
Sampailah mereka berdua di depan sebuah restoran yang bernama Angmar dengan bentuk bangunan yang lumayan mewah walaupun terkesan kuno.
mereka berdua pun masuk dan menjadi pusat perhatian karna ketampanan elrond. terlihat tempat duduk yang kosong disudut ruangan dan mereka pun duduk disitu.
"elis ingin pesan apa?",tanya elrond.
"terserah saja yang penting enak",jawab alisha.
"baiklah,hmm pelayan kemari saya ingin pesan",ujar elrond yang memanggil seorang pelayan wanita yang juga mencatat pesanan dari meja didepan kami.
"iya tuan ingin pesan apa",tanya pelayan wanita tersebut dengan malu-malu.
"saya ingin pesan 2 cike ruis dan 2 minuman daun teh",pesan elrond.
"baiklah tuan dan nona pesanan anda akan segera datang, kalau begitu saya permisi",ujar pelayan wanita tersebut.
sambil menunggu pesanan mereka alisha pun membuka suara.
"ron, jika aku perhatikan dari tadi kau sangat tau tentang daerah ini",tanya alisha.
"ahh ya karna aku sering kemari jika sedang bosan",jawab elrond.
"kau tinggal dimana",tanya alisha kembali.
"ahh aku tinggal lumayan jauh dari daerah ini",jawab elrond seakan enggan untuk menjawab dimana dirinya tinggal.
percakapan kami pun terhenti karna makanan yang kami pesan sudah tiba.
__ADS_1
"ini pesan anda tuan dan nona, silahkan dinikmati",ucap pelayan tersebut.
"terima kasih",ujar elrond kepada pelayan tersebut.
"coba lah makanannya",lanjut elrond dengan antusias.
alisha pun mencoba makanan yang dipesan yaitu memiliki tampilan daging sapi yang di beri bumbu dan dicampur beberapa sayuran sehat.
ternyata setelah di coba makanan tersebut mirip dengan makanan khas italia yang sering di makannya yaitu Ossobuco. makanan ini merupakan tulang belakang sapi muda yang dimasak pada suhu rendah dan lambat hingga lembut didalam. namun cike ruis memiliki sedikit kekurangan, jika diberi kulit lemon,bawang putih, dan peterseli maka bisa dipastikan rasa nya akan sangat sama dengan ossobuco.
alisha tidak mengira, walaupun makanan ini dizaman kuno namun rasa makanannya hampir memasuki dunia modern.
"bagaimana?",tanya elrond
"hmm enak ",jawab alisha.
"iya",jawab singkat alisha.
"baguslah",ujar elrond yang mulai memakan makanannya.
mereka berdua makan tanpa bersuara dan tak berapa lama mereka pun selesai makan.
"huhh kenyang! oh iya elis, kau tinggal dimana?",tanya elrond.
"aku?",tanya balik alisha.
"iya tentu saja kau! memangnya di meja ini ada orang lain lagi selain kita berdua",jelas elrond.
__ADS_1
"ahh iya benar, aku tinggal tidak terlalu jauhh dari sini",jawab alisha.
"benarkah? bagaimana jika nanti aku ikut kerumahmu?",tanya elrond
"tidak tidak tidak. kapan kapan saja, baiklah kau yang membayar makanan ini ya aku masih ingin jalan-jalan lagi jadi aku duluan ya ron",ujar alisha dengan berdiri dari tempat duduknya dan ingin pergi namun seketika tangannya di tahan oleh elrond .
"tunggu elis, memang aku yang akan membayarnya tapi kenapa kau ingin meninggalkanku. aku akan menemanimu lagi jalan-jalan dan tidak usah khawatir jika kau memang belum ingin memberitahu aku dimana tempat tinggalmu",jelas elrond.
"iya baiklah tapi sampai kapan kau akan memegang tanganku?"tanya alisha.
"ahh ma..afkan aku, aku tidak sengaja. hehehe",jawab elrond yang langsung melepaskan tangan alisha dan mulai terlihat gugup.
"pelayan kemari",lanjut elrond.
seketika pelayan yang dipanggil elrond pun datang.
"ada apa tuan?",tanya pelayan tersebut.
"berapa semua pesanan ini?",tanya kembali elrond dengan menunjuk meja makan dihadapannya ini.
"semuanya 3 koin emas tuan",jawab payan tersebut.
"ini aku lebihkan 1 koin emas untukmu",ujar elrond
"terima kasih tuan, anda sangat murah hati kepada restauran kami. sekali lagi terima kasib tuan",ucap pelayan tersebut.
"iya. ayo elis",ajak elrond untuk keluar dari restauran dan melanjutkan jalan-jalan lagi.
__ADS_1
"iya" jawab alisha yang mengikuti elrond disampingnya yang berjalan keluar dari restauran.