
'Tebasan Malam:Pembelah Dimensi!'
Sesaat setelah Qinfeng meneriakkan jurusnya Qi pedang keluar dari pedangnya hanya sepersekian detik dan kembali menghilang. Singa Emas yang melihat ada yang tidak beres dari ayunan pedang itu bersikap sangat waspada.
Tetapi hal itu sayang sekali, sejauh beberapa cm dari singa emas muncul semacam celah dimensi yang mengeluarkan Energi pedang milik Qinfeng. Singa Emas dapat melihat itu semuanya namun sayang koneksi otak dengan seluruh tubunya tidak sejalan. Otaknya menyuruhnya untuk segera menghindar secepatnya sedangkan tubuhnya tidak bisa mengikuti kecepatan otak untuk memindai.
Alhasil tebasan itu berhasil mengenai tubuh singa emas dan menggoyahkan keseimbangan membuatnya jatuh ketanah. Walaupun bisa dikatakan bahwa tubuhnya adalah salah satu tubuh terkuat dihutan ini tetapi dihadapkan dengan jurus tingkat tinggi seperti 'tebasan malam' membuatnya seakan-akan hanya lah lelucon.
Sepanjang garis antara wajah sampai pada perut bagian bawah kini telah terkoyak akibat serangan Qinfeng, jika serangan tadi sedikit lebih kuat, takutnya singa emas itu akan terbelah menjadi dua.
"Ugh... Sial. Aku bahkan tidak sanggup menahan satu serangan darinya. Aku kali ini benar-benar dapat masalah." Dengan wajah masam singa emas mengeluh dalam hati.
"Senior menyerahlah. Bagaimana jika membiarkan aku lewat dan kita bisa selesaikan ini baik-baik?" Kata Qinfeng mengajukan tawaran pada singa emas itu. Ia perlahan berjalan mendekati singa emas yang kini sedang menahan sakitnya.
"Sialan, aku sudah malu begini mana bisa kembali lagi. Biarkan aku bertarung sampai mati dan menghapus rasa malu ku manusia!" Singa emas perlahan bangkit berdiri dengan tertatih-tatih. Ia hampir terjatuh lagi ketika berhasil berdiri, untungnya kerena tekatnya yang kuat ia berhasil mempertahankan keseimbangan nya.
"Haih... Mau bagaimana lagi, Senior kali ini aku tidak akan berbelas kasihan lagi loh.." Kata Qinfeng, selesai mengucapkan itu ia menghilang dari hadapan singa emas. Kewaspadaan semakin tinggi ketika Singa emas yang menyadari Qinfeng sudah terlebih dahulu menyerangnya.
Tanpa banyak kata Qinfeng menyerang singa emas tepat diluka yang ada diwajah bagian kirinya, sayangnya walaupun singa emas telah terluka sangat parah tetapi sejatinya ia adalah Martial tahap Saint puncak, Kecepatan seperti Qinfeng adalah hal biasa.
Singa emas memblokir Pedang Qinfeng dengan cakarnya dan melompat kebelakang. Singa itu kemudian melompat dan menerjang Qinfeng, tubuhnya ia lapisi dengan Qi untuk memperkuat serangannya. Menanggapi hal itu Qinfeng dengan tenang menyambut Pertukaran serangan itu. Walaupun singa emas menyerang secara brutal tetapi Qinfeng masih bisa menguasai jalannya pertarungan, lima menit kemudian gerakan singa itu akhirnya melambat dan tubuhnya telah sepenuhnya tertutupi luka sayatan pedang.
'Ah, ternyata hanya sampai sini saja perlawananku. Aku sudah tidak kuat lagi, aku ingin tidur.' Gumam singa emas dalam hati.
Akhirnya gerakan Singa emas itu sepenuhnya terhenti, ia terjatuh ditanah dan tidak bergerak lagi. Napasnya masih ada menandakan jika ia masih memilki kehidupan.
"Senior bagaimana jika kita hentikan saja ini? Izinkan saja aku lewat maka aku akan membiarkan senior tetap hidup!" Kata Qinfeng mencoba sekali lagi untuk bernegoisasi. Walaupun ia tahu jika itu tidak berguna karena cepat atau lambat singa itu juga akan mati. Singa itu sudah terluka parah dan kehilangan banyak darah, cepat atau lambat pasti mati, jika ia tidak mati kehilangan darah ketika Qinfeng pergi dari sini Singa itu juga akan disantap habis oleh para Beast yang lain.
"Tidak perlu, bunuh saja aku agar kubawa malu ini sampai mati. Tetapi walaupun aku sudah mati jangan berharap masih ada kesempatan bagimu untuk bertemu dengan raja karena dua Beast lagi yang lebih kuat dariku masih ada. Dan itu adalah hari dimana kau akan mati... Ugh..." Kata Singa emas sambil memaksakan kesadaran nya agar tidak menghilang.
"Haih, kau sungguh keras kepala senior. Baiklah aku akan membunuhmu sebagai tanda penghormatan terakhirku. Semoga kau tidak menyimpan dendam pada juniormu ini!" Selesai mengatakan hal itu, Qinfeng mengangkat pedangnya dan berniat menusukkannya pada tubuh singa emas itu.
__ADS_1
Tetapi seolah merasa de jav`u, Qinfeng bisa merasakan niat membunuh yang teramat kuat mengarah padanya. Kali ini niat membunuh itu tidak hanya berasal dari satu arah saja melainkan dua arah. Mengikuti instingnya, Qinfeng segera melarikan diri dari situ. Sayangnya kecepatan gerakan Qinfeng tidak secepat sebelumnya, hal itu dikarenkan ia telah cukup banyak menggunakan Qi ketika memakai jurus penebas malam. Alhasil sesaat sebelum Qinfeng bisa melarikan diri, tiba-tiba tubuhnya tercabik-cabik tanpa tahu siapa yang mencabiknya. Hal itu memaksa Qinfeng untuk mengambil posisi berlutut. Jubahnya terkoyak-koyak dan dari dalam jubahnya menetes darah.
Qinfeng mengaduh kesakitan dan segera memakai Qi miliknya untuk memberhentikan pendarahannya. Ia bisa melihat Sosok Beast berupa harimau yang ukurannya tidak kalah besar dari singa emas. Qinfeng juga melihat Jika singa emas telah diselamatkan oleh Sosok burung yang amat besar berwarna merah api. Qinfeng tidak tahu apa yang terjadi tetapi yang pasti singa emas bisa sembuh setelah burung itu membakar Singa emas dengan api miliknya.
Qinfeng berpikir bahwa mungkin saja itu adalah api dalam legenda yang dapat meyembuhkan penyakit apapun. Diceritakan biasanya bahwa yang memiliki api legenda itu hanyalah beast kelas mitos yaitu sang Phoenix agung. Tidak menyangka ternyata Qinfeng dapat melihat Api ajaib itu hari ini, apa mungkin burung itu adalah Phoenix.
'Burung itu bukanlah Phoenix seperti yang kau pikirkan...' Tiba-tiba Qinfeng mendengar suara guru dari dalam pikirannya, hal itu sedikit membuatnya terkejut.
'Guru apakah ini kau?' Tanya Qinfeng berbicara melalui transmisi suara.
'Ya feng'er. Dan seperti yang guru bilang tadi, burung itu bukanlah Phoenix. Burung itu adalah burung Vemillion yang memiliki garis keturunan Phoenix. Dan karena burung itu memiliki darah Phoenix sehingga ia memiliki kemampuan penyembuhan yang hanya bisa dilakukan phoenix. Kata guru memberi penjelasan pada Qinfeng.
'Ah begitu, berarti burung ini tidak sekuat Phoenix kan guru?'
'Walaupun burung itu tidak sekuat Phoenix, namun tetap saja burung itu lebih kuat darimu. Jadi kau tidak boleh meremehkannya!' Kata guru menasehati Qinfeng.
'Baiklah guru...' Sesudahnya pembicaraan melalui transmisi suara itu berakhir.
Ia memandang dua beast yang baru datang sedangkan untuk Singa Emas ia telah dipindahkan agak jauh dari situ, mungkin untuk memulihkan energinya. Qinfeng dari sekali lihat juga tahu jika kedua beast yang baru datang itu adalah dua beast yang dimaksudkan oleh Singa Emas.
Qinfeng menghela nafas, kekuatan kedua beast ini bahkan jauh diatas singa emas, hal itu bisa terlihat dari seberapa cepat harimau putih tadi.
"Senior mengapa kalian selalu menggangguku?" Karena sejak tadi ia memasuki hutan ini, Qinfeng terus saja dihambat membuatnya kesal, dan hal itu tanpa sadar membuatnya meninggikan suaranya.
"Senior aku hanya ingin untuk bertemu dan bertarung dengan naga yang ada dihutan ini dan kalian datang satu-persatu dan itu membuatku kesal!"
"Jangan kurang ajar manusia!! Kami tidak akan membiarkanmu bertemu dengan raja! Grrr...." Kata Harimau putih membalas perkataan Qinfeng.
"Kenapa? Apakah raja kalian tidak percaya diri bisa menang dariku dan menyuruh kalian semua untuk melemahkan ku terlebih dahulu??" Kata Qinfeng, disini ia tidak bermaksud untuk memprovokasi melainkan itu keluhan langsung dari hati nya.
"BOCAH LANCANG!!! Beraninya kau menghina raja!! Aku hari ini akan menunjukkan padamu bahwa ada sesuatu yang tidak boleh kau usik bahkan sampai kiamat!" Mendengar Qinfeng menjelek-jelekkan rajanya tepat dihadapannya, membuat Harimau Putih sangat marah.
__ADS_1
Harimau putih itu kemudian menyerang Qinfeng dengan sangat cepat, cakarnya yang dibaluti dengan energi Qi berwarna merah telah ia siapkan untuk kembali melukai tubuh Qinfeng. Sayangnya Qinfeng yang telah berhasil memulihkan sedikit Qi nya tidak lagi terlihat tertekan menghadapi serangan bar-bar harimau putih.
Qinfeng dengan mudah menahan cakar harimau putih dengan pedangnya ketika cakar itu hampir saja mengoyak perutnya lagi.
Tidak hanya menahan serangannya, Qinfeng juga menyerang balik harimau itu mem uat mereka menyadari sekarang terus bertukar serangan. Pertukaran serangan itu lebih lama dibandingkan dengan ketika Qinfeng melawan singa emas juga pertukaran serangan itu lebih merusak alam sekitar.
Kini Qinfeng dan harimau putih itu telah memakai jurus andalan masing-masing yang menyebabkan area disekitar rusak, dan hal itu terus berlangsung hingga dua jam lamanya.
Dua jam kemudian baik Qinfeng maupun harimau itu mengambil sikap mundur, Keduanya sama-sama akan mengeluarkan jurus akhir mereka.
"Senior, ini adalaah jurus andalanku jadi harap jangan terlalu meremehkannya!" Kata Qinfeng.
"Manusia aku juga akan mengeluarkan jurus akhirku, kita akhiri semuanya dalam satu serangan!" Harimau juga setuju untuk mengeluarkan jurus akhir mereka masing-masing.
Sesudah itu mereka berdua memasang posisi untuk mengeluarkan jurus masing-masing. Qinfeng dengan kuda-kuda yang terasa agak familiar yaitu tebasan malam. Ia memegang pedangnya dan fokus pada pedangnya yang mengeluarkan tekanan yang berat, tanah disekitarnya retak dan angin tiba-tiba bertiup kencang diikuti dengan suasana sekitar yang tiba-tiba menggelap seakan sesuatu tiba-tiba menutupi permukaan matahari, dari pedangnya juga keluar percikan petir.
Sedangkan harimau putih menengadahkan kepalanya kearah langit, menghimpun energi langit dan bumi dan memadatkannya membentuk pusaran energi yang amat besar di udara. Pusaran energi itu diikuti percikan petir menambah kesan mendalam dan orang lain dapat mengetahui betapa luar biasanya serangan itu.
Sedangkan dari jauh banyak makhluk yang melihat pertarungan itu, Singa emas yang lagi memulihkan lukanya, Burung Vermillion jug ikut menyaksikan pertarungan hebat itu. Diluar hutan gurunya tersenyum menenangkan dan ia bergumam dalam hati 'Aku tidak menyangka jika Qinfeng telah menguasai jurus itu sampai tingkat ini. Sungguh menakjubkan...'
Dari dalam hutan yang paling ujung, makhluk sebesar gunung dengan panjang ratusan meter juga melihat pertarungan mereka. Makhluk itu adalah naga penjaga Mata Air Suci sekaligus penguasa hutan ini. Ia tertarik ingin melihat seperti apa murid yang diangkat 'orang itu', Sehingga Naga itu mengamati pertumbuhan Qinfeng semenjak di tahun pertama. Ia juga tahu soal ia yang dijadikan oleh 'orang itu' sebagai ujian terakhir untuk Qinfeng. Sekarang ia tersenyum melihat bagaimana kekuatan Qinfeng, mungkin sudah saatnya lagi ia akan berolahraga sedikit, ia sungguh menantikan hal itu.
Kembali pada pertarungan sebelumnya, kini kedua orang itu telah bersiap akan melancarkan serangannya. Ditengah pertarungan itu Qinfeng berbicara sambil berteriak. "Aku akan menyerangmu senior, Bersiaplah!!"
"Hal yang sama juga kukatakan padamu Manusia. Bersiaplah menerima seranganku!!"
Sesaat setelah kedua orang itu selesai berbicara, Keduanya sama-sama berteriak mengeluarkan jurus masing-masing.
...'**Tebasan Malam : Kegelapan Abadi'...
...'Teknik ke enam kitab Emas : Penghukuman langit**'...
__ADS_1