Reinkarnasi Putri Lotus Darah

Reinkarnasi Putri Lotus Darah
Trumble


__ADS_3

"sudahlah tidak usah membahas itu lagi",ucap alisha malas.


"apakah tidak apa-apa kita membawa mereka",ucap daen sambil mengarahkan jempolnya ke belakang.


"tidak masalah. disana juga banyak yang seperti kita bahkan lebih parah", ucap roland santai.


"berarti disana terdapat banyak bangsawan juga ya",ucap alisha.


"iya benar elis. walaupun tingkat kebangsawanannya tidak setingkat dengan kita. biasanya dari mereka ada yang membeli hewan spiritual atau pun ada yang hanya menonton saja.",jelas roland.


"baiklah kita sudah sampai",lanjut roland lagi.


🔙


🔜



"ron. apa kau yakin ini tempatnya?",tanya alisha ragu dengan apa yang dirinya lihat.


"tentu saja yakin elis"jawab roland mantap.


"kau ini apa-apaan sih. tempat tandus seperti ini kau bilang tempat pertandingan hewan spiritual? kegilaan apa yang merasukimu roland.",sahut daren dengan raut tak terbaca.


alisha juga sepemikiran dengan perkataan daren. bagaimana tidak? yang mereka lihat saat ini hanyalah tanah tandus. jika orang lain yang melihat keadaan ini pasti berfikir kalau roland sedang membual.


"aku tidak sedang gila. memang disini tempatnya. tempat ini dilengkapi sihir perlindungan. membuat trumble tak terlihat. sebentar.......",jelas roland dengan melambaikan salah satu tangannya.


seketika kepulan asap putih keluar dari telapak tangan roland. sedikit demi sedikit mulai terlihat bangunan tinggi berbentuk lingkaran atau menurut alisha lebih mirip sebuah stadion sepak bola.


"ini sangat menakjubkan",ujar alisha.


roland yang mendengar perkataan alisha tersenyum.


"lumayan lah tidak buruk untuk ras seorang penyihir",sahut daren sedikit tidak suka.


sesaat roland ingin membalas perkataan daren, tiba-tiba alisha langsung menyela.


"tapi kenapa tempat ini dilengkapi sihir perlindungan? apa ada hal yang sangat berbahaya disekitar sini?",tanya alisha penasaran.


"iya elis. sihir perlindungan berguna juga untuk menekan keganasan dan kekuatan hewan spiritual yang ada ditempat ini agar mereka tidak bisa kabur. hewan spiritual yang ada disini adalah hewan spiritual pembuat onar di hutan wilayah selatan.".",jelas roland.

__ADS_1


"ya sudah ayo masuk",ajak alisha semangat.


"ayo",jawab roland sedangkan daren hanya mengikuti saja.


terlihat seorang pria berambut pendek berwarna cokelat yang sedang duduk didekat pintu masuk.


" 5 batu sihir",ujar seorang pria muda berambut pendek berwarna cokelat.


"hoho lihat siapa yang ada disini. apa kau membuat onar lagi",ujar roland menahan tawa.


seketika pria berambut cokelat tersebut terlihat sangat kesal karna ucapan yang dilontarkan roland.


"cih sialan. 5 batu sihir",ucap pria tersebut dengan malas.


"aku tidak menyangka seorang theo akan berakhir menjadi resepsionis seperti ini",ejek daren.


"aku tidak butuh ocehan murahan seperti kalian. jika tidak punya batu sihir tidak usah kemari karna ini bukan tempat yang didatangi oleh orang miskin",jawab Theo tajam.


"kauu...........",ujar daren yang sudah mengepal tangannya untuk memukul theo namun langsung ditahan oleh roland.


"apa kau tidak bisa ramah sedikit kepada tamu theo. haihh sayang sekali, bagaimana jika rekaman ini aku berikan kepada tuan Ermo ya? pasti setelah ini seseorang akan menderita",ucap roland dengan kekehan.


GBRAKKK


"Jika kau tidak ingin wajahmu itu babak belur, JANGAN MEMPROVOKASIKU ROLAND",ucap theo dengan kalimat terakhir bernada tinggi.


"tenang lah theo aku kan hanya bertanya tapi kau sudah meledak-ledak seperti itu",jawab roland.


theo memandang roland dengan tak suka.


"aku tidak berpikir kalian akan akrab seperti ini. apakah kalian menjadi sahabat sejati karna wanita kecil ini?",cibir theo.


"apa maksudmu kecil?",tanya alisha dengan sebelah alis terangkat.


"ya memang begitu kenyataannya.",jawab theo dengan menatap alisha dari ujung kaki sampai ujung kepala.


"bukan urusanmu. ini kan tubuhku jadi kau tidak berhak untuk berkomentar dan jika sekali lagi kau menatap tubuhku, aku akan membuat kau tidak bisa melihat lagi.",ancam alisha dengan aura membunuh.


theo merasa tersentak akan aura membunuh yang dikeluarkan alisha. keringat dingin mulai membanjiri ketiga pria tampan tersebut.


(dia bukan wanita biasa) dalam hati Theo.

__ADS_1


theo membuka mulut untuk berbicara kembali pada alisha namun roland langsung mengarahkan kantung kecil kewajah theo.


"ini 5 batu sihir...........elis ayo masuk tidak usah pedulikan dia. jangan rusak hatimu hanya karna orang tidak penting seperti dia",relai roland untuk menghilangkan suasana yang tegang.


alisha pun menarik kembali aura membunuhnya dan menatap theo dengan sangat tajam.


kemudian dirinya melangkah ke pintu masuk sedangkan roland dan daren masih berdiri ditempatnya.


"berhati-hatilah dalam bersikap Theo.",ucap roland dengan menatap benci pada theo.


"aku suka",ucap theo.


roland dan daren langsung memandang theo curiga.


"apanya yang kau suka?",tanya daren curiga.


"tentu saja wanita itu. apalagi dapat membuat seorang daren dan roland berada didekatnya. aku merasa banyak hal yang menarik dan rahasia yang disembunyikan wanita itu. kau tau bukan, aku sangat suka hal yang menarik dan penuh rahasia", jelas theo dengan senyum licik.


"theo. cabut kata-katamu barusan",ujar roland dengan tatapan tajam dan dingin.


"aku akan menghajarmu jika kau sampai mendekati alisha",sahut daren dengan menahan amarah.


"hahhaha kenapa? lagi pula kalian bukan siapa-siapanya jadi tidak ada hak untuk melarangku. Alisha ya? nama yang cantik",ucap theo dengan senyum miring dan langsung menghilang.


"THEOO. sialan. aku tidak menyangka pria berbahaya itu akan ikut tertarik pada alisha",ujar daren dengan wajah tegang.


"brengsek. jika dia berani mendekati alisha aku akan menghancurkannya",sahut roland bengis.


"cih akhirnya kau menunjukan karakter aslimu. kau juga membuatku muak karna sikap seperti pria yang lemah-lembut pada alisha. padahal semua orang tau bagaimana sifat aslimu itu",sahut daren tak suka dan mulai melangkah masuk.


"bukan urusanmu. jika kau berani mengatakan sesuatu tentangku pada alisha, aku akan......",ucap roland dengan bengis dan dingin namun seketika langsung di potong daren.


"aku tau. aku tau. aku tidak akan mengatakan tentangmu pada alisha namun bukan berarti alisha tidak akan tau sebenarnya tentangmu. selama kau tidak menyakiti alisha maka aku tidak akan mengusik dirimu lebih jauh. namun apabila kau melewati batasmu, aku tidak akan berbelas kasih atas tindakanku",jelas daren yang menghentikan langkahnya.


"dan satu lagi. seharusnya yang lebih kau khawatirkan adalah orang terdekat alisha karna bukan berarti dia tidak tau tentangmu roland",jelas daren yang melanjutkan langkahnya.


"Kine",gumam roland yang juga melangkahkan kaki nya untuk masuk.


ilustrasi Theo Anderson


__ADS_1


jangan lupa vote dan like setiap chapter novel author. terima kasih🙏☺


__ADS_2