Reinkarnasi Putri Lotus Darah

Reinkarnasi Putri Lotus Darah
Berpisah


__ADS_3

Setelah cukup jalan-jalannya alisha langsung pamit dengan elrond namun dia tidak ingin elrond ataupun para pengawalnya mengikuti dirinya atau memata-matainya.


"baiklah kurasa sudah cukup untuk jalan-jalannya, sekarang aku harus pulang",ujar alisha kepada elrond.


"terasa sebentar sekali ya. padahal aku ingin berlama-lama dengan elis",ucap elrond dengan nada terakhir sedikit lemah.


"sudahlah lain kali kita bisa bertemu lagi dan aku juga ingin kau dan para pengawalmu tidak ada yang mengikutiku atau memata-matai diriku! kalau sampai itu terjadi aku tidak akan berteman denganmu",ancam alisha.


"kenapa si elis begitu, padahalkan aku hanya ingin tahu elis tinggal dimana",ujar elrond sedih.


"ikuti saja kataku",jawab alisha.


"iya iya akan aku lakukan",ujar elrond.


"ya sudah aku pergi pulang dan kau juga pergi pulang",ucap alisha yang mulai berbalik pergi.


"iya",jawab elrond yang juga berbalik pergi kelawan arah dari alisha.


tak berapa lama mereka berjalan salah satu pengawal elrond berkata:"Tuan muda apa sebaiknya kita mengikuti nona elis pergi untuk mengetahuinya tinggal dimana?".


elrond yang mendengar perkataan pengawalnya pun berhenti dan berbalik menatap tajam pada pengawalnya tersebut.


"dengar ya, tidak ada yang boleh memanggilnya elis kecuali diriku! apa kau paham",ujar elrond dingin.

__ADS_1


"i..iya saya paham tuan muda. maafkan saya atas kelancangan yang saya buat",jelas pengawal tersebut sambil menundukan kepala dan meletakan tangan didadanya.


"bagus! dan jawaban atas pertanyaanmu itu adalah jika kalian mengikutinya atau memata-matainya pasti dia akan mengetahuinya. karna elis bukan wanita sembarangan dan aku bisa merasakan kekuatan yang besar serta misterius bersemayam dalam tubuh mungilnya itu",jelas elrond.


"baik jika begitu tuan muda",jawab pengawal tersebut lagi.


disisi lain alisha yang sudah sampai di kekediamannya tanpa hambatan pun di sambut kekhawatiran dari dua pelayannya.


"Tuan putri anda sudah kembali,syukurlah!",ujar lenia.


"apakah tuan putri baik-baik saja?",tanya rita sambil menatap alisha dengan teliti, apakah terluka atau tidak.


"aisss tenang saja aku baik-baik saja!",jawab alisha datar.


"tapi tuan putri kami minta maaf karna kami telah berdosa terhadap yang mulia raja dan tuan putri. sebelumnya saya membawa nama yang mulia raja agar putri tyrande tidak memaksa menemui anda tuan putri",jelas lenia ragu. ya dia takut tuan putrinya ini akan marah kepada mereka dan apalagi perbuatannya adalah dosa besar yang berbohong sambil membawa nama yang mulia rajanya tersebut.


"coba jelaskan maksud perkataanmu lenia",tanya alisha.


"baik tuan putri! tak selang berapa lama anda pergi, tuan putri tyrande datang untuk mengunjungi anda namun saya mengatakan bahwa tuan putri sedang istirahat jadi tidak boleh diganggu. tuan putri tyrande tetap memaksa ingin menerobos masuk menemui anda jadi saya katakan kalau putri tyrande mencoba masuk secara paksa maka tuan putri alisha akan mengatakan kepada yang mulia raja agar tuan putri tyrande dihukum. setelah itu putri tyrande pergi dengan menahan amarah maka dari itu saya mohon maaf putri telah lancang membawa nama yang mulia raja", jelas lenia dengan menunduk.


"ya tuan putri maafkan kelancangan saya dan lenia",ujar rita.


dalam hati alisha astaga hanya kesalahan kecil saja dibesar-besarkan dan ini lagi si rita tidak salah malah dia juga minta maaf. memang ya zaman kuno itu etika kesopanannya terlalu ketat. benar-benar deh.

__ADS_1


"sudahlah tidak apa-apa lagi pula itu situasi darurat jadi kalian berdua tidak usah merasa bersalah seperti itu",ujar lenia sambil berjalan menuju tempat tidurnya yang kemudian duduk dipinggir tempat tidurnya.


"benarkah tuan putri? tapi saya telah membawa nama yang mulia raja",tanya lenia lagi.


"sudahlah tidak apa-apa, itu tidak disengaja. ingat ti-dak di-se-nga-ja paham?",jawab alisha singkat.


"iya tuan putri terima kasih dan sekali lagi saya mohon maaf",ujar lenia.


"terima kasih tuan putri",ujar rita.


"ya aku sudah memaafkannya.............wahh jika aku melihat wajah tyrande menahan amarah pasti itu menyenangkan. hhahaha pasti amarahnya sudah mengepul dikapalanya itu dan hanya tinggal menunggu meledak saja. hahaha..hahahha dibayangkan saja sudah lucu apalagi melihat langsung pasti sangat sangat lucu",ujar alisha dengan geli membayangkan wajah tyrande menahan marah .


"tuan putri anda tidak boleh seperti itu! tuan putri tyrande kan adik anda jangan mengejeknya begitu, jika ada yang mendengarnya bagaimana tuan putri",ujar lenia khawatir.


"benar tuan putri dan bisa saja tuan putri tyrande semakin membenci anda tuan putri",sahut rita.


"aiss aku tidak peduli dia itu hanya adik tiriku dan lagi pula ini kediaman ku jadi terserah diriku mau bicara apa dan jika ada yang mendengar itu keberuntungan mereka. biar saja dia membenciku aku tidak peduli karna aku juga membencinya",ujar alisha.


"baiklah tuan putri", jawab rita sambil menghela nafas berat. dia sangat khawatir kepada tuan putrinya tersebut karna semakin seseorang itu benci kepada tuan putrinya maka semakin kejam pula perbuatan yang akan lakukannya untuk menghancurkan tuan putrinya tersebut.


"lenia aku ingin mandi tolong siapkan dan rita siapkan pakaian ganti untukku karna setelah itu aku ingin tidur",perintah alisha.


"baik tuan putri",ucap lenia sambil menundukan kepala dan mulai menyiapkan keperluan mandi untuk alisha.

__ADS_1


" akan saya siapkan tuan putri dan apakah tuan putri juga ingin disiapkan makan malam?",tanya rita.


__ADS_2