
"baiklah-baiklah.. ternyata kau ini menggemaskan ya ",ucap pangeran daren dengan senyum.
alisha hanya menanggapi hal tersebut dengan memutar bola mata malas.
"berikan cadarnya kepadaku. aku akan memakainya.",ucap alisha dengan menyodorkan tangannya.
"uhh tadi sepertinya ada seseoarng yang menolak mentah-mentah untuk memakai cadar ini",sindir pangeran daren.
"tiba-tiba aku berubah pikiran. lagi pula aku tidak terlalu suka menjadi pusat perhatian",jawab alisha.
"baiklah. ini.",ucap pangeran daren sambil menyodorkan cadar hitam kepada alisha.
seketika alisha langsung memakainya dan itu benar-benar cocok karna perpaduan pakaiannya yang sedikit bercorak hitam.
terlihat 5 orang pria dengan pakaian sederhana dan salah satu dari mereka memakai pakaian yang sedikit lebih mewah, berada pada baris tengah dengan aura paling mendominasi diantara mereka.
"maaf tuan muda",ujar pria ke3.
"ada apa?",jawab pria tersebut.
"sepertinya itu mirip dengan teman baru tuan muda",ucap pria ke 3 tersebut sambil menunjuk arah samping mereka.
sedangkan pria tersebut menoleh kearah tangan pria ke 3 itu dan seketika kedua matanya menjadi menyipit.
🔙
🔜
" Elis " ,sapa seorang pria muda kepada rombangan pria dan wanita yang bercadar hitam.
seketika wanita dan pria tersebut menoleh kearah sumber suara.
"kau mengenal ku?",tanya alisha.
" pertanyaan macam apa yang kau lontarkan elis! tentu saja aku mengenalmu" ,jawab roland dengan mengangkat sebelah alisnya.
"tapi sepertinya kau salah orang",ujar alisha acuh.
berbeda dengan pangeran daren yang menatap roland tidak suka karna sudah mengganggu waktu dirinya bersama alisha.
"elis? bagaimana bisa kau mengatakan itu. aku tidak mungkin salah mengenali seseorang apalagi sahabatku sendiri.",ucap roland.
"hei dengar ya. wanitaku sudah mengatakan kalau kau salah orang dan namanya bukan elis. kau juga telah lancang mengatakan wanitaku ini sebagai sahabatmu. aku ingatkan kepadamu, jangan bermimpi. ",sahut pangeran daren dengan menatap roland tajam.
"wanitamu? hahaha sepertinya dirimu yang bermimpi mengaku elis wanitamu. karna aku yakin elis tidak mungkin tertarik kepada pangeran yang berhati dingin dan kejam sepertimu. aku tau dia bernama alisha tapi karna kami telah bersahabat jadi aku memanggilnya elis. sebagai panggilan sayang dariku untuknya",balas roland dengan angkuh.
"beraninya kau memberikan panggilan kecil untuk wanitaku. sepertinya kau sudah bosan hidup",jawab pangeran daren dengan dingin.
"aku bukan wanitamu jadi jangan mengaku-ngaku",sahut alisha dengan tatapan malas.
"hahhha astaga. kau dengar itu....kau dengar...elis saja membantah kalau dia bukan wanitamu. aku juga merasa bahwa dirimu lah yang lancang telah mengaku kalau elis itu wanitamu.benar-benar membuatku muak",ucap roland dengan tatapan tak kalah dingin kepada pangeran daren.
"hei! kau juga sudah aku katakan bahwa aku bukan elis",ujar alisha.
"elis.....elis...walaupun cara berpakaianmu berbeda dengan waktu kita bertemu sebelumnya, tapi aku tetap bisa mengenalimu.",lanjut roland.
"oh bagaimana bisa?",tanya alisha dengan mengangkat sebelah alisnya.
"Dari kedua matamu elis. karna hanya dirimu yang memiliki kilauan iris yang berbeda. lalu sikap acuh tak acuhmu itu sama persis dengan pertama kali kita bertemu. dan yang terakhir, tidak ada wanita yang pernah menolak dengan pesona tampanku ini. tapi sayang hanya elis yang tidak terpengaruh pesona tampanku dan hal itu melukai harga diriku ",jelas roland dengan mata berkaca-kaca menatap alisha.
"hentikan tatapan penuh luka itu karna aku tidak akan terpengaruh ataupun melunak padamu",jawab alisha datar.
"elis sungguh jahat",ucap roland dengan wajah memelas.
"memuakkan",sahut pangeran daren dengan tidak suka.
__ADS_1
roland hanya menanggapinya dengan tatapan meremehkan. seolah-olah pangeran daren itu hanya angin lalu.
sedangkan disekitar tubuh pangeran daren aura menyeramkan sudah mengepul.
"tuan muda rendahan seperti dirimu tidak pantas menatap pangeran penuh kemuliaan sepertiku",ucap pangeran daren dengan tatapan jijik kepada roland.
"sangat menyedihkannya kau terlalu merasa tinggi diri",jawab roland dingin.
saat ini mereka bertiga menjadi pusat perhatian banyak orang dan beberapa dari mereka berbisik-bisik walaupun begitu alisha tetap mendengar apa yang mereka katakan.
"liatlah kedua tuan muda itu .sepertinya mereka berdua bertengkar karna berebut nona bercadar itu",warga 1.
"benar. pastinya nona itu sangat cantik karna diperebutkan kedua tuan muda tampan ini",warga 2.
"aku juga ingin seperti nona muda itu yang dikelilingi kedua pria tampan",ujar warga 3.
"aihh kau ini jangan bermimpi. kau saja tidak terlalu cantik tapi ingin mendapatkan pria tampan. huhh",bantah warga 4 sambil memukul warga 3.
Dalam hati alisha( sial sial sial percuma saja aku menghindari untuk menjadi pusat perhatian jika ujung-ujungnya karna dua kucing ini aku menjadi gosipan semua orang).
"dasar tuan muda lemah, melangkahlah kemari biar ku pukul habis wajah tanah datarmu itu",ucap pangeran daren dengan berapi-api.
"kau pangeran sialan yang tak tau diri. kalau memang kau itu kuat, seharusnya kau yang datang kemari ",jawab roland dengan amarah.
"ternyata mereka adalah seorang tuan muda dan seorang pangeran. pantas saja mereka penuh dengan aura kewibawaaan",ucap warga 5.
"benar. pasti gadis yang diperebutkan mereka itu sangat istimewa",tambah warga 6.
pangeran daren dan roland melangkah bersamaan dengan perlahan-lahan mengeluarkan kekuatan mereka masing-masing namun seketika...............
"ohh bagus bagus",ujar alisha yang sudah menarik salah satu telinga pangeran daren dan roland.
"aw aw aw e..lis sa..kitt",ujar roland dengan kesakitan sambil memegang telinganya walaupun tertutup jemari alisha.
seluruh warga yang melihat kejadian tersebut langsung menjatuhkan rahang mereka tanpa aba-aba. mereka tak habis pikir bagimana bisa seorang gadis mungil dengan gamblangnya menarik telinga kedua pria yang memiliki latar belakang tak biasa.
"sepertinya dia bukan gadis sembarangan",ucap warga 7 dengan bibir berkedut.
"benar. bahkan kedua pria itu tak bisa berkutik",ujar warga 8 dengan masih terkejut.
"am..pun tu..an put..ri bagaimana bisa anda melakukan hal itu pada pangeran daren dan tuan muda ini. ",ujar lenia dengan wajah pucat begitu juga dengan pelayan dan pengawal dari ketiga belah pihak.
"ohh jika mereka berdua keberatan karna aku menarik telinga mereka. baiklah aku akan melepaskannya.",ucap alisha dengan melepaskan kedua tangannya dari pangeran daren dan roland.
"ssttt sttt akhirnya lepas juga",desis roland.
"huhh untung tidak lepas telingaku",ucap pangeran daren dengan memegang telinganya.
"lenia rita dan lainnya serta para pengawal dari kerajaan kita. ayo kembali kekerajaan",lanjut alisha dingin dan langsung berbalik pergi.
"tapi...tuan putri..",jawab rita yang langsung disanggah oleh alisha.
"jika kalian tidak mau ikut kembali kekerajaan juga tidak masalah untukku",potong alisha dingin.
seketika rita dan lenia tersentak begitu juga para pelayan serta pengawal lainnya. tanpa pikir panjang mereka mengikuti tuan putri kesayangan raja mereka.
"elis. tunggu apa kau marah karna hal tadi? a..ku aku benar-benar minta maaf",ujar roland dengan mengeluarkan sihir pembatas agar tidak menjadi pusat perhatian dari para rakyat lagi.
pangeran daren tersentak karna roland menggunakan sihir pembatas agar tidak jadi pusat perhatian lagi. dirinya baru tersadar bahwa sedari tadi mereka jadi pusat perhatian.
sedangkan para warga kebingungan karna ketiga orang tadi tiba-tiba menghilang bersama pelayan dan pengawal mereka.
kabut putih menyelimuti 3 rombongan ini namun hal tersebut tidak mengganggu indra penglihatan mereka sama sekali.
"aku tidak peduli. aku tidak suka menjadi pusat perhatian banyak orang",ujar alisha dengan terus berjalan.
__ADS_1
"elis. bukan aku yang memulai hal itu tapi si mulut besar ini dan aku sudah memasang sihir pembatas. kita tidak akan menjadi pusat perhatian lagi" ,jawab roland dengan wajah memelas.
"mulut besar? kau....... aw aw aww",ucap pangeran daren terpotong karna roland menginjak salah satu kakinya.
"apa kau bisa serius? elis sedang marah dengan kita jadi berhentilah untuk adu mulut", ucap roland dengan tatapan tajam.
sedangkan alisha menahan tawa karna kepolosan dua pria ini. padahal dirinya berpura-pura marah tapi siapa sangka hal itu malah membuat kedua pria ini seperti patah semangat.
didalam hati pangeran daren (apa-apaan kedua orang ini. alisha tadi sudah menginjak kaki kananku dan si wajah tanah datar ini menginjak kaki kiriku. sepertinya mereka berdua berencana meratakan kedua kakiku. jika bukan karna alisha sedang marah sudah aku hajar habis-habisan kaki pria ini).
"benar alisha! kami berdua salah dan seharusnya aku menahan diri untuk tidak terpancing emosi saat adu mulut dengan wajah tanah datar",ujar pangeran dengan senyum menyungging.
(kena kau) pikir pangeran daren.
(pangeran sialan ini) dalam hati roland.
seketika alisha memberhentikan langkahnya.
"sepertinya statusmu tidak biasa ron?",ujar alisha tanpa berbalik.
"aku........",jawab roland yang langsung dipotong oleh pangeran daren.
"dia adalah tuan muda ketiga dari otoritas penyihir bangsawan Merdel atau kerajaan Merdel...aw aw aww SAKIT",potong pangeran daren dengan kaki kirinya kesakitan.
"jangan seenaknya memotong pembicaraan orang lain",ujar roland tajam.
"KAUU...",ucap pangeran daren dengan cepat menginjak kaki kanan roland dan segera menjauh dari roland.
"aw aww sakit pangeran mulut besar sialan",ucap roland dengan amarah.
"jika kalian ingin bertengkar lagi maka aku akan pulang",ancam alisha dengan ingin berbalik.
"tunggu elis. hahha kami tidak bertengkar lagi kok buuukk buuukkk ",ucap roland dengan cepat kesisi pangeran daren sambil tersenyum dan langsung menepuk badan belakang pangeran daren dengan kuat.
(sialan si wajah tanah datar ini. apakah dia berencana untuk membunuhku!!) dalam hati pangeran daren.
"uhuhukk uhuukh mana mungkin kami bertengkar. buukk buukk", jawab pangeran daren dengan membalas menepuk tubuh belakang roland tak kalah kuatnya serta senyum sambil menahan rasa sakit.
(sialan. sepertinya dia ingin menghancurkan tulang belakangku) dalam hati roland.
"sudahlah lupakan. ternyata kau ras penyihir ron lalu mengapa tadi kau tidak mengaktifkan sihirmu itu dan tidak menjadi pusat perhatian orang banyak ha?",tanya alisha dengan kesal.
"hehehe aku lupa elis",jawab roland senyum canggung sambil memegang tengkuknya.
"huhh dasar",jawab alisha dengan melipat kedua tangannya.
"dan sepertinya elis adalah seorang tuan putri ya?",tanya roland balik yang ternyata sudah menjauh dari pangeran daren.
"ya. dia adalah tuan putri sulung dari kerajaan frost ini",sahut pangeran daren.
astaga mulutnya memang besar(dalam hati alisha dan roland).
"wah sungguh kebetulan aku dan ayahku akan pergi kekerajaan frost nanti malam. berarti kita akan bersama-sama cukup lama dibandingkan kemarin. tapi elis, dirimu tidak sama seperti rumor yang beredar?.",ujar roland bingung.
"itu hanya rumor rendahan yang dibuat seseorang karena merasa iri atas kelebihan yang aku punya",jawab alisha santai dan sedikit angkuh.
(***ckckck anak ini benar-benar mempunyai sifat angkuh seperti kine) ucap seria melalui pikiran alisha.
(namanya juga ayahku. seperi kata pepatah buah tidak jatuh jauh dari pohonnya) jawab alisha melalui pikirannya.
(huhh iya-iya) sahut seria lagi***.
"benar alisha . orang-orang yang iri pasti selalu melakukan hal rendah untuk menjatuhkan kita",sahut pangeran daren.
(wah ternyata si mulut besar ini juga bisa berkata bijak) dalam pikiran alisha dan roland.
__ADS_1