
"tapi Jangan lakukan itu lagi didepan Alisha dan dengarkan dulu penjelasan Seria sebelum kau menghajar dirinya",lanjut Penyihir Rikei dengan berjalan selangkah kearah Raja Kine.
"aku tau apa yang akan aku lakukan",jawab Raja Kine dengan tatapan tajam.
"ya ya baiklah. Apparatte ",ucap Penyihir Rikei yang sudah membaca mantra dengan mengayun pelan tongkat sihirnya.
🔙
🔜
"silahkan dinikmati Pangeran, Tuan Putri, Tuan Muda, Tuan",ucap Seria dengan menundukkan kepalanya sambil sesekali melirik para pelayan yang mulai menyajikan makanan diatas meja.
"nah makanan nya sudah tiba. silahkan dinikmati",sahut Alisha semangat.
Para pelayan yang sebelumnya menyajikan makanan, langsung serentak menundukan kepala mereka dan mulai melangkah pergi setelah dijawab anggukan oleh keempat manusia berstatus tinggi itu.
"Felix tidak makan? apa mau aku suapin?",tanya Alisha dengan mata yang berkilat lebih semangat.
seketika Roland menatap horor pada Alisha, bahkan ia ingin membawa lari wanita centil didepannya itu dan menyembunyikannya ditempat paling tersembunyi agar ia tak lagi menggoda pria selain dirinya.
Sedangkan Daren hampir memuntahkan seteguk darah dari mulut nya, karna perkataan genit Alisha yang tanpa urat malu tetap terang-terangan menggoda seorang pria dihadapan mereka.
mungkin dirinya berpikir, yang tinggal dimuka bumi ini hanya ada mereka berdua.
berbeda dengan Erza, yang terkekeh-kekeh atas sikap absurd dari seorang Putri kerajaan Elf Frost ini.
jika kebanyakan Putri kerajaan lainnya akan selalu memperlihatkan keanggunan dan kebijakan dari kata yang akan dilontarkan dari mulutnya, maka Alisha adalah kebalikan dari itu.
Jiwa Felix hampir terpisah dari raganya saat itu juga, bagaimana tidak! jika Tuan nya tau bahwa Putri kesayangannya tanpa henti-henti menggoda dirinya?.
maka sudah dipastikan ia akan menerima berbagai macam tugas yang mengerikan dari si tirani itu.
namun siapa sangka dua orang yang sangat tidak disukai oleh Alisha secara tiba-tiba datang dengan pakaian seperti wanita penggoda.
bahkan ekspresi wajah Alisha berubah secara drastis yang tadi nya penuh senyuman seketika menjadi jelek seperti melihat kotoran.
"Salam Pangeran Daren, Tuan Muda Roland, dan Jenderal Erzha. ",ucap seorang wanita dengan dandanan tebal sambil memperlihatkan belahan dadanya dan ia adalah Tyrande.
"Salam Tuan Muda Roland, Pangeran Daren, Dan Jenderal Erzha",ucap wanita disebelahnya yang tak kalah sama dengan Tyrande yaitu Brevi atau Alisha menyebut mereka berdua adalah Duo Tikus Got.
"salam para tuan putri",jawab Daren.
padahal dalam hati Daren menggrutu tidak jelas karna dua wanita yang paling tidak disukai olehnya muncul.
namun apa daya, tidak mungkin dirinya mengabaikan salam dari dua wanita itu, karna selama Daren berkunjung keistana bersama ayahnya Daren pasti akan dijamu oleh mereka berdua.
tentu saja hal itu seperti neraka bagi Daren yang harus terpaksa menerima jamuan mereka.
sedangkan untuk Roland tak mau repot-repot untuk menjawab, bahkan sekedar melirik saja terlihat tak sudi begitu juga dengan Alisha.
Erzha hanya tersenyum palsu untuk mejawab salam mereka. bisa dikatakan apa yang dilakukan Erzha antara sopan dan tidak sopan namun disisi lain juga tidak bisa ditegur begitu saja.
"Penggangu",desis Alisha sambil mengambil makanan kering dihadapannya.
"yaampun. maafkan aku kak, aku lupa memberi salam. haah aku kira kakak tidak disini", ucap Tyrande dengan nada terkejut yang ia buat-buat sambil menutup pelan mulutnya dengan tangan kanannya.
"Ya. cukup dimaklumi, mungkin saja kedua mata adik sedikit terganggu karna menahan tebalnya dandanan yang tertanam diwajahmu itu",jawab Alisha dengan menatap malas kearah adik tirinya sambil menyanggah dagu dengan sebelah tangannya.
Roland yang mendengar jawaban sarkas dari Alisha pun tertawa terbahak-bahak tanpa mempedulikan status etika bangsawannya bahkan Felix menatap Kedua adik tiri Alisha dengan tatapan rumit.
seakan baru pertama kali melihat makhluk berwajah aneh dihadapannya ini.
walaupun ia selalu melayani Raja Kine, namun baru hari ini dirinya melihat para Putri majikannya itu.
lain cerita dengan Daren yang hampir saja menyemburkan ludahnya karna menahan paksa tawanya.
berbeda dengan wajah tampan Erzha yang sudah berubah warna menjadi merah, diikuti tawa kecil yang ia tahan agar tidak kelepasan.
__ADS_1
Kepalan erat terlihat jelas dikedua tangan adik tiri Alisha yang hanya bisa menahan gejolak amarah.
bahkan Tyrande membalas dengan senyuman kaku atas sindiran menohok yang dilontarkan Alisha padanya.
"bolehkah saya duduk? ",tanya Tyrande yang mulai menetralkan kekesalannya.
tidak ada yang menjawab pertanyaan Tyrande, bahkan keempat Makhluk itu hanya terfokus untuk melihat setiap sudut makanan yang disajikan didepan mereka tanpa memperdulikan kedua orang yang hampir meledak.
Tyrande dan Brevi hanya bisa menelan kasar kemarahan mereka yang tanpa aba-aba mulai duduk dikursi kosong disamping Erzha serta Daren.
kemudian mata Tyrande menatap rakus kepada Roland dan mulai kembali membuka mulutnya.
namun sebelum Tyrande mengeluarkan suaranya, Roland langsung menyerobot perbincangan dengan Alisha.
"makanan ini enak sekali. cobalah Elis? ",ucap Roland dengan menyodorkan sebuah kue berbentuk bola dengan dihiasi kapas-kapas berwarna putih.
sebelum Alisha mengambil kue tersebut, aura penuh kepekatan terasa disekitar mereka dan suara berat sedikit dingin pun terdengar.
"Alisha", panggil Raja Kine yang berjalan diikuti oleh Penyihir Rikei.
Felix yang melihat tuan utamanya datang langsung berdiri tegak ditempatnya dengan kepala sedikit menunduk.
"ayah",sahut Alisha dengan menolehkan kepalanya.
"salam ayah. salam Penyihir Otoritas Merdel",ucap Tyrande dengan sedikit menundukan kepalanya.
"salam ayah. salam Penyihir Otoritas Merdel",sahut Brevi yang juga menundukkan kepalanya.
"salam Para Putri",jawab Penyihir Rikei dengan senyuman.
"ikut ayah sekarang",ujar Raja Kine.
sebelum Alisha menanyakan alasan mengapa ayahnya memanggil dirinya, Raja Kine langsung berbalik pergi sambil mengibaskan jubah emasnya.
"Tyrande,Brevi...layani tamu kita dengan baik. dan kau Felix kembali ketempatmu",lanjut Raja Kine tanpa menghentikan langkahnya.
"Mari tuan putri",ajak Penyihir Rikei sambil menatap Alisha.
bahkan yang terdengar hanya deruan nafas dan detakan ritme jantung diikuti suara kasar setiap pijakan sepatu mereka.
semakin lama mereka berjalan, semakin sunyi tempat yang mereka lewati bahkan terkesan horor dimata Alisha.
'sial. sebenarnya ayah ingin membawaku kemana? aku baru tau didalam istana ini ada tempat seperti rumah hantu begini. walaupun aku tidak takut membunuh orang tapi aku takut dengan hantu', dalam hati Alisha yang sudah berkeringat dingin.
Alisha membuka matanya lebar-lebar untuk memindai setiap inci tempat horor yang dilewatinya.
"ayah kita akan kemana? tempat apa ini? bisakah kita pergi ayah? disini sangat menakutkan",ucap Alisha yang sedikit bergetar sambil tetap berjalan dengan mata seperti elang mencari mangsa.
Kine yang mendengar perkataan putrinya pun menghentikan langkah lebarnya, ia tanpa peduli membawa masuk putri tercintanya itu ketempat siksaan narapidana tingkat elit.
karna kemarahan yang meluap dihatinya ia tak berpikir matang.
"Rikei mengapa kau tidak mengatakannya padaku? ",tanya Raja Kine yang kemudian berbalik menatap Alisha dan Penyihir Rikei.
"kau pikir...... ",sebelum Penyihir Rikei menyelesaikan perkataannya Raja Kine langsung memotongnya.
"sudah lah. Alisha kemarilah.",ucap Raja Kine dengan meyodorkan satu tangannya. tentu saja hal itu disambut semangat oleh Alisha.
"cihh.",desis Penyihir Rikei.
"lakukan tugasmu",perintah Raja Kine sambil melirik datar.
Alisha yang melihat Penyihir Rikei mulai mengayunkan tongkat sihir berwarna cokelat sambil mengucapkan sesuatu, membuat dirinya bertanya-tanya.
sebenarnya apa yang dilakukan Penyihir Rikei dengan tongkat itu. namun tak berapa lama terlihat Gelombang air berwarna transparan mulai mengelilingi tempat sekitar Alisha dan Raja Kine serta Penyihir Rikei berada.
Bahkan Alisha takjub melihat gelombang transparan yang sesaat mengeluarkan kilaun layaknya permata.
"Alisha. ayah membawamu kemari, karna ada alasan tertentu. ayah ingin menayakan sesuatu padamu?. ayah hanya ingin kau menjawab dengan jujur tanpa adanya kebohongan sedikit pun",ujar Raja Kine yang menatap Alisha dengan tatapan serius.
__ADS_1
bahkan Alisha harus bersusah payah untuk menelan ludahnya yang hampir tersendat dikerongkongan kecilnya itu.
'sial. apa yang akan ditanyakan oleh ayah? apa karna kebohongan yang kulakukan pada selir ketiga? tapi itu tidak mungkin. ',pikir Alisha.
"kemarin. apa kau keluar istana Alisha? ",tanya Raja Kine yang menatap lurus pada Alisha.
Alisha hanya bisa terdiam, atas pertanyaan yang dilontarkan padanya. bahkan ia bingung harus menjawab jujur ataukah kebalikannya.
'katakan yang sejujurnya pada ayahmu Alisha', buka suara Seria melalui telepati.
'Seria? apa kau yakin?',tanya Alisha.
'katakan saja. kemungkinan Kine sudah tau.',ujar Seria.
"Alisha?",panggil Raja Kine.
"Ya ayah aku keluar dari istana kemarin malam",jawab Alisha dengan suara yang kecil namun masih tetap didengar oleh Raja Kine.
"kehutan? dan bertemu dengan Seria bukan? ",tanya Raja Kine dengan sedikit dingin.
Alisha membeku ditempatnya, ia tak menyangka ternyata ayahnya sudah mengetahui semuanya dalam waktu singkat.
bahkan yang dikatakan Seria ternyata benar, bahwa ayahnya sudah mengetahuinya.
"iya ayah",jawab Alisha dengan nada yang pelan.
"Kau akan ayah hukum Alisha. selama seminggu penuh kau tidak diperbolehkan keluar dari kediamanmu",ujar Raja Kine dengan menahan amarah.
"Tapi ayah......",ucap Alisha yang langsung disanggah oleh Raja Kine.
"tidak ada tapi-tapian Alisha, kau akan tetap ayah hukum. sekarang suruh Seria keluar Alisha. Seria keluar sekarang, atau aku harus menarik paksa dirimu",ucap Raja Kine dengan nada dingin diakhir kalimatnya.
tak berapa lama bayangan hitam melesat keluar dari kantung ajaib Alisha dan perlahan memperlihatkan wujud asli sepenuhnya yaitu seorang wanita cantik dengan 2 tanduk dikepalanya.
"Kine",panggil wanita tersebut.
"Seria",ujar Raja Kine datar.
bahkan Alisha sampai menganga tak percaya melihat kecantikan wanita dihadapan nya ini.
"Kau Seria? ",tanya Alisha yang dibalas anggukan kecil oleh Seria.
jika bukan karna ayahnya yang mengucapkan nama Seria mungkin ia takkan tau bahwa wanita cantik dihadapannya adalah Seria sang Naga Berdarah Murni.
"Rikei. buat Alisha pergi dari sini secepatnya",ucap Raja Kine sambil melirik Alisha dan Penyihir Rikei bergantian.
"tapi ayah aku masih ingin disini",ujar Alisha.
"jika kau masih memaksa Alisha. ayah akan memulai hukumanmu hari ini juga",ucap Raja Kine yang menatap tajam Penyihir Rikei.
Penyihir Rikei yang melihat tatapan tajam dari Raja Kine, seketika berkeringat dingin dan melangkah cepat kearah Alisha.
yang kemudian mengayunkan tongkatnya dan membaca mantra kearah Alisha.
tentu saja Alisha tidak tau apa arti mantra yang diucapkan oleh Penyihir Rikei.
namun saat mantra tersebut diucapkan oleh Penyihir Rikei, saat itu juga Alisha langsung menghilang dari tempat suram itu.
hanya hitungan helaan nafas, Raja Kine langsung mencengkram erat leher Seria dengan aura membunuh yang sangat pekat.
"berani sekali kau menyakiti Putriku, bahkan kau hampir membunuh putriku?",ucap Raja Kine dingin dengan tatapan yang menusuk.
******Ilustrasi Seria (Ras Dragon Murni)
kalo nggak salah ada yang nanyak dapet ilustrasi gambar-gambar dari mana kak?
Gambar-gambarnya Author ambil dari Pinterest (by Wlop) ya.
JANGAN LUPA LIKE, VOTE, AND COMMENT. TERIMA KASIH 🤗*******************************
__ADS_1