai naga dan dia akan lulus, tetapi Qinfeng tidak merasa senang atau apapun, sebaliknya ia memohon pada gurunya untuk mengubah syaratnya agar yaitu Qinfeng harus bisa mengalahkan naga itu.


Waktu itu guru agak ragu untuk menyetujui permintaan Qinfeng karena bagaimanapun untuk mengalahkan naga tidaklah mudah, hal itu pastinya akan memakan waktu yang cukup lama tetapi dengan santainya Qinfeng berkata bahwa ia sudah terbiasa menghabiskan waktu yang lama. Hal itu membuat guru tidak punya pilihan lain selain menyetujuinya.


Karena hal itulah kini telah berlalu lima belas tahun dan Qinfeng sama sekali belum bisa mengalahkan naga, Rekor tertinggi yang dicapainya saat ini adalah membuat naga mengeluarkan kekuatan penuhnya dan bertahan selama beberapa hari.


Qinfeng membuka mata dari meditasinya, rencananya hari ini ia akan kembali melawan naga. Sudah lebih dari satu bulan sejak pertarungan terakhir mereka dan waktu itu cukup bagi Qinfeng untuk memulihkan diri dan berlatih.


Ia bertekad bahwa pertarungan yang berlangsung selama bertahun-tahun ini akan ia akhiri hari ini. Sejak pertarungan terakhir mereka saat itu, Qinfeng sadar bahwa jarak diantara keduanya tidak lagi terlalu besar. Juga jika bicara soal tingkat praktik, bahkan Qinfeng telah menyamai tingkat praktik naga itu yaitu Ranah Dewa tahap Puncak, dan ia sudah mencapai alam itu sejak dua tahun yang lalu, jadi jika hanya bicara soal kemampuan, kini Qinfeng sudah percaya diri.


Setelah menghela nafas dengan pelan, Qinfeng kemudian bangkit berdiri dan terbang kearah dimana pertarungan mereka akan dimulai sebentar lagi. Dengan kecepatan terbang Qinfeng yang begitu tinggi tidak membutuhkan waktu yang lama untuknya sampai ketempat tujuannya.


Qinfeng segera turun dari terbangnya tepat diatas bongkahan es besar. Ia dapat melihat naga yang kini dalam bentuk manusianya tengha duduk santai diblngkahan es sambil memakan buah seperti apel dengan santai.


"Oh kau sudah datang Qinfeng?" Walaupun mereka selalu saja bertarung terus menerus tetapi kebersamaan yang lama itu membuat keduanya sangat dekat. Naga itu menyukai Qinfeng, juga sebaliknya Qinfeng pun menyukai naga itu - Tetapi jangan salah paham, Suka disini maksudnya adalah untuk menggambarkan betapa mereka saling nyaman, juga naga itu adalah laki-laki.


"Hahahaha... Betul. Aku kesini akan membalas kekalahan yang lalu. Bagaimanapun juga aku sudah terlalu lama bertarung dengan mu, sudah saatnya mengkahiri ini. Jadi kali ini aku akan berusaha sekuat tenaga! Persiapkan dirimu Shen Long....!"

__ADS_1


"Hahahaha... Lucu sekali dirimu, Sudah sejak dari lima belas tahun yang lalu kau selalu berkata seperti itu setiap kita akan bertarung dan hasilnya kau tetap kalah. Jadi darimana kepercayaan dirimu ini berasal?" Kata Shen Long mengolok-olok Qinfeng.


"Haih... Kali ini kau dapat memegang perkataanku, jadi sebaiknya kau harus mulai bertarung dengan serius dari awal!" Sesudah Qinfeng memperingati Shen Long agar bertarung dengan serius, ia kemudian menarik pedang hitam yang telah menemaninya selama lima belas tahun dari sarungnya.


Aura petarung dari Qinfeng tiba-tiba meluap dan menghancurkan es disekitarnya, Aura itu bahkan sampai dapat menekan Shen Long yang dalam wujud manusianya.


"Ugh... B-bagaimana mungkin hanya dalam waktu singkat tekanannya meningkat sebanyak ini?" Gumam Shen Long sambil masih mempertahankan posisinya agar tidak kalah tekanan dari Qinfeng.


Karena Qinfeng menantang Shen Long untuk beradu tekanan Aura, Shen Long juga mengeluarkan auranya. Aura milik Shen Long terasa sangat berbeda dari Qinfeng, jika aura milik Qinfeng terasa seperti tekanan dari penguasa mutlak sedangkan itu aura milik Shen Long terasa seperti kematian yang mencekam, aura miliknya sangat dingin.


Jika ada manusia yang melihat pertarungan keduanya, mungkin akan berpikir bahwa ini adalah pertarungan antar Dewa. Hanya dengan pertarungan antar Aura saja sudah hampir menghancurkan setengah wilayah Es tempat kini mereka bertarung.


Aura keduanya saling menekan satu sama lain, menambah dampak pada sekitarnya. Merasa sudah selesai untuk unjuk permulaannya, Qinfeng mengayunkan pedangnya dan melepas aura pedang yang luar biasa kuat mengarah pada Shen Long. Aura pedang yang luar biasa itu menghantam bukit kecil hingga hancur ketika Shen Long dengan mudah menghindari serangan itu, tanpa banyak kata Shen Long menghilang dari pandangan dan seketika muncul tepat berada dibelakang Qinfeng, tangannya membentuk cakar yang sangat kuat dengan energi Es yang kuat mencoba menghantam punggung Qinfeng.


Debu hasil ledakan itu menyebar dan menampakkan pemandangan Qinfeng dan Shen Long yang kini bertarung. Bahkan praktisi beladiri yang sudah mencapai tahap Saint tidak akan dapat dengan mudah melihat gerakan keduanya karena saking cepatnya gerakan mereka.


Jam demi jam, hari demi hari berlalu tetapi keduanya masih tetap bertarung. Kini wilayah tempat keduanya bertarung sudah menjadi porak-poranda, banyak bekas ledakan disana-sini. Pertarungan itu mengguncang langit dan bumi membuat seluruh wilayah langit berguncang.


Kondisi keduanya bahkan tidak kalah menghawatirkan, luka yang kini telah bersaramg ditubuh masing-masing bahkan tidak dapat menghambat pergerakan cepat keduanya, seakan keduanya memiliki energi yamg tidak terbatas.


"Shen Long mari kita akhiri disini!" Kata Qinfeng berteriak ditengah pertempuran keduanya.


"Hah? Apa kau menyerah? Hahahaha... Akui saja kau sudah kalah jadi kita bisa berhenti sekarang." Kata Qinfeng yang kini dalam wujud naga.

__ADS_1


"Diam bodoh! Kubilang kita akhiri disini itu artinya aku akan segera mengalahkanmu dengan serangan terkuat yang kubisa." Bals Qinfeng. Tanpa banyak kata Qinfeng mundur agak jauh dari Shen Long, ia memasang kuda-kuda bersiap menyerang. Shen Long dapat mengenali kuda-kuda yang dipakai oleh Qinfeng, itu adalah jurus tertinggi yang diajarkan oleh pak tua itu pada Qinfeng. Jurus ini hanya dapat di sempurnakan ketika praktisi beladiri telah mencapai puncak ranah Dewa, dan pertarungan sebelumnya juga Qinfeng menggunakan teknik ini yang sayang nya waktu itu tekniknya belum cukup sempurna sehingga hanya membuat Shen Long terluka tetapi tidak sampai kalah.


"Hahahaha... Bagus, jadi kau sudah akan memakai teknikmu. Jangan kecewakan diriku dengan teknik tidak sempurna mu itu!" Menghadapi teknik yang akan dipakai oleh Qinfeng, Shen Long juga mengeluarkan serangan terkuatnya, ia memposisikan tubuh naganya yang besar untuk condong kedepan, mulutnya ia buka lebar-lebar menarik semua Qi yang ada diudara. Qi yang ditarik berkumpul menjadi bola didalam ulut Shen Long membentuk Energi yang semakin lama semakin membesar.


Berbeda dengan Shen Long yang serangannya sangat heboh sampai menimbulkan badai es, Teknik Qinfeng lebih tenang, ia seakan seperti air yang tenang tapi dalamnya tak terukur.


...'Pembelah Bulan : Tebasan segi prisma!'...


...'Nafas Naga : Es kematian!'...


Serangan keduanya bertabrakan satu sama lain untuk saling beradu supremasi, tekanan yang dibuat oleh dua seranagn itu membuat seisi wilayah pertarungan tidak dapat dikenali lagi.


...BOOOOOMMMM.........


Keduanya dengan lancar mengeksekusi teknik masing-masing. Qinfeng mengeksekusi teknik pembelah bulan dengan sangat baik. Teknik ini dinamakan pembelah bulan adalah karena teknik ini memang sungguhan dapat membelah bulan juga teknik ini sangat mematikan karena bahkan seseorang yang berada ditingkat praktik yang tinggi tidak dapat mendeteksi serangan ini, bahkan sedikitpun jejak Qi tidak ada terlihat dan hal itu membuat musuh tidak tahu harus menghindar kearah mana. Tetapi walaupun begitu, serangan ini memilki daya ledak yang sangat besar yang bahkan dapat membunuh praktisi dipuncak ranah Dewa.


Sedangkan itu Nafas naga milik Shen Long juga tidak kalah luar biasanya. Dengan aura es kematian bahkan dapat membunuh para praktisi apabila mengenainya, apalagi serangan supremasi yang sangat besar itu, dapat disimpulkan tidak mungkin ada yang selamat dari serangan sebesar itu.


Tidak seperti ledak-ledakan yang sebelumnya, kini ledakan itu bahkan dapat menghancurkan satu pulau besar. Hal itu tidak menghancurkan pulau ditempat mereka bertarung kini karena adanya penghalang yang telah dibuat disekitar area pertarungan untuk meminimalisir kerusakan oleh guru Qinfeng.


Berlanjut beberapa menit kemudian debu hasil pertarungan mulai menghilang. Dari balik debu itu terlihat Qinfeng yang berdiri tegak dengan jubah compang-camping, darah menetes dari balik jubah itu. Sedangkan Shen Long yang kini telah dalam wujud manusianya terbaring kaku dengan tubuh terbelah dua. Darahnya berceceran dimana-mana membuat area sekitar menjadi merah akan darah.


Melihat pemandangan didepannya hati Qinfeng terasa sesak, ia terisak dalam diamnya melihat kondisi Shen Long yang menyedihkan. Ia berharap dapat terus melanjutkan kisah menyenangkan bersama sang naga Shen Long.

__ADS_1


...*****...


__ADS_2