
"lapor yang mulia raja kine dan yang mulia raja airel. tuan putri sulung dan pangeran daren telah kembali. mereka juga datang bersama tuan muda ketiga otoritas penyihir bangsawan merdel yang mulia",jelas salah satu pengawal yang diberi perintah untuk melapor jika kedua anak mereka kembali.
"untuk apa pemuda bengis itu kemari", ucap raja kine yang seketika berdiri tegak.
"hmm apa rikei yang menyuruhnya? bukankah selama ini dia datang bersama anak keduanya tumben sekali",sahut raja ariel bingung.
"dia datang bersama putriku? heh aku tidak suka dia berada di dekat putriku",ujar raja kine yang langsung berjalan cepat keaula kerajaan begitu juga dengan raja airel.
🔙
beberapa jam yang lalu
🔙
"wahh aku tidak menyangka kau dapat bertahan pak tua", buka suara alisha.
"hahhaha gadis mungil kau juga lumayan. karena dapat bertahan tanpa ada luka ditubuh mungilmu itu",sahut pak tua itu.
"hohoho jangan remehkan diriku pak tua. kau juga tetap terlihat bersih dan bugar. namaku alisha pak tua. siapa namamu?",tanya alisha.
"hahaha usia tidak menghianati dan nama yang cocok untuk gadis mungil sepertimu. namaku Filo",jawab pak tua Filo.
ntah kenapa aku merasa namanya terdengar seperti merek produk susu cokelat.
"kenapa wajahmu berkerut seperti itu?",tanya tuan Filo.
"tidak tidak apa-apa",elak alisha.
"baiklah telah tersisa dua calon pembeli. maka kita akan segera memulai duel.",teriak pemandu acara.
"walaupun kau sudah tua tapi aku tidak akan bersikap lembut kakek Filo",ucap alisha.
"hahaha. aku juga tidak akan bersikap penuh manja kepadamu gadis mungil",sahut kakek filo.
"apa dia akan baik-baik saja?",tanya daren dengan khawatir.
"ntahla aku juga tidak tau. percayakan saja padanya",jawab roland yang bahkan tidak percaya akan ucapannya sendiri.
"DUELL DIMULAII", teriak pemandu acara.
Trringg
dentingan amat keras pun terjadi karena kedua bilah pedang tajam itu bertemu dengan sangat cepat.
"tidak buruk",ucap kakek filo.
"tidak mengecewakan",jawab alisha.
semakin lama semakin cepat permainan pedang yang mereka lakukan. percikan api pun tercipta karena adu hantam antara kedua pedang tajam tersebut. kedua makhluk itu pun mengambil jarak cukup jauh.
wajah mulus alisha seketika terdapat gorisan kecil.
"ahh gadis mungil kau sudah terluka. apa kau tidak mau menyerah sekarang? jika tidak akan ada banyak goresan kecil mau pun besar tercipta di tubuhmu dan juga kau tidak akan bisa melukaiku",jelas pak tua itu.
"hehe pak tua memang aku tidak berniat melukai tubuhmu tapi aku telah melukai pakaianmu . sebaiknya kau lihat baik-baik goresan pada pakaianmu tapi aku peringatkan jangan coba-coba bergerak atau pun melangkah. kau tau kan apa yang terjadi jika melangkah pak tua",jelas alisha dengan senyum licik.
Filo yang melihat goresan goresan kecil namun terhubung satu sama lain pada pakaiannya pun menjadi pucat.
sial tidak aku sangka gadis mungil ini sungguh licik. jika saja aku bergerak kasar atau melangkah maka bisa dipastikan dirinya akan telanjang bulat didepan semua orang. namun tidak bisa di pungkiri bahwa permainan pedangnya sangat luar biasa.
"gadis licik",ucap kakek filo kesal.
"bukan licik tapi cerdik",timpal alisha dengan senyum mengembang.
"menyerahlah. agar semua situasi menjadi baik-baik saja",lanjut alisha.
"sial. AKU MENYERAH",ucap kakek filo kesal
"tapi permainan pedang mu sangat hebat",lanjut kakek filo dengan senyum.
__ADS_1
" tidak permainan pedangku biasa saja. dadah pak tua",ucap alisha sambil melambaikan tangan kirinya.
kemudian tempat dirinya berpijak pun terbuka membuat tubuhnya perlahan lahan menghilang.
"sekarang kita telah mendapat calon pembelinya. baiklah tinggal tahap akhir yaitu mengakuinya sebagai tuannya",teriak pemandu acara tersebut.
"aku akan memberikan sihir penyembuh padanya dulu",ucap roland dengan melompat ke lapangan pertarungan.
sedangkan alisha yang ingin menggunakan kekuatan penyembuhnya pun mengurungkan niatnya karena peringatan seria.
"jangan gunakan kekuatanmu alisha. disini sangat banyak orang dan itu bisa berakibat fatal pada keselamatanmu. mereka bisa mengejarmu habis-habisan. biarkan penyihir muda itu memberikan sihir penyembuh padamu", peringatan seria.
"baiklah seria",jawab alisha lesu.
"apa kau lelah elis?",tanya roland dengan wajah penuh khawatir.
"tidak. cepat beri aku sihir penyembuh agar aku bisa cepat berhadapan dengan serigala salju itu",ucap alisha.
"haaahh baiklah. berikan tanganmu elis",pinta roland sambil mengangkat tangannya.
tanpa pikir panjang alisha langsung menyodorkan salah satu tangannya. tangan kedua insan itu bersentuhan membuat cahaya emas menyeruak dari kedua telapak tangan mereka. aliran menyegarkan memasuki tubuh alisha perlahan-lahan.
🔜
"kyaakk imut sekali. lihat bulu putihnya yang berkilauan",ucap alisha dengan berbinar-binar.
"grrrr dasar bocah",suara serigala salju tersebut yang langsung menerjang alisha.
"bocah? apa kau yang mengatakan itu?",tanya alisha bingung.
dengan cepat alisha menghindar kearah belakang tubuh besar serigala salju.
"oyy oyy pelan-pelan dong. aku kan belum bersiap-siap. ",ucap alisha.
"cihh menjijikan",ucap serigala salju.
"walaupun kau mengerti perkataanku bukan berarti aku akan langsung mengakui dirimu sebagai tuanku. jika kau dapat mengalahkan ku, maka aku akan mengakui kau sebagai tuanku tapi jika kau kalah........hehhe akan menjadi makananku.",jelas serigala salju.
tanpa menjawab perkataan serigala salju dihadapannya alisha langsung menyerang serigala tersebut dengan sangat cepat. alisha harus menyerangnya dengan kekuatan penuh, jika tidak dirinya bisa kalah telak karena serigala terkenal dengan kecepatan dan kelincahannya.
keseimbangan kekuatan antara mereka berdua terlihat namun alisha lagi-lagi menambah kecepatan permainana pedangnya. lama kelamaann serigala salju mulai kewalahan dan membuat alisha lebih memainkan pedangnya untuk melukai keempat kaki serigala salju tersebut tanpa ampun.
"asshhh. a...ku menyerah",ucap serigala salju dengan keempat kaki yang gemetar kesakitan dan membuatnya tak bisa menopang berat tubuh besarnya lagi.
"lalu??...........",tanya alisha dengan memainkan kedua alisnya.
"aku mengakuimu sebagai tuanku",ucap serigala salju dengan menundukkan kepalanya kepada alisha.
cahaya emas menyelimuti salah satu kaki serigala salju dan pergelangan tangan alisha. terlihat gelang putih transparan yang sangat cantik melingkar di pergelangannya, begitu juga disalah satu kaki serigala salju.
"hmm apa kau punya nama?",tanya alisha penasaran.
"punya nona. namaku Michio. lalu nama nona?",tanya michio.
"Alisha",jawab alisha singkat sambil tersenyum senang.
🔙
"salam yang mulia raja kine dan yang mulia raja airel",sapa roland dengan menundukan kepalanya.
"alisha kemari",ujar raja kine.
"salam tuan muda ketiga merdel",jawab raja airel dengan bingung.
sedangkan alisha saat ini bingung mengapa ayahnya sangat terburu-buru menyuruhnya mendekat bahkan ayahnya itu enggan menjawab salam sahabatnya.
"salam ayah, sal.......",sebelum alisha menyelesaikan sapaannya, tangannya langsung di tarik mendekat kebelakang punggung tegap raja kine.
__ADS_1
"jauhi putriku",sarkas raja kine.
"ahh. yang mulia raja kine belum menjawab sapaan tuan muda ini",ucap roland santai.
"heh. semua orang tau kau paling membenci keformalan. melihat kau formal seperti ini cukup menggelikan",ucap raja kine dengan tidak suka.
"ayah. kenapa berbicara begitu kepada ron? dan ayah juga belum menjawab salamnya",tanya alisha yang cukup bingung mengapa situasinya menjadi menyesakkan.
"ron?",ulang raja kine sambil berbalik menghadap alisha sambil memicingkan matanya .
sedangkan alisha sadar atas panggilan non formalnya itu membuatnya sedikit gugup.
"ekhem ekhem maksudku tuan muda ketiga otoritas penyihir merdel",elak alisha dengan gaya cool.
"bagaimana bisa kau mengenal pria ini alisha",tanya raja kine penuh selidik.
sial. bagaimana aku menjawabnya. ahaa! aku tau , dalam pikiran alisha.
"itu ayah. aku baru mengenalnya tadi dan tuan muda roland cukup baik menurut ku",jawab alisha dengan sedikit gugup.
"cukup baik? bahkan kata itu tidak cocok untuk pria ini",ucap raja kine dengan memandang sinis roland. sedangkan roland terkekeh pelan.
"ayolah yang mulia raja kine semua orang punya pandangan yang berbeda-beda dalam menilai orang lain, termasuk dengan elis",jelas roland dengan senyum penuh arti.
aura dingin yang penuh kepekatan menyeruak keluar dari tubuh raja kine bahkan alisha kesulitan untuk mempertahankan nafasnya membuat alisha mundur beberapa langkah.
"kau memanggilnya elis? JANGAN MELEWATI BATASMU ROLAND",bentak raja kine.
alisha yang mendengar bentakan keras ayahnya tersebut sangat terkejut. mengapa ayahnya sangat marah dan tidak suka dirinya dekat dengan roland? sebenarnya ada apa ini, pikir alisha.
raja kine mulai melangkah mendekat kearah roland dan berhenti tepat disisi bahu roland.
"menjauh dari putriku karena aku tidak ingin putriku terluka dan mungkin putriku tidak tau bagaimana sifat aslimu namun bukan berarti tidak ada yang tau bagaiamana dirimu sebenarnya. jika kau berani mendekati alisha lagi, aku tidak akan segan untuk melukaimu.", bisik raja kine sedangkan roland yang mendengarnya membuat ekspresi dingin tercetak di wajahnya.
bahkan alisha tersentak kaget melihat ekspresi menyeramkan dari roland. padahal selama berada didekatnya roland selalu berekspresi lembut.
"jika kau kemari bukan untuk urusan formal kau bisa pergi dari sini",lanjut raja kine sambil berbalik mendekat kearah alisha namun seketika terhenti.
"sungguh sangat menggeli........",sebelum roland menyelesaikan katanya, dirinya langsung ditarik pergi daren keluar ruangan.
"lepaskan aku",ucap roland yang mulai memberontak.
"LEPASKAN AKU BAJI***N",bentak roland dengan menyentak kasar tangannya dan mulai menyerang daren dengan menggebu-gebu.
BUUGHKK BUUUGHKK BUUGHKK
untungnya perkelahian mereka berdua terjadi di tempat yang sepi, jika tidak akan membuat gempar penghuni kerajaan tersebut.
daren yang menerima pukulan roland tanpa aba-aba membuatnya kewalahan dan terlempar sedikit jauh dari tempat berdiri sebelumnya.
tatapan membunuh dan dingin terlihat jelas dari sorot kedua mata roland.
"uhuhhkk uhhuuuhkk A...PA KAU SUDAH GILA HAA??? Aku berusaha menyelamatkan dirimu? tapi ini balasan yang ku dapat?",tanya daren dengan penuh amarah sambil tertatih tatih untuk berdiri.
"cihh aku tidak menyuruhmu melakukan itu",jawab roland dingin.
"hahaha apa kau pikir dirimu HEBAT HAA? kau ingin melawan raja kine? apalagi diwilayahnya saat ini? apa otakmu tiba-tiba menghilang? jadi membuat dirimu bodoh? ",tanya daren dengan menyeka darah di sudut bibirnya.
"mau aku ingin melawannya atau tidak bukan urusanmu",jawab roland.
"ya jika kau hancur babak belur pun bukan urusanku, bahkan jika kau dikurung diruang merah oleh ayahmu itu pun bukan urusanku",ucap daren.
roland yang mendengar kalimat terakhir daren seketika membuang wajahnya kesamping.
"aku tanya padamu? ayah mana yang akan membiarkan putri kesayangannya berdekatan dengan pria yang menoreh gelar buruk dan bengis sepertimu.",ujar daren dengan jengkel.
"lalu apa kabar dengan dirinya itu",jawab daren dengan memandang sinis.
"sepertinya otakmu memang sudah kosong. apa kau tidak pernah berfikir? berhentilah bersikap seperti itu disini, apa kau mau alisha yang melihat itu membencimu?. walaupun aku tidak menyukaimu, tapi aku tidak tega melihat keadaanmu yang menyedihkan itu. dan satu lagi, alisha tentu saja tidak masalah dengan sifat raja kine karena dirinya adalah ayah lisha. ayah kandungnya. jangan terlalu bermimpi untuk bersama dengan lisha, bahkan hanya melihat dari jauh dirinya saja sudah bagus untukmu",jelas daren.
"sepertinya tuan rikei dan tuan hiko sudah datang. ayo kita kembali kedalam.", lanjut daren.
__ADS_1